Selasa, 19 Mei 2015

Pengembangan Bakat Anak Berdasarkan Kecerdasan Majemuk

Hari,Tanggal: Senin, 11 Mei 2015
Tema : Pengembangan Bakat Anak Berdasarkan Kecerdasan Majemuk
Narasumber : Bukik Setiawan

Host: Martania
Co-host: Tini
Admin : Fatma

��Profil

Beliau adalah ayah dari 1 orang putri (http://AyundaDamai.com), mantan dosen psikologi unair, manajer pengembangan Kampus Cikal - Sekolah Cikal.
Pengarang buku anak bukan kertas kosong.

��Materi

Pengembangan Bakat Anak Berdasar Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences)

Ada bakat. Ada kecerdasan majemuk. Lalu apa persamaan dan perbedaan antara kecerdasan majemuk dan bakat? Bagaimana kita mengembangkannya pada anak kita?

Pada suatu hari, saya ditanya seorang ibu mengenai perbedaan antara kecerdasan majemuk dan bakat. Pertanyaan tersebut dilontarkan ibu tersebut ketika saya jelaskan mengenai kecerdasan majemuk. Sementara, beliau dalam waktu yang belum lama mendengar tentang bakat. Jawaban saya atas pertanyaan itu yang saya tuliskan di posting ini agar kita bisa saling belajar memahami kecerdasan majemuk dan bakat, bahkan lebih dari itu, untuk mengembangkannya pada anak kita.

Kecerdasan majemuk pada dasarnya adalah kemampuan komputasional, kemampuan mengelola jenis informasi tertentu. Semisal, kecerdasan musik berarti kemampuan seorang anak dalam mengelola informasi musik, irama dan nada. Kecerdasan alam berarti kemampuan dalam mengelola informasi yang berkaitan dengan alam, tumbuhan dan hewan. Setiap kecerdasan majemuk berkaitan dengan area otak tertentu yang berfungsi mengelola suatu jenis informasi.

Kecerdasan majemuk tidak terkait secara langsung dengan bidang kehidupan tertentu. Artinya, kecerdasan musik bisa digunakan dalam bidang musik tapi juga bisa digunakan dalam bidang yang lain yang tidak berkaitan dengan musik. Semisal, seorang anak bisa menggunakan kecerdasan musik untuk memahami pelajaran matematika. Berbeda dengan kecerdasan majemuk, bakat adalah kemampuan seorang anak dalam mengerjakan tugas dan berkarya pada suatu bidang tertentu. Semisal, bakat penyanyi berarti kemampuan anak dalam melantunkan sebuah lagu. Orang akan menilai bakat berdasarkan kriteria yang berlaku pada bidang bakat tersebut.

Kecerdasan majemuk dan bakat pun mempunyai keterkaitan erat yang perlu dipahami untuk mengembangkan potensi anak kita. Saya akan jelaskan dengan sebuah ilustrasi yang mudah dipahami. Delapan kecerdasan majemuk digambarkan melalui 8 maskot yang lucu, maskot kecerdasan musik bernama Rada. Kecerdasan musik bisa digunakan seorang anak untuk melakukan berbagai bakat. Pada ilustrasi di bawah digambarkan Rada, kecerdasan musik, digunakan pada bakat menyanyi, bermain alat musik, menulis lirik lagu dan pengolah suara (sound engineer). Jadi anak dengan kecerdasan musik mempunyai banyak kemungkinan bakat yang bisa ditekuni dan dikembangkannya.

Kecerdasan Majemuk dan Bakat: Sebuah kecerdasan majemuk bisa mendukung beragam bakat yang berbeda.

Dalam sebuah kajian Gardner melakukan analisis terhadap penampilan pemain piano di sebuah pentas. Dari hasil kajian tersebut, Gardner menunjukkan prinsip kecerdasan majemuk bahwa sebuah aktivitas seperti permainan piano ternyata tidak hanya membutuhkan satu jenis kecerdasan semata. Bermain piano membutuhkan setidaknya 3 jenis kecerdasan majemuk yang bekerja bersama dalam diri seorang anak.

Permainan musik seseorang setidaknya membutuhkan kecerdasan musik, kecerdasan tubuh dan kecerdasan relasi. Kecerdasan musik dibutuhkan untuk mengolah informasi dan menghasilkan karya musik. Kecerdasan tubuh dibutuhkan untuk menggerakkan bagian tubuhnya secara ritmis dan seimbang. Kecerdasan relasi dibutuhkan untuk membangun relasi dengan para pihak yang terlibat dalam sebuah pementasan. Artinya kemudian, pengembangan bakat anak tidak cukup mengembangkan satu jenis kecerdasan saja, tapi beberapa kecerdasan yang terkait.

Kecerdasan Majemuk dan Bakat: Sebuah bakat didukung beragam kecerdasan majemuk.

Apakah pemain musik harus mempunyai ketiga jenis kecerdasan majemuk tersebut? Sesuai prinsip kecerdasan majemuk, setiap anak pada dasarnya mempunyai kedelapan jenis kecerdasan majemuk dalam komposisi yang berbeda. Setiap anak itu istimewa. Mengapa? Profil kecerdasan majemuk antar anak berbeda bahkan pada kembar identik sekalipun. Jadi jangan membandingkan kemampuan anak, temukan, hargai dan kembangkan keistimewaannya tersebut.

Komposisi kecerdasan majemuk tersebut yang akan membuat keragaman antara musisi yang satu dengan musisi yang lain. Permainan musik seorang musisi mungkin melibatkan 3 jenis kecerdasan majemuk, tapi musisi yang lain memainkan musik dengan komposisi kecerdasan musik yang lain. Karena komposisi kecerdasan majemuk adalah sejumlah anak yang ada di dunia, maka ada jenis musik yang terbatas pula. Pada ilustrasi dibawah, seorang musisi menggunakan 4 kecerdasan yaitu kecerdasan musik, kecerdasan tubuh, kecerdasan diri dan kecerdasan alam. Apa yang terbayang tentang musik yang dimainkannya?

