Rabu, 03 Agustus 2016

Memudahkan Anda Mencari* *Ilmu Seputar Islam)

📝INFO

*⛔SAATNYA TIDAK TERGANTUNG LAGI DENGAN "MBAH" GOOGLE*❌

           👉 *Yufid.Com* 👈

*(Memudahkan Anda Mencari*
         *Ilmu Seputar Islam)*

         Apa sih yufid.com itu?

        👉 *Www.yufid.com* 👈

🌂adalah salah satu situs pencari ilmu-ilmu Islam. Misalnya kita pengen tahu, "Bagaimana cara shalat yang benar?", maka carilah di yufid.com.
Atau, "Apa arti Islam?" maka bisa juga search pakai *yufid.com*.

🌂Tagline-nya: Mesin Pencari Ilmu-Ilmu Pengetahuan Bermanfaat dari Sumber Terpercaya.

🌂Sistem kerja *yufid.com* ini sebenarnya berbasis data Google. Bedanya, daftar di Google masih campur-campur. Buaanyaak bener.

🌂Kalau di *yufid.com*, daftar situs itu sudah tersaring. Mirip kayak saringan teh kali ya, supaya ampas enggak ikut masuk ke gelas.
Tujuannya, mempermudah pengguna mencari ilmu yang terpercaya. Sesuai tagline-nya.

🌂Apa manfaat menggunakan *yufid.com*?
Yang jelas, hemat waktu. Mungkin Anda pernah merasakan kena "jebakan betmen" oleh situs yang cuma cari hits. Kadang, info yang kita cari justru tidak ada di situs tersebut. Tapi, kok bisa-bisanya dia muncul di halaman pertama Google? Bolak-balik jadinya, cari situs lain yang lebih valid. Nah, dengan yufid.com, insyaallah kejadian itu tidak akan Anda alami.

🌂Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yufid.com memang khusus mendata situs-situs Islam yang pas jadi rujukan. Jadi, Anda tak perlu buang-buang waktu mondar-mandir mencari situs yang menyajikan informasi Islam yang Anda perlukan.

🌂Manfaat lainnya, hemat duit. Kok bisa? Ya iyalah, pakai internet itu 'kan perlu duit. Semakin banyak situs yang harus kita pilah-pilih, otomatis kuota internet semakin berkurang dong. Beli kuota internet 'kan pakai duit. Iya, enggak?

🌂Siapa pengelola yufid.com?
Kalau pengelola dan perintis Google, jelas kita sudah tahu (kalau belum tahu, bisa googling). Nah, kalau pengelola yufid.com, siapa?

🌂Pertanyaan Anda insyaallah bisa terjawab di situs resmi mereka, *www.yufid.org*. Di situs tersebut, mereka membuka jati dirinya. Jadi, bagi Anda yang penasaran dengan yufid.com, langsung aja meluncur ke: www.yufid.org.

🌂Oh ya, satu hal lagi, selain yufid.com, ada juga beberapa situs Islam yang dikelola oleh Yufid, Inc.

Boleh juga nih dikunjungi:

*🌏Aqidatuna.com*
*🌏CaraSholat.com*
*🌏KonsultasiSyariah.com*
*🌏Kajian.net*
*🌏KhotbahJumat.com*
*🌏KisahMuslim.com*
*🌏Nasehat.net*
*🌏PengusahaMuslim.com*
*🌏SahabatNabi.com*
*🌏Yufid.tv*
*🌏Yufidia.com*
*🌏YufidEdu.com*
*🌏Syaria.com*
*🌏WhatIsQuran.com*

Alhamdulillah, lumayan komplit. Kebutuhan sekeluarga bisa terpenuhi, Insyaallah.

🕋Bapak dapat tugas khutbah jumat di Masjid, bisa buka *KhotbahJumat.com*; insyaallah dapat materi khutbah yang bagus dan terpercaya.

🕋Ibu pengen variasi cerita untuk dibacakan ke si kecil, buka aja *KisahMuslim.com*.

🕋Orang tua mau tambah ilmu untuk aktivitas belajar anak di rumah, silakan kunjungi *YufidEdu.com*.

🕋Mau unduh (download) rekaman pengajian Islam, ada di *Kajian.net*.
Seisi rumah bisa semakin cinta dengan para shahabat Nabi radhiyallahu 'anhum. Kunjungi *SahabatNabi.com*.

