Kamis, 13 Oktober 2016

ILMU PINTU KE SYURGA

ILMU PINTU KE SYURGA

Kalau kita ingin masuk surga dengan cara paling cepat, cobalah menuntut ilmu agama.

Kembali pada hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Makna Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga, ada empat makna sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali:

_Pertama:_ Dengan menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkannya masuk surga.

_Kedua:_ Menuntut ilmu adalah sebab seseorang mendapatkan hidayah. Hidayah inilah yang mengantarkan seseorang pada surga.

_Ketiga:_ Menuntut suatu ilmu akan mengantarkan pada ilmu lainnya yang dengan ilmu tersebut akan mengantarkan pada surga.

Sebagaimana kata sebagian ulama kala suatu ilmu diamalkan,

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

“Siapa yang mengamalkan suatu ilmu yang telah ia ilmui, maka Allah akan mewarisinya ilmu yang tidak ia ketahui.”

Sebagaimana kata ulama lainnya,

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.”

Begitu juga dalam ayat disebutkan,

وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى

“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (QS. Maryam: 76)

Juga pada firman Allah,

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآَتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ

“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad: 17)

_Keempat:_ Dengan ilmu, Allah akan memudahkan jalan yang nyata menuju surga yaitu saat melewati shirath (sesuatu yang terbentang di atas neraka menuju surga.

Sampai-sampai Ibnu Rajab simpulkan, menuntut ilmu adalah jalan paling ringkas menuju surga. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 297-298)

_Semoga dengan ilmu agama, kita dimudahkan untuk masuk surga._

اللهم أدخلنا الجنة برحمتك يا أرحم الراحمين

Rabu, 12 Oktober 2016

DOA

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ُ..بسم الله الرحمن الرحيم...  شكرا الحمد اللهّ ..اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّدٍ

Disedekahkan Al Fatihah kpd ibu bapa, keluarga dan muslimin muslimat yg masih hidup maupun yang telah kembali ke rahmatullah.
بسم الله الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ■ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ○مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ■ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ■ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْـمُسْتَقِيمَ ■ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ■ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ •• آمِين

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْن وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

■ Ya Allah! Ampuni lah segala dosa kesalahan kami dan kedua ibu bapa kami serta keluarga kami. Kasihani lah & sayangi lah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani & menyayangi kami sewaktu  kecil lagi. .... امين
■ Ya Allah! Tetapkan lah hari ini sebagai hari pembuka pintu rezeki & keberkatan Mu dari seluruh penjuru langit & bumi bagi kami. Sesungguh nya kami memohon kepada Mu kebaikan hari ini, kemenangannya, pertolongannya, cahayanya, keberkatannya & petunjuknya. Dan kami memohon perlindungan Mu dari kejahatan yg ada didalamnya & kejahatan yg ada sesudahnya. Bukakanlah pintu rezeki seluas-luasnya utk kami. .....امين
■ Ya Allah! Berikan kami kekuatan supaya kami dapat meneruskan perjuangan Nabi kami Muhammad SAW di zaman tidak ada Nabi & Rasul ini, supaya dpt kami bersyukur & menunaikan amanah Islam ini. .....امين
■ Ya Allah! Perlihatkan lah yg benar itu benar supaya dapat kami mengikutinya dan perlihatkan lah yg salah itu salah supaya dpt kami menjauhinya. ....امين
● Ya Allah! Bersihkanlah hati kami, pemikiran kami dan kehidupan kami daripada segala jenis syirik, kufur, nifak & sifat2 yg keji. Tumbuhkan dihati kami sifat2 yg terpuji. ....امين
● Ya Allah! Jadikan hati kami ini hati yang menyukai apa yg disukai oleh Engkau dan membenci apa yg dibenci oleh Engkau. ....امين
● Ya Razaq! Ya Razaq!••• Ya Allah! Rahmatilah kami, luaskanlah rezeki kami sekeluarga, permudahkan dan lancarkanlah semua urusan kami. Dan sihatkanlah tubuh badan kami agar dapat menjalankan tugas harian kami dgn baik. ....امين
● Ya Allah! Jika rezeki kami berada di atas langit maka turunkanlah ia, jika berada d dlm laut maka keluarkanlah ia, jika jauh maka dekatkan lah ia, jika sukar maka mudahkanlah ia, jika haram maka sucikanlah, jika sedikit maka banyakkanlah ia dan limpahkanlah kpd kmi rezeki sepertimana rezeki yg telah engkau limpahkan kpd hamba2 mu yg soleh dgn kemuliaan, kemurahan & rahmat mu wahai Allah yg maha pengasih lagi maha penyayang. .....امين
● Ya Allah! Bukakanlah utk kmi pintu2 kebaikan, pintu2 keselamatan, pintu2 kesihatan, pintu2 nikmat, pintu2 keberkatan, pintu2 kekuatan, pintu2 cinta sejati, pintu2 kasihsayang, pintu2 rezeki, pintu2 ilmu, pintu2 keampunan & pintu2 syurga.....امين

رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
أَمِيْن.. أَمِيْن... أَمِيْن...  يَا رَبَّ العَالَمِينْ.

Selasa, 11 Oktober 2016

Urgensi Sekolah Rumah*

🍀🌸 Kulwap Adminah 🌸🍀

📆 Selasa, 4 Oktober 2016
⏰ 19.30 - 22.00 WIB
👩 Teh Dyah Wulandhari
📄 *Urgensi Sekolah Rumah*

Moderator: Wiji (HSMN Cilacap)
Notulensi: Lucy (HSMN Medan)

〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

🌺🌺Curriculum Vitae🌺🌺

Nama : Dyah Wulandhari
Alamat : Jl Raya Bandung Garut KM 35, Depan Bunderan Warunglahang RT 03/08 Cicalengka, Kab. Bandung, Jawa Barat

Status : Menikah, 3 Anak
Pendidikan : S1 Informatika
Aktifitas : IRT

Motto Hidup : Isy Kariiman Aumuth Syahiidaan ✊

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
💐 Selayang Pandang

Bismillah..
Assalamualaykum adminah shalihat yang semoga senantiasa disayang Allah 💞
Salam kenal utk yg mgkn baru kali ini bermuwajahah via aplikasi wa 🙏
Ijinkan saya berbagi, memenuhi screen ibu2 malam ini dengan salah satu materi yg seharusnya sudah akrab di mata kita 😚

Mari kita mulakan majelis ini dg basmalah, agar semakin barokah..

