Kamis, 02 Januari 2020
MENGUATKAN PONDASI PERNIKAHAN
Rabu, 20 November 2019
Mengapa Perlu Muhasabah Diri?
*Mengapa Perlu Muhasabah Diri?*
Ketika seseorang melakukan muhasabah maka akan tampak jelas di hadapannya atas dosa-dosa yang dilakukan. Bagaimana mungkin seorang anak cucu Adam dapat melihat dosa dan aibnya tanpa melakukan muhasabah?!
By Noviyardi Amarullah Tarmizi 17 March 2016
    
Pertanyaan di atas mungkin banyak menghampiri benak seorang muslim, ada di antara mereka yang memilih untuk menyibukkan diri dengan urusan dunianya tanpa memikirkan apa yang akan menjadi bekalnya di akhirat. Ada pula yang beribadah sebagaimana apa yang Allah perintahkan, namun ibadahnya hanyalah sebagai rutinitas. Mereka shalat lima waktu setiap harinya, berpuasa dan mengeluarkan zakat setiap tahunnya akan tetapi semua itu tidak berdampak pada akhlak dan pribadinya, maksiat pun terkadang masih dilakukan. Motivasi untuk memperbaiki amalan-amalan yang ada tak kunjung hadir, penyebabnya satu karena melupakan muhasabah diri sehingga orang-orang seperti ini sudah merasa cukup dengan amalan yang telah dilakukan. Di sinilah pentingya muhasabah, ada beberapa hal lainnya yang menjadi alasan kenapa muhasabah perlu dilakukan, diantaranya:
*1. Muhasabah merupakan perintah dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala*.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).
*2. Muhasabah merupakan sifat hamba Allah yang bertaqwa*.
Seseorang yang bertaqwa adalah mereka yang membawa sebaik-baik bekal, dan dalam perjalanan mencari bekal tersebut tak jarang seseorang merasa lelah dan bosan yang mengakibatkannya tak mawas diri sehingga tergelincir dan terjatuh dalam futur (lemah semangat untuk melakukan amal shalih). Muhasabah akan membantu seseorang untuk menghadapi berbagai rintangan yang ia temukan dalam pencariannya akan bekal tersebut. Maimun bin Mahran rahimahullah berkata:
لَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يَكُوْنَ لِنَفْسِهِ أَشَدُّ مُحَاسَبَةً مِنَ الشَّرِيْكِ الشَّحِيْحِ لِشَرِيْكِهِ
“Tidaklah seorang hamba menjadi bertaqwa sampai dia melakukan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang membuat perhitungan dengan temannya”.
*3. Buah manis dari muhasabah adalah taubat*.
Ketika seseorang melakukan muhasabah maka akan tampak jelas di hadapannya atas dosa-dosa yang dilakukan. Bagaimana mungkin seorang anak cucu Adam dapat melihat dosa dan aibnya tanpa melakukan muhasabah?!
Banyak di antara manusia yang melakukan kemaksiatan, namun Allah masih memberikan nikmat kepadanya, dia tidak menyadari bahwa ini adalah bentuk istidraj (penangguhan menuju kebinasaan) dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-A’raf: 182).
Orang-orang yang memahami ayat Allah ini, akan takut atas peringatan Allah tersebut dan dia akan senantiasa mengintrospeksi dirinya, jangan sampai nikmat yang Allah berikan kepadanya merupakan bentuk istidraj. Muhasabah yang mengantarkan kepada pertaubatan di awali dengan memasuki gerbang penyesalan. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
النَّدَامَةُ تَوْبَةٌ
“Menyesal adalah taubat.” (HR.Ibnu Majah no. 4252, Ahmad no.3568, 4012, 4414 dan 4016. Hadist ini dishahihkan oleh al-Albani dalamShahiih al-Jaami’ ash-Shaghir no.6678)
Wallahu A’lam.