🕋Kakek dan nenek ingin nonton di rumah, buka aja *Yufid.tv*

🕋Mau belajar Islam sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris? Ada *Syaria.com* dan *WhatIsQuran.com*.

Semoga informasi di atas bermanfaat..

Wallaahu a'lam bishshawab..

Selasa, 02 Agustus 2016

MASUK SD, BUKAN HANYA TENTANG CALISTUNG - yws

"Tante, bisa ngetes anak buat masuk SD?"

"Ngetes apa maksudnya?"

"Iya ini anakku udah 6 tahun, tapi kok aku masih deg-degan. Ni anak bisa gak ya masuk SD. Gurunya nyuruh dites aja, katanya ..."

"Tes mah gampang. Yang jauh lebih penting itu bagaimana kita menyiapkan anak untuk siap masuk SD"

"Apa yang musti disiapin?"

"Gini, kita lihat dulu aktivitas di SD itu apa saja. Belajar di kelas, main bareng sama teman dan ada kemandirian minimal yang perlu dicapai. Apalagi kalau SD-nya full day school"

"Kemandirian minimal itu, gimana maksudnya, Tante?"

"Kita lihat satu-satu ya. Belajar di kelas, berarti anak sudah mampu untuk konsentrasi dalam batas waktu tertentu. Mau mendengar guru bicara. Mampu duduk diam. Gak ganggu temannya waktu belajar. Sabar menunggu temannya yang lambat. Tapi bisa mengejar juga kalau temannya lebih cepat kerjanya. Motorik halus sudah lumayan karena dia akan banyak menulis atau menggambar. Memahami bentuk sudah paham karena dia akan banyak membaca. Konsep dasar berhitung juga perlu dikuasai. Dan kelengkapan kemampuan lainnya yang dibutuhkan untuk mengikuti proses belajar di SD dengan lancar."

"Aduh, anakku ada yang bisa ada yang belum itu. Dia masih suka gak konsen dan gak sabaran. Kalau sudah bosan dan gak sabar dia akan keliling dan lari-lari di kelas."

"Nah, itu salah satu PR--nya. Yang kedua, terkait sosialisasi dan kendali emosi. Bisa gak si adek main bareng teman-temannya. Gak rebutan atau maksa. Tapi gak menyendiri juga. Bisa gak dia mengendalikan emosi, gak gampang marah atau nangis. Bisa gak dia bicara dengan baik untuk mengungkapkan pendapat dan mengekspresikan perasaannya?"

"Aduh, dia masih suka main rebut aja kalau ada maunya. Gak minta izin dulu. Sering berantem jadinya kalau main ..."

"Oke itu PR kedua. Berikutnya adalah kemandirian minimal yang tadi Tante sebut. Maksudnya adalah, anak perlu memiliki ketrampilan bantu diri, bahasa kerennya self help skill sesuai usianya. Sudah bisa makan sendiri belum? Kan gak mungkin minta disuapi gurunya terus-terusan. Sudah bisa pakai baju dan celana sendiri belum? Termasuk yang rada rumit itu mengancingkan kemejanya. Kalau belum bisa, repot nanti setelah pelajaran olah raga ganti bajunya. Sudah bisa menjaga dan merapikan barang, buku, tempat minum, pensil dll? Juga sudah bisa buang air sendiri di toilet atau belum? Dari mulai masuk sampai keluar kembali dari toilet dengan bersih dan kering?

"Aduh ... anakku baru bisa sampai "Ma ... udah ..." Lalu harus diceboki orang gede"

"Nah itu PR lumayan besar selain PR-PR lainnya. Toilet training harusnya sudah beres pada usia anak TK. Gak mungkin lah kita ngandelin guru atau penjaga sekolah untuk nyebokin anak kita. Ini beresiko sekali. Maksudnya sangat beresiko, karena terkait dengan "Body Integrity" dan juga menghindari pelecehan seksual. Anak harus sudah tahu bahwa alat kelaminnya tidak boleh dilihat dan dipegang-pegang orang lain pada usia TK."

"Aduh ... aduh ... banyak bener PR-nya ..."

"Hehe ... gak apa, pelan-pelan dilihat lagi. Gak usah dipaksain masuk SD kalau memang masih cukup banyak PR yang perlu diselesaikan. Apalagi SD sekarang banyak yang "achievement oriented". Peluang ongkos emosinya akan lumayan besar.