Ibnu Al Jauzi menyebutkan, orang-orang yang mencintai Ku adalah orang-orang yg disibukkan dg perkara yg membuat Aku ridha dan menjauhi selain segala sesuatu yg menambahkan kecintaan kepada Ku
💞
Alhamdulillah Allah swt mempertemukan kita disini, sekali pun blm bertatap muka, tetapi semangat memperbaiki diri, keluarga dan bahkan mengelola komunitas lah yg membuat kita bisa berkumpul disini.
Insyaaallah pertemuan kita akan membahas tentang bagaimana prosedur legalitas homeschooler yg harus dijalani.

Meskipun banyak di antara kita *admin* maupun pengurus yg ga HS atau blm HS, ga berarti kita ga bisa mencoba memahami bagaimana alur legalitas HS di endonesa tertjinta 😁

Kita ga bicara *nanti* ya buibu..
Tapi yg kita bahas adalah yg kita bisa lakukan saat ini.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
💐 Materi:

Fyi, diknas saat ini sdg melakukan survey kepada para homeschooler utk membuat panduan HS. Konon kabarnya, dari definisi hingga prosedurnya dibuatkan jg panduan nya.
Yg harus kita pahami bersama, bahwa kita tinggal di negara yg masih sekolah minded.
Pilihan pendidikan anak dg HS ternyata ga serta merta membuat orang tua dan anak dari yg namanya ujian atau hal2 rigid lainnya.

Insyaaallah saya coba jelaskan dimana posisi kita:
1. Sebagai orang tua homeschooler
2. Sebagai pengurus komunitas
3. Sebagai pendidik

1. *Sebagai orang tua*, kita berupaya memilihkan sistem pendidikan yang terbaik utk anak. Menyusun rekomendasi bagi proses pendidikan nya ini.
Yang kemudian, kita menyimpulkan, untuk sementara ini, sistem yg paling cocok *bukan paling mudah, bukan paling murah dan bukan paling hebat* bagi proses pendidikan di keluarga kita adalah Homeschooling.
Sebagai konsekuensi pilihan itu, kita diminta utk berperan aktif selain memenuhi kebutuhan dasar, juga menjadi fasilitator pendidikan.
Kl anak kita sekolah, maka penentuan kegiatan, proses penilaian, penggunaan kurikulum sampai pengurusan legalitas, didelegasikan kepada pihak sekolah.

Karena kita melihat ada bbrp hal krusial, yg tidak sesuai antara harapan kita, dengan realisasi proses pendidikan anak di lembaga formal maka kita *berani* menghandle pendidikan anak oleh keluarga kita sendiri.
Disini kita diberi kesempatan luas utk menurunkan nilai2 ideologi keluarga, menanamkan pondasi iman dan memberikan citarasa yg berbeda dg orang kebanyakan.
Menguatkan mereka bahwa pendidikan yg kita upayakan berbeda dg sdg orang lain lakukan.
Kita berusaha senantiasa menjadikan Allah sebagai tujuan pembelajaran ini.

Ternyata, dalam proses pendidikan nya..kita *terutama yg anaknya memasuki usia sekolah* dituntut untuk memahami alur  *tujuan pembelajaran, proses dan penilaian hasil belajar*

Dalam proses belajar kita akan menemui bbrp istilah yg berhubungan dg pencapaian hasil belajar:
1. Evaluasi
Kegiatan identifikasi utk melihat apakah suatu program yg telah direncanakan telah tercapai atau belum, bermanfaat atau tidak, efektivitas dan efisiensinya bagaimana.
Berhubungan dg value judgement (keputusan nilai)
2. Measurement (pengukuran, tes)
Proses pemberian angka melalui deskripsi numerik dari suatu tingkatan yg ditentukan.
3. Assesment (penilaian)
Penerapan beragam cara yg dirancang utk memperoleh informasi sejauh mana hasil belajar atau ketercapaian kompetensi.
Bisa kualitatif (narasi)
Kuantitatif (angka)

Berdasarkan informasi inilah, dibuat keputusan ttg pembelajaran, kesulitan dan upaya bimbingan yg perlu dilakukan serta keberadaan kurikulum itu sendiri.

2. *Sebagai Pengurus Komunitas*
Kita menyokong kebutuhan homeschooler tunggal, dalam hal kebutuhan penilaian acuan norma
Bagaimana sosialisasi, kemampuan kerjasama, kepemimpinan. Melalui kegiatan playdate, fieldtrip dll.
Selain itu, utk fasilitator, pendampingan dan pembinaan pesekolah rumah tunggal.

3. *Sebagai Pendidik*
Orang tua dlm ini menentukan kompetensi yg diharapkan dicapai anak, instrumen yg digunakan disini adalah kurikulum.

Kurikulum ini kita turunkan menjadi satuan tujuan pembelajaran.

Fyi kurikulum yg kini digunakan diknas, *tetap harus diberikan pada anak*. Dinas sendiri utk sekolah formal memberlakukan kurikulum kurtilas (2013) kurikulum daerah dan kurikulum khas kebutuhan sekolah.

Utk pelaksanaannya, masih blm seragam dan serentak seluruh indonesia.