Surabaya, 5 Jumadats Tsaaniyyah 1437 / 14 Maret 2016
***
Penulis: Noviyardi Amarullah Tarmizi
Artikel Muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/27695-mengapa-perlu-muhasabah-diri.html
Minggu, 17 November 2019
SAAT MALAS BERIBADAH
*SAAT MALAS BERIBADAH*
Quranic Motivation
****
Saat malas beribadah...
Saat berat untuk baca Al-Qur’an...
Saat berat untuk sedekah...
Saat susah untuk berbakti pada orangtua...
Saat sulit melakukan kebaikan...
Ada satu tips untuk mengatasi semua kemalasan itu semua.
Tipsnya adalah : *“Ingatlah KEMATIAN”*. Sabda Rasulullah
shalallahu 'alaihissalam, orang yang cerdas adalah orang yang
banyak mengingat kematian.
Jika kita mengingat kematian. Maka sudah seharusnya kita
kembali menemukan semangat hidup, semangat ibadah.
Kita ini kan hanya singgah sementara saja didunia ini.
Milyaran manusia telah masuk kedalam kubur. Menunggu hisab dihari
perhitungan Amal. Mereka yang sudah masuk kedalam kubur,
meminta agar bisa beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Meminta agar bisa sedekah walau dengan sebutir kurma.
Meminta agar bisa bergabung dengan orang shalih.
Meminta agar bisa shalat barang dua rakaat.
Saat kamu mengalami kefuturan dalam ibadah. Kemalasan
dalam ibadah.
Ingatlah tentang kematian. Mau bawa bekal apa ke akhirat? Sudah seberapa banyak bekal amal shalih yang disiapkan? Berapa banyak dosa yang belum tertaubati dan terampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ingatlah kematian...
Karena dengan mengingat kematian. Hatimu akan menjadi
lembut.
Jika dengan mengingat kematian hatimu masih sulit untuk
bergerak beribadah, mintalah kepada Allah HATI YANG BARU
karena sejatinya mungkin hati kita telah lama mati.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari
padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan
dikembalikan kepada (Allah Subhanahu Wa Ta’ala), yang
mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan
kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS. Al-Jumu’ah [62] : 8)
Selamat mengingat dan mempersiapkan kematian kita.
****
Quranic Motivation
Ahad, 10 November 2019
Silahkan forward tulisan ini ke jejaring sahabat, teman dan keluarga anda. Semoga membawa berkah dan manfaat.
Minggu, 04 Agustus 2019
Buat yang suka dikomplen anknya krn nanya itu mulu
Buat yang suka dikomplen anknya krn nanya itu mulu ( ngapain aja td di sekolah) 😁
Tulisan ini mengingatkan saya atas ceramah ust.Karim tempo hari. Kudu kreatif bertanya pd ank sepulang sekolah 😁
*20 Pertanyaan Keren Untuk Anak Sepulang Sekolah*
Bertanya pada anak tentang kegiatan di sekolah mungkin tidak semudah yang dibayangkan. Seorang ayah mengisahkan bagaimana pertanyaan yang biasa dilontarkan banyak orangtua ternyata kurang efektif untuk menggali bagaimana anak berperilaku di kelas. Seperti beberapa orangtua yang lain, sang ayah bertanya, “Gimana sekolahnya hari ini?” dan menemukan jawaban yang sama dari sang anak yang duduk di bangku SMP, “Baik, Yah.”
Namun saat mengecek rapor daring (online) atau hadir dalam pertemuan dengan guru di sekolah, sang ayah mendapatkan gambaran yang jauh berbeda dari jawaban “baik” dari si anak. Meskipun secara umum nilai ulangannya bagus, ia sering luput mengumpulkan tugas tepat waktu, dan hal tersebut membuat prestasi akademiknya menurun.
