Senin, 07 Maret 2016

PELAKSANAAN SHALAT GERHANA (BAGIAN 1 DARI 2)

�� 
��Ustadz Muhammad Qasim

〰〰〰〰〰〰〰〰〰

PELAKSANAAN SHALAT GERHANA (BAGIAN 1 DARI 2)

Tidak ada satu kejadian di antara sekian banyak kejadian yang ditampakkan Allah Subhanahu wa Ta’ala di hadapan hamba-Nya, melainkan agar kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari kekuasaan yang Allah Azza wa Jalla tampakkan tersebut.

Yang pada akhirnya, kita dituntut untuk selalu mawas diri dan melakukan muhasabah.

Di antara bukti kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu, ialah terjadinya gerhana.

Sebuah kejadian besar yang banyak dianggap remeh manusia. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam justru memperingatkan umatnya untuk kembali ingat dan segera menegakkan shalat, memperbanyak dzikir, istighfar, doa, sedekah, dan amal shalih tatkala terjadi peristiwa gerhana.

Dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَيَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوْااللهَ وَكَبِّرُوْا وَصَلُّوْا وَتَصَدَّقُوْا ...

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah. Sesungguhnya keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah."

[Muttafaqun ‘alaihi]

PENGERTIAN GERHANA

Dalam istilah fuqaha dinamakan kusuf, yaitu hilangnya cahaya matahari atau bulan atau sebagiannya, dan perubahan cahaya yang mengarah ke warna hitam atau gelap.

Kalimat khusuf semakna dengan kusuf.

Ada pula yang mengatakan kusuf adalah gerhana matahari, sedangkan khusuf adalah gerhana bulan. Pemilahan ini lebih masyhur menurut bahasa.

Jadi, shalat gerhana, ialah shalat yang dikerjakan dengan tata cara dan gerakan tertentu, ketika hilang cahaya matahari atau bulan atau hilang sebagiannya.

HUKUM SHALAT GERHANA

Jumhur ulama’ berpendapat, shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah.

Abu ‘Awanah menegaskan wajibnya shalat gerhana matahari.

Demikian pula riwayat dari Abu Hanifah, beliau memiliki pendapat yang sama. Diriwayatkan dari Imam Malik, bahwa beliau menempatkannya seperti shalat Jum’at.

Demikian pula Ibnu Qudamah berpendapat, bahwa shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah.

Adapun yang lebih kuat, ialah pendapat yang mengatakan wajib, berdasarkan perintah yang datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Imam Asy Syaukani juga menguatkan pendapat ini. Demikian pula Shiddiq Hasan Khân dan Syaikh Al Albâni rahimahullah.

Dan Syaikh Muhammad bin Shâlih ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

“Sebagian ulama berpendapat, shalat gerhana wajib hukumnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَصَلُّوْا

(jika kalian melihat, maka shalatlah -muttafaqun ‘alaih).

Sesungguhnya, gerhana merupakan peristiwa yang menakutkan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah dengan khutbah yang agung, menjelaskan tentang surga dan neraka.

Semua itu menjadi satu alasan kuat wajibnya perkara ini, kalaupun kita katakan hukumnya sunnah tatkala kita melihat banyak orang yang meninggalkannya, sementara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menekankan tentang kejadian ini, kemudian tidak ada dosa sama sekali tatkala orang lain mulai berani meninggalkannya.

Maka, pendapat ini perlu ditilik ulang, bagaimana bisa dikatakan sesuatu yang menakutkan kemudian dengan sengaja kita meninggalkannya?

Bahkan seolah hanya kejadian biasa saja? Dimanakah rasa takut?

Dengan demikian, pendapat yang mengatakan wajib, memiliki argumen sangat kuat.

Sehingga jika ada manusia yang melihat gerhana matahari atau bulan, lalu tidak peduli sama sekali, masing-masing sibuk dengan dagangannya, masing-masing sibuk dengan hal sia-sia, sibuk di lading; semua itu dikhawatirkan menjadi sebab turunnya adzab Allah, yang kita diperintahkan untuk mewaspdainya.

Maka pendapat yang mengatakan wajib memiliki argumen lebih kuat daripada yang mengatakan sunnah."

Adapun shalat gerhana bulan, terdapat dua pendapat yang berbeda dari kalangan ulama.

Pendapat pertama. Sunnah muakkadah, dan dilakukan secara berjama’ah seperti halnya shalat gerhana matahari. Demikian ini pendapat Imam Asy Syâfi’i, Ahmad, Dawud Ibnu Hazm. Dan pendapat senada juga datang dari ‘Atha, Hasan, an-Nakha`i, Ishâq dan riwayat dari Ibnu ‘Abbas.

Dalil mereka:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَيَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُمَا فَادْعُوْاالله وَصَلُّوْا حَتَّى يَنْجَلِيَ .

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah. Sesungguhnya, keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai terang kembali."

[Muttafqun ‘alaihi].

Pendapat kedua. Tidak dilakukan secara berjama’ah. Demikian ini pendapat Imam Abu Hanifah dan Mâlik.

Dalilnya, bahwa pada umumnya, pelaksanaan shalat gerhana bulan pada malam hari lebih berat dari pada pelaksanaannya saat siang hari. Sementara itu belum ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikannya secara berjama’ah, padahal kejadian gerhana bulan lebih sering dari pada kejadian gerhana matahari.

Manakah pendapat yang kuat?

Dalam hal ini, ialah pendapat pertama, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada umatnya untuk menunaikan keduanya tanpa ada pengecualian antara yang satu dengan lainnya (gerhana matahari dan bulan).

Sebagaimana di dalam hadits disebutkan:

فَخَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى المَسْجِدِ فَقَامَ وَكَبَّرَ وَصَفَّ النَّاسُ وَرَاءَهُ ...

"Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju masjid, kemudian beliau berdiri, selanjutnya bertakbir dan sahabat berdiri dalam shaf di belakangya."

(Muttafaqun ‘alaihi).

Ibnu Qudamah juga berkata:

“Sunnah yang diajarkan, ialah menunaikan shalat gerhana berjama’ah di masjid sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, walaupun boleh juga dilakukan sendiri-sendiri, namun pelaksanaannya dengan berjama’ah lebih afdhal (lebih baik).

Karena yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah dengan berjama’ah.

Sehingga, dengan demikian, sunnah yang telah diajarkan ialah menunaikannya di masjid."

WAKTU SHALAT GERHANA

Shalat dimulai dari awal gerhana matahari atau bulan sampai gerhana berakhir.

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُمَا فَادْعُوْاالله وَصَلُّوْا حَتَّى يَنْجَلِيَ

"Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai kembali terang."

[Muttafaqun ‘alaihi].

KAPAN GERHANA DIANGGAP USAI?

Shalat gerhana matahari tidak ditunaikan jika telah muncul dua perkara, yaitu:

(1) terang seperti sedia kala, dan
(2) gerhana terjadi takala matahari terbenam.

Demikian pula halnya dengan shalat gerhana bulan, tidak ditunaikan jika telah muncul dua perkara, yaitu:

(1) terang seperti sedia kala, dan
(2) saat terbit matahari.

_________________________________

�� Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/1452/slash/0/pelaksanaan-shalat-gerhana/

Prinsip2 Dasar tentang Anak:


Prinsip2 Dasar tentang Anak:

Oleh :  Ustad Rahmat Abdullah (alm)
��������������
1. Anak2mu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak2mu bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah.. #QS.28:68, QS.42:49-50.

2. Karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yang harus ditunaikan..#QS.8:27-28.

3. Orangtualah yang ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya..#QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24.

4. Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh2lah..#QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78.

5. Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak2mu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak2 yang sholeh terbebas dari neraka..#QS.66:6, QS.46:15.

6. Jangan berharap kebaikan dari anak2mu, bila tidak mendidik mereka menjadi anak2 yang sholeh..#QS.11:46, QS.19:59.

7. Jangan berharap banyak pada anak2mu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya..#QS.17:24.

8. Didiklah anak2mu sesuai fitrahnya..#QS.30:30.

9. Janganlah menginginkan anak2mu sebagai anak2 yang sholeh sebelum engkau menjadi sholeh lebih dahulu..#QS.61:2, QS.66:6.

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau memberi hak anak2mu..#QS.1:5.

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atasmu..#QS.2:83, QS.4:36, QS.6:151, QS.17:23-24.

12. Berbuat baiklah kepada anak2mu, bahkan sebelum mereka diciptakan.

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh2lah dalam mendidik..#QS.11:93.

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu..#QS.15:99.

Kamis, 03 Maret 2016

Rangkuman dr acara Basa Basi Trans TV - bunda Elly Risman

Rangkuman dr acara Basa Basi Trans TV - bunda Elly Risman

Ibu Elly Risman, Psi dalam acara Basa-Basi Trans TV
Pertanyaan untuk para orangtua yang sukkkaa banget beliin mainan pada anak….

♥ Sudah benarkah kita memilihkan mainan untuk anak?
♥ Sudah sesuaikah permainan anak kita dengan usianya?

Cek…cek…

Biasanya anak laki-laki lebih tertarik dengan mainan robot, mobil, kereta api, pesawat dan mainan “gentle” lainnya. Sedangkan anak perempuan, tidak akan jauh-jauh dari memilih boneka, barbie, asesoris (seperti gelang, kalung, dan pita-pita cantik).
Pun dalam memilih warna. Biasanya para orangtua mengarahkan anak laki dengan warna laki-laki nya yaitu biru, merah, hitam. Semuanya boleh laah…asal tidak pink. Sedangkan perempuan, lebih bebas memilih….bisa semua warna terutama warna pink.

Sehingga timbul pertanyaan dari MC hari itu…
“Apakah anda memperbolehkan anak lelaki anda bermain mobil warna pink?“

(mayoritas para ibu yang hadir saat itu, termasuk 2 artis yang diundang, menjawab NO. Namun yang mengesanan, Bunda Elly menjawab YES. Saya pun jadi ikut penasaran…”Apa alasan Bunda membolehkan yaa…?”)

Lalu pertanyaan berikutnya,
“Apakah anda mengijinkan anak perempuan anda menggunakan make-up anda?“

(sekarang kebalikan dari yang tadi, mayoritas menjawab YES yang artinya memperbolehkan, sedangkan Bunda Elly mengacungkan tulisan NO sebagai ketidak setujuan beliau)

Hayuu….kita perhatikan penuturan Bunda berikut ini…..

“Bolehkah anak laki-laki main mobil-mobilan berwarna PINK?”
Menurut Bunda Elly, boleh.
Alasannya : membiasakan anak untuk bermain mainan yang genderless atau mainan yang tidak membedakan ini mainan untuk laki-laki dan itu mainan untuk perempuan, demikian pun masalah warna, kalau pink adalah warna perempuan dan biru adalah warna laki.
Mengapa?
Alasannya simple, karena di kehidupan sehari-hari pun kita menjumpai mobil berwarna pink dengan pengemudinya seorang pria. Itu sangat wajar terjadi.
Maka dari itu, anak dikenalkan dengan mainan-mainan yang genderless.Misal : Anak laki-laki pun boleh bermain masak-masakan.
Dengan membeli alat masak-masakan yang serupa dengan punya ibu di dapur. Jadi bahannya stainless dan bahan masakannya bisa pasir, daun, dan lain-lain sesuai dengan imajinasi anak.
Jadi tugas orangtua zaman sekarang dalam mendidik anak memang lebih detail daripada zaman dahulu. Karena mudahnya informasi yang masuk. Karena kita mendidik anak generasi platinum di era digital. *kerreen banget istilah Bunda…bikin saya lemes kalau melihat kenyataan yang saya hadapi saat ini.

Penjelasan ketiga dari Bunda Elly adalah

Alat permainan yang terbaik anak adalah tubuh ayah dan ibunya.

Haaa….apa maksudnya Bunda?
Maksudnya adalah kedekatan emotional anak dengan kedua orangtuanya.

Misal :
Anak akan belajar bagaimana ekspresi marah, kesal, sedih, bahagia, tersenyum dan banyak emotional lain dari orangtua. *Iyaa laah…kalau tidak dari orangtuanya, dari siapa? Nanny-nya yang hanya lulusan SD? Dari nene-kake nya yang sudah merawat kita sejak kita kecil (baca : renta). Tega banget yaa…

Selanjutnya,
Biarkan anak bermain dari hal-hal sederhana.

Misal :

Bola Plastik yang ditusuk pensil
Panci jadi helm
Membuat simulasi tata surya dari berbagai macam tutup botol.
Bermain kemah-kemahan menggunakan selimut
* Membuat kapal-kapalan dari kulit jeruk
* Menjadikan sajadah sebagai barongsai
dan ide-ide permainan lain yang ada di sekitar kita.

Apa yang terjadi ketika anak-anak kita belikan mainan yang sudah ada baterai nya?
Anak akan menjadi malas, karena tidak tahu harus diapakan lagi mainan tersebut.

Bagaimana cara memilih mainan yang tepat untuk anak?
Karena mainan yang ada di sekitar kita, maka tanpa memilih, kita sudah bisa menyediakan mainan sendiri.

Karena ada 4 hal penting yang berkaitan dengan mainan.

Create (mencipta)
Anak akan belajar menciptakan sesuatu dari bahan yang sudah ada sehingga memunculkan daya kreatifitas.
Kalau beli mainan yang sudah jadi…apa yang anak akan lakukan? NOTHING.
Imajinasi
Dengan bermain, anak-anak menjadi berkhayal atau berimajinasi.
Contoh sederhananya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu menjadikan barang yang ada sebagai permainan.
Eksplorasi
Karena permainan yang dimainkan adalah genderless, maka orangtua hendaknya mengajarkan anak laki-laki sekalipun untuk main masak-masakan dan main boneka. Namun tidak dilakukan terus-menerus.
Main boneka yang dimaksud adalah mengajarkan cara ganti popok, cara memandikan bayi, cara memakaikan baju setelah mandi. Karena keterampilan kecil itu akan dilakukan si anak laki ini ketika ia menjadi ayah kelak.
Kenapa tidak boleh dimainkan terus-menerus?
Karena otak anak akan membentuk jaringan, dan jaringan akan membentuk kebiasaan kemudian dari kebiasaan tersebut akan membentuk sebuah perilaku.

Karena bermain adalah cara anak untuk belajar, maka pembiasaan cara kita bermain akan merepresentasikan masa depan si anak.Boleh kah anak perempuan bermain make-up ibunya, Bunda Elly?
Tidak boleh. Karena itu belikan make-up untuk anak-anak.
Lalu bagaimana kalau anak laki-laki yang meniru ibunya, dengan menggunakan make-up, bolehkah Bunda?
Biarkan anak bereksplorasi dahulu. Ketika selesai, bisa dijelaskan bahwa “Kamu anak laki-laki gagahnya mama….tidak ada anak laki-laki yang menggunakan make-up, sayang….make-up hanya untuk perempuan.”