Kecerdasan Majemuk dan Bakat: Berbeda komposisi kecerdasan majemuknya, berbeda pula permainan musiknya.

Saya simpulkan kembali mengenai kecerdasan majemuk dan bakat. Pertama, kecerdasan majemuk adalah kemampuan mengolah jenis informasi tertentu. Bakat adalah kemampuan pada sebuah bidang kehidupan. Kedua, sebuah kecerdasan majemuk bisa digunakan dalam beragam bakat. Ketiga, beberapa jenis kecerdasan majemuk dibutuhkan dalam melakukan suatu aktivitas bakat. Saran saya, segera temukan kecerdasan majemuk anak. Kembangkan kecerdasan majemuk tersebut dalam beragam bakat, lakukan eksplorasi sampai anak merasa nyaman dan bangga terhadap suatu bakat.

Bagaimana mengembangkan bakat berdasarkan kecerdasan majemuk anak? Dapatkan dan pelajari di buku Anak Bukan Kertas Kosong. Info lebih lanjut, kontak Facebook Anak Bukan Kertas Kosong. 

Bukik Setiawan

Manajer Pengembangan Kampus Cikal ✅

��Tanya Jawab

1⃣ Tanya : Sy mau tanya bagaimana cara menemukan bakat anak sehingga bisa kita kembangkan bakatnya dengan cara yang halus tanpa anak merasa tertekan dan sejak usia brp bisa di eksplor? - sukma-
1⃣ Jawab: Baca lagi materi pengantar ya. Beda antara kecerdasan (bawaan lahir) dengan bakat (lingkungan). Pada usia 0-7 tahun, fase eksplorasi, beri kesempatan anak beragam aktivitas untuk menemukan 1-3 kecerdasan majemuknya yg menonjol. Misal: kecerdasan mudik. Pada usia 7-1, fase belajar mendalam. Beri kesempatan anak menemukan bakat sesuai kecerdasan majemuknya. Kecerdasan musik semisal bisa terwujud dalam bakat menyanyi, bermain alat musik, sound engineer, manajer pementasan, penulis lirik lagu dll. ✅

2⃣Tanya: Anak laki2 yg hobi membangun lego, membuat jalanan hot wheel, suka menggambar tapi kurang fokus utk hal2 yg tdk disukai bgmn mengasah bakatnya?dan utk anak perempuan anaknya teratur, suka menyanyi, suka menggubah lagu bgmn mengasah bakatnya?-Martania -
2⃣ Jawab : Dugaan saya, anaknya berusia diatas 7 tahun. Ada 4 tugas perkembangan tg harus diselesaikam hingga usia 14 tahun.
1. Anak menemukan fokus belajar. Apa bakat yg ingin ditekuninya?
2. Anak menemukan kesenangan belajar pada bakat tersebut.
3. Anak bisa belajar tekun pada bakat tersebut.
4. Anak bisa belajar mendalam, melakukan refleksi dan modifikasi cara belajarnya. Tugas orang tua adalah menstimulasi anak untuk belajar (bukan menyuruh ya), memberi kesempatan belajar (termasuk kesempatan melakukan kekeliruan), memgapresiasi usaha anak (bukan hasilnya) dan setelah usai, bertanyalah pada anak agar anak menceritakan serunya aktivitas belajarnya. ✅

3⃣ Tanya: Mau bertanya
Saya sering membaca bahwa suatu kecerdasan cocok untuk profesi tertentu, misal kecerdasan bahasa cocok menjadi penulis. Sementara di materi disebutkan, suatu bakat dapat melibatkan 3 atau lebih kecerdasan. Lalu bagaimana Cara memetakan bakat anak berdasarkan kecerdasan2nya? Adakah referensi ilmiah untuk menentukan misalnya anak yg cerdas bahasa Dan interpersonal maka cenderung berbakat menjadi profesi tertentu?
-Inten-
3⃣ Jawab: Menjadi penulis butuh kecerdasan bahasa, tapi tidak semua anak dengan kecerdasan bahasa akan atau hanya cocok menjadi penulis. Kecerdasan itu ibarat kendaraan, bakat/profesi itu ibarat jalan (hidup). Tidak ada studi yg memastikan hubungan kecerdasan dengan kesuksesan/profesi seseorang. Jadi upaya kita lebih pada bagaimana "kendaraan" anak kita digunakan pada "jalan" yang sesuai dengan kendaraannya dan mengarah pada "tujuan" yang bermakna buat anak. Kecerdasan adalah bawaan lahir. Profesi/bakat adalah kombinasi antara kecerdasan, ketekunan dan kesempatan. ✅

4⃣Tanya: Bagaimana mendeteksi MI anak usia 18 bulan, dan bagaimana cara menstimulasinya?
Dewi - bunda Donny, Ketapang
4⃣ Jawab: pada usia 18 bulan, lebih baik orang tua fokus pada perkembangan fisik, emosi dan sosial anak. Ada banyak PR yang harus dikerjakan. Salah satu panduan yang bisa dipelajari http://rumahinspirasi.com/parameter-perkembangan-anak-usia-1-2-tahun/ | bila sudah tahu tugas perkembangan anak secara umum, gunakan MI untuk memperkaya ragam aktivitas anak. ✅

5⃣Tanya: apakah hoby anak itu menentukan bakat anak ? Contohnya anak saya sangat senang memelihara hewan spt kucing..kelinci..burung..ayam..hamster..bahkan ular...apakah menentukan bakatnya kelak ??-Bu Isna-
5⃣ Jawab : menarik hobynya. Jarang anak sekarang suka dengan hewan. Hobi anak menunjukkan kecerdasan anak yang dominan. Merawat hewan itu perpaduan kecerdasan alam dan kecerdasan relasi/sosial. Bila ditekuni terus nanti bisa jadi bakat/profesi anak. ✅