Gitu ya, jadi  buat list mana kemampuan yang sudah bisa dan mana yang belum bisa. Kemudian buat rencana untuk membuat bisa. Mana yang bisa diselesaikan oleh gurunya di TK, dan mana yang tetap menjadi tugas kita sebagai orang tua. Insya Allah kamu sama suami bisa ...  :) "

*Masuk SD bukan melulu bicara calistung.
*IQ tinggi tidak selalu paralel dengan kematangan dan kesiapan sekolah

alamat youtube Tutorial e-Learning

Copas informasi
Sumber : pak Tagor Alamsyah Harahap
Kepada Yth. Bapak/Ibu guru di Seluruh Indonesia
Kami informasikan alamat youtube Tutorial e-Learning untuk peserta Guru Pembelajar yaitu :
https://www.youtube.com/watch?v=7VzOXKdsX88
https://www.youtube.com/watch?v=6XRdFJ8qZtA
Aplikasi guru pembelajar adalah aplikasi online yang digunakan untuk belajar apa itu program peningkatan Kompetensi Guru melalui Guru Pembelajar?. Saat ini Kemdikbud sudah melaksanakan pelatihan guru untuk dijadikan sebagai Instruktur Nasional (IN) yang akan membimbing guru yang ikut program Guru Pembelajar. Selanjutnya semua guru yang sudah ikut UKG boleh ikut program peningkatan komnpetensi ini. Bagi guru yang punya kemampuan komputer minimal bisa menggunakan internet akan kami arahkan ikut moda daring, sedangkan yang pemahaman komputernya masih belum begitu baik dapat mengikuti program guru pembelajar dengan moda kombinasi yaitu daring dan tatap muka. Dalam waktu dekat ini kami akan meminta para guru ikut registrasi online tentang moda apa yang akan diikuti. Semua kegiatan peningkatan kompetensi melalui guru pembelajar akan dibiayai oleh pemerintah khususnya biaya internet untuk akses ke aplikasi Guru Pembelajar. Gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi karena guru harus kompeten dan program Guru Pembelajar ini adalah salah satu media peningkatan komnpetensi yang disiapkan oleh Pemerintah. Tolong disebarluaskan ke teman2 sejawat agar tidak melewatkan program Guru Pembelajar ini. Informasi tentang program guru pembelajar bisa ditanyakan langsung ke P4TK terdekat atau ke alamat website P4TK
1. www.p4tkipa.org/fas.php
2. http://tkplb.org/
3.http://www.tedcbandung.com/
4.http://pppptkbahasa.net/
5.http://www.p4tkpenjasbk.or.id/
6.http://p4tk-bispar.net/web-bispar/
7.http://p4tksb-jogja.com/arsip/
8.http://p4tkmatematika.org/
9.http://p4tkpknips.org/
10.http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/
11.http://p4tkmedan.or.id/v1/
12.http://vedca.net/
13.http://kptk.or.id/
14.http://lppks.kemdikbud.go.id/
15.http://gtk.kemdikbud.go.id/

