Minggu, 18 September 2016

"K R I T I K"


         "K R I T I K"

Saya dulu sering  mengkritik orang lain, dengan asumsi menurut saya, saya sendiri sudah merasa benar dan orang yang saya kritik salah.

Mengapa dulu saya sering mengkritik orang lain?
Karena saya percaya dan banyak orang percaya bahwa kritik itu Membangun.

Itulah mengapa sering kita mendengar orang berkata tidak apa asalkan Kritik Membangun.

Setelah usia semakin bertambah, dan saya mulai tertarik untuk belajar tentang buku2 kebijaksanaan, saya terbelalak bahwa sebagian besar buku2 Wisdom mengatakan bahwa sesungguhnya TIDAK ADA kritik yang MEMBANGUN, semua kritik itu bersifat menghancurkan, merusak dan menekan perasaan orang yang dikritiknya.

Sampai suatu ketika saya membaca buku hasil experimen Masaru Emoto dari Jepang, yang melakukan uji coba nasi/beras yang kemudian diletakkan di dalam toples yang berbeda.

Toples yang pertama setiap hari di berikan kritikan terus dan di tempel kertas bertulisan kata yang mengkritik, kemudian toples yang kedua diberi pujian dan motivasi setiap hari.

Dan hasilnya dalam 2-3 minggu, toples pertama yang diberikan kritikan setiap hari membusuk kehitaman sedangkan toples kedua dengan isi yang sama masih berwarna putih bersih tak membusuk.

Penasaran pada penjelasan di buku ini, akhirnya saya meminta para guru di sekolah kami utuk melakukan experimen ini bersama para murid di sekolah. Ternyata benar hasilnya lebih kurang serupa.

Toples yang setiap hari diberikan keritikan oleh murid-murid, lebih cepat rusak, hitam dan membusuk. Dan di sekolah kami mengajarkan para siswa melalui experimen ini agar tidak mengejek, menhujat atau mengkritik sesama teman, dan melatih mereka untuk bicara baik-baik yang tidak mengkritik.

Dan sejak itulah saya belajar untuk tidak mekritik orang lain, terutama anak dan istri saya.

Dan percaya atau tidak hasilnya di luar dugaan, Istri saya jadi jauh lebih perhatian dan wajahnya lebih berbinar dan anak-anak saya jauh lebih baik, ganteng, kooperatif dan sayang pada ayahnya.

Apa yang saya ubah dari diri saya sehingga anak dan istri saya berubah?

Saya ganti kalimat sy yang mengkritik istri dan anak saya dengan ucapan terimakasih padanya setiap kali mereka berbuat kebaikan.

Saya berterimakasih pada istri dan anak saya dan memujinya dan sering kali sambil memeluknya, saat mereka berhasil berhenti dari kebiasaan yang kurang baik.

Yuk mari kita renungkan, malah kalau perlu kita coba melakukan experiment yang sama bersama anak-anak dirumah atau murid-murid kita di sekolah.

So..... masihkah kita percaya bahwa KRITIK ITU MEMBANGUN ?

Masihkah kita percaya ada KRITIK YANG MEMBANGUN?

Masihkah kita mau mengkritik orang lain, terutama suami, istri dan anak-anak kita..?

Tentu saja pilihan itu terserah pada diri kita masing-masing karena hidup ini adalah pilihan bebas berikut konsekuensinya masing-masing.

Tapi coba rasakan dan ingat-ingat lagi apakah dengan sering mengkritik orang lain akan membuat orang yang kita kritik menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya balik mengkritik kita...?

Dan coba lihat apa yang anda rasakan di hati kita pada saat kita sedang dikritik oleh orang lain? Nah perasaan yang sama itulah yang juga akan dirasakan oleh orang lain yang kita kritik.

Semoga Bermanfaat.🙏🏻

UNTUK BAPAK/IBU YG SERING _JENGKEL_ DG SI BUAH HATI*


💖🌺 *UNTUK BAPAK/IBU YG SERING _JENGKEL_ DG SI BUAH HATI* 🌹💟

🕰 *_"HANYA SOAL WAKTU"_*
**

🏘 *Hanya soal waktu...*
Saat rumahmu akan sebersih dan serapih rumah2 dalam majalah2 yang sering kau irikan itu..

Maka... nikmatilah setiap detik letihmu yang harus berpuluh kali membereskan kekacauan yang mereka buat

*Hanya soal waktu...*
Saat mereka tak mau lagi kau gandeng, peluk atau sekedar kau cium rambutnya

Maka... berbahagialah ketika mereka selalu membuntutimu kemanapun kakimu melangkah, meski kadang hal itu mengesalkanmu,
bagi mereka tak ada selainmu

*Hanya soal waktu...*
Saat kau tak lagi jadi si serba tahu dan tempat mengadu

Maka... bersabarlah dengan rentetan pertanyaan juga celoteh riang dari mulut mungil mereka yang kadang membuat dahimu mengernyit atau keasyikanmu terhenti

*Hanya soal waktu...*
Saat mereka mulai _meminta kamarnya masing2_ dan melarangmu mengutak atik segala rupa apa yang di dalamnya