Baru bbrp wilayah yg dijadikan percontohan.

Untuk Homeschooling sendiri, sangat fleksibel.
Kita sebagai orang tua diberi keleluasaan untuk menentukan kompetensi yg ingin dicapai dan penggunaan kurikulum yg akan diterapkan.

Namun...pada akhirnya..Karena kita masih tinggal di indonesia tercinta, pilihan pendidikan dg sekolah rumah tidak serta merta membebaskan anak dan orang tua dari yg namanya UJIAN.

Pada kenyataan nya, baik pelaku sekolah rumah, satuan pendidikan formal non formal, pemerintah maupun dunia usaha msh blm memiliki pemahaman dan kesepahaman ttg:

1. Kesetaraan hasil belajar sekolah rumah dg pendidikan formal sederajat
2. Hak dan kewajiban peserta didik utk melanjutkan studi maupun dunia kerja
3. Persyaratan utk penilaian hasil belajar
4. Langkah yg harus ditempuh utk mengikuti penilaian hasil belajar

Kita bahas salah satu dulu ya..
*Tentang kesetaraan hasil belajar*

Kesetaraan hasil belajar ini adalah suatu proses yg harus dilakukan agar hasil belajar homeschooler diakui pemerintah.
Dan dapat digunakan utk melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja.

Di indonesia, salah satu yg masih banyak ditempuh adalah dengan mengikutsertakan homeschooler ujian kesetaraan. Diantara syarat ujian kesetaraan ini, adalah anak memiliki nilai raport.

Kl yg pernah sekolah, anak udah punya no induk siswa nasional (nisn) dan sudah terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan).
Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif.

Nah, untuk yg unschooling, TIDAK pernah sekolah sama sekali otomatis harus mencari lembaga legal yg bisa menerbitkan raport nya (sekaligus diisi juga 😪 meskipun anak tidak pernah mengikuti pembelajaran bersama lembaga tsb).

Ini yang kita tidak inginkan.

Kl mmg anak blm pernah sekolah, maka kita sediakan pilihan utk mengikuti pembelajaran kelas belajar online di PKBM Generasi Juara.

Jadi yg kita upayakan adalah tidak ada nilai fiktif pd pengisian raport itu.

Ga bisa tiba2 daftar 3 bulan sebelum ujian tp raport ready bahkan terisi lengkap.

Makanya utk anak yg baru mau ujian di *2018* nanti, yg kita terima.

Mengikuti pembelajaran sejak oktober 2016 hingga mei 2018 nanti.

Kls 1 sampe 3 per kls slm 2 bulan.
6 bulan utk kls 1, 2, 3
13 bulan utk kls 4, 5, 6 dan try out.

Maksudnya materi pembelajaran 1 tahun disampaikan dalam 2 bln.
Masing-masing utk pelajaran kelas 1,2&3.
Kls 4 sampe 6 masing-masing 3 bulan. Try out 4 bulan.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
📝 Tanya Jawab:

1⃣. Aprilia (Hsmn Surabaya Raya)
Teh dyah, untuk anak di bawah 6th (usia TK), bagaimana sistem perapotannya jika blm pnh sekolah? Jika usia SD ingin melanjutkan/ memilih sekolah. Jazakillah khoir teh 🙏

✅ Jawab:
1. Kl diliat dari standar diknas, dikatakan HS itu setara usia sekolah, yaitu 7 atau 6 tahun. Sebelum usia itu ga bisa disebut HS.
2. Memang pernah ada program rintisan yg menjadikan TK "pendidikan wajib" sebelum masuk sd. Namun peraturan ini msh dikaji ulang. Dan blm ada peraturan resminya yg menyebutkan bahwa ijazah formal tk menjadi syarat mutlak masuk sd.

Sebetulnya bisa aja langsung masuk sd. Asalkan syarat masuk sd nya terpenuhi. Paling tidak ada 7 kriteria yg anak harus miliki jika akan menyekolahkannya.

Saat ini pemerintah ingin mengembalikan tk sebagai *Taman* dimana bermain lbh banyak drpd agenda persiapan masuk sd.

2⃣. Zifora (Hsmn Bekasi)
Kemaren saya sosialisasi ke bekasi untuk permasalahan legalitas, ada beberapa pertanyaan yg saya blm puas menjawabbnya.

1. bagaimana alur pkbm ini untuk anak berkebutuhan khusus ?
2. bagaimana persaingan kita terhadap masih ada yg menawarkan ujian paket langsung tanpa rapot? di sekolah pemulung kami pun ada yayasan yg nawarin ujian paket untuk pemulung tanpa harus menyertakan rapot (bisa diikuti oleh org dewasa juga) dan tentu saja lebih murah.
3. Nyambung sama pertanyaaan nomer 2, apa sama ujian paket kesetaraan untuk org dewasa / baru 3 tahun setelah itu ambil paket dengan anak2 yg memang diumur segitu ambil paket ?

Pertanyaan selanjutnya mengenai sistim pkbm generasi juara, tapi kayana blm dibahas maka disimpan dulu.

✅ Jawab:
1. Utk ABK sesungguhnya diknas sendiri lbh mendorong agar diberikan pelatihan kecakapan. Life skill, bukan kognitif.
Utk sementara, karena kita pake sistem kelas online, abk bisa aja ikut namun beliau harus dapat dipastikan dapat mengikuti pembelajaran atau ada helper yg membantu.

2. Sesungguhnya bukan *persaingan* yg akan membuat kita bergerak atau tidak. Dalam hal ini, kembali pada idealisme.
Awal mula dibentuknya yayasan ini adalah agar motivasi ilmu yg barokah tidak tercampur dg hal-hal yg syubhat.

Ilmu nya berkah bila cara2 yg ditempuh juga benar. Kl misalnya orang tua memilih utk ikut pkbm lain, insyaaallah gpp Mbak.