Selasa, 26 Juli 2016

AGAR ANAK HAFAL AL QURAN SEBELUM USIA 7 TAHUN

AGAR ANAK HAFAL AL QURAN SEBELUM USIA 7 TAHUN
Saudaraku, inilah kiat-kiat praktis mendidik putra-putri kita hafal Al Quran sebelum usia 7 tahun.
Disampaikan oleh:
Syekh Dr. Kamil Al Labudi.
29 Ramadhan 1437 H.
Kiat-kiat ini disampaikan beliau berdasarkan pengalaman beliau dalam mendidik ketiga putra/putri beliau hafal Al Quran 30 juz dalam usia 4,5 tahun. Semua putra/putri beliau hafal Al Quran 30 juz sebelum usia mereka 5 tahun.
1. Tabarok hafal 30 juz ketika usianya 4,5 tahun.
2. Yazid hafal 30 juz ketika usianya 4,5 tahun.
3. Zainah hafal 30 juz ketika usianya 5 tahun.
Inilah kiat-kiatnya:
1. Ketika anak kita lahir, dari usia 1 hari perdengarkan Al Quran setiap harinya 1 juz dan ulangi sebanyak 5 kali.
Ulangi terus selama satu bulan. Jadi dalam waktu 1 bulan 1 juz di ulang sebanyak 150 kali. Maka waktu yang diperlukan untuk menamatkan memperdengarkan Al Quran sebanyak 30 juz hanya 30 bulan, yaitu 2,5 tahun. Ketika anak kita usianya 2,5 tahun dia sudah mendengarkan Al Quran 30 juz sebanyak 150 kali.
2. Pilihlah bacaan dari para Masyayikh, para Qori yang terkenal bacaannya fasih, seperti Qori Syekh Mahmud Kholil Al Hushori, Syekh Shiddiq Al Minsyawi, dll. Atau para Qori ll.
3. Ketika anak kita sudah tamat mendengarkan bacaan Al Quran 30 juz, maka ajarkan hafalan kepadanya. Sehari setengah halaman atau satu halaman, ulangi setiap harinya sampai 5 kali.
4. Buat cara yang menarik untuk anak kita agar mau menghafal, berikan hadiah ketika bisa mencapai target.
5. Doa kepada Allah ta'ala agar dimudahkan dalam membimbing anak kita dalam proses menghafal Al Quran 30 juz.
Dengan metode seperti ini, hanya perlu waktu 1,5 tahun anak kita hafal Al Quran 30 juz.
Semoga Allah anugerahkan kepada semua keluarga kita menjadi Ahlul Quran dan semoga putra-putri kita hafal Al Quran 30 juz dan berakhlaq dengan akhlaq Al Quran. Aamiin.
Kami posting disini berharap content ini bermanfaat buat anda dan kita semua.
Catatan khusus, kalau anaknya sudah terlanjur dewasa, saran saya ya BUAT ANAK lagi aja

Kulwap baking soda

Sumber : HSMN Depok 2
Pemateri : Erry Jurnal Misiki
Waktu diskusi : Selasa, 15 Maret 2016
Materi diskusi : Baking Soda
Moderator : Ayu Ratih
Notulen : Fian

Bismillahi rahmanir rahim..
Assalamua'alaykum wr wb.. Sholawat serta salam ditujukan utk teladan sepanjang masa penghulu para nabi.. Rasulullah SAW.. Beserta keluarganya, para sahabatnya, dan pengikut setianya smp akhir zaman.. Aamiin ya Rabbal 'alamiin..
Salam kenal utk tmn2 semuanya.. Tmn2 seperjuangan menyiapkan generasi mukmin mulia.. Sy Kiki, anggota baru d grup HSMN ini.. Semoga apa yang saya sampaikan sekarang ini bisa bermanfaat dan berkah..
Terima kasih banyak untuk bu ida selaku founder HSMN, para admin dan teman-teman semuanya, yang sudah mengizinkan saya untuk berbagi pengalaman saya bertualang dengan baking soda.. Jazakumullah khoiron katsiro..
Sekarang judulnya sharing saja, yaa.. Belum pantas disebut kulwapp,. Karena saya bukan pakarnya..pakar baking soda Indonesia itu teh Dina Wulandari, yang juga founder komunitas baking soda Indonesia.. Qadarullah beliau berhalangan hadir, jd saya yang ditunjuk untuk berbagi pengalaman terkait dengan pemanfaatan baking soda untuk berbagai keperluan, mulai dari pemeliharaan kesehatan tubuh, keperluan bersih-bersih, pertanian dan lain lain..
Mangga silakan.. Barangkali ada yang mau ditanyakan.. 😊

1. pertanyaan mb Ani :
Adakah baksod yg alami?? menurut teman saya yg alumni kimia yg alami itu CaCo3 (kalsium karbonat) yg terdapat di cangkang jd baksod tdk ada..
Jawab :
Baking soda memiliki nama kimia sodium bicarbonate atau sodium hydrogen carbonate. Rumus kimianya NaHCO3. Mineral dari sumbernya yang masih berbentuk bongkahan kristal solid yg disebut Nahcolite. Tambang Nahcolite selalu terletak pada sumber mata air yang menjadi Hulu dari sebuah Sungai. Kebanyakan ada di benua Amerika, eropa, afrika. Di Asia, selain di sumber mata air, juga terdapat di lokasi yg kaya mineral.
Sodium bicarbonate juga diproduksi secara alamiah dalam tubuh manusia dalam kelenjar pankreas. Fungsi utamanya adalah untuk menjaga tingkat pH dalam darah agar tetap netral.
Jadi, ada baksod yang alami