Maka... tahan emosimu dari rengekan manja mereka saat minta kelon atau dongeng sebelum tidur ketika mata 5 wattmu juga meminta  haknya

*Hanya soal waktu...*
Saat mereka menemukan separoh hatinya untuk selanjutnya membangun sarangnya sendiri. Mungkin saat itu posisimu tak lagi sepenting hari ini

Maka... resapilah setiap mili kebersamaanmu dengan mereka selagi bisa

*Karena tak butuh waktu lama menunggu kaki kecil mereka tumbuh menjadi sayap yang kan membawanya pergi menggapai asa dan cita*

*Kelak kau hanya bisa menengok kamar kosong yang hanya sekali dua akan ditempati penghuninya saat pulang...*

Termangu menghirup aroma kenangan di dalamnya dan lalu tercenung *"Dulu kamar ini pernah begitu riuh dan ceria"* Dan kau akan begitu merindukannya

Kelak kau akan sering menunggu dering telepon mereka untuk sekedar menanyakan *"Apa kabarmu ibu, ayah"?*

Dan kau akan begitu bersemangat menjawabnya dengan cerita-cerita tak penting hari ini

*Kelak kau akan merindukan acara memasak makanan kegemaran mereka dan merasa sangat puas saat melihat hasil masakanmu tandas di piring mereka*

*Janganlah keegoisanmu hari ini akan membawa sesal di kelak kemudian hari*

*Kau takkan pernah bisa memundurkannya sekalipun sedetik untuk sekedar sedikit memperbaikinya*

_Karena waktu berjalan..._

Ya... ia berlari...
*Tidak*.... ia bahkan terbang...
*Dan dia tak pernah mundur kembali...*

*:MARI KITA SAYANGI ANAK KITA SEPENUH HATI, SELAGI MASIH ADA WAKTU"*😢😢😢🙏🏼

Selasa, 13 September 2016

AMALAN HARI TASYRIK

💎 *AMALAN HARI TASYRIK* 💎

🌿 Pengertian Hari Tasyrik

Istilah tasyrik diambil dari kata [شرقت الشمش] yang artinya 🌞 matahari terbit.
Menjemur sesuatu, dalam bahasa Arab dinyatakan : [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ].

🚩 Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Ada juga yang menyatakan, bahwa hari tasyrik meliputi empat hari, hari Idul Adha dan 3 hari setelahnya.

📎 Abu Ubaid mengatakan :

📌 Ada dua pendapat ulama tentang alasan penamaan hari-hari tersebut dengan hari tasyrik :

👉 Pertama, dinamakan hari tasyrik karena kaum muslimin pada hari itu menjemur daging kurban untuk dibuat dendeng.

👉 Kedua, karena kegiatan berqurban, tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari.
(Lisanul Arab, 10:173).

🌹Keutamaan Hari Tasyrik

📎 Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.”
(QS. Al-Baqarah: 203).

✔ Yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu hari tasyrik.
Ini merupakan pendapat Ibnu Umar dan mayoritas ulama.

✔ Sementara Ibnu Abbas dan Atha berpendapat bahwa “hari-hari yang terbilang” jumlahnya empat hari; Idul Adha dan 3 hari setelahnya.
(Lathaiful Ma’arif, Hal. 314).

📌 Allah Ta’ala mengistimewakan hari tasyrik, dengan Allah jadikan hari ini sebagai waktu istimewa untuk berdzikir. Sehingga Allah perintahkan kaum muslimin untuk memperbanyak dzikir di hari ini.

📎Dalam hadis dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr.”
(HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A’dzami mengatakan dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah: Sanadnya Sahih).

👉 Yang dimaksud hari ‘al-qarr’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah. Ini berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengatakan :

يَوْمَ الْقَرِّ يَعْنِي يَوْمَ الثَّانِي مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ

“Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”

🌼 Di hari Tasyrik, Dilarang Puasa

Di hari tasyrik, kita dilarang untuk berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai hari makan dan minum, serta banyak berdzikir kepada Allah.

📎 Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.”
(HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

📎 Ibnu Rajab mengatakan :

و إنما نهى عن صيام أيام التشريق لأنها أعياد للمسلمين مع يوم النحر فلا تصام بمنى و لا غيرها عند جمهور العلماء، خلافا لعطاء في قوله : إن النهي يختص بأهل منى

“Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina.”
(Lathaiful Ma’arif, hlm. 509).

✔ Selanjutnya Ibnu Rajab menjelaskan rahasia di balik larangan puasa di hari tasyrik,

📌 Ketika orang-orang yang bertamu ke Baitullah telah mengalami keletihan karena perjalanan berat yang mereka lalui, di samping kelelahan setelah ihram dan melaksanakan manasik haji dan umrah, Allah mensyariatkan kepada mereka untuk beristirahat dengan tinggal di Mina pada hari qurban dan 3 hari setelahnya.

📌 Allah perintahkan mereka untuk makan daging sembelihan mereka. Di saat itulah, mereka mendapatkan jamuan dari Allah, karena kasih sayang Allah kepada mereka.