Jadi tanamkan pada diri anak konsep diri yang benar.

Biasanya orangtua juga suka iseng memakaikan jilbab ke anak laki-laki dan tertawa setelahnya.
Big NO. Karena anak tersebut akan bingung.
“Gue ini siapa? Laki? Boleh pakai jilbab? Atau bagaimana?”

Ingat,

Bahwa perilaku orangtua akan tertanam pada diri anak selamanya.

Setelah menanamkan konsep diri yang benar, maka ajarkanlah anak mengenai seksualitas. Bedakan SEKS dengan SEKSUALITAS.
Seks adalah alat kelamin dan hal-hal yang berhubungan dengan kedua hal tersebut. Sedangkan seksualitas adalah cara berpikir, pencitraan, dan bagaimana bereaksi, serta berpakaian yang menunjukkan emosi.

Bunda Elly memberi contoh bagaimana seksualitas adalah melalui cara berpakaian yang sopan,menggunakan jilbab dan berperilaku santun, bukan dengan baju terbuka, dandanan full make-up, dan menggunakan asesoris yang norak kemudian memanggil lelaki dengan nada yang menggoda.

Jadi ada tahapan perkembangan anak yang mesti dibangun. Melalui kata-kata, perlakuan dan cara menggunkannya.

Ajarkan anak usia 4 – 5 tahun untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan mengurus urusan rumah tangga.
Misal : Ganti seprai, cuci piring, mencuci dan menjemur, memasak, membersihkan rumah, dan banyak kegiatan rumah tangga lain. Ini melatih anak untuk sigap dan peka terhadap keluarga nantinya.

Kebiasaan orangtua dengan selalu bermain di sisi anak (availability) membuat anak tidak bisa ditinggal bahkan untuk memasak sekalipun. Sebenarnya yang dibutuhkan anak adalah ketika ia inginkan, kita sebagai orangtua ada untuknya (instan avaibility). Jadi ajarilah anak untuk 4 hal penting dalam bermain seperti yang dijelaskan sebelumnya.

CREATE ↔ EXPLORE
↓                     ↓
IMAGINE ↔   REPRESENT FUTURE

Diskusi hari itu ditutup dengan kata-kata bagus sekali dari Wendy,

Yuuk, main bersama anak-anak.
Hadirkan jiwa dan pikiran kita bersama anak.
Rangkaikan kata-kata yang membentuk dunia dan masa depan anak.

Sabtu, 27 Februari 2016

Allah menyintai 3 perkara

Rabbul Izzati berfirman dalam Hadis Qudsi:

Aku menyintai 3 perkara, tetapi cinta-Ku kepada 3 perkara lagi lebih kuat:

• Aku menyintai orang fakir yang rendah hati, tapi cinta-Ku lebih kuat kepada orang kaya yang rendah hati.(dia punya sarana untuk berlaku sombong, tetapi ia tetap rendah hati/tawadhu’)

• Aku menyintai orang kaya yang pemurah, tetapi kecintaan-Ku kepada orang miskin yang pemurah ,jauh lebih kuat.

• Aku menyintai orang tua yang taat (kepada-KU), tetapi kecintaan-Ku lebih kuat kepada pemuda yang taat.

Aku membenci 3 perkara, tetapi kebencian-Ku kepada 3 perkara lainnya lebih kuat lagi:

• Aku membenci orang kaya yang sombong, tetapui Aku lebih benci kepada orang miskin yang sombong.

• Aku membenci orang miskin yang bakhil, tetapi kebencian-Ku kepada orang kaya yang bakhil, jauh lebih kuat.

• Aku membenci pemuda yang berbuat maksiat, tetapi kebencian-Ku lebih kuat kepada orang tua yang berbuat maksiat.

Selasa, 23 Februari 2016

Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit”

“Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit”

Oleh : Syekh Wahid Abdussalam Bali

Caranya sangat sederhana, bisakah anda sisihkan waktu anda 15 menit saja perhari? yang saya mau cukup 15 menit saja, 15 menit dari waktu anda setiap seharinya, 15 menit dari waktumu setiap hari. Dan insya Allah anda dapat menghapal Al-Quran dengan sempurna, saya berkata apa? SEMPURNA. Maaf , sebelum saya sampaikan kepada anda: Bagaimana cara menghapal Al-Quran? Simak dengan seksama kisah berikut ini:

Di desa kami ada beberapa akhwat di mesjid ( Khusus wanita ). Mereka mengumpulkan para wanita lansia ( Lanjut Usia ), umurnya sekitar 50 – 60 tahun yang tidak bisa baca dan tulis, hapalan mereka kisaran Al-Falaq dan An Nas, yakni beberapa surat saja, agar shalat mereka sah. Dan hapalan awal mereka surat Al Fatihah dan Al Mu’awwidzat, surah surah pendek dan hapalan bertasyahud. Maka mulailah para ibu ibu datang, lalu ukhti tadi membaca Al Fatihah, dan para ibu2 mengikuti bacaannya dengan diulang2, sampai ibu2 tadi hapal Al Fatihah dengan baik, lalu Mu’awwidzat, lalu menghapal tasyahud lalu menghapal surah surah pendek dengan mengikuti guru berulang ulang. Anda pun bisa melakukannya di rumah, ambil kaset suara Al-Hushyairy dalam kaset mushap mu’allim, stel di tape, ketika Qori membaca, anda bisa mngikuti bacaannya, dan diulang ulang. Dan sekarang ada program computer dalam bentuk CD namanya mushap mu’allim, bacaannya dapat di ulang 9 kali dan anda terus ikuti bacaannya berulang ulang sampai hapal, ok…!

Akhwat tadi mereka tidak mempunyai computer, akhwat mulai membaca dan mengajarkan ibu2 tadi hanya sekali seminggu, khusus wanita, mereka menghapal surah surah pendek. Akhwat tadi bertanya kepada ibu2, “hapalannya di tambah ya…!!! ibu2 menyahut: Ya…!!! Tambahkan saja hapalannya!” hapalan mereka terus menerus bertambah, sehingga mereka hapal Jus ‘Amma seluruhnya, sehingga merasakan nikmatnya Iman dan lezatnya AlQuran, mereka juga hapal Juz Tabarak. Mereka memulai Juz Tabarak, 5 ayat – 5 ayat atau 3 ayat – 3 ayat, dan hapal seluruhnya Juz Tabarak. Mereka juga hapal Juz Qad Sami’a. Lalu kami pun mengadakan perlombaan buat mereka dan mulailah para wanita ini menghapal Al-Quran. Anda tahukan??? Ibu ibu tadi tidak bisa baca dan tidak bisa tulis. Pemenang pertama kami beri hadiah. Berapa juz iya hapal??? Berapa Juz??? Berapa yang anda kira??? Dia hapal Al-Quran 28 Juz, ia berumur 62 tahun, Dia tidak bisa baca dan tidak bisa tulis. Ia menghapal dengan cara mendengar dari rekaman ( kaset ) dan dari guru perempuannya yang memudahkannya, dan hapal dengan baik. Lalu setelahnya berumur 50 tahun, ada yang 18 Juz, 15 Juz, 14 Juz dan 28 Juz, Ibu ibu tua buta huruf yang tidak bisa baca dan tulis. Lalu anda ya Ustadz, bapak, Doktor, berapa Juz yang anda hapal??? Atau anda hanya menghapal surah pendek saja? Bukan merupakan aib anda wahai Doktor, untuk mulai menghapal satu Juz, kemudian dua Juz. Saya demi Allah, bersama anda tadi TAKJUB melihat / mendengar kisah tadi, sungguh…Kenapa??? Saya hanya katakan kepada Anda, 15 menit, seperempat jam tiap hari, 10 menit tiap hari, anda menghapal 3 ayat, Amma yatasa alun(1) Aninnabail Adzim(2) Allazi hum fihi mukhtalipun(3), Anda siap hafalkan hari ini? Tidak sulit bukan??? Lanjut … Saya katakan: bukan hal yang sulit bagi anda, hanya 3 ayat dan selama 10 menit pun anda sudah hapal. Dengan demikian kita mulai sekarang Insya Allah. Kita mulai… kita mulai…saya akan berikan caranya, (ambillah kertas dan pena), saya akan berikan cara atau tekhnisnya Insya Allah. Oke mulailah ( anda tulis ) anda benar benar menghapal dengan mudah, tidak akan sulit sama sekali, tidak akan mengganggu pekerjaan, maupun tugas maupun perdagangan anda, cukup 15 menit perhari, pilih waktu kapan pun yang anda suka, yang penting hanya 15 menit perhari, lanjut???