2. pertanyaan mb Ani:
Bagaimana cara membedakan baksod yg alami dgn yg sintetis?
Jawab :
Baksod alami itu ada di dalam tubuh dan sumber mata air.
Mungkin maksud mbak Ani itu baksod murni dan yang campuran, yaa?
Kl baksod murni tanpa ada penambahan bahan pengawet.. Sedangkan yang campuran, banyak beredar dengan berbagai merk, biasany a ditambah dengan zat anti kempal, silicone dioxide, untuk mencegah penggumpalan

3. pertanyaan mb Zee:
Apakah benar baking soda bisa digunakan sebagai terapi untuk kanker? Jika ia apakah aman?
Jawab :
InsyaAllah bisa dan aman..
Saat ini saya juga sedang mendampingi kakak teman saya yg terdiagnosa kanker ginjal stadium 4. Sudah kemoterapi dan radiasi, tapi keadaan malah memburuk. Sudah setahun ini hanya bisa tergolek di tempat tidur. Alhamdulillah ketika saya coba mengenalkan wacana terapi kanker dengan baking soda, beliau bersedia.
Hari pertama beliau minum baksod murni 1/2 sdt dicampur dengan air hangat 250 ml, diminum pagi pas bangun tidur dalam keadaan perut kosong dan malam sebelum tidur, hasilnya pH beliau yang tadinya asam sekitar 3,8 alhamdulillah menjadi 5,3. Hari kedua 6,2. Yg berarti terapi baksod menunjukkan hasil yang significant..
Dan itu terus berlanjut menuju ke keadaan basa. Alhamdulillah kabar terakhir, beliau sudah jarang berteriak kesakitan, dan mulai berlatih jalan..
Banyak juga testimoni untuk terapi kanker, mbak zee.. Bahkan d luar negeri, kemoterapi dan radiasi sdh mulai ditinggalkan. Beralih k terapi baksod dengan metode Vernon
Kakak teman saya itu awalnya tidak percaya dengan baking soda. Beliau berlatar belakang pendidikan dan pekerjaan teknik kimia. Tapi dengan itikad ingin sembuh, beliau bersedia mencoba.. Beliau itu sudah berobat k luar negeri dan divonis usianya tinggal 1 bulan lg.. Alhamdulillah skrg sudah 1,5 bulan terapi baksod, alhamdulillah berangsur pulih

4. pertanyaan mb Hanny
Baking soda yg dimaksud di sini tuh beda banget ya ma yg baking soda kue itu?
Itu kenapa beda ya?
Jawab :
Baking soda itu nama lainnya soda kue, mbak hanny..
Tapi soda kue yang beredar n biasanya yg terkenal itu yg bermerk k***k***.. Itu sdh bkn murni lg, krn sdh ditambah silicone dioxide, suatu zat pengawet, yg justru berbahaya bagi tubuh
Baksod murni ada jg bermerk terkenal, tp harganya sangat mahal, aplg kl dlm bntuk cairan infus lebih mahal lagi

Mb Hanny : Itu kalo dipake buat kue fungsinya sama kah?
Jawab:
Sama, mbak.. Sebagai agent pengembang adonan kue
Cm kl yg campuran kan berarti nanti ada zat pengawet yg ikut tertelan.
Jadi untuk keperluan apapun, aplg masuk k dalam tubuh, sebaiknya pakai yg murni.
Selain untuk bikin kue, bisa juga untuk anti oksidan.
Kalau beli ke apotek, bilangnya sodium bicarbonate. Nanti ada yg food grade, ada yg pharmacy grade. Keduanya aman. Tapi kl utk terapi kesehatan, pilih yg pharmacy grade, hrganya agak lbh mahal drpd yg food grade
Kalau beli ke toko bhn kue, bilangnya soda kue.. Minta yg asli, tp agak jarang d toko bhn kue,biasanya yg sdh campuran