✔ Sementara itu, kaum muslimin di belahan negeri yang lain, turut menyemarakkanibadah seperti yang dilakukan jamaah haji. Kaum muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

✔ Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan bersama-sama berusaha menggapai ampunan Allah, dengan menyembelih hewan qurban. Setelah itu, mereka bersama-sama merayakan Idul Adha dan hari tasyrik.

✔ Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah, selanjutnya mereka beristirahat, menikmati hidangan daging qurban di hari tasyrik.

📌 Allah syariatkan kaum muslimin untuk menjadikan hari ini sebagai hari makan-makan dan minum, agar mereka bisa membantu mereka untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya.

✔ Dan itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna. Dimana, nikmat yang kita terima, menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.

🌺 Amalan di Hari Tasyrik

✔ Mengingat keistimewaan hari tasyrik, sebagai orang yang beriman, hendaknya kita maksimalkan upaya untuk mendapatkan limpahan rahmat dan pahala dari Allah di hari itu.

✔ Berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Memperbanyak amal soleh dan berbagai bentuk ibadah kepada Allah. Hanya saja, ada beberapa amal yang disyariatkan untuk dilakukan di hari tasyrik :

👉 Pertama, anjuran memperbanyak berdzikir

📎 Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.”
(QS. Al-Baqarah: 203).

Yaitu di hari tasyrik.

📎 Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.”
(HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

✔ Menyemarakkan dzikir pada hari tasyrik, bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya (Lathaiful Ma’arif, 504 – 505) :

📌 Melakukan Takbiran setiap selesai shalat wajib. Ini sebagaimana yang dilakukan para sahabat.

➡ Sebagaimana praktek Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah.
(Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani)

➡ Demikian juga dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar.
(HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: “Shahih dari Ali”).

✔ Mengingat Allah dan berdzikir ketika menyembelih. Karena penyembelihan qurban, bisa dilaksanakan sampai hari tasyrik berakhir.

📎 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Di setiap hari tasyrik, boleh menyembelih.”
(HR. Ahmad, ibn Hibban, Ad-Daruquthni, dan yang lainnya).

✔ Mengingat Allah dengan membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah setelah makan.

📎 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إن الله عزَّ وجل يرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها ، ويشرب الشَّربة فيحمده عليها

“Sesungguhnya Allah ridha terhadap hamba yang makan sesuap makanan kemudian memuji Allah, atau minum seteguk air dan memuji Allah karenanya.”
(HR. Muslim 2734)

✔ Mengingat Allah dengan melantunkan takbir ketika melempar jumrah di haritasyrik. Yang hanya dilakukan jamaah haji.

✔ Mengingat Allah dengan memperbanyak takbiran secara mutlak, di manapun dan kapanpun.

➡ Sebagaimana yang dilakukan oleh Umar radhiyallahu ‘anhu. Beliau melakukan takbiran di kemahnya di Mina, kemudian diikuti oleh banyak orang, sehingga Mina bergetar karena gema takbir. (HR. Bukhari sebelum hadis no.970)

👉 Kedua, memperbanyak berdoa kepada Allah

Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak berdoa di hari ini.

📎 Ikrimah (murid Ibn Abbas) mengatakan :

كان يستحب أن يقال في أيام التشريق : { رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ }

📌 Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik :

RABBANAA AATINAA FID-DUN-YAA HASANAH WA FIL AA-KHIRATI HASANAH, WA QINAA ADZAABAN-NAAR. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 505).

✔ Doa ini kita kenal dengan doa sapu jagad. Dan memang demikian, doa ini dianggap sebagai doa yang isinya mengumpulkan semua bentuk kebaikan dan menolak semua bentuk keburukan. Karena itulah, doa ini menjadi pilihan yang sangat sering dilantunkan oleh manusia terbaik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

📎 Anas bin Malik mengatakan :

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

➡ Doa yang paling banyak dilantunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah RABBANAA AATINAA FID-DUN-YAA HASANAH dst..
(HR. Bukhari 6389 dan Muslim 2690).

✔ Disamping itu, doa merupakan bentuk mengingat Allah yang sangat agung. Berisi pujian dan harapan manusia kepada Tuhannya. Sehingga, hari ini menjadi hari yang istimewa untuk memperbanyak doa.

📎 Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha :

بعد يوم النحر ثلاثة أيام التي ذكر الله الأيام المعدودات لا يرد فيهن الدعاء فارفعوا رغبتكم إلى الله عز و جل

Setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. Karena itu, perbesarlah harapan kalian. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 506).

📌 Demikian, semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa istiqamah dalam menggapai ampunan-Nya.

Allahu a’lam

✒ Ustadz Ammi Nur Baits

Jumat, 09 September 2016

Sharing HS usia SMP

Resume KULWAP ONLINE HSMN Semarang

👰 Narasumber : Bunda Putri Ramdhani
🗓 Hari/Tanggal : Jumat 2 sept 2016
🕰 Pukil : 13.00 - 14.30
📋 Tema : Sharing HS usia SMP

📝 Notulen : Bunda Erny Ratna
🎤 Moderator : Bunda Annissa Albirru
            
*Profil Narasumber    
Putri Ramdhani Catur Setyorini, ibu dr 3 anak, sbb:
1. R.M. Hisan, 14 thn
2. Asma Wafa, 8 thn
3. Hikma Shabrina, 5 thn

Usia 35thn. Suami, Nuke Pratama (42thn).
Aktivitas utama, ibu rumah tangga. Kalau sampingannya banyak, multifungsi 😄         

👑OPENING
HS merupakan salah satu alternatif dalam pendidikan anak usia sekolah. Dalam definisi Diknas, usia wajib sekolah mulai dari 7 tahun. Di bawah 7 tahun, belum wajib sekolah (formal).