▶ Tambahan dari Ibu Ida:
Sy tambahkan utk pertanyaan mb zi y.. Bentuk ujian utk anak abk hingga saat ini msh disamakan dg anak2 normal lainnya jk melalui jalur kesetaraan.

Agar nama siswa masuk dalam dapodik kemudian terdaftar sbg peserta UN memerlukan rapor 5 semester bahkan tahun ini ada aturan baru utk SD dari kelas 1 sehiNgga mau tidak mau suka tidak suka, rapor diperlukan.

✔ Tanggapan dari penanya:
kasus nya bukan individu soalnya teh.. soalnya ini pemulung, dan mereka serombongan kan.. kebayang kalau harus ikut online ngajarin bapak2 tua2, anak2 lainnya, dll.

✅ Jawab:
Iya Mbak.. Kasus begini mgkn blm bisa akomodir. Wallahu a'lam kl ke depan, sistem bisa kita modifikasi lg.

▶ Dari Ibu Ida:
Mb zi...bisa ikt k pkbm yg klsnya offline, seminggu hadir 3x.

✔ Tanggapan dari penanya:
dan ini juga kerjasamanya sama kelurahan gtu, katanya wajib belajar 9 tahun. dan kelurahan juga ga minta rapot atau apapun gtu...kasus sama yg ditanyakan member bekasi, beliau ngasuh anak yatim, dan ada yaysan yg ngasih ujian paket pun tanpa rapot.

▶ Dari Ibu Ida:
Kelurahan tdk minta tapi dapodik yg minta mb..bisa jadi nantinya dibuat rapor fiktif..😊 Tdi sdh dijelaskan sama teh dy..bhw kita tdk bisa melayani rapor fiktif ini.

✅ (jawaban pertanyaan No 3)
Ujian kesetaraan utk anak dijeda 3 tahun dr ujian sebelumnya.
Utk yg dewasa Tetap ada jeda tp gak sampai 3th, kisaran 1-2th msg2 wilayah kebijakannya beda2.

3⃣. Puput (Hsmn Cirebon)
Teh, program yg dijelaskan td kan untuk memfasilitasi persiapan ujian selama 2 th, berarti untuk usia sekolah kelas 5-6 ya? Bagaimana kaitannya dg kurikulum reguler hs dr usia sekolah kelas 1-6, apakah dr ygj ada panduannya? Nuhun..

✅ Jawab:
Sesungguhnya kurikulum HS sangat fleksibel ya..

Bisa disesuaikan dg visi misi keluarga tsb.

Untuk panduan nya, insyaaallah kami menyediakan 😚

Kurikulum ala-ala ini insyaaallah sdg dalam tahap kompilasi. Dari 0-18 tahun

Kami bagi berdasarkan pembagian usia anak ala Rasulullah saw.

0-2 sampai penyapihan
3-5 myelinasi
6-7 *tamyiz*
7-12 Usia sekolah
13-18 persiapan pernikahan (bagaimana anak laki2 siap menjadi suami dan ayah. Anak perempuan siap menjadi istri dan ibu)
Mohon doanya ya 🙏

Eh, kami menyebut nya sebagai School of box. Selain kurikulum, di dalamnya tersedia panduan bagi orang tua.

Terutama utk usia tamyiz dimana syariat mulai diterapkan secara tegas dan tahap selanjutnya.

4⃣. Nia_Kalimantan
Afwan...klo pertanyaan sy ini mungkin udah terjawab di penjelasan sblumnya... td mb Dyah menyampaikan bahwa PKBM Generasi Juara menyediakan pembelajaran kelas scara online...ini bgmn caranya...jika ada teman2 Kalimantan berminat mengikuti kelas online tersebut??

✅ Jawab:
Jika hsmn wilayah kalimantan atau wilayah lain bisa memfasilitasi kegiatan offlineny, akan diterima. Krn ada penilaian yg tdk bs dilakukan hanya lwt online. Seperti yg td saya sampaikan di awal, ada peran komunitas yg harus ikut support pembelajaran nya.

✔ Tanggapan dari penanya:
kegiatan offlinenya....contoh detailnya sprti apa ya?? apakah ada kurikulum khusus??


Seperti playdate homeschooler, fieldtrip dll. Kita support member utk ikut aktif menghidupkan kegiatan offline ini mbak..
Yg nantinya membantu memberikan penilaian hasil belajar utk anak.

Perangkat pengajar kl di kita ini ada 3.
1. Komunitas
2. Tutor kelas online
3. Orang tua

Komunitas nanti menilai yg berupa added value.
Sikap, rasa, kerjasama
Kl bahasa pendidikan mah, *afektif*

Tutor kelas online menilai secara grading. Atau disebut *kognitif*

Orang tua bisa menilai secara *psikomotor*
Terealisasi ga knowledge dlm keseharian.
Misalnya wilayah mengadakan kelas offline public speaking, science club, math club pokoknya yg berhubungan dg proses pembelajaran.

✔ Tanggapan dari penanya:
Jika lewat online....brarti ada situs YGJ yg mungkin udah bs disearching??

✅ Ada mbak. Namun msh dlm tahap building. Insyaaallah nanti kabar gembira ini akan kita bc 😍😘

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
💟 Penutup:
Ibu2 masih merasa muda kan ya?
😉
Sesungguhnya, sebuah pemikiran akan meraih sukses manakala kuat keimanan kepadanya, tersedia keikhlasan di jalannya, semangat untuk memperjuangkannya semakin bertambah, dan ada kesiapan untuk berkorban serta beramal dalam mewujudkannya. sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter pemuda. sebab sesungguhnya dasar keimanan adalah hati yang cerdas, dasar keikhlasan adalah nurani yang jernih, dasar semangat adala perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Dan, itu semua tidak terdapat kecuali pada diri pada *pemuda*.
💞💞💞

Mohon maaf apabila ada yg kurang berkenan🙏. Wassalamualaykumwrwb...