Yang pertama : NIAT YANG IKHLAS KARENA ALLAH.

Mengikhlaskan niat anda pada Allah, yakni; untuk apa Anda menghapal Al-Quran? Menghapal Al-Quran hanya untuk Allah, agar dapat masuk surga, agar menjadi orang orang yang dicintai Allah, dan orang orang pilihanNya, agar Al-Quran dapat menaungi anda pada hari kiamat, supaya surah AlBaqarah dan Al-Imran dapat memberi anda syafaat pada hari kiamat, pokoknya ikhlas pada Allah, tujuan yang utama adalah mengikhlaskan niat pada Allah.

Yang kedua : MENGHAFAL DARI SATU CETAKAN MUSHAF.

Menghafal AlQuran dari satu cetakan, jangan anda hapalkan setiap surah dari cetakan yang saling berbeda, sehingga nantinya hafalan anda bergantung pada banyak cetakan. Anda harus hafalkan dari satu cetakan, ok! Saya katakana apa tadi???  Menghafal dari satu cetakan. Anda bisa dapatkan salah satu dari cetakan yang terkenal, seperti cetakan Malik Fahd ataupun cetakan Madinah Munawwarah, dan mulailah anda menghafal dari cetakan tersebut.

Yang ketiga : MENYETOR HAFALAN DIHADAPAN QORI YANG MAHIR.

Siapapun orang yang anda jumpai, atau imam mesjid manapun, setorkan hapalan anda dihadapannya 3 ayat. Dan anda tidak merasa keberatan, Demi Allah!!! Anda tidak akan merasa berat, kawan anda dikantor pun bisa, katakan: tolong dengarkan bacaan saya, rekan kerja pun bisa, atau siapapun yang anda jumpai di mesjid, katakan: tolong dengarkan bacaan saya 3 ayat saja. Anda tidak akan merasa keberatan bukan??? Demi Allah anda  akan merasakan nikmatnya AlQuran dan dengan AlQuran anda akan semakin dekat kepada Allah. Anda baca 3 ayat, dan saya tidak katakan pada anda bahwa harus dihadapan mereka yang sudah meraih gelar Doktor, dan menghafal dihadapannya, tidak!! AlQuran tidak ada kaitannya dengan gelar Doktoral, Megister, AlQuran hanya butuh kaidah dalam membaca. Anda cukup pelajari kaidah tajwid, tidak akan sulit, sama sekali tidak akan ada kesulitan, insya Allah cukup membaca dihadapan siapa saja yang anda percaya? 1 Juz misalnya, kemudian anda pulang dan membaca sendiri dengan computer, masih nomor satu yaitu: membaca atau menghafal dihadapan Qori yang mahir dan anda bisa dapatkan cd mushap mu’allim yang dapat diulang ulang, kemudian anda masukkan ke computer, kemudian anda ikuti bacaannya, agar bacaan anda bagus, Ada CD dengan suara Hudzaifi, ada juga dengan suara alminsyawi, Abdul Basith, pilih sesuai yang anda inginkan, kemudian anda baca setelahnya dan ikutilah bacaan mereka, ikuti supaya anda bisa mengucapkan huruf hurufnya dengan benar.

Yang ke empat : MENGHAFAL SETELAH FAJR ( SUBUH ).

Menghapal setelah terbitnya fajar, kenapa saya katakan menghafalnya setelah fajar? Karena waktu fajar adalah waktu yang baik dan penuh berkah. Dan Nabi Muhammad SAW, berdoa untuk mereka yang mengerjakan sesuatu di waktu fajar agar Allah melimpahkan berkah kepada mereka, beliau berdoa: “Ya Allah, limpahkanlah berkah untuk umatku pada waktu paginya”. Setelah fajar anda hapalkan 5 ayat, dan mulailah…

Yang kelima : MEMINIMKAN YANG DIHAFAL.

Meminimkan hafalan. Saya tidak katakan bahwa setiap harinya harus menghapal seperempat (hal/juz), tidak…Karena nanti syetan membisikkan: “ayo hapalkan seperempat (hal/jus) atau 2 ¼…” dan ketika anda sudah menyelesaikan 1 juz, anda lupa sepertiga dari hapalan anda…JANGAN…

Perbuatan yang sedikit tapi berkesinambungan lebih baik dari pada banyak namun pada akhirnya terputus.

Yang ke enam : MEMBACA HAFALAN DI SETIAP KALI SHALAT.

Meminimkan hapalan dan mengulanginya 5 kali dalam shalat. Tidak apa apa misalnya anda menghapal 3 ayat dalam sehari…

Kemudian anda ulangi hapalan anda ketika shalat dhuha, subuh, shalat sunnah subuh, dzuhur, sunnah dzuhur, ashar, sunnah ashar, maghrib, sunnah maghrib, isya dan shalat sunnah isya. Saya kira bukanlah hal yang sulit, hanya 3 ayat, ok…

Hari selanjutnya anda tambah hafalan lagi 3 ayat, setelah anda hafal, ulangi hafalan anda dalam shalat, Menghafal cukup dengan 7 menit, akan tetapi anda mengulang ulangnya dalam shalat. Ketika berjalan ke mesjid pun anda dapat mengulangi hafalan anda, pulang pergi ke mesjid mungkin anda dapat mengulangi 5 kali ataupun 15 kali, saya kira hafalan anda akan kuat dan sempurna. Hari jumat, pada hari jumat anda mengulangi hafalan anda yang telah anda hafal selama satu ahad. Coba perhatikan, hari sabtu anda telah hafal 3 ayat…eh sekarang kita hari rabu, insya Allah mulai kamis, pagi besok, ok! Anda hafalkan hari kamis 3 ayat, ok! Dan baca hafalan anda pada shalat 5 waktu, hari jumatnya anda hafalkan lagi 3 ayat selanjutnya, hari kamis 3 ayat, hari jumat 3 ayat. Kemudian setorkan hafalan anda sebanyak 6 ayat. Hari sabtunya, setoran hafalan menjadi 9 ayat. Hari ahad menjadi 12 ayat dan seterusnya. Setiap hari anda menghafal 3 ayat dan mengulangi hafalan anda yang lain. Dan usahakan anda banyak membaca hafalan anda itu di dalam shalat. Setelah isya anda shalat sunnah isya 2 rakaat dengan membaca seluruh yang anda telah hafal.