6⃣Tanya: Bagaimana mengelola bakat masing2 anak? jika sudah mengetahui kecerdasan majemuknya nya, lalu bagaimana menemukan dan mengelola bakatnya agar sesuai? - Marta -
6⃣ Jawab: setelah menemukan kecerdasannya, langkah selanjutnya adalah menemukan bakat yang akan menjadi fokus belajarnya. Mulai usia 7 tahun atau kurang, perkenalkan beragam profesi sesuai dengan kecerdasan majemuk anak. Bila anak tertarik, beri kesempatan belajar. Pastikan anak enjoy dengam proses belajarnya, mengalami tantangan belajar yg lebih sulit, dan merasa bermakna/bangga dengan proses belajarnya. Pastikan ada portofolio yg menunjukkan bakat anak. Misal: anak yg suka menyanyi punya portofolio berupa rekaman audio/video anak menyanyi. ✅

Minggu, 17 Mei 2015

notulensi diskusi Mengajarkan pendidikan seks untuk anak menurut islam

Notulen diskusi
Waktu : jumat, 15 mei 2015
Pukul : 08.00-12.00

Mengajarkan pendidikan seks untuk anak menurut islam

Nara sumber : Bunda Silmi

Biodata Bunda Silmi :
Silmi mustaghfiroh syahma yani
Ibu rumah tangga 5 anak. Rafah 10 tahun, sahla 8,5 th, Barak 7 th, Rayyan 4 th, Hayyin 5 bulan.
S2 Psikologi UI mayor PIO, minor Pendidikan.
- pengelola Kuttab Al Fatih Bekasi
- pengelola TKIT Bening Hati
- pendiri SMA, SMP Baitul Quran Boarding School Sragen dan SDIT Baitul Quran Sragen
- Ketua yayasan Riscon Hasanah
- Komisaris PT Riscon Group

OPENING
Assalaamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Kasus-kasus seperti: pelecehan seksual, perkawinan sedarah, pacaran yg berlebihan, sampai seks bebas..dan masih banyak lagi mulai marak di negeri kita ini.  Ada  pendapat yg mengatakan bahwa solusi dari kasus-kasus di atas adalah sex education sejak dini. Nah seperti apakah islam memandang pendidikan seks itu?
Islam yg sempurna tentulah tetap mengajarkan sex education..banyak dalil2 di al quran yg menyebutkan ini tetapi untuk mendidik anak tentunya tidak dengan bahasa yg vulgar dan dengan gambar2 yg nyata dan jelas sehingga mengakibatkan anak berpikiran melayang layang dan ingin mencoba melakukannya. Al quran menyebutkannya dengan kiasan.."istri kalian adalah kebun untukmu maka datangilah darimana kalian mau". Jadi istri diibaratkan kebun...
Sebagai orang tua haruslah pandai berbicara kepada anak dlm masalah ini. Tidak boleh ada i formasi yg bohong...apabila orang tua bingung...jangan dilanjutkan lagi pembicaraan...nanti ya mama cari tahu dulu.
Pernah di zaman Rasulullah ada seorang sahabat yg minta izin kepada rasulullah ingin berzina...lalu apa jawab rasulullah? Bagaimana apabila anak perempuwnmu dizinahi orang atau ibumu dizinahi orang atau istrimu dizinahi orang atau adik perempuanmu dizinahi orang? Suatu jawaban cerdas rasulullah dlm mendidik generasi sehingga sahabat tsb tdk jd zina.
Apabila anak kita senang dengan lawan jenis, kita harus senang dan bersyukur, berarti anak kita normal dan siap ke jenjang berikutnya yakni akil baligh lalu menikah. Senang lawan jenis ini adl hal yg lumrah dlm rangka mempertahankan generasi berikutnya.
Rasulullah menyuruh sahabat yg sdh senang dengan lawan jenis utk menikah..apabila blm mampu maka disurub puasa...solusi yg sangat cerdas. Puasa adl menahan diri dari makan minum dan jimak sampai terdengar adzan maghrib yg artinya anak kita disuruh menahan diri menjaga syahwat sampai mampu menikah.
Islwm sangat menjaga hal2 yg membangkitkan syahwat...harus dimenej agar tdk sampai maksiat. Pada zaman rasulullah  ada seorang pemuda yg melihat wanita cantik sampai terbengong bengong, rasulullah memutar kepala itu sambil bersqbda: jangan ikuti pandangan ke 1 dengan pandangan kedua. Cara menahan syahwat juga anak harus minta izin ke ortu ketika memasuki kamar agar tdk pernah melihat adegan yg blm pernah dia lihat sblmnya.
http://id.theasianparent.com/pendidikan-seks-dalam-perspektif-islam/

Parents,  berikut pokok-pokok pendidikan seks (sex education) secara praktis yang  bisa diterapkan pada anak sejak dini yang saya kutip dari tulisan Zulia  Ilmawati, Psikolog Pemerhati Masalah Anak dan Remaja dalam tulisannya  Pendidikan Seks Untuk Anak-anak, ada sedikit tambahan dari saya:

1.Menanamkan rasa malu pada anak
Rasa  malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan  anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya  ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Dan  membiasakan anak untuk selalu menutup auratnya. Tidak diperkenankan mandi bersama anak juga

3. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.
Berikan pakaian dan mainan yang sesuai dengan jenis kelamin anak, sehingga mereka6 terbiasa untuk berprilaku sesuai dengan fitrahnya.
Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata:
Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR al-Bukhari). Hati2 kaum LGBT  mulai melancarkan aksinya dengan menjual mainan dan pakaian yg bias sex.

3. Pengajaran sex via sholat
Usia 7 tahun secara normal anak mulai bisa membedakan siapa yg laki2 dan siapa yg perempuan. Dan usia 7 th ini anak diperintahkan utk sholat. Sangat jelas dlm sholat ada shof khusus laki2 ada shof khusus perempuan. Cara menutup auratnya jg berbeda..laki2 dari pusar ke lutut..perempuan seluruh tubuh kecuali muka n telapak tangan. Industri pornografi mulai mengicar anak usia 7 th lho..waspadalah..