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔆🔅🔆HSMN🔆🔅🔆
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥facebook.com/HSmuslimnusantara
👥FB: HSMuslimNusantara pusat
📷 instagram: @HSmuslimnusantara
🐤 twitter: @HS_muslim_n
🌐 web: HSmuslimnusantara.org

Welcome..Home, nak!

Welcome..Home, nak!

Berapa anakmu?

3? 2? 1? Berapa yang sekolah?. Apa yang engkau lakukan ketika menerima mereka sepulang sekolah?

Peluk? Sapa? Mengingatkan serentetan peraturan? Mulai dr taro sepatu di tempatnya sampai, jangan lupa kerjain pe-ernya?

Berapa menit mereka boleh beristirahat sekenanya? Masih pake seragam sekolah? Atau seragam hrs sudah masuk ke tempat cucian kotor? Berapa menit? 10? 20? 30?

Pertanyaannya, berapa menit ibu sanggup tahan melihat mereka blm ganti baju dan berleyeh-leyeh baik di kamar ataupun ruangan lainnya?

Apakah mereka sempat ibu tanya?
Mungkin nanti pas makan malam..tentang bagaimana harinya? Bagaimana teman baiknya? Siapa yg menyebalkan? Susah ngak ujian? Perhatikan jawabannya, Ikut antusias pada ceritanya?

Boleh ngak menahan bertanya, berapa nilai ujian kemaren? Td pas tes hafalan, bisa ngak? Atau berkomentar ttg hal negatif yang terjadi hari ini. Bisa ngak?

Terdengar familiar?

Ya itulah kebanyakan dari kita. Termasuk juga saya, yang tidak luput dari 'terpeleset' kembali ke metode 'interview' jaman dahulu kala.

Kalau ibu-ibu NGAK PERNAH mengalami hal diatas..Masha Allah Tabarakallah! Ibu super hebat 👍🏼

Anak zaman sekarang, ngak bisa pake metode lama. Perduli hanya pada nilai test aja, kenapa sekian bisa salah, tapi lupa pada jumlah betulnya. Mengingatkan rutinitas dan peraturan, tapi lupa merasakan, bagaimana rasanya menjadi tubuh kecil yang lelah.. Sekolah dari pagi sampai ashar terkadangnya, belum lagi persiapan sekolah itu. Dari bangun sampai rapi menjelang berangkat. Dan pulang? Bersama dengan tas yang super berat.. Berisi pe-er dan tugasan yang tidak kalah beratnya.

Mari berandai sejenak..andai anak itu kita. Maukah diperlakukan demikian? Begitu melangkah masuk ke halaman rumah, sudah disapa dengan.. "Ayoo.. Sepatunya ditaro di tempatnya, jangan lupa ganti baju...bla..bla..bla"...

"HHhhhhhh, lelahnyaaa! Blm sampe aja disambut sama rentetan perintah. Belum juga kelihatan mukanya. Nanya apa kek, senyum kek.. Jangan2.. Malah nanya ttg nilai test hari ini??"
Begitu kira-kira?

Istighfar

Saya tahu ibu-ibu semua,lelah. Capek. Sudah seharian berjibaku dengan rutinitas yang itu-itu saja, dan sepertinya tidak habis-habisnya. Iya, faham. Ngak perlu lah dapat kerjaan tambahan, nyusun sepatu dan mungut baju seragam yang bau asem yg bertebaran dimana-mana itu. Ya kan??
Cucian piring aja blm selesai semua. 😭

Tapi, sebentar! Sebentar ajaa...
Tarik nafas. Jadilah mereka. Rasailah bagaimana lelahnya tubuh kecilnya. Menggendong buku yg banyak, dan beban pelajaran yg diterima hari ini. Belum lagi setumpuk pe-er yg sudah menghantui.
Berhentilah sebentar. Tarik nafas. Atur diri. Senyuuummm... Siapkan posisi pelukan, jongkok.. Biar tingginya sama... Peluk eraaaattt, hujani dengan ciuman... Sapa dengan bilang "mamaaa kangeeen sekali sama (nama) hari ini, bagaimana harimu nak?"

Tanya

Belum tentu ia mau jawab. Ia lelah. Tapi yang pasti, ia akan tersenyum menerima semuaaa perlakuan hangat penuh cinta tersebut!

Ngak percaya?! Cobalah?

Wagu? Aneh? Canggung?
Ah, itu kan karena belum terbiasa
Ala bisa karena biasa...

Bagi yang sudah melakukan ini semuaa.. Alhamdulillah!
Bagi yg belum, yuk kita coba! Dan lihat perbedaannya!

Bagi yang masih suka 'terpeleset' seperti saya, banyak -banyak istighfar dan coba lagi aja 😄. Sampai terbiasa.

Insha Allah kita bisa!
Semangaat 💪🏼💪🏼💪🏼

Untuk para ayah, kalau mau sampe rumah, kami tahu engkau lelah, tarik nafas dan jangan lupa, siapkan senyum terindah, karena buat sang buah hati, ketika ayah pulang ke rumah, mereka sambut bagaikan superhero yang paling ternama.

Insha Allah kita bisa. Demi sang buah hati.
Bukankah jika kita tua nanti, begitu pula sambutan yang kita harapkan dari mereka nanti??

Senyum. Pelukan. Tanyakan.. Bagaimana harimu hari ini nak?

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Wina Risman

Seorang gadis Spanyol menjelaskan makna kata "Allah" setelah

Seorang gadis Spanyol menjelaskan makna kata "Allah" setelah
Gadis ini sekarang menempuh studi magisternya di bidang Bahasa Arab di Universitas Yarmuk, Yordania.