5. pertanyaan mb Aghny
- baksod murni bs beli dmn ya?
- tata cara terapi kanker pake baksod seperti apa?
Jawab :
Baksod murni bisa beli d apotek atau bisa juga online. Sudah mulai banyak yang jual baksod murni.
Terapi kanker dengan baking soda bisa dicoba dengan dosis 1/2 sdt dicampur dengan air hangat 250 ml.. Minum 2 x sehari. Pas bangun tidur dalam keadaan perut kosong dan malam sebelum tidur. Atau bisa coba metode Vernon.
Ini bahannya /
Gula merah/ aren/ kelapa 500g
Air 1 liter
BS 200g
Diminum 3x sehari 20ml kira2 5 sendok makan
Tapi harus diselang 2 jam sebelum sarapan atau makan berat.
Cara bikinnya :
Rebus air sampai mendidih, larutkan gula sampai cair. Angkat dari kompor, biarkan dingin.
Sebelum benar2 dingin, saat masih hangat, masukkan BS sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Kalo dimasukkan saat masih panas, bisa berbusa sampai luber2 keluar panci.
Aduk terus sampai larut semuanya, mungkin ada juga yg gak larut nggak masalah.
Setelah dingin masukkan botol beling kalo ada.

Jangan kaget, yaa.. Kalau nanti ada healing crisis, berupa proses pengeluaran toksin dalam tubuh, yang reaksi khas spesifik untuk tiap orang berbeda.

Mbk Ayu : Maaf mb kiki..contoh healing crisis nya seperti apa ya?
Jawab :
Biasanya yg pertama dibersihkan itu pencernaan : BAB hitam, diare, bau. Air seni berwarna pekat. Sering kentut bau.
Lalu berlanjut ke organ2 tubuh yang perlu dibersihkan alias banyak toksin. Bisa k saraf : pusing, bagai melayang, migraine. Bisa k kulit : ruam, gatal. Bisa k THT : batuk, flu, mimisan
Seperti saya yang punya simpanan sinusitis, reaksi healing crisis sy : pusing, migraine, mimisan, insomnia
Selain gejala healing crisis di organ pencernaan
Durasinya juga bervariasi, trgantung seberapa banyak dan parah toksin2 itu mengendap dalam tubuh. Saya alami healing crisis 2 minggu.
Setelah itu tinggal kondisi basa yg kita peroleh, yg mana berimbas pada semakin sehat n kuatnya daya tahan tubuh kita.. Dengan seizin Allah tentunya.

Mbk Aghny: Metode ini aman buat busui ga mbak kiki?
Jawab :
InsyaAllah aman.. Dosisnya ckp sejimpit baksod murni dicampur dengan air hangat 250 ml, diminum pagi pas bangun tidur. Ckp sehari sekali aja.

6. pertanyaan mb Ririn
Apakah benar kesimpulan saya?
Baksod alami dan buatan sama sama memiliki rumus NaHCO3. Namun,keduanya memiliki kegunaan yang berbeda. NaHCO3 dari alam berguna untuk kesehatan,menstabilkan keasaman,dll. Sedangkan NaHCO3 yang banyak ditemui dipasaran merupakan baksod buatan (artifisial) yang kegunaannya tidak bisa disamakan dengan baksod alami.

Berarti ini kaya telur asli sama telur buatan cina itu ya? Sama tapi berbeda.
Jawab :
Bisa dianalogikan begitu.. Krn yg campuran itu ada zat pengawet yg justru berbahaya bagi tubuh.

Mbk Ririn: Di baksod merk kupu2,pada komposisinya kan tidak tercantum penggumpal.
Kalau pada pure baksod,kenapa dia bisa tidak menggumpal?
Di komposisi baksod kupu2 hanya tertulis sodium bikarbonat. Jika org awam baca,maka dianggap murnilah itu baksod.
Nah,pada baksod murni,apakah bentuknya tetep serbuk atau jadi kristal mba?
Kl ttp serbuk,ko bisa tidak

Mengasuh anak tanpa durhaka

Mengasuh anak tanpa durhaka

Mama  :“Ikraam! Kok makan permen sih, kan giginya  masih  
               sakit nak?”                  
Anak     :”Hm... aku lagi pengen, kan udah lama gak makan 
               permen,ma”.
Mama   :”Astagfirullah nak, Ikram lupa ya bagaimana sakitnya tuh 
                gigi kemaren?”
Anak     :” hm.... enggak..!”
Mama   :” Nah, kenapa sekarang makan permen?, dari mana itu
                 permen?”
Anak     :”Dari nenek ma !”
Mama   :” Astagfirullah !”