Silahkan coba cara ini selama satu minggu, semoga hasilnya lebih baik insya Allah, amin.

Yang ke tujuh : MURAJA’AH ATAU MENGULANG.

Murajaah atau Mengulangi hafalan yang telah lalu dan mengulangi hafalan tersebut pada shalat sunnah 2 rakaat setelah isya.

Yang ke delapan : LUANGKAN WAKTU SEPEKAN UNTUK MENGULANG SETELAH HAFAL 1 JUZ.

Apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal al-Quran 1 juz dengan sempurna, maka anda berhenti menambah hafalan anda selama sepekan penuh, anda hafal juz Amma contohnya, anda jangan menambah hafalan baru, tapi dalam sepekan setiap hari anda mengulangi juz amma 2 kali, terus setiap hari 2 kali, supaya hafalan anda sempurna, terus dengan perlahan. Syetan membisiki di telinga anda : “Wah anda telah hafal juz ‘Amma, ayo cepat segera anda hafalkan juz Tabarak, juz Qad Samiallah, ayo cepat…” TIDAK…TIDAK…anda harus hafal perlahan lahan, ya sedikit demi sedikit, kalau tidak bisa, jadi selama 10 tahun anda tidak akan menghafal apapun, oke! Selama sepekan penuh anda mengulangi 1 juz yang telah anda hafal.

Yang ke sembilan : JIKA SUDAH HAFAL 1 JUZ, MENGULANG ¼ HAFALAN YANG LALU DITAMBAH 3 AYAT YANG BARU.

Apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal 1 juz, maka setiap hari anda menghafal 3 ayat dan mengulangi ¼ hafalan anda yang lalu, setiap hari tambah 3 ayat dan mengulangi ¼ dari hafalan yang lalu, lanjut (faham)??

Coba perhatikan, apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal 2 juz, maka yang harus anda ulangi adalah 2 perempat dari hafalan anda, ditambah 3 ayat hafan baru, begitulah seterusnya dan anda baca apa yang anda telah hafal dalam 2 rakaat shalat sunnah setelah isya.

Yang ke sepuluh : MEMINIMALISIR MAKAN, BERBICARA DAN TIDUR.

Coba perhatikan!!! Ini penting sekali, anda masih bersama saya, simaklah!!! Setelah anda menghafal Al-Quran maka anda harus meminimalisir 3 hal :

1). Meminimalisir makan,

2). Ucapan,

3). Dan juga tidur,

oke!Kenapa??? Karena apabila anda meminimalisir makan…Saat anda mengurangi makan, pembicaraan, dan juga tidur. Pembicaraan dikurangi, waktu tidur dijadwal, begitu juga waktu makan, kalau tidak, akan bermasalah.

Yang ke sebelas : BERDO’A.

Berdo’a semoga Allah memudahkan anda menghafal Al-Qur’an. Berdo’a, Allah SWT akan memberkahi anda yang menghafal Al-Qur’an, karena anda tidak akan bisa menghafal al Quran kecuali dengan Taufiq Allah ( pertolongan / anugrah Allah ). Apakah setiap pembicaraan ini bisa di peroleh semuanya?? setiap pembicaraan ini dapat diperoleh, ini adalah ringkasan dari kitab dengan judul “Atsimaarul Yaani’ah filkhuthobil jaami’ah”, intisari dari khutbah atau ceramah ini adalah judul judul ini adalah dibawah judul kewajiban kita kepada AlQuranul karim dari kitab “Atsimaarulyaani’ah filkhuthobil jaami’ah” … “الثمار اليانعة في الخطب الجامعة” anda bisa memperoleh kitab ini, dan kitab ini dikarang oleh Ibnu Rajab Al Hambali dan telah beredar di pasaran. Terimakasih, Wallahul hadi ilas Siratil Mustaqim, Good luck :D

Senin, 22 Februari 2016

Kedudukan para sahabat ( contoh nyata yg menjalankan wahyu

[13:53 22/02/2016] Zee Hazizah Hs Depok: Resume Kulwap HSMN Kalimantan

Tema :  "Kedudukan para sahabat ( contoh nyata yg menjalankan wahyu)

Narasumber : Abu Abbas

Hari/Tanggal : Kamis, 18 Februari 2016

Pukul : 21.00-23.00 WITA

Moderator :  Renny Aidatul azfah

Notulen : Alfa adistia

Profil Singkat  Narsum
Nama lengkap : Beta Andri (Abu Abbas)
Aktivitas : berTugas di Pusdiklat KNPK dan mengajar akuntansi di STAN. 
Anak : 3 org anak: 11, 8 dan 4 thn

PENGANTAR

Setelah mempelajari Kedudukan Wahyu (Quran dan Hadits) pada  kulwap yang lalu, selanjutnya kita akan mempelajari kedudukan Shahabat dalam Islam. Perlu diketahui, topik mengenai kedudukan dan keutamaan shahabat, adalah topik yang banyak diangkat oleh para ulama. Seluruh ulama mengakui keutamaan para shahabat. Bahkan mereka loyal dan mengikuti para shahabat. Sayangnya, karena keterbatasan informasi yang kita miliki, kita mungkin belum menyadari hal ini. Bahkan bisa saja tertipu dengan kisah-kisah yang tidak valid yang merendahkan para shahabat Nabi. Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar kisah Handzolah dan Tsa'labah. Beberapa kisah tentang mereka beredar di masyarakat luas. Padahal mereka berdua adalah sosok yang benar adanya, dan termasuk dalam jajaran shahabat Nabi.

Mengapa kita mempelajari tentang kedudukan shahabat? Selain dalam rangka membela kehormatan para shahabat Rasul dari fitnah-fitnah palsu, mempelajari kedudukan shahabat Nabi akan membantu kita mempelajari dan mengamalkan Islam sesuai ketika diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alayhi wa sallam. Karena Islam sampai ke kita melalui perantara Shahabat. Tentu kita memerlukan untuk mengenal dari siapa kita mendapatkan agama yang mulia ini.

Jika sekarang kita sholat, maka orang pertama yang melaksanakan sholat adalah para shahabat. Kita bisa melaksanakan sholat juga dengan belajar tata cara sholat dari shahabat. Demikian juga dengan amal ibadah lainnya: puasa, sedekah, haji, jihad. Semua yg melaksanakan pertama kali adalah shahabat. Merekalah kaum pertama yang melakukan kebaikan dalam Islam.

Jika kita sekarang membaca Al-Quran, maka ketahuilah bahwa mushaf Al-Quran yang kita baca itu adalah hasil usaha para shahabat yang membukukannya dari yang tadinya tersebar di tulang-tulang, pelepah daun kurma, batu, hafalan dan lain-lain.

Materi kita malam ini adalah:

1. Siapakah yang disebut Sahabat Nabi?
2. Apa prestasi yang diraih para sahabat? 
3. Apa sifat istimewa para shahabat?
4. Mengapa harus mengikuti para sahabat dalam hal beragama?
5. Bagaimana kedudukan shahabat dalam hukum Islam?
6. Bagaimana adab kita kepada shahabat?
7. Apanya yang diikuti dari para shahabat? 
8. Apa manfaatnya mengikuti para shahabat?

Meskipun materinya banyak, insya Allah isinya poin-poin ringkas agar kulwap tidak terlalu panjang.

1. Siapakah yang disebut Sahabat Nabi?
Dari sekian banyak ulama yang mendefinisikan para Sahabat, maka definisi yang paling mewakili adalah:  ialah orang yang bertemu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beriman kepadanya, dan meninggal (wafat) dalam keadaan muslim.