4. Memisahkan tempat tidur mereka
Usia  antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang  pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya  berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar  dirinya.
Pemisahan  tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak  tentang eksistensi dirinya. Dengan pemisahan tempat tidur dilakukan  terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara  langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan  jenis kelamin. Hati2...banyak kasus incest berawal dr sini...

5. Mengenalkan waktu berkunjung ke kamar orang tua (meminta izin dalam 3 waktu)
Tiga  ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki  ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah:  sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Dengan  pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak  yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.

6. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.
Mengajari  anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat  sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan  untuk buang air pada tempatnya (toilet training).
Dengan  cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri,  mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral  yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.

7. Mengenalkan mahram-nya
Tidak  semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja  perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh  syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati.
Dengan  memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak  mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan  mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan  orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak.

8. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata
Telah  menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan  jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa  kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Karena  itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung  unsur pornografi dan pornoaksi.

9.Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilât
Ikhtilât  adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa  adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam  ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Karena itu, jangan biasakan  anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran  laki-laki dan perempuan secara bebas.

10.Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat
Dinamakan  khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di  suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang  tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Anak-anak sejak  kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. Jika dengan  yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.

11.Mendidik etika berhias
Berhias  berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa  berpenampilan menawan yang dilakukan secara berlebihan, sehingga  menimbulkan godaan bagi lawan jenisnya. Tujuan pendidikan seks dalam  kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan  maksiat.

12.Ihtilâm dan haid
Ihtilâm  adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun  haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan  haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan  fisiologis dan psikologis semata.
Jika  terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang  berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan  mandi.

Yang  paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim  dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah.  Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab  atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.

Itulah beberapa hal yang harus diajarkan kepada anak berkaitan dengan pendidikan seks. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.
Sesi tanya jawab :

Bunda Sari, tanya :
Bagaimana cara menanamkan rasa malu pada anak perempuan usia 8th tapi masih suka mandi dg pintu terbuka dg alasan takut ada kecoa. Dan setelah itu keluar menuju kamar dg kondisi handuk tidak menutup aurat.. Padahal sudah diberi penjelasan berulang kali tp masih diulangi lg.

Jawab :
Menanamkan rasa malu yg paling penting adalah dari orang tuanya bun...jangan sampai di depan anak kita juga hanya pakai pakaian minim...di depan anak kita jg contohkah memakai aurat...selain iti sering dinasehati dengan kalimat2 positif tentang batasan aurat anak perempuan, mana yang boleh dilihat semuhrim mana yg tdk boleh...sering diulang2 bun...

Begitu keluar kamar mandi langsung diperingatkan...eits auratnya kelihatan nak..yuuk ditutip dulu ya..biasakan sebelum mandi bawa handuk dan baju ganti ke kamar mandi...kita ganti bajunya di dalam kamar mandi ya...sambil dikasih contoh...malu nak...kau sudah besar...jika anak sdh bisa tutup aurat maka dikasih hadiah bisa berupa pelukan atau ciuman bunda...jika melanggar lagi selama sehari bisa dihukum dengan menghilangkan kesenangannya sementara waktu...✅

Bunda️ Lita, tanya :
faktor faktor apa saja yang membuat akan bagus perkembangan seksualitasnya? Tidak ada penyimpangan
Karena saat ini misal banyak informasi ttg lgbt misalnya di media
Pondasi pondasi apa yg perlu di bentuk agar perkembangan anak sesuai dengan semestinya

Jawab :
Pondasi yg utama dan paling utama adalah menanamkan iman sejak lahir bun...kalau sejak lahir sudah kita bisikkan kalimat tauhid dan aplikasinya maka seburuk apapun media dan lingkungan maka anak kita akan bagus perkembangan seksualitasnya...

Cara-caranya:
1. Sejak dalam kandungan perkenalkan lingkungan yg baik ya bun...jangan diajak nonton youtobe atau mainan hp, tdk diajak nonton tv, ke mall-mall yang tidak ada tujuan tuk beli sesuatu. Perbanyak ke tempat2 seminar, pengajian, maupun Tahfidz quran. 2. Bisikkan ke anak ketika melihat hal2 yg tidak baik, misalnya di bis ada yg pakai baju seksi di depannya bisa dikatakan itu perbuatan yg tdk baik nak, mempertontonkan aurat di depan umum, pasti Allah tdk suka.
3. Ketika mulai toilet training ajarkan lagi tentang pentingnya menjaga kemaluan yg sangat berharga, harus bersih dan terlindungi tdk boleh dilihat dan dipegang orang lain.
4. Berikanlah mainan dan baju yang sesuai dengan jenis kelaminnya serta perlakukan dan ajarkan sesuai jenis kelamin ya Bun...

Memang LGBT sedang mencanangkan 2010 adl tahun kemenangan mereka...kita doakan anak2 kita jangan sampai terkena virus ini...harus kita tanamkan dan bisikkan setiap hari ke anak kita: nak kamu adalah anak laki2 kebanggaan bunda, jangan mudah menangis kecuali menangisi kesalahan...mainlah dengan anak lelaki, main bola, gulat, dll jangan main boneka bonekaan dengan anak perempuan ya Nak..✅

Sedikit pertanyaan lanjutan : bagaimana dengan figur ayah dan ibu. Apakah kekeliruan model dari figur ayah ibu bisa menyebabkan disorientasi seksual pada anak?

Jawab : Iya bunda...kalau ayah berperilaku keperempuan2an maka otomatis anak akan meniru...atau sebaliknya utk bunda. Misalnya ayah sering memukul bundanya...bisa jadi anak laki2 akan membenci laki2 dan akhirnya akan berperilaki perempuan...

Bunda Heliza, tanya :
Bu anak saya 3y perempuan,saya sudah mulai memisahkan tempat tidur dg saya tp karna kamar cuma 2 dan ada ibu saya jd anak saya tidur bersama neneknya apakah itu di bolehkan atau memang harus sendiri tidurnya?