Suatu hari, di tengah-tengah kuliah di tahun kedua, seorang dosen (Dr. Fakhri Kitanah) mengajukan soal kepada para mahasiswanya
Adakah di antara kalian yang mampu menjelaskan kepada saya tentang lafazh jagalah (Allah) dari sisi linguistik dan juga sisi akustik (vokal)?
Tidak ada seorang pun yang mengangkat tangannya untuk menjawab, kecuali gadis Spanyol tersebut, yang dipanggil "Helen", yang mampu bercakap cakap dengan Bahasa Arab yang fasih, meskipun dia seorang Kristen Spanyol
Dia berkata:
"Sesungguhnya, sebaik baik kata yang pernah saya baca dalam Bahasa Arab adalah kata "Allah"
Mekanisme penyebutan nama-Nya Yang Mulia oleh lisan manusia memiliki nada yang unik
Seluruh huruf yang menyusun lafazh-Nya (Allah) terdiri dari huruf yang pengucapannya murni dari tenggorokan, bukan dari bibir
Jadi, lafazh Allah tidak diucapkan (dilisankan) dengan bibir, karena lafazh tersebut tidak mengandung suatu poin (yang mengharuskan kita untuk mengucapkannya dengan bibir)
Cobalah, lafazhkan nama "Allah" sekarang...
Dan perhatikanlah bagaimana engkau mengucapkannya
Apakah engkau mengucapkan huruf huruf (penyusun lafazh Allah) dari ujung tenggorokanmu, atau melisankannya (dari bibir)?
Dan tidak ada gerakan (yang jelas) di dalam wajahmu dan bibirmu
*(Maksudnya, berarti lafazh itu berasal dari tenggorokan, karena tidak terlihat di bibir)*
Dan salah satu hikmah dari hal tersebut adalah, apabila seseorang ingin mengucapkan lafazh Allah, (sebenarnya) orang orang yang berada di sekitarnya bisa jadi tidak menyadarinya
*(Mungkin berarti orang tersebut tidak perlu takut dituduh riya' jika menyebutkan nama Allah, karena pada dasarnya lafazh Allah bisa diucapkan, meskipun tanpa menggerakkan bibir, sehingga bisa terlihat oleh orang lain, dan dianggap riya)*
Dan salah satu keagungan nama-Nya tersebut adalah, meskipun huruf huruf penyusunnya berkurang, namun (esensinya) tetap sama seperti sebelumnya
Pertama, kita mengetahui bahwa Lafazh "Allah" diberi _syakl_ dengan dhommah di akhir hurufnya, sehingga dibaca "Allahu"
Apabila kita hilangkan huruf pertamanya (alif) , maka akan menjadi kata لله
Dan huruf ini (لله) (masih memiliki esensi ketuhanan), seperti yang ada di dalam ayat:
و *لله* الأسماء الحسنى فادعوه بها
Jika kita hilangkan huruf alif dan lam yang pertama, maka akan kita dapati lafazh له, dan ini tetap merujuk kepada esensi ketuhanan, seperti yang tertera dalam Firman-Nya:
*له* ما في السموات و الأرض
Bahkan, apabila huruf alif, lam pertama, dan lam kedua dihilangkan, akan tersisa huruf ھ, dengan harakat dhummah
Dan dalam kondisi seperti itupun (hanya tersisa huruf ھ), akan tetap mengisyaratkan kepada-Nya,  seperti yang terdapat dalam kitab-Nya:
هو الله الذي لا إله إلا *هو*
*(lafazh هو dibaca ھ jika diwaqafkan)*
Jika kita menghilangkan huruf lam pertama, akan tersisa kata إله, seperti yang ada dalam ayat:
الله لا *إله* إلا هو
Helen, sekarang bernama Abidah...
Inilah kami, orang orang Arab yang berbangga hati, karena kami Muslim...
Kami tidak mampu menafsirkan kata ini (lafazh "Allah")
*(Padahal kami orang Arab, dan lafazh itu dari bahasa Arab)*
Dan dia (Helen) sekarang diberikan kenikmatan untuk memeluk Islam...
Mengapa kita menahan diri kita dari nasihat nasihat yang berkaitan dengan urusan agama?
Mari, kita sebarkan nasihat ini, seperti yang dikatakan oleh Rasullullah:
_"Sampaikanlah apa apa dariku meskipun hanya satu ayat"_
Dan, dengan membagikan nasihat ini, anda telah menyampaikan _ayat_ yang dimaksud, dan (Insyaallah)  akan menjadi syafa'at bagi anda kelak..
Aamiin

☄TEMBOK PEMISAH ANTARA SURGA DAN NERAKA☄

☄TEMBOK PEMISAH ANTARA SURGA DAN NERAKA☄

Antara Taman syurga dan Neraka ada sebuah tembok pemisah yang amat tinggi. Tembok tersebut disebut Al A’Raaf. Diatas tembok itu ada sekelompok orang yang masih menunggu untuk masuk Syurga. Dari atas tembok itu mereka bisa melihat keadaan di Syurga dan Neraka dengan jelas.

Ketika mereka melihat kearah Neraka mereka merasa cemas dan takut kalau sampai dijebloskan kedalam Neraka itu. Merekapun berdoa agar tidak dimasukan kedalam neraka yang panas bergejolak itu. Ketika mereka melihat kearah Syurga mereka sangat berharap agar bisamasuk kedalam syurga dengan secepatnya, dan mereka berdoa pada Allah agar dimasukan kedalam  Syurga itu.