Agar tidak kehabisan ide dalam bertanya seputar kegiatan anak di sekolah – dan tidak melulu menanyakan hal yang sama setiap hari – saya memutuskan untuk mencari berbagai pertanyaan keren yang digunakan para pendidik sekaligus orangtua sepulang anak sekolah. Liz Evans, seorang mantan guru, blogger, sekaligus ibu dari tiga anak menuliskan dua artikel berisi puluhan pertanyaan keren. Saya sendiri akan mencoba mencuplik 20 pertanyaan paling keren yang bisa Ayah Ibu tanyakan kepada anak sepulang sekolah.
1. Siapa/apa yang membuatmu tertawa di sekolah hari ini?
2. Siapa temanmu yang paling konyol di kelas? Mengapa ia konyol sekali?
3. Apa tempat yang paling kamu sukai di sekolah?
4. Di mana kamu paling sering menghabiskan waktu saat jam istirahat?
5. Dengan siapa kamu bermain/beraktivitas di jam istirahat?
6. Apa kata/cerita aneh yang kamu dengar hari ini?
7. Apa topik yang sedang hangat dibicarakan oleh teman-temanmu?
8. Siapa yang kamu bantu hari ini? Apa yang kamu lakukan untuk membantunya?
9. Siapa yang membantumu hari ini? Apa yang dia lakukan untuk membantumu?
10. Kalau bisa memilih, kamu ingin duduk sebangku dengan siapa?
11. Kalau ada murid baru datang untuk bertukar tempat dengan salah satu temanmu di kelas, siapa teman yang kamu pilih untuk bertukar tempat dengan murid baru tersebut? Mengapa?
12. Adakah temanmu yang absen hari ini? Apakah suasana kelas berubah tanpa dia?
13. Jika besok kamu bisa belajar satu hal saja di kelas, apa pelajaran yang kamu pilih?
14. Jika besok kamu bisa menjadi guru, topik/pelajaran apa yang ingin kamu ajarkan?
15. Apa hal yang kamu tanyakan hari ini di kelas? Mengapa kamu menanyakannya?
16. Jika kamu bisa mengubah hari ini ke dalam sebuah lagu, seperti apa kira-kira nadanya? Bernada gembira? Sedih? Datar-datar saja? Santai?
17. Hal apa yang paling kamu nantikan hari ini di sekolah? Apakah hal tersebut terjadi/tidak? Bagaimana perasaanmu?
18. Hal apa yang bisa lebih sering kamu lakukan di sekolah?
19. Kegiatan apa yang mungkin tidak perlu kamu ulangi di sekolah?
20. Kalau nanti gurumu datang ke rumah, kira-kira apa yang beliau ceritakan pada Ayah Ibu?
_orang cerdas dikenal dari jawaban-jawabannya_
_Orang bijak dikenal dari pertanyaan-pertanyaannya.
Jumat, 02 Agustus 2019
KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI'I YG DAHSYAT
*KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI'I YG DAHSYAT*
*"Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan."*
- (Imam Syafi'i)
*"Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu"*
- (Imam Syafi'i)
*"Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia".*
- (Imam Syafi'i)
*"Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran."*
- (Imam Syafi'i)
*"Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”*
- (Imam Syafi'i)
*"Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu''*
- (Imam Syafi'i)
*"Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun".*
- (Imam Syafi'i)
SEMOGA BERMANFAAT.....