Jawab :
Apakah ada kakek juga bun?
Kalau tdk ada kakek tdk masalah tidur dengan nenek apabila perilaku nenek baik ya bun...maaf...kalau perilaki nenek tdk baik maka sebaiknya dipisah bun...bisa sementara pisah kasur tapi dlm 1 kamar..sampai ada dana tuk buat kamar 1 lagi...✅

Bunda putri, tanya :
Bu silmi maaf mksdnya perilaku nenek yang krg baik spt apakah bu?

Jawab :
Mungkin dari kata-katanya atau perbuatannya yang agak otoriter misalnya

Bunda lita, tanya :
Apa yg perlu dibangun pada diri anak ya agar anak berani berkata TIDAK pada ajakan temannya, misal ajakan untuk pacaran

Jawab :
Perhatian dari teman lawan jenis sebagus apapun akan kalah kalau apabila iman anak kuat...tanamkan ke anak apabila Allah selalu mengawasi dan melarang keras utk pacaran...sejak kecil kita tidak perlu tabu utk mengatakan Tidak bun...karena setengah al quran isinya tidak dan jangan...kalau sejak kecil anak sdh mengenal tidak dan jangan maka akan mudah mengatakan tidak ketika diajak pacaran atau melakukan kemaksiatan yg lain..

Ummu Rafif, tanya :
Bunda silmi...penyimpangan2 sex skg ini bnyk skali dn bermcm mcm...sbg ortu sy ikut prihatiin bun..yg ingin sy tanyakn apkah menyusui hingga lbh dr 2 th..bhkn smp usia 5th mislnya bisa menimbulkn penyimpangan sex?adkh penelitianny?kl sy alhamdulillah ngikut apa yg dsmpaikn dlm qur'an sj..menyusui smp 2th..nmn krn persiapan klhrn adikbaby nya.kakak berhasil disapih di 23bln. Pertnyaan yg kedua wajar tdk bun anak kls 3 laki2 msh dimandikan sm ibunya?normalnya usia brp anak bisa mandi sendiri bun?jazakillah khayran

Jawab :
Di dalam al quran sudah dijelaskan bahwa menyusui berakhir 2 tahun..atau 30 bulan ditambah masa kehamilan...pastinya ada ibroh dibalik fase ini apabila dilanggar...kalau tetap disusui sampai 5 tahun akan berefek pada perkembangan psikologisnya...dia lebih manja dan kurang mandiri. Dan lagi payudara adl aurat yg harus ditutupi ya bun tdk boleh dilihat dan dipegang orang lain termasuk anak kita sendiri...jangan sampai anak terbiasa melihat atau memegang aurat orang lain...

Bunda Azura, tanya :
Knp ya, ada remaja kelas 1 sma masih suka megang payudara ibunya. Remaja perempuan.
Dan bagaimana penanggulangannya?

Jawab :
Bisa jadi perlakuan ibunya dulu yang terlalu permisif ketika dipegang payudara anaknya...jd terbawa sampai besar. Penanganannya: langsung ditegur ketika pegang dan ditahan tangannya ketika akan memegang..kasih tahu dampak negatifnya kalau suka pegang aurat orang lain...buat perjanjian ke anak kalau mulai detik ini tdk memegang lagi..kalau melanggar mendapat konsekuensi...harus diputus kesenangannya ini karena bisa mengarah ke perilaku menyimpang..

Bunda lita, tanya :
Apakah perlu digali sebab ketidaknyamanannya oleh psikolog bun silmi?

Jawab :
Tak perlu ke psikolog bun..yg paling tahu anak kita adl ibunya sendiri...

Bunda Lita tanya :
Bunda Silmi anak saya laki-laki 9 tahun.Apakah sudah waktunya saya mengenalkan tentang mimpi basah pada anak serta Cara bersuci nya.Dan bagaimana tehnis pelaksanaannya?makasih

Jawab :
Usia 9 tahun belum bun...tapi kalau sdh 10-12 tahun sudah boleh dikenalkan oleh ayahnya ya bun...dikenalkan bahwa suatu saat kau akan mengalami mimpi basah yang merupakan awal mula menjadi dewasa...kalau sdh mengalami ini maka ceritalah ke ayah ya nak..paginya kau harus mandi besar...ajarkan tata cara mandi besar...dan setelah itu seluruh kewajiban Allah apabila ydk kau tunaikan maka kau akan mendapat dosa dari Allah SWT...

Tanya : Bentuk mimpinya perlu tidak diceritakan ke anak bun

Jawab : Tidak perlu bun...yang penting kalau kamu mimpi sampai celanamu basah saja.

Tanya : untuk anak perempuan apa juga seusia itu?

Jawab : Anak perempuan biasanya lebih dl dewasa ya bun..bisa dimulai ketika usia 9 tahun oleh bundanya

Sabtu, 16 Mei 2015

contoh membuat celengan...

����������������������

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Bunda-bunda solihat....

Tema diskusi kita hari ini adalah

��CRAFT DAY: Mengajarkan Anak Menabung: Membuat macam-macam celengan��

Berikut adalah salah satu contoh membuat celengan...

����������������������

Tema:

����Kompleks Celengan Gedung Bertingkat����

Usia:
5-10 tahun

Tujuan pembelajaran:
��mengajari Anak menabung dgn beberapa kategori
��mengajari motorik halus
��mengasah kreatifitas
��memanfaatkan barang bekas
��mengajarkan  anak berinfak

Bahan dan alat

#kardus bekas susu murni
#kertas bekas poster
#kertas warna warni
#gunting
#lem
#alat tulis

Proses
1. 4 buah Kardus bekas susu dibuat lubang untuk memasukkan uang, lalu dibunkus dengab menggunakan kertas bekas poster dalam posisi terbalik, sehingga berwarna putih, sehingga menjadi celengan berwarna putih
2. Keempat kardus tadi di hias sesuai selera, dalam hal ini dibuat hiasan berbentuk jendela-jendela sehingga menjadi berbentuk gedung bertingkat
3. Diberikan Plang nama pada setiap celelengan gedung bertingkat:
3.a. Infak : untuk berinfak
3.b. fun : untuk keperluan tersier (mainan,sepeda dll)
3.c. Bank : untuk membeli buku, elektronik dll
3.d. Qurban : untuk uang Qurban