2. Apa prestasi yang diraih para sahabat?
Sahabat adalah satu-satunya golongan yang dipuji dalam Al-Quran dalam keadaan masih hidup. Allah banyak memuji dalam Al-Quran: Para Nabi dan Rasul, para orang shalih yang bukan Nabi (Imran, Ashabul Kahfi, Ashabul Ukhdud). Mereka ini sudah wafat ketika Al-Quran turun, kecuali Nabi Isa yang diangkat Allah ke langit. Sahabat masih hidup ketika Allah puji mereka.

Ayat-ayat yang memuji para shahabat amatlah banyak, baik secara langsung maupun dengan isyarat/perumpamaan. Salah satu ayat ttg shahabat yang paling gamblang adalah:
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (QS Attaubah ayat 100)

Silakan dibuka mushafnya ibu2, dicek apakah benar di mushaf kita ada kata Muhajirin dan Anshar di ayat tersebut.

Capaian tertinggi makhluk adalah keridhoan Rabb-nya, Dzat yang dicintainya. Berdaarkan ayat tersebut, para sahabat sudah mendapatkannya. Secara tegas Allah nyatakan, Allah ridho kepada mereka.

3. Apa sifat istimewa para shahabat?
Jika kita mempelajari kehidupan para shahabat, maka kita akan menemui mereka diliputi oleh berbagai sifat mulia, seperti jujur, berani, amanah, itsar (mengutamakan orang lain), dll. Sampai-sampai karena banyaknya sifat baik mereka, kadang kita sulit mempercayai bahwa kisah-kisah tentang mereka adalah kisah nyata. Mirip seperti dongeng (saking tidak mungkinnya terjadi di jaman ini).

Adapun sifat paling istimewa dari para shahabat adalah ketaatannya. Ketika turun larangan khamr, mereka memecahkan kendi-kendi khamr mereka. Padahal itu adalah harta berharga bagi mereka. Ketika turun batasan menikah dengan 4 orang wanita, ada di antara mereka yang punya 10 istri, maka ia menceraikan 6 di antaranya. Padahal kita tahu bagaimana cintanya seorang suami kepada istrinya. Ketika turun perintah hijab, maka mereka menggunakan kain-kain yang ada untuk hijab mereka. Tidak ada yang menunda melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Sementara kita, ada yang sulit meninggalkan riba dengan banyak alasan. Ada yang sulit berhijab dengan berbagai argumen. Ada yang sulit menerima hukum Islam, karena malu dan takut dicap kolot dan terbelakang, dll.

4. Mengapa harus mengikuti para sahabat dalam hal beragama?
Pertanyaan ini bisa terjawab dari dua sisi: Pertama, apakah Allah dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita mengikuti shahabat. Kedua, apakah para shahabat adalah sosok yang pantas utk diikuti?

Pertanyaan kedua, sudah kita ulas sedikit di atas. Jika mereka adalah generasi yang sukses, terbaik, memiliki sifat-sifat istimewa dan keutamaan-keutamaan, apakah ada kualitas generasi yang lebih baik dari mereka yang lebih pantas utk diikuti? Terlebih lagi, jika ada perintah Allah dan Rasul-Nya utk mengikuti mereka, maka tentu hal ini akan kita jalankan dengan penuh keimanan dan harapan mendapat pahala dan keridhoan Allah.

Ada sedikitnya 23 ayat, 20 hadits, puluhan atsar shahabat, dan ratusan pendapat ulama yang kerap digunakan dalam kitab-kitab untuk menjelaskan wajibnya mengikuti para shahabat. Saya akan bawakan 1 contoh dari masing-masing sumber tersebut.

A. Dari Ayat Al-Quran, selain QS Attaubah ayat 100 yang sudah dibawakan tadi, berikut ini adalah ayat lainnya:

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS Al-Fath ayat 29)

B. Dari hadits Nabi:

Dari Al-‘Irbadh bin Sariyah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menasehati kami dengan nasehat yang menyentuh, meneteslah air mata dan bergetarlah hati-hati. Maka ada seseorang yang berkata: “Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan. Maka apa yang akan engkau wasiatkan pada kami?” Beliau bersabda: “Aku wasiatkan pada kalian untuk bertakwa kepada Allah serta mendengarkan dan mentaati (pemerintah Islam), meskipun yang memerintah kalian seorang budak Habsyi. Dan sesungguhnya orang yang hidup sesudahku di antara kalian akan melihat banyak perselisihan. Wajib kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin Mahdiyyin (para pemimpin yang menggantikan Rasulullah, yang berada di atas jalan yang lurus, dan mendapatkan petunjuk). Berpegang teguhlah kalian padanya dan gigitlah ia
[13:53 22/02/2016] Zee Hazizah Hs Depok: Peperangan, memang secara naluri dibenci oleh manusia.
Dan ini sudah Allah jawab dalam Al Baqoroh ayat 216 "diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Perang yg dilakukan para sahabat adalah perang yg mulia, karena bertujuan menegakkan kalimat Allah. Bahkan, dalam praktik nya pun, akhlak para sahabat dalam perang, sangat2 luhur.

Singkat kata, perang yg dilakukan para sahabat adalah suri tauladan yg baik. Silakan dilihat kisah2 peperangan mereka dari sumber2 yg shahih. Tidak ada yg menghalangi kita utk menceritakan nya pada anak2.

Untuk umur 4th , cocok utk diceritakan akhlak, tauhid. Ketika anak sudah paham ttg benar dan salah, maka menceritakan usaha membela kebenaran, bagus utk disampaikan. Ketika anak senang dgn kejantanan (mungkin sudah meniru superhero, meniru gerak berkelahi), sudah bisa menangkap faidah kisah peperangan insya Allah

4⃣ Bolehkah kita lebih memuliakan sahabat yg 1 dibandingkan dg sahabat yg lainnya..(tanpa tidak memuliakan sahabat yang lain)? Misalnya menganggap Abu Bakr Ash-Shiddiq lebih mulia drpd sahabat2 yg lain dkarenakan merupakan khalifah pertama sepeninggal Rasulullah saw..?
(Bunda Elin)

Jawab
Yg mencontohkan utk mengutamakan sahabat yg satu dari yg lain adalah Nabi sendiri.

Org yg ditunjuk utk jadi imam sholat ketika Nabi masih hidup, hanya satu yaitu Abu Bakar.

Ada pula hadits ttg siapa yg paling dicintai Nabi dari kalangan pria dan wanita. Nabi menjawab, dari kalangan wanita adalah Aisyah dan dari laki2 adalah Abu Bakar.
Istilah yg kerap digunakan adalah mengutamakan, tapi mungkin maksudnya sama dgn yg ibu maksud dgn memuliakan.

5⃣
1.  Selain dibacakan cerita tentang sahabat nabi, bagaimana cara menanamkan kecintaan anak2 kpd para sahabat nabi ?
(Pipin Syarifah)

2. Jika kita berkisah tentang sahabat pada anak2 kita mana baiknya, kita menghubungkan pada realita juga kah kondisi terkini..mengingat kondisi keimanan para sahabat adalah bak dongeng seperti yang disampaikan dipengantar tadi? Terutama kondisi masa2 kepemimpinan, terimakasih.
(Endah-balikpapan.)