Jumat, 12 Juli 2019
ADAB-ADAB HARI JUMAT
*ADAB-ADAB HARI JUMAT*
_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._
```1. Memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah, karena di hari Jumat terdapat waktu yang mustajab (dikabulkannya doa).```
Hal ini berdasarkan hadits:
فِيْهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
_*"Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.* Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu."_ [HR. Bukhari dan Muslim]
Waktu itu batasnya adalah *sampai dengan Ashar,* dan inilah pendapat Jumhur Ulama yang dikuatkan oleh *Ibnul Qayyim* dalam kitabnya, Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad I/389-394, berdasarkan hadits *Jabir bin Abdillah* radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوْجَدُ فِيْهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوْهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
_"Hari Jumat itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang *memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah.* Maka carilah di akhir waktu tersebut, *yaitu setelah Ashar."*_ [HR. Abu Dawud no. 1048, An-Nasa'i dalam Sunannya III/99-100, dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, I/279]
```2. Memperbanyak shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.```
Ini berdasarkan hadits:
أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْراً
_*"Perbanyaklah oleh kalian shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat karena barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali."*_ [HR. Al-Baihaqi III/249 dari Anas radhiallahu ‘anhu, sanadnya hasan. Lihat Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 1407]
```3. Mandi besar, memakai wangi-wangian, dan memakai pakaian yang terbagus.```
Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيْبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ اْلإِمَامُ إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ اْلأُخْرَى
_"Tidaklah seseorang *mandi pada hari Jumat, dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi* dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jumat tersebut dan ke Jumat berikutnya."_ [HR. Al-Bukhari]
```4. Membaca Al-Quran surat Al-Kahfi, berdasarkan hadits:```
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
_*"Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya baginya di antara dua Jumat."*_ [HR. Al-Hakim II/368, dan al-Baihaqi III/249 dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Irwaa-ul Ghaliil no. 626]
```5. Bersegera untuk datang lebih awal pada shalat Jumat.```
Hal ini berdasarkan hadits:
مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً
_"Barang siapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah *lalu segera pergi ke masjid,* maka seakan-akan berkurban dengan unta yang gemuk."_ [HR. Al-Bukhari no. 881, Muslim no. 850, Abu Dawud no. 351, at-Tirmidzi no. 499]
```6. Hendaknya mengerjakan shalat sunnah empat rakaat setelah selesai shalat Jumat.```
Ini berdasarkan hadits:
إِذَا صَلَّيْتُمْ بَعْدَ الْجُمُعَةِ فَصَلُّوْا أَرْبَعًا
_"Apabila kalian *telah selesai mengerjakan shalat Jumat maka shalat (sunnah)lah empat rakaat."*_ [HR. Muslim]
Mengerjakan shalat sunnah empat rakaat setelah shalat Jumat dikerjakan setelah selesai berdzikir atau telah keluar dari masjid (HR. Muslim no. 883). Dapat pula dikerjakan di masjid sebanyak dua rakaat kemudian ditambah dua rakaat lagi dikerjakan di rumah (HR. Muslim no. 881). Dan tidak boleh melakukan sunnah tersebut di tempat mengerjakan shalat jumat (HR. Ibnu Majah).
والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📙 *Disalin dari* kitab Aadaab Islaamiyyah, Penulis Abdul Hamid bin Abdirrahman as-Suhaibani, Judul dalam Bahasa Indonesia Adab Harian Muslim Teladan, Penerjemah Zaki Rahmawan, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir Bogor. [Al-Manhaj.or.id]
*----------•••●◆●•••----------*
Silahkan Share ! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan
Selasa, 18 Juni 2019
MENGUBAH SUDUT PANDANG
*MENGUBAH SUDUT PANDANG*
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah ditanganinya sendiri.
Suami serta anak-anaknya menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.
Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :
"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan".
Ibu itu kemudian menutup matanya.
"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?"
Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan;
"Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.
Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".
Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.
"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi kekhawatiran buat ibu?"
Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".
Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.
Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming).
Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.
Berikut beberapa contoh pengubahan sudut pandang :
Saya BERSYUKUR:
1⃣Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.
2⃣Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat negatif.
3⃣Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan.
4⃣Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, itu berarti syukur Alloh Ta'ala memberikan rezeki utk kita berpenghasilan.
5⃣Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman.
6⃣Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.
7⃣Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras.
8⃣Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat.
9⃣Untuk bunyi alarm keras jam 4.30 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.
🔟Untuk yang memposting broadcast panjang dan 'mengganggu' ini artinya masih ada orang yang peduli mau berbagi Nasihat dan CINTA kepada kita.
https://t.me/semangatsubuh
*_Selamat menunaikan ibadah sholat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*