Kalau belajar, mulai dr lahir sampai masuk liang lahat, wajib prosesnya. Kalau saya, belajar itu utk mencari hikmah. Sekolah itu utk mencari wawasan.

Pilihan untuk HS banyak latar belakangnya. Setiap orang/keluarga berbeda alasan. Tujuan, visi, misi, target, komitmen, konsekuensi dsb juga berbeda2. Dikembalikan lagi kepada para pelaku HS.

Kalau kami, cukuplah yg terkandung dlm surat Luqman menjadi dasar kami mendidik anak2. Untuk strategi, teknik, metode dsb, disesuaikan dengan keunikan msg2 anak

Contoh dan kisah dari tauladan kita, Muhammad Rasulullah SAW, para sahabat, dan orang2 yg dianggap berhasil mendidik anak2nya menjadi manusia2 yg soleh/hah, berkualitas, dan bermanfaat buat ummat manusia

Satu yg harus kita ingat sebagai orangtua... Anak2 kita adalah pribadi yg berbeda, mereka bukan kita, dan Allah SWT yg Maha Berkehendak, doa yg utama 👍🏻

Tanya jawab
1⃣(Bunda Diah)~mulai HS dr anak pertama langkah pertama persiapan apa aja utk bisa HS mandiri dirmh?               

📝Jawab : Anak saya yg HS yg paling besar, Hisan. Yg Wafa sekolah kls 3 di sekolah komunitas juga. Hikma blm sekolah. Hisan sempat pesantren 1 smt, stlh itu keluar, krn tidak betah, dan ada alasan yg menurut dia prinsipil. Sy ga bisa ungkap. Hanya saja, alasan dia utk keluar pesantren, bagi kami ortunya, alasan yg ga penting2 amat, ternyata bagi dia itu penting dan prinsipil.

Dr sini kami belajar, sbg ortu, oh ya... dia manusia yg berbeda, dia bukan kami. Ada ucapan dia yg masih teringat sm kami... "Ayah, Bunda bukan yg menjalani, tapi Hisan yg menjalani, yg di pesantren Hisan, bukan kalian"

Persiapan nya, terus terang, sy cari komunitas. Alhamdulillah ketemu HSMN. Banyak belajar jg dr Bu Ida, Mbak Mey, dan Teh Patra. Baca2 pengalaman orang, habis itu ya langsung nyebur...

Kedua, saya dan suami sepakat dulu mau HS. krn sy butuh bantuan dr suami kalau emang kita mau HS.

Ketiga, rapat bertiga sm Hisan. Buat SWOT dlm HS.
Keempat, buat komitmen dan konsekuensi dg Hisan. Kelima, rapat dg anggota keluarga yg lain. Setelah siap, kita jalani.

Hisan pernah jenuh? Pernah komplain, ya kami tantangin lagu maunya gimana. Kami evaluasi, perencanaan  dan habis itu dia semangat lagi. Dia belajar pelajaran yg di UN kan saja.

Tambahannya: bahasa pemrograman, hafalan AQ, panahan, bahasa asing (Jerman).
Krn HS SMP, dia bisa mandiri belajarnya. Kami cuma kasih kisi2, dan dasarnya, dia bisa pendalaman sendiri. Kl ada yg ga ngerti, baru diskusi✅

2⃣(bunda dilla)~bgmn tanggapan kluarga besar dan bgmn mnyikapi kluarga yg kontra dgn HS? Kmudian apa saja garis besar materi yg diajarkan? Trmksh.

📝 Jawab:  Keluarga besar yg komplain  dr kakek neneknya. Dr pihak suami kan akademisi banget, bahkan sempat terucap, mosok ayah nya S2 Jerman, anaknya ga sekolah... 😂. Tapi krn kami sudah komitmen maju terus pantang mundur... jd cuek aja.

Hisan sempat bermasalah dg neneknya, tapi ya itu sbg pembelajaran juga buat Hisan, kami, dan neneknya. Alhamdulillah, bude2 dan bulek2 nya mendukung, jadi kami juga dibelain sm mereka. Hisan nya dikuatkan, disemangatin, didukung.

Saudara sy perempuan semua, pun dg ayahnya. Alhamdulillah, sekarang dah kondusif. Hisan juga cuek. Utk teman2nya, alhamdulillah tidak ada yg ngebully 😁

Garis besar materi, aqidah, akhlak, ibadah. Itu Bun. Untuk materi pelajaran sekolah Yg di UN kan. IPA, IPS, Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris, Matematika✅                           

3⃣ bunda ayu)~ sy blm memutuskan utk HS krn memang usia anak sy masih 5th..Tp kelihatannya itu yg dia minta,jd sy mulai mencari tahu yg harus sy lakukan..