4. Dibuat hiasan jalan raya, tanaman, mobil dll.

5. Jadilah sebuah "kompleks celengan gedung bertingkat"

Ralika
HSMN.TimTemaDiskusi@gmail.com

Sumber:
Dokumentasi Pribadi Bunda NadhiraNasywaNazhim

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��������hsmn��������
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

��FB: Seminar MAMS (HS Muslim Nusantara)

�� instagram: @hsmuslimnusantara

�� twitter: @hs_muslim_n

�� web:
hsmuslimnusantara.org

��FB Fanpage: Homeschooling Muslim Nusantara

��FB Fanpage: Seminar Menuntun Anak Menyongsong Surga

��������������������

Yuk berbagi tentang pengalaman dan kegiatan belajar dgn buah hati

����������������������
SOP Dokumentasi kegiatan belajar anak
Tema:
Usia:
Tujuan pembelajaran :
Bahan:
Cara membuat:
Proses dan hasil belajar:
Tdk diperkenankan hanya menshare foto selfie anak2nya saja

������������������������������

Jangan lupa di upload ke Facebook atau Instagram untuk mendapatkan hadiah tiket gratis Menuntun Anak Menyongsong Syurga, 30 Mei, gd Indosat pusat, Jakarta

80% org sakit bukan krn fisiknya tapi krn EMOSInya.-------------------------------------------- PIKIRAN NEGATIF TERNYATA TDK BAIK BAGI KESEHATAN.

80% org sakit bukan krn fisiknya tapi krn EMOSInya.--------------------------------------------
PIKIRAN NEGATIF TERNYATA TDK BAIK BAGI KESEHATAN.

*1. MARAH selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam.
* .2. DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, spt STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah).
*3. Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN..
*4. Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.
*.5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).
*6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka. kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.
*7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yg BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.
*8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).
*9. Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.
*10. Jika kita sering merasa APATIS (tdk pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.
*11. Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES..
*12. Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).
*13. Jika kita sering BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih)Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water”. (by : Dr. Masaru Emoto)

Oleh-Oleh Dari Seminar ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’

Oleh-Oleh Dari Seminar ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’

Ceritanya, april yang lalu, saya berkesempatan berada sepanggung dengan beberapa ibu hebat, dalam sebuah seminar parenting yang temanya adalah ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’. Para ibu hebat itu adalah:Ibu Siti Oded (Istri wakil walikota Bandung), Bunda Ria Mulianti (Istrinya Kak Eka Wardhana-Rumah Pensil Publisher), dan Teh Ninih Muthmainnah (Istri Aa Gym).
Masya Allah…

Bunda Ria Mulianti…menceritakan pengalaman beliau dalam mendidik keempat putranya. Beliau adalah seorang yang cukup sibuk diluar rumah…karena punya amanah di Rumah Pensil Publisher , sanggar gambar rumah pensil, dan juga menggawangi creative women community.
Tapi,kesibukan beliau tidak membuat beliau lupa untuk mendidik anak-anaknya untuk mencintai dan meneladani Rasulullah dan sahabat2nya. Hasilnya…anak pertama beliau adalah anak yang sangat ingin berjihad ke palestina, bahkan di usia 12 tahun, bilang ke bundanya: “bun, aku sudah menabung…ini celengan aku, tolong izinkan aku berangkat ke palestina ya. Aku sedih melihat anak-anak palestina tidak bisa sebahagia aku disini.” Bunda Ria akhirnya mengarahkan anaknya, untuk berjihad dengan pena…anak tsb diarahkan untuk menulis buku, dan ia akhirnya menulis satu seri buku cerita anak tentang jihad dan anak2 palestina. Buku tersebut sudah habis terjual 1000exp dalam 10 hari saja!! Menurut pengalaman bunda Ria, cara paling efektif untuk mengajarkan anak nilai2 kebaikan adalah dengan cara mendongeng (selain keteladanan tentunya). Sehingga beliau tidak pernah melewatkan malam tanpa mendongengkan kisah rasul dan para sahabat kepada anak-anaknya. Mendongeng, tidak harus dengan style pendongeng yang sangat ekspresif, yang mungkin sulit kita tiru….tapi lakukanlah dengan cinta….sehingga dongeng kita akan sampai ke hatinya..
Prinsipnya, kalau anak-anak sudah mengenal Tuhannya, Rasulnya (melalui dongeng)…maka insya Allah mereka akan mencintai Allah dan RasulNya. Bukankah itu yang kita harapkan?? Anak-anak yang mencintai Allah dan RasulNya, sehingga mereka tidak akan melakukan hal yang tidak disukai oleh kekasihnya itu?
Disini, yang terpikir oleh saya adalah “duh….sudah sejauh mana saya mengenalkan Allah dan juga Shiroh kepada anak-anak? Mengenalkan mungkin sudah…tapi sudahkah saya secara konsisten berikhtiar menumbuhkan cinta mereka pada Allah dan Rasul serta para sahabat?? (hiks…tamparan pertama)'”

Lalu…Umi (Bu Siti Oded), menceritakan dahsyatnya dampak rumah cinta. Beliau menceritakan fenomena anak2 di sukabumi (kota kecil) yang 60% dari 200 anak usia remaja yg dijadikan objek penelitian, ternyata sudah melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Astaghfirullah….astaghfirullah…..kalau di kota kecil saja begitu? Gimana kabarnya dengan anak2 kita yang hidup di kota2 besar? Tambahannya…Umi cerita, bahwa ketika berkunjung ke beberapa pesantren, lalu bertanya kepada para SANTRI tentang siapa idola mereka….rata2 jawabannya adalah para artis (lokal dan korea). Duh….apakah mereka tidak mengenal Rasulullah? Sang manusia mulia nan sejati cintanya…
Itulah sebabnya….Umi menekankan…bahwa cinta, adalah dasar dari pendidikan dalam keluarga. Hanya dengan bangunan cinta yang kokohlah, anak tidak akan keluar dari pakem yang disepakati dalam keluarga. Sehingga, kata-kata “membentengi” anak….sejatinya bukanlah membentengi secara fisik (memproteksi fisik anak dari lingkungan yang tidak baik, dll)…melainkan membangun benteng tsb dalam diri anak, sehingga tercipta resiliensi (kemampuan anak untuk selalu berada dalam pakemnya, dalam koridor yang ditetapkan menjadi nilai terbaik untuk dirinya dan keluarganya) dimanapun anak berada…dengan siapapun anak bergaul. Resiliensi ini hanya akan terkokohkan dalam diri anak, bila di rumah cintanya sudah terbangun, sehingga tidak ada tempat lain yang lebih nyaman bagi si anak, selain di rumahnya sendiri.