Jawab
Bismillah.
1. Mempelajari bgmn perjuangan para Sahabat dlm menegakkan islam. Berikan buku2 ttg sahabat, kalau sudah mampu, bisa menyediakan kitab2 hadits.
Afwan, saya sewaktu kecil dulu senang baca kitab hadits, terjemahan tentunya. Karena secara naluri, saya ingin tahu ttg bgmn kehidupan di masa Nabi.

2. Saya rasa sulit utk menghubungkan. Utk menghubungkan, atau dalam bhs agamanya meng-qiyaskan, membandingkan dua kejadian, perlu pemahaman yg sangat2 baik. Saya khawatir kita jatuh dalam cara menghubungkan yg kurang pas. Lebih aman, kita ceritakan saja sebagai hal yg terpisah.

6⃣ Assalamualaikum, pertanyaan saya bgm tips agar kita bisa beriman kpda Alloh Subhanallohu wa ta'ala dan Rasululloh Sholallohu alaihi wa salam sbgmna para sahabat Rodhiallohu anhum? Karena zaman skrg sepertinya cukup berat utk menapaki jalan mereka tanpa diembeli gelar2an yg menyudutkan atau jg stigma2 buruk. Jazaakillah khoir 
Bunda Audrey

Jawab
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Para sahabat bersedia mengorbankan apa saja utk mempertahankan keimanan mereka, Sedangkan kita mungkin belum sampai pada tahap berkorban harta dan jiwa.
Maka jangan khawatir dgn hanya sekedar cibiran dan julukan, bully. Blm sampai melukai kita. Belum sampai membuat harta kita berkurang. Cobaan tsb bisa diperingan dgn mengingat balasan apa yg akan Allah berikan nanti di akhirat. Bisa juga dgn bergaul di lingkaran org2 yg sama2 mencintai sunnah.

7⃣ Assalammu'alaikum..Spt yg disampaikan pd materi tambahan td, Maka ibnu katsir menafsirkan siapa org yg diberi nikmat merujuk pada Annissa ayat 69 mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh."
Dan para ulama menafsirkan ayat ini,  shiddiiqiin adalah Abu Bakar, org yg mati syahid adalah Umar bin Khatab, dan orang-orang yg saleh adalah Ustman/Ali. 
Yg sy tanyakan,  kita mengenal Aisyah Radhiallahuanhu jg termasuk sahabat Rasulullah.. makanya berdasarkan tafsir annisaa 69 td, dmanakah kedudukan Aisyah ? Shiiddiiqiin, syahhiidin atau sholihin ?
Echi Ummu Haziq

Jawab
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Kedudukan beliau adalah ummahatul mukminin. Kedudukan ummahatul mukminin tidak diceritakan dlm ayat tsb, tetapi di ayat lain.

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka...( Al-Ahzab ayat 6)"

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
hsmn
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
facebook.com/hsmuslimnusantara
FB: HSMuslimNusantara pusat
instagram: @hsmuslimnusantara
twitter: @hs_muslim_n
web: hsmuslimnusantara.org
[13:53 22/02/2016] Zee Hazizah Hs Depok: dengan geraham-geraham kalian. Serta jauhilah perkara-perkara yang baru. Karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.“ (HR Abu Dawud)

Rasul memerintahkan kita mengikuti sunnahnya para Khulafaur Rasyidun (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali), dlm penggalan hadits di atas: "Wajib kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin Mahdiyyin. Berpegang teguhlah kalian padanya dan gigitlah ia dengan geraham-geraham kalian."

C. Dari atsar shahabat
Dari Hudaifah ibnul Yaman, ia berkata, "Wahai para pembaca Al-Quran! Ikutilah jalan orang-orang sebelum kalian. Demi Allah! Jika kalian istiqomah, maka kalian telah jauh didahului (oleh orang-orang yang mendahului kalian), dan jika kalian meninggalkannya (jalan mereka) ke kanan dan ke kiri maka kalian telah tersesat dengan kesesatan yang jauh." (Diriwayatkan oleh Bukhari, Fathul Bari XIII/250 no. 7282)

D. Dari kalangan ulama, Imam Asy-Syafii berkata:
"Ilmu itu memiliki beberapa tingkatan:
Pertama, Al-Kitab dan As-Sunnah.
Kedua, Ijma' (terhadap perkara) yang tidak ada dalam Al-Kitab dan As-Sunnah.
Ketiga, perkataan seorang Shahabat yang tidak diketahui tidak adanya Shahabat lain yang menentangnya (berbeda pendapat darinya).
Keempat, perbedaan pendapat para Shahabat.
Kelima, qiyas." 
(perkataan ini dikutip dalam Kitab Al-Madkhal I/44 karya Imam Al-Baihaqi)

5. Bagaimana kedudukan shahabat dalam hukum Islam?

Shahabat memiliki kedudukan yang tinggi dan istimewa dalam hukum Islam. Kedudukan ini tidak dimiliki oleh selain shahabat. Beberapa di antaranya adalah:

A. Kesepakatan shahabat adalah sumber hukum Islam setelah Quran dan Sunnah (sebagaimana perkataan Imam Syafii di atas). Contohnya: sholat tarawih berjamaah, pembukuan Al-Quran, dll. Adapun utk ada beberapa hal yang mereka tidak sepakat, maka tidak menjadi hukum. Misalnya: adzan dua kali di hari Jumat yang diperintahkan Utsman bin Affan, hal ini diingkari oleh shahabat yang lain.

B. Dalam ilmu sanad hadits, setiap perawi dalam suatu rantai hadits, akan ditimbang tingkat kevalidannya dengan sebuah ilmu yang bernama Jarh wa Ta'dil. Namun, ketika sanad tersebut sudah sampai pada Shahabat, maka tidak ada seleksi/pertimbangan Jarh wa Ta'dil untuk para Shahabat.

Privilege ini adalah rekomendasi dari Nabi sendiri. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda: 
"Artinya: Hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir". (Nabi berkata demikian kepada para Shahabat)
Kata Ibnu Hibban, "Hadits ini sebesar-besar dalil yang menunjukkan bahwa semua shahabat adil dan tidak satupun diantara mereka yang tercela dan lemah. [Al-Jarh wat Ta'dil oleh Abi Lubabah ; Ibnu Hibban 1:123].

6. Bagaimana adab kita kepada shahabat?
A. Tidak mencela mereka, dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu 'ahnu, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda,”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.

B. Tidak berkomentar yang tidak pantas atas perselisihan yang terjadi di antara para shahabat
Para shahabat adalah manusia juga. Dalam hal-hal tertentu, mereka tidak selamanya selalu sepakat satu sama lain. Mulai dari persoalan pribadi, sampai persoalan yang pelik. Nasehat para ulama ahlussunnah dalam menyikap masalah fitnah yang terjadi di antara para sahabat Nabi adalah diam dan tidak mengungkit-ungkitnya. Salah satu alasannya, karena kedua belah pihak yang berselisih adalah orang-orang yang memiliki keutamaan. Dan di antara mereka sendiri dalam berselisih sangat beradab dan menghormati satu sama lain.

7. Apanya yang diikuti dari para shahabat?
Yang perlu diikuti dari para sahabat adalah pemahaman mereka terhadap Quran dan Sunnah. Sehingga sering kita temui para ulama berkata: Quran dan Sunnah di atas pemahaman para shahabat.

8. Apa manfaatnya mengikuti para shahabat?
Manfaat mengikuti para shahabat: kaum muslimin akan bersatu di atas akidah yang shahih, dan meraih kembali kejayaan Islam. Sebagaimana perkataan Imam Malik rahimahullah, “Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan sesuatu yang memperbaiki generasi awalnya.”