Yg sy tanyakan,bgmn dgn pergaulan dan sosialisasi Hisan?Lalu bgmn tipe Hisan mba?Apakah anaknya suka berteman dgn banyak org atau suka pertemanan yg sedikit orang tp intens dan dekat?
terimakasih.

📝  Jawab: Usia 5 masih santai ya... sy termasuk yg santai. Target anak balita, bisa ngaji, bisa baca sendiri, bisa wudhu, bisa sholat, ke masjid sm teman2 😊
Hisan termasuk yg mudah bergaul. Dia tipe pengamat. Jadi kl sm teman2 nya, dia tuh kalem, termasuk yg disukai juga sih... maksudnya, krn dia diem, sekali dia bicara, teman2nya biasanya nurut. Dia tipe yg sedikit teman, tapi intens 👍🏻😊
Itu warisan pendidikan dr orangtua saya. Sedikit menambahkan, kami termasuk yg berprinsip, anak2 bisa mengaji AQ dan baca harus dr ortunya✅

4⃣ (bunda yulia)~ perlukah ada semacam latihan soal seperti tes kalo dalan sekolah formal?.

📝 Jawab : perlu Bun
Sekarang sedang kami evaluasi. Untuk mengetahui sejauh mana daya tangkap materi dan pemahaman akan soal2 yg ditanyakan.

Krn sekarang dah kelas 9, dan dia mau punya ijazah. Jadi kami mulai latihan mengerjakan soal dg target waktu. Krn paham yg ditanyakan bisa jadi salah satu tolok ukur pemahaman materi yg disampaikan.

5⃣(bunda erny)~Boleh mnta gmbaran  kurikulum hs bunda putri utk putra/iny sprti apa. Dan anak anakany ikut komunitas kah utk asah pergaulan sosialnya, dan bila ikut sejak kapan?

📝 Jawab: komunitas ikut HSMN aja. Krn td itu, tipe Hisan senang yg sedikit teman tp dekat, tenang, drpd yg banyak, heboh, tp ga ada bonding nya. Dia ikut klub panahan. Disitu dia bergaul sm bapak2, ibu2, teman sebaya, adik2, dsb. Dan dia suka ikut panahan

Kurikulum utk Hisan, mengacu ke Diknas. Yg menarik temanya, kita dalami. Yg dia ga tertarik, ya secukupnya aja.

Kl utk Wafa, sekolahnya sekolah komunitas. Kurikulum nya mengacu ke Diknas juga, tp mirip HS. Belajar yg di UN kan saja (pelajaran inti), tahfidz, keterampilan dan ketangkasan. Kurikulum bisa berubah sesuai kebutuhan peserta didik.

Kalo utk Hikma, ga pakai kurikulum 😁. Lebih ke pembiasaan sholat, wudhu, ke masjid. Alhamdulillah Hikma sudah bisa baca dan mengaji di usia 5 ini. Paling telat dibanding kakak2nya. Soalnya Hikma ini agak ngeyel, kl udah ga mau, dia konsisten utk ga mau 😂agak susah dibujuk ✅

📒Penutup dan Kesimpulan:

1. Santai dalam belajar. Ingat, target ortu belum tentu target anak.

2. Tiap anak unik. Jangan samakan. Jangan paksakan.

3. Kl sudah memutuskan HS, konsisten, komitmen smp tuntas. Siap utk bongkar pasang sesuai kebutuhan. Jangan membandingkan antar anak. Karena tiap anak istimewa.

4. Allah SWT sebaik2 penjaga dan pemelihara. Maka, serahkan kembali kepada Nya. Kita cuma berusaha.       

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅🔆hsmn🔆🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥facebook.com/hsmuslimnusantara

📷 instagram: @hsmuslimnusantara

🐤 twitter: @hs_muslim_n

🌐 web:
hsmuslimnusantara.org

Kamis, 08 September 2016

LAMBANG GERAKAN PITUAN PITULUNG (PITUNG) BERDASARKAN KITAB AL FATAWI

LAMBANG GERAKAN PITUAN PITULUNG (PITUNG) BERDASARKAN KITAB AL FATAWI

Pitung atau Pituan Pitulung adalah salah satu organisasi perlawanan rakyat Jakarta yang dibentuk pada tahun 1880 Masehi oleh Kyai Haji Naipin atas saran dari Pejuang Jayakarta dan Sesepuh adat Tempo Dulu. Kyai Haji Naipin adalah seorang yang alim dan juga dikenal sebagai salah satu ahli silat yang handal di kawasan Tenabang.

PITUNG didirikan setelah seluruh anggotanya melewati beberapa tes seperti ujian jurus terakhir  illmu  silat, ujian ilmu agama yang sudah mereka pelajari, ujian ilmu tarekat serta diakhiri dengan khataman Al-Qur'an yang diikuti oleh 7 santri terbaik Kyai Haji Naipin. Setelah dinyatakan lulus maka ketujuhnya dibaiat untuk selalu setia dalam jihad fisabillah, setia terhadap persahabatan, selalu menolong rakyat dan hormat dan patuh terhadap orangtua, ulama dan sesepuh adat.