Berikutnya, yang selalu harus menjadi pegangan utama dalam mendidik anak, dan kembali diingatkan oleh teh Ninih: “Yaa Bunayya…Laa Tusyrik Billah”. Teteh cerita….sebelum ke hal lainnya, pastikan dulu bab ini sudah mantap. Bab ketauhidan, yang menjadi dasar dari agama islam. Sehingga, insya Allah pertanggung jawaban kita kelak akan lebih ringan.
Lalu…yang orangtua sering lupa: TAUBAT!!

Kita sering merasa anak sulit diatur…anak banyak membantah…anak tidak sesuai harapan. Lalu saat perasaan itu hadir, seringkali kita merasa, itu adalah ‘salahnya’ anak. Padahal….sejatinya, itu adalah kesalahan kita dalam mendidik. Maka,TAUBAT adalah bagian terpenting dalam proses mendidik anak. Jangan hanya banyak harapan thdp anak….tapi, perbanyak taubat, perbanyak tafakur.

Teteh cerita, bagaimana dulu Ghaza (putra ke-6 tth), adalah anak yang kerjanya main PS…gak semangat belajar….sampai harus mengenakan kacamata dengan silindris 6 karena hobinya itu. Teteh saat itu merasa berdosa….karena tidak tegas dan tidak banyak menghabiskan waktu bersama Ghaza. Lalu…saat berkesempatan umroh, teteh menangis di multazam….bertaubat…mengakui kesalahannya dalam mendidik anak, dan memohon agar Allah mengampuni. Sepulang umroh….Ghaza ditanya oleh salah seorang ustadz di DT, mau tidak Ghaza menghafal qur’an? Ghaza langsung jawab mau…tanpa ba-bi-bu. Padahal, sebelumnya….sulit sekali tth mengarahkannya. Singkat cerita….dalam waktu 6 bulan…Ghaza menyelesaikan 27 juz hafalan qur’annya….dan tuntas 30 juz hanyadalam waktu 8 bulan saja.

Sehingga, benarlah…taubat kita, adalah pembuka jalan. Ketika kita bertaubat…memohon ampunan Allah atas kefakiran ilmu kita dalam mendidik anak, Allah akan bukakan jalan.

Selain itu…mencintai anak, artinya mendoakannya dengan penuh cinta. Bukan sekedar kata-kata tak berarti….melainkan kata-kata yang lahir dari hati. Saya mempraktekkannya sejak punya anak pertama 11 tahun yang lalu….ilmu ini pun saya peroleh dari teh Ninih, waktu saya masih nyantri di DT: Setiap Sholat malam….usahakan sholat dengan rakaat 2-2-2-2-…., agar kita memiliki banyak waktu untuk mendoakan anak dan suami. Ba’da dua rakaat pertama…doakan orang tua dan suami dengan penuh cinta.

Lalu…ba’da dua rakaat kedua, doakan anak yang pertama. Ba’da dua rakaat ketiga, doakan anak yang kedua, dst….

Perhatikan….setiap kali iman kita sedang baik, cinta kita sedang penuh….anak akan menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebaliknya….setiap kali iman kita sedang lemah….kita sedang futur, anak pun akan terasa sulit diatur, dll. Maka….penuhi diri dengan energi iman….sehingga cinta akan lahir tanpa diminta.

Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta, insya Allah akan menjadi pribadi yang penuh cinta pula.
Dengan Cinta kita mendidik anak….dengan ilmu kita mengasuhnya….

Sungguh, berada disana bersama para ibu luar biasa ini, menyadarkan saya betapa luasnya ilmu Allah dan betapa sedikit ilmu yang sudah saya tahu dan amalkan..
Semoga bermanfaat ^_^

Jumat, 15 Mei 2015

Lomba Hifdzil Qur'an Tingkat RA/TK & SD/MI Se JABODETABEK

Ayoo... Ikuti !!

Lomba Hifdzil Qur'an
Tingkat RA/TK & SD/MI
Se  JABODETABEK
-------------------
*idea* Persyaratan

1. Siswa/i RA/TK & SD/MI
2. Usia 5 s/d 12 Tahun
3. Domisili JABODETABEK
4. Mengisi Formulir Pendaftaran
5. Membawa / Melengkapi dengan foto.         peserta 4X6 dan akte kelahiran pada saat pemberkasan.
6. Berkas dikumpulkan dalam amplop/map warna merah serta ditulis nama peserta dan no telp/hp yang bisa dihubungi.

*idea* Waktu Pendaftaran:?

Gelombang I
Tanggal. :  13 Mei s/d 30 Mei 2015 M
Waktu    :  Jam 08.00 s/d 17.00 WIB
Gelombang II
Tanggal. : 1 Juni s/d 10 Juni 2015 M
?Waktu.   : Jam 08.00 s/d 17.00 WIB

?*idea*  Tempat Pendaftaran : Masjid Jami' Al-Sofwa, Jl. Raya Lenteng Agung Barat No. 35 Jagakarsa Jakarta Selatan.