Dari materi di atas, kita dapat mengetahui kedudukan tingginya sahabat nabi. Serta adanya perintah utk mengikuti mereka dalam beragama.

Menariknya, dalam tafsir ibnu katsir, ketika beliau menafsirkan ayat 7 dari alfatihah, yaitu, penggalan ayat "Tunjukilah kami jalan yg lurus, jalannya orang2 yg kau beri nikmat." Maka ibnu katsir menafsirkan siapa org yg diberi nikmat merujuk pada Annissa ayat 69, "mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh."

Dan para ulama menafsirkan ayat ini,  shiddiiqiin adalah Abu Bakar, org yg mati syahid adalah Umar bin Khatab, dan orang-orang yg saleh adalah Ustman/Ali, berdasarkan hadits ketika Nabi naik ke gunung Uhud, lalu Uhud berguncang. Nabi lalu menenangkan Uhud sambil berkata, tenanglah Uhud, yg sedang mendaki mu adalah Nabi, shidiqin, syahidin, dan Sholihin. Sedangkan Nabi saat itu bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman/Ali.

Jadi, ketika kita sholat dan membaca Alfatihah. Sesungguhnya kita sedang meminta kepada Allah, agar kita menunjuki kita kepada jalan yg benar, yaitu jalannya para sahabat.

Demikian materi kulwap kita malam ini. Semoga dapat dipahami dengan baik, untuk selanjutnya diamalkan oleh kita semua.

DISKUSI

1⃣ Assalammualaikum
kenapa sahabat Rasulullah ali menjadi nabi org syi'ah dan sahabat Rasulullah yang lain jadi musuhnya .
Apakah ali memiliki byk kelebihan dari yang lain?
(Risda)

Jawab
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Ali tidak bermusuhan dgn sahabat lain. Khususnya dgn Abu bakar, umar dan Utsman. Ali memberi nama anaknya dgn nama Abu bakar dan umar. Apakah mungkin seseorang memberi nama anak dgn nama org yg dibencinya? Bahkan kebaikannya, anak diberi nama dgn nama org yg kita cintai.

Sejatinya, syiah bisa dikatakan mengkafirkan Ali, karena org yg mengaku nabi setelah Nabi Muhammad dihukumi kafir. Jadi, pujian dan sanjungan itu belum tentu maksudnya mengangkat, tapi bisa juga menjatuhkan.

Ali adalah sahabat yg mulia. Tidak ada muslimin yg tidak mencintai Ali. Sementara Syiah banyak mendasarkan ajarannya berdasarkan riwayat2 yg dusta, bahkan kontradiktif. Mudah2an kita dan keluarga dijaga dari syubhat Syiah ini.

Saya tidak tahu persis ya bu. Saya hanya bisa menjawab sesuai persepsi saya. Syiah adalah gerakan yg sarat dgn hasutan. Ali dipandang cocok sbg bahan hasutan, karena banyak hal. 
1. Ali adalah menantu Nabi. Maka mudah menghasut org dgn memanfaatkan kecintaan kaum muslimin kepada ahlul bait. 
2. Salah satu keturunan Ali menikah dgn putri Persia. Maka mudah menggalang dukungan bagi syiah dari kalangan org Persia, memanfaatkan kecintaan  mereka thd Persia.
Polanya mirip2 dgn politik saat ini. Isu apa saja yg bisa dimanfaatkan utk mendukung dirinya, akan disambar.

2⃣ Assalamu'alaikum, saya mau menanyakan bawa zaman sekarang ini sush skli menemui orng yg bsa itsar, apakh ini dlm hal ibadah (amal sholeh) ato hal dunia ato keduanya.
mis,meminjam uang untk tambhn membli rumh dng jaminn mobil bsa dipinjm untk usaha,tp pemilik uang blm memiliki rmh bhkan mobil,yg rncnanya uang pemilik mau diblikn mobil, tp krn ada yg pnjm mka dipinjmkn, apa it jg disebut itsar...terkadang pemilik uang mnjdi sush jk swktu2 mobil it mau diperlukn scra bersamaan.
mohon penjelasnnya, jazakalloh...
(Rini ummu rosyid)

Jawab
Sesuai materi, maka itsar yg benar adalah itsarnya para sahabat. Silakan dipelajari bagaimana sahabat menjalankan itsar. Detil nya bisa ditanyakan ke ustadz yg paham ya bu.. Afwan saya tidak bisa memberikan contoh itsar para sahabat.

3⃣ Assalamualaikum,
Bagaimana cara kita menceritakan sahabat nabi buat anak dibawah 5 tahun. Karena beberapa buku tentang sahabat nabi bercerita tentang peperangan. Jadi terkadang anak sy tidak mau mendengarkan cerita yg saya bacakan. Terimakasih 
(Vita-Balikpapan)

Jawab
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Dalam kisah peperangan para sahabat, banyak faidah yg bisa diambil.

Kolam Renang Khusus Wanita di Jakarta dan sekitarnya :.

Berikut 9 rekomendasi Kolam Renang Khusus Wanita di Jakarta dan sekitarnya :.

1. Yayasan Al-Jannah. Jl. Gudang Peluru B1 No.4, Tebet, Jakarta Selatan.
Ph.+62 21 8311 1157.
Harga tiket masuk Rp. 15.000 untuk perenang dan Rp. 5000 untuk pengantar.

2. Al-Hakim. Jl. Anugerah Rayano.107, Jatiwaringin, Pondok-Gede, Bekasi. Ph. (021) 8463916, (021) 8477208, (021) 93448489.
Harga Tiket masuk Rp. 18.000,-.

3. House Of Shafa. Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 57. Phone 021 – 8370 3220.
HTM dewasa : Rp. 20.000,
HTM anak: Rp. 15.000,
HTM pengantar : Rp. 5.000 (Tahun 2012)

4. Griya Tugu Asri. Perumahan Griya Tugu Asri Depok.
Jln. RTM, Kelapa Dua Depok .Kolam renang umum, tapi ada hari khusus untuk perempuan, yaitu Selasa (07.00-18.00) dan Jumat (07.00-12.00)

5. Karimah Swimming Pool
Kawasan Kavling Pertamina, Jalan Raya Cinangka No, 23, Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat
Kolam renang khusus muslimah. Buka setiap hari dari jam 08.00 sampai dengan
17.00, dengan tiket masuk sebesar Rp 25.000,-/orang

6. Taman Keluarga. Jl. Letda Natsir No.99 Ciangsana, Jatiasih – Cibubur. Ph. 08111772999 (ibu Annisa Firdaus).

7. Komplek Barata
Kolam renang Komplek Barata,
Jl Raden Saleh, Karang Tengah, Ciledug. Kolam renang umum, tapi ada hari khusus untuk perempuan, yaitu Jumat.

8. Kolam Renang Yayasan YAPIDH Jati Asih, Bekasi Tlp 021 82410887
Kolam renang umum.
Ada hari khusus muslimah.

9. Kolam Renang Khusus Muslimah ACM Jl. Lingkar Selatan, Baru Asih, Muncul, Tangerang Selatan. Ph.0812-9573-9522. Jadwal putri: Senin,
Selasa, Rabu, Jumat: 06:00-18:00.
Weekend/hr libur: 06:00-16:00.
Harga tiket :
Dewasa: Weekdays 20.000,-
Weekend/hr libur 25.000,-
Anak-anak: Weekdays 15.000,-
Weekend/hr libur 20.000

Silahkan di save dan disebarkan. Mungkin ada saudara atau teman yang butuh info diatas.