Nama Pitung yang berarti 7 Pendekar Penolong, mengambil dari inspirasi Surat Al Fatehah yang terdiri dari 7 ayat. Oleh karena itu ke 7 Pendekar ini selalu ditekankan untuk terus menghayati dan mengamalkan kandungan Surat Al Fatehah dalam setiap perjuangan mereka.

Diantara ke 7 Pendekar itu maka kemudian dipilihlah yang paling terbaik untuk menjadi pemimpin, jatuhlah pilihan itu kepada salah satu murid yang paling dicintai KH Naipin yaitu Radin Muhammad Ali Nitikusuma. KH Naipin memang sangat sayang pada sosok ini,  karena sejak kecil Radin Muhammad Ali adalah seorang Yatim dan beliau juga tahu bagaimana kisah terbunuhnya ayah Muhammad Ali. Sedangkan ibunya telah menikah lagi dengan salah seorang duda yang mempunyai anak yang berada di daerah Kemanggisan. Kasih sayang ulama sufi ini juga sangat wajar karena dia adalah paman Radin Muhammad Ali.

Beliau Radin Muhammad Ali Nitikusuma adalah sosok yang alim dan soleh, pewaris silat Kyai Haji Naipin dan silat-silat warisan pejuang Jayakarta. Beliau dikenal sebagai sosok yang tegas dan pantang kompromi dengan penjajah kafir. Ayahnya syahid dibunuh penghianat bangsa yang diantaranya para Tuan Tanah China dan centeng-centeng bayarannya, harta bendanya dirampas dan keluarga besarnya banyak yang diburu dan difitnah. Beliau yatim sejak umur dua tahun. Di mata penjajah sosok ini lebih dikenal sebagai perampok daripada pejuang.

Orang kedua yang juga tidak kalah hebatnya adalah Ratu Bagus Muhammad Roji'ih Nitikusuma. Dialah otak dibalik semua strategi perlawanan gerakan Pitung. Dikenal licin dan sulit untuk ditangkap. Namanya sering disebut sebagai Ji'ih. Sosoknya alim dan Soleh dan dikenal sangat keras perlawanannya terhadap penjajah kafir. Dia tidak seperti yang digambarkan dalam beberapa film. Dia justru sangat cerdas dan penuh perhitungan.

5 orang lagi juga tidak kalah hebatnya, mereka adalah Abdul Qodir, Abdus Shomad, Saman, Rais, Jebul ( Ki Dulo/Abdulloh).  Salah satu dari mereka yaitu Bang Jebul  dengan hanya berapa gebrakan jurus "Sira Macan" bahkan pernah membuat babak belur Schout Van Hinne dalam sebuah adu tanding silat di Tangerang sehingga dari kejadian inilah Hinne menjadi sangat dendam terhadap semua anggota Pitung karena merasa telah dipermalukan di depan khalayak ramai. Hinne juga pernah kena batunya saat semua Anggota Pitung menangkapnya di daerah Jelambar. Disini dia dan pasukan marsosenya dihajar habis-habisan. Pasukan Marsosenya yang terkenal sadis lari terbirit birit ketika berhadapan dengan Pitung. Anggota Pitung kesal karena Hinne ini memfitnah Pitung dan mengancam beberapa orang yang pro terhadap perjuangan Pitung. Tapi semua anggota Pitung masih memberikan kesempatan dia hidup dengan catatan dia tidak menindas rakyat dan tidak memfitnah Pitung sebagai gerombolan perampok.

Seperti pada sebuah perjuangan pasti ada resiko..dua orang anggota Pitung yaitu Jebul dan Saman pada tahun 1896 pernah tertangkap  dan dipenjarakan di Glodok. Namun mereka berhasil meloloskan diri bahkan berhasil membunuh beberapa marsose. Beberapa anggota Pitung juga harus mengalami mati syahid.  Dji'ih tertembak tahun 1899 Masehi, jenazahnya masih bisa diselamatkan. Radin Muhammad Ali syahid ditembak tahun 1905 Masehi. Beliau ditembak bertubi tubi oleh para Marsose sampai akhirnya rubuh, namun sampai detik detik kematiannya dia tidak menyerah dan terus bertakbir.

Setelah Syahid jasad Muhammad Ali dimutilasi penjajah kafir melalui para inlander yg menjadi "anjing anjing penjajah" yang rela menindas saudaranya sendiri. Jasad Muhammad Ali yang tidak sempurna kemudian disholatkan oleh para alim ulama di kawasan Slipi dan sekitarnya untuk kemudian dimakamkan di daerah Bandengan. Para ulama dan sesepuh yang berada di daerah Jipang Pulorogo (Slipi, Palmerah, Rawa Belong, Kemandoran dan sekitarnya) sangat berduka dengan kematian salah satu pejuang terbaik mereka.

Pitung adalah fakta sejarah, kisah mereka tercatat dalam kitab Al Fatawi, kisah mereka adalah kisah perlawanan kaum muslimin yang tertindas oleh penjajah kafir dan antek anteknya  Mereka adalah Mujahid Sejati yang membela agama Islam dan rakyat Jakarta, mereka bukan Perampok, mereka orang orang terpelajar dan juga mengerti tentang dunia politik yang diterapkan penjajah.