*idea* Babak Penysihan
Tanggal: 13 s/d 15 Juni 2015
?*idea* Babak Final
Tanggal: 28 Juni 2015
 
*idea* Hadiah Peserta
Total hadiah senilai Rp. 13.500.000,-
Juara Pertama.    : Rp. 3.500.000,-
Juara Ke-Dua.      : Rp. 3.000.000,-
Juara Ke-Tiga.      : Rp. 2.500.000,-
( Hadiah sudah termasuk tablet Rp. 1.000.000,- ).                                       Juara Harapan I.  : Rp. 2.000.000,-        Juara Harapan II. :Rp.  1.500.000,-       Juara Harapan III : Rp. 1.000.000,-                       
* Apabila peserta sudah mencapai jumlah maksimal 150 anak maka pendaftaran ditutup.

�� CONTACT PERSON : 

Faizin Muarrif.      0819 1840 7732 
Ashri Hamdani.    0851 1039 0440
Sigit.                    0838 0600 6852. Yayasan Al-Sofwa,021 788 363 27

> Silakan sebarkan informasi ini, semoga Allah mencatatnya sebagai amal shalih. Aamiin.

www.alsofwa.com/www.alsofwah.or.id
Situs Dakwah & Informasi Islam
__________________

(Sumber: Pesan ini disebarluaskan oleh DepSos Al Sofwa PIN 29F2D920)

Dongeng untuk anak menikmati sholat


DONGENG UNTUK ANAK
berbagi cerita, kisah dan kiat mendongeng untuk dunia anak yang ceria

MENIKMATI SHOLAT
          Sepulang sekolah, Untari bergegas menuju rak buku ayahnya. Baju seragam masih melekat di tubuhnya. Di rak buku, diambilnya beberapa buku tuntunan sholat milik ayahnya. Lalu selembar demi selembar buku  yang membahas tentang sholat dibacanya. Setiap kali selesai membaca buku ia menaruhnya dengan wajah cemberut. Ada rasa kecewa di wajahnya. Sepertinya apa yang dicarinya tidak ditemukan juga.
           "Uuuh...dimana sih?" gumam Untari berkali-kali, sampai-sampai dia tidak menyadari kalau ibunya sudah berada di hadapannya.
          "Lho...Untari masih belum ganti baju, belum makan dan belum sholat kok sudah baca-baca buku?" sapa ibunya "Hayoo...gak mau jadi anak sholehah lagi ya?
          "Iya, sebentar Bu... lagi tanggung nih. Tinggal satu buku lagi!" jawab Untari.
          "Duuh...sayangku lagi cari apa sih kok sampai lupa makan dan sholat?" sapa ibunya sambil duduk disamping Untari. Rambut Untari yang nampak kusut dibelai-belai sambil dirapikannya. Tidak lupa kecupan sayang ibunya mendarat di kedua pipi Untari.
          "Bu, tadi guru agama Untari bilang kita disuruh menikmati sholat. Nah...Untari jadi penasaran. Apa benar sholat bisa dinikmati? Emangnya sholat itu makanan ya?
          Mendengar penuturan Untari membuat ibunya tersenyum dalam hati. Dia bangga ternyata anak gadisnya sangat perhatian dalam masalah sholat yang menjadi kewajiban setiap muslim.
          "Kamu itu lucu, Untari. Sholat kok disamakan dengan makanan."
          "Tapi......"
          "Iya deh...begini saja, sekarang kamu ganti baju dulu, sholat lalu jangan lupa makan. Biarlah nanti kita tanyakan ayah saja ya."
          "Baik, Bu" jawab Untari sambil memunguti buku ayahnya untuk dikembalikan ke tempatnya. Dan secepat kilat ia masuk ke kamarnya untuk ganti baju, lalu mengambil air wudlu dan mengerjakan sholat.

***

          Sore hari, setelah sholat ashar, Untari bergegas hendak menemui ayahnya di ruang keluarga. Di sana sudah berkumpul ayah, ibu dan kakaknya. Ketika Untari datang, ayahnya sudah tersenyum dan mengetahui maksud anaknya sebab istrinya telah menceritakan kejadiannya.
         "Jadi...anak ayah mau menikmati sholat ya," kata ayah Untari sebelum anaknya menyampaikan maksudnya.
         "Iiih, ayah...tahu aja maksud kedatanganku," jawab Untari sambil merangsekkan tubuhnya diantara ayah dan ibunya. "Tapi benar khan  pak, kalau sholat itu tidak sama dengan makanan? Kok pak guru bilang menikmati sholat? Apa sholat sama dengan martabak bisa dinikmati?"
         "Hahahahaha.....bisa saja kamu!" kata ayah, ibu dan kakak hampir bersamaan.
         "Awas dosa lho kalau kamu bilang sholat sama dengan martabak," kakaknya menyela pembicaraan mereka.
         "Tapi aku khan gak salah. Bapak guru yang bilang begitu," jawab Untari tidak mau kalah.
         "Begini Untari, apa yang dibilang gurumu itu tidak salah. Memang seorang muslim harus bisa menikmati sholatnya. Bukankah di dalam Al-qur'an ada ayat yang mengatakan bahwa kita dianjurkan mengerjakan sholat dengan khusyuk yaitu sholat yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran bahwa kita berhadapan dengan Alloh SWT. Dalam Al-qur'an surat Al-mu'minun ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya". Jadi melaksanakan sholat sebaiknya tidak dilakukan dengan tergesa-gesa, tapi harus tumakninah."
         "Apa bisa dikatakan menikmati sholat itu sama dengan khusyu' dalam melaksanakannya, pak?"
         "Insyaaloh demikian maksud bapak gurumu," lanjut ayahnya.
         "Oooo jadi begitu. Alhamdulillah akhirnya rasa penasaranku terjawab sudah. Terimakasih, ayah."
         "Nah, kalau Untari sudah mengerti cara menikmati sholat, sekarang gantian kita menikmati oleh-oleh ayah," kata ibu Untari sambil membuka kotak bertuliskan Martabak spesial.
         "Alhamdulillah.....horeee....horeeee....horeeee...kita menikmati martabak spesial!" teriak Untari dan kakaknya kegirangan. Dan sore itu mereka menikmati Martabak spesial bersama-sama.

selesai-