Setiap hari mereka disuguhi pemandangan melihat orang yang sedang bergembira ria di dalam taman Syurga menikmati berbagai macam kesenangan dan kegembiraan. Mereka hanya bisa  memandang saja namun tidak bisa ikuti menikmati kegembiraan tersebut. Dan setiap hari mereka juga  melihat penderitaan orang yang sedang disiksa didalam  Neraka jahanam, mereka mendengar teriakan pilu dan lolongan panjang dari mereka yang sedang disiksa didalam api Neraka. Mereka memandang semua itu dengan penuh kengerian.

Mereka terkatung katung diantara syurga dan Neraka bertahun tahun lamanya  sampai Allah mengizinkan mereka memasuki Syurga , yang hanya bisa  mereka lihat saja selama ini.

Siapakah mereka yang berada diatas tembok Al A’Raaf itu ?  

Diriwiyatkan oleh Khaitsamah bin Sulaiman dalam Musnad Khaitsamah dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah bersabda : Pada hari kiamat nanti setelah dipasang timbangan, lalu ditimbanglah amal keburukan dan amal kebaikan. Barang siapa yang bobot amal kebaikannya lebih berat  daripada amal keburukannya meskipun hanya selisih sebutir telur kutu saja, niscaya ia akan masyuk syurga. Dan barang siapa yang bobot  amal keburukannya lebih berat daripada amal kebaikannya , walaupun selisih sebutir telur kutu saja, niscaya ia masuk neraka. “ Seorang sahabt bertanya :” Wahai Rasulullah bagaimana orang yang bobot  amal kebajikannya sama dengan bobot amal keburukannya ?”  Beliau menjawab“Mereka itulah yang disebut Ashab al A’Raaf. Mereka tidak bisa masuk syurga kendatipun mereka sangat menginginkannya”

Ka’ab al Ahbar bercerita “ Ada sepasang teman akrab didunia, ketika sudah sama sama meninggal, salah satu diantara merekia melihat temannya sedang diseret ke Neraka. Karena kasihan   ia menghampiri temannya itu dan berkata” Demi Allah sebenarnya aku hanya punya satu sisa amal kebajikan saja yang bisa menyelamtkan aku dari Neraka. Tetapi baiklah , ambil saja itu untukmu, yang penting kamu selamat . dan untuk itu kita akan bersama sama menjadi golongan Ashab al A’Raaf” . Tetapi akhirnya Allah menyuruh Malaikat untuk membawa merekia berdua ke syurga.

Abu Hamid al Ghazali dalam kitabnya Kasyfu Ulum al akhirat mengatakan “ Pada hari kiamat kelak, seseoang dihadapkan pada Allah untuk ditimbang amal amalnya. Ternyata bobot timbangannya sama, sehingga ia hanya butuh satu kebajikan saja agar amal kebajikannya yang lebih berat. Karena merasa kasihan Allah berfirman padanya” Temuilah manusia dan carilah orang yang mau memberimu satu kebajikan saja, agar aku bisa memasukanmu kedalam syurga” Setela berjalan kesana kemari , ia belum juga menemukan orang yang mau menolongnya. Semua merasa keberatan karena masing masing membutuhkan amal mereka untuk menambah bobot amal kebajikannya.

Ketika hampir putus asa ia bertemu seseorang yang bertanya padanya” Apa yang sedang kamu cari” Ia menjawab” Hanya satu kebajikan, Aku sudah lalu lalang kesana kemari dan bertemu dengan ribuan orang, tetap tiodak ada seorangpun yang bisa menolongku.” . Orang itu berkata” Aku bertemu Allah hanya dengan membawa satu kebaikan saja, dan aku yakin itu tidak akan menolong nasibku, jadi ambil saja itu sebagai pemberianku padamu”. Dengan hati gembira iapun pergi. Allah bertanya padanya”Ada apa kamu keklihatannya sebnang dan gembira sekali ?, Ia menjawab “ Ya Tuhan ia telah sepakat menolongku” . Selanjutnya Allah memanggil orang yang telah memberikian  satu satunya kebajikan yang ia miliki itu dan berfirman” Bagaimanapun Aku  lebih dermawan daripada kamu. Sekarang gandenglah tangan kawanmu itu dan pergilah ke syurga.

Tembok Al A’Raaf itu diperuntukan bagi orang yang bobot timbangan kebaikannya sama dengan bobot keburukannya. Agar bisa masuk kedalam syurga mereka memerlukan tambahan amal kebajikan yang dapat mendorong mereka masuk kedalam syura walaupun amal itu hanya seberat telur kutu saja.  Setela amal ditimbang banyak orang yang bertebaran kesana kemari mencari tambahan amal untuk menambah timbangan amal kebajikannya.

Karena itu agar kita tidak terkatung katung diantara syurga dan neraka perbanyaklah timbangan kebaikan ketika masih hidup didunia ini. Kalimat dzikir seperti tahlil, tasbih, tahmid , takbir dan istighfar merupakan amalan yang dapat menambahkan timbangan kebaikan.

Dari Abu Malik al-Asy’ari r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bersuci itu adalah separuh keimanan, bacaan Alhamdulillah itu adalah memenuhi beratnya timbangan -di akhirat, sedang Subhanallah dan Alhamdulillah itu memenuhi apa yang ada diantara langit dan bumi.” (Riwayat Muslim)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:Rasulullah saw. bersabda: Dua kalimat yang ringan untuk diucapkan, tetapi berat dalam timbangan dan disukai oleh Allah Yang Maha Pengasih, yaitu: Subhanallah wabihamdi , subhanallahil adzim “Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Tuhan Yang Maha Agung”. (Shahih Muslim No.4860)

Berbagai amal sunah yang berupa kalimat dzikir dan tasbih itu amat membantu bagi seseorang di hari penimbangan amal. Ketika timbangan amal buruk  seseorang ternyata lebih berat dari amal baiknya , maka kalimat dzikir dan tasbih ini akan menambah timbangan kebaikan sehingga amal baiknya lebih berat dari amal buruknya. Demikian pula jika terjadi amal baik dan buruknya seimbang, maka kalimat dzikir dan tasbih yang diucapkannya itu akan memenuhi timbangan kebaikannya, sehingga ia terdorong masuk Syurga .