Kisah mereka tentu tidak akan pernah sesuai dengan kisah yang berasal dari penjajah kafir baik itu melalui koran mereka ataupun para sejarawan kolonialis yang memang bekerja untuk kepentingan penjajah. Penjajah pada masa itu dengan politik devide et imperanya bahkan berusaha untuk menciptakan Pitung-Pitung palsu untuk memancing Pitung Pitung asli keluar dari persembunyian. Bahkan saat syahidnya Radin Muhammad Ali , salah satu fihak yang menjebaknya mengaku sebagai Pitung asli.

Para anggota Pitung adalah manusia biasa, mereka tidak mempunyai ilmu macam-macam apalagi sampai memakai jimat seperti yang disebarkan beritanya oleh Belanda kalau Pitung Sakti mandraguna. Isu peluru emaspun dibuat-buat dan disebarkan kepada masyarakat agar Radin Muhammad Ali dianggap sosok sakti namun ternyata Belanda ternyata bisa membunuhnya, Belanda menciptakan cerita fiktif seperti ini agar masyarakat semakin takut. Jasadnya sengaja dimutilasi agar masyarakat kehilangan jejak sejarahnya dan juga tidak bisa lagi menziarahi makamnya. Namun sekalipun jasadnya terpencar kisah kepahlawanan pejuang tangguh ini tidak akan pernah hilang dari tanah Jakarta ini...

Kematian dua orang dedengkot Pitung tentu mengguncangkan perasaan keluarga besar mereka  yang ada di wilayah Jipang Pulorogo (kini merupakan daerah Slipi, Palmerah, Kemanggisan, Rawa Belong, Kemandoran dan sekitarnya), sehingga akhirnya banyak dari mereka yang trauma dan menutup diri terhadap fihak luar (terutama oknum-oknum pendatang yang telah setia menjadi "anjing-anjingnya penjajah") Mereka betul-betul semakin terpukul karena kematian dua orang Mujahid itu telah melibatkan oknum-oknum bayaran pribumi yang disewa para tuan tanah china dan penjajah kafir..lagi-lagi politik devide et impera dimunculkan.

Pasca kematian dua orang tokoh utama Pitung, penjajah semakin gencar membuat berita dan kabar bohong tentang Pitung, digambarkan kalau Pitung itu identik dengan ilmu-ilmu yang aneh dan senang pakai jimat, padahal semua anggota Pitung hanya diajarkan ilmu beladiri dan juga ilmu ilmu agama seperti Ilmu Tafsir, Ilmu Fiqih, Ilmu Hadist, Ilmu Tassawuf, Ilmu Tauhid,  Ilmu Alat dan juga pengetahuan tentang strategi-strategi perlawanan. Mereka juga melek terhadap dunia politik yang berkembang pada masa itu, sehingga karena lengkapnya pengetahuan mereka, penjajah menghabisi gerakan ini sampai ke akar akarnya yang salah satunya dengan cara menghancurkan sejarah asli Pituan Pitulung, tidak heran ada kabar bahwa Pitung katanya orang China, Pitung katanya dari daerah luar, padahal semua anggota Pitung pribumi asli Jakarta yang sudah menetap ratusan tahun.

PITUAN PITULUNG....1 untuk 7....7 untuk 1

7 Golok adalah jiwa kesatria mereka
Allah SWT Dasar hidup mereka
Rasulullah SAW panutan suci mereka

Al Fatehah untuk KH Naipin, Asy-Syahid Radin Muhammad Ali Nitikusuma, Asy-Syahid Ratu Bagus Muhammad Roji'ih Nitikusuma, Abdul Qodir, Abdus Shomad, Rais, Saman, Abdullah (Jebul)

Disarikan dari KITAB AL FATAWI yang dtulis ulang dari tulisan lama ke dalam bahasa arab melayu oleh Al Allamah Asy-Syekh KH Ratu Bagus Ahmad Syar'i/Kumpi Syari/Babe Betawi) atas perintah Guru Mansur Sawah Lio tahun 1910 Masehi di Jakarta.

PRINSIP-PRINSIP DASAR TENTANG ANAK

PRINSIP-PRINSIP DASAR TENTANG ANAK

Oleh :  KH Rahmat Abdullah (alm)

1. Anak2mu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak2mu bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah.. #QS.28:68, QS.42:49-50.

2. Karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yang harus ditunaikan..#QS.8:27-28.

3. Orangtualah yang ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya..#QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24.

4. Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh2lah. #QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78.

5. Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak2mu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak2 yang sholeh terbebas dari neraka..#QS.66:6, QS.46:15.

6. Jangan berharap kebaikan dari anak2mu, bila tidak mendidik mereka menjadi anak2 yang sholeh..#QS.11:46, QS.19:59.

7. Jangan berharap banyak pada anak2mu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya..#QS.17:24.

8. Didiklah anak2mu sesuai fitrahnya..#QS.30:30.

9. Janganlah menginginkan anak2mu sebagai anak2 yang sholeh sebelum engkau menjadi sholeh lebih dahulu..#QS.61:2, QS.66:6.

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau memberi hak anak2mu..#QS.1:5.

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atasmu..#QS.2:83, QS.4:36, QS.6:151, QS.17:23-24.

12. Berbuat baiklah kepada anak2mu, bahkan sebelum mereka diciptakan. (Mencari ibu yang baik, mempelajari ilmu pengasuhan, dll)

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh2lah dalam mendidik..#QS.11:93.

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu..#QS.15:99

Barokallahufiikum...

Senin, 05 September 2016

Mandiri dan Bertanggung Jawab Sejak Kecil

Mandiri dan Bertanggung Jawab Sejak Kecil

Semua orangtua tentu mengatakan kalau mereka ingin anaknya berkembang. Tetapi tidak sedikit perilaku kita yang ternyata malah membuat anak-anak menempel erat dan sangat bergantung pada orangtuanya.
Ya, misi hidup anak-anak adalah memperoleh kemandirian. Jadi, kalau ia sudah mampu menata mainannya, meletakkan piring makannya di tempat cuci piring, dan pakai baju sendiri, biarkanlah mereka melakukannya. Memberi anak tanggung jawab sangat baik untuk mengembangkan rasa percaya dirinya - dan sekaligus membuat Anda tidak kewalahan mengurus semua hal.

Langkah awal mengajarkan kemandirian pada si kecil adalah: beri anak kesempatan! Biarkan ia melakukan berbagai hal yang ingin dan boleh (secara normatif) dilakukan anak-anak.
Coba Anda ingat saat si kecil berusia 6 bulan. Ketika itu, Anda perhatikan tangan si kecil berusaha untuk menggapai-gapai sesuatu. Nah, sebenarnya pada usia tersebut, ia sudah ‘belajar’ mandiri. Namun masalahnya, Anda mendukung atau malah menghambatnya? Karena kadangkala yang menghambat kemandirian si kecil justru orangtuanya, yang sering merasa tak ‘tega’ membiarkan anaknya berusaha sendiri. Mungkin dalam pikiran Anda bersemayam rasa kasihan atau menganggap si anak masih terlalu kecil untuk melakukan hal tersebut. Padahal, memberikan sedikit kesempatan kepadanya memungkinkan ia untuk belajar berusaha sendiri.

Awali dengan hal sederhana. Mengajarkan anak agar menjadi pribadi yang mandiri dapat dimulai dengan hal sederhana. Coba biasakan si kecil melakukan hal-hal berikut ini!

Latih anak untuk makan sendiri, walaupun masih belepotan. Usia boleh masih sangat kecil namun belajar makan sendiri tidak ada salahnya dilakukan sedini mungkin.

Biarkan anak mandi sendiri. Tapi jangan lupa setelah itu dicek kembali kebersihannya. Kalau masih ragu, boleh sambil diawasi.
Ajarkan pakai baju dan celana sendiri setelah mandi. Keringkan badannya dengan handuk, setelah itu biarkan ia mengenakan pakaian sendiri. Ajarkan si kecil untuk menaruh kembali handuk di gantungan handuk agar mudah kering dan tak repot mencarinya bila hendak mandi.

Merapikan mainan setelah selesai bermain. Walaupun keadaannya seperti kapal pecah biarkan saja. Terapkan rasa tanggung jawab, seiring waktu berjalan anak akan terbiasa membereskan segala sesuatu miliknya.

Membereskan buku dan meja belajar sendiri. Usai belajar jangan lupa merapikan buku, tata kembali di tempat semula dan matikan lampu belajar setelahnya. Sebelum berangkat ke sekolah esok paginya, biarkan ia menyiapkan buku-buku dan alat tulisnya ke dalam tas sekolah. Jangan lupa untuk mencek kembali kelengkapannya.

Jangan biasakan anak berteriak tiap kali membutuhkan sesuatu. Contohnya “Mbak... minum!” Kalaupun harus meminta bantuan, ajarkan padanya untuk mengucapkan kata tolong. ‘Tolong ambilkan minum Mbak...”

Memakai kaus kaki dan sepatu sendiri. Terapkan hal ini secara rutin ketika si kecil hendak pergi ke luar rumah, baik ke sekolah ataupun pergi ke tempat lain.

Merapikan sepatu. Selesai bepergian jangan lupa katakan pada buah hati Anda agar tak lupa untuk menaruh sepatu di tempat yang sudah disediakan.

Menaruh pakaian kotor di tempat cucian setelah dipakai. Ibu dan Ayah dapat mencontohkan hal ini kepada anak. Semakin sering ia melihat perilaku baik orangtua maka anak akan mendapatkan teladan baik.

Tidak ditunggui di sekolah. Biasakan tidak menunggui anak ketika bersekolah, kecuali pada masa penyesuaian sekitar dua minggu pertama di sekolah baru.

Membantu pekerjaan rumah tangga. Bila sudah agak besar, latih ia untuk membantu Ayah dan Ibu di rumah. Tak ada salahnya ia belajar untuk mencuci piring, sendok dan gelas setelah selesai makan. DB

#SelfReliance #Responsibility