Kisah tentang orang yang berada diatas tembok Al A’Raaf itu disebutkan dalam surat al A’Raaf ayat 46-47

(وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ ۚ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ)

46. Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salaamun ‘alaikum.” Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).

(وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ)

47. Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu (Al A’Raaf 46-47)

ASYURO; ADA YANG LEBIH DAHSYAT DARI SEKEDAR TERBELAHNYA LAUTAN

Ustadz Abdullah Haidir:
ASYURO; ADA YANG LEBIH DAHSYAT DARI SEKEDAR TERBELAHNYA LAUTAN

Tahukah anda peristiwa besar yang terekam di hari Asyuro?

Ya, dia adalah peristiwa fantastis yang menjadi mukjizat Nabi Musa as, saat beliau dan kaumnya ingin kabur dari kezaliman Fir’aun, namun akhirnya terhadang laut Merah sementara Fir’aun dan bala tentaranya kian mendekat di belakang siap melumatkan mereka. Di saat genting tersebut, Allah perintahkan Nabi Musa as memukulkan tongkatnya di laut Merah. Lalu lautan terbelah dua, maka Nabi Musa dan pengikutnya menyusuri dasar lautan hingga akhirnya mereka selamat hingga ke seberang. Sementara Fir’aun dan balatentaranya, saat mereka menempuh jalan yang sama, Allah satukan kembali lautan tersebut dan binasalah mereka.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal sepuluh Muharram yang kemudian dikenal dengan istilah hari Asyuro. Nabi Musa as berpuasa di hari itu sebagai rasa syukurnya dan kemudian diabadikan dalam syariat Islam sebagai puasa Asyuro.

Kita yang membaca kisah ini tentu akan takjub dan membayangkan betapa dahsyatnya pemandangan terbelahnya lautan sehingga dasarnya dapat dilalui.

Tapi, tahukah anda yang lebih menakjubkan dari hal itu? Dia adalah istiqamah; Keteguhan berada di jalan Allah serta keteguhan memperjuangkannya.

Maka, sebesar ketakjuban kita dengan sebuah mukjizat, sebesar itu pula atau bahkan lebih besar lagi, ketakjuban kita terhadap istiqamah.

Mengapa demikian? Karena mukjizat tidak akan lahir kecuali dari istiqamahnya seorang Nabi Allah Taala dalam menjalanka dan memperjuangkan syariatNya. Sementara, tidak semua Nabi dan tidak semua orang saleh mengalami kejadian luar biasa sehingga menyelamatkan dirinya. Nabi Zakaria as dibunuh di tengah dakwahnya, Ashhabul Ukhdud dibakar hidup bersama keimanannya, dan tubuh Hamzah bin AbdulMuthalib dicabik-cabik dalam jihadnya. Akan tetapi satu perkara yang menyatukan mereka sekaligus menjadi sebab kemuliaannya, yaitu istiqamah di jalan Allah Taala.

Mukjizat mungkin ada mungkin tidak, karomah mungkin ada mungkin tidak, kejadian luar biasa mungkin ada mungkin tidak, tapi istiqamah, harus ada dan tidak boleh tidak!

Beginilah seharusnya kita memandang dan menilai, apalagi di tengah berbagai ragam tingkah polah manusia kini dan berbagai trik penipuan dan pengelabuan masa sekarang. Betapapun sepintas tampak hebat, luar biasa atau istimewa, tetap saja penilaian standar kita adalah apakah semua itu dibangun di atas landasan istiqmah di atas syariat Allah taala atau tidak.

Bahkan, Ibnu Katsir dalam tafsirnya saat menafsirkan surat Al-Baqarah: 34, mengutip ucapan Laits bin Saad dan Imam Syafii rahimahullah;

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَمْشِي عَلَى الْمَاءِ وَيَطِيرُ فِي الْهَوَاءِ فَلَا تَغْتَرُّوا بِهِ حَتَّى تَعْرِضُوا أَمْرَهُ عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ

“Jika kalian melihat seseorang dapat berjalan di atas air dan terbang di udara, janganlah kalian terpesona sebelum menilai perkaranya dengan Al-Quran dan Sunah.”

Dengan cara pandang seperti ini, maka tidak akan kita temukan seorang muslim yang terpedaya hanya karena sesuatu yang sepintas menggambarkan kehebatan, luar biasa atau mampu menampilkan sesuatu yang lain dari biasanya, jika tidak ada indikasi atau bukti bahwa semua itu paralel dengan istiqamahnya di jalan Allah Taala. Maka, jika demikian, apa yang dianggap luar biasa, bukanlah kebaikan, bukan pula karomah, apalagi mukjizat dari Allah Taala.

Sebaliknya, seorang muslim hendaknya menjunjung tinggi keistiqamahan di jalan Allah, walau sepintas tidak hebat, tidak luar biasa dan tidak ada yang fantastis. Cukuplah istiqamah itu sendiri menjadi sesuatu yang luar biasa baginya dan dia berusaha untuk mewujudkannya.

Dahulu para ulama mengatakan,

الاِسْتِقَامَةُ خَيرٌ مِنْ أَلْفِ كَرَامَةٍ

“Istiqamah lebih baik dari seribu karomah….”

Maka, sembari kita hidupkan puasa Asyuro, hendaklah kita ambil ibrah (pelajaran) tentang benang merah sumber kemuliaan dari Allah Taala, yaitu; Istiqamah atau keteguhan dalam menjalankan syariat Allah dan memperjuangkannya.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أ

َلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ (سورة فصلت: 30)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih dan gembirakanlah mereka dengan surge yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat: 30)