Does this sound familiar?

Populer sekali  dimasyarakat kita anggapan atau pemahaman ini :Nenek dan kakek katanya lebih sayang sama cucunya dari pada sama anaknya!. Maka  sering sekali  peristiwa seperti diatas terjadi : Mama  melarang makan permen, nenek beliin. Ayah larang nonton TV, kakek bilang gak apa pa sekali kali, kan sekolahnya sdh sampe sore, kasian cucu Kakek.
Selain itu,karena terlalu sayang sama cucu sering kali kakek dan  nenek, terutama nenek ikut campur terlalu banyak dan sering dalam pengasuhan cucunya. Bukan saja mengatur orang tua si cucu tapi juga kadang  intervensi langsung didepan cucunya.
Yang parah adalah bila kakek nenek tinggal serumah dengan cucu, atau  orang tua menitipkan sang anak sama neneknya.. whuah.. hampir semua peraturan ada dua macam...
Biasanya aturan dari nenek lebih longgar atau tidak sesuai lagi dengan ilmu dan kesepakatan kedua orangtua. Cucu tentu memilih aturannya yang dibuat nenek dan kakek.

Buat orang tua terasa berat, bagaimana pun mereka ingin mengasuh anaknya dengan sebaik yang mereka ketahui dan bisa, tapi pada saat yang sama mereka tidak mau durhaka pada orang tua atau mertua..
Untuk menjawab banyak pertanyaan dan permintaan dari teman teman dalam grup ini, kali ini yuk  kita bahas seluk beluk pengasuhan 3 generasi.

Mengapa masalah muncul ?

1.Keliruan kakek nenek sendiri, karena dulu ketika mengasuh anaknya tidak menggenapkannya dengan pengetahuan tentang tanggung jawab menjadi suami istri dan menjadi orang tua. Anak hanya dipersiapkan untuk menjadi : sarjana  sesuai minat dan bakatnya, ilmuwan, enterpreuneur, dan pekerja. Sudah dianggap wajar kalau kini kakek nenek menanggungkan resikonya mengasuh cucu sebagai :Tanggung jawab &  Cinta!. Kasian kalau cucu hanya diasuh oleh pembantu saja. Apalagi kalau pembantu itu berganti ganti terus.

2.Nenek dan kakek merasa sukses mengasuh anaknya dulu dan cenderung mengulanginya dalam mengasuh cucu.   Padahal mereka tidak tidak tahu bagaimana sesungguhnya perasaan dan penilaian anak anaknya terhadap pola pengasuhan yang mereka terima dulu itu  dan kini  belum tentu  seluruhnya dapat diterima oleh anak dan menantu mereka bila diterapkan pada anak anaknya.
Pengasuhan : Prinsipnya sama tapi  zaman sudah berbeda: Orang tua kini  (anak anak mereka ) sudah lebih Melek  tentang  PARENTING.

3.Tidak ada pembicaraan terlebih dahulu  antara kakek nenek dan orang tua tentang GBPA : Garis garis Besar Pengasuhan Anak dan kemudian menyepakatinya.Tujuan apa yang mau dicapai, bagaimana mencapainya,apa PRIORITASNYA dan harapan orang tua tentang do’s and dont’s nya

4. “Dendam positif”. Dulu waktu kakek nenek membesarkan ortu, hidup banyak susahnya. Keperluan banyak, keuangan terbatas. Kini diusia tua, keperluan menurun keuangan lebih mapan dan ada pula  pemberian anak2. Maka kalau cucu meminta sesuatu,dulu  sama emak atau bapaknya keinginan mereka  ditahan, ditunda  atau tidak dipenuhi, sekarang tidak ada alasan. Lagian ortunya “medit atau kenceng” banget.Kasihan tuh cucuc!. Jadi Nenek dan kakek lebih permissive/ membolehkan, bahkan agak sedikit berlebihan. Cucu  minta permen satu dikasih dua atau tiga. Mau belajar dengan 3 temannya, bukannya  dibelikan 4 popcorn, tapi selusin...

5.Kalau timbul masalah karena ke tidak sesuaian harapan dan apa yang dilakukan kakek nenek, ortu  jadi “nggak-enak an” sama kakek nenek. Ngegerundel sendiri – masalah tidak terpecahkan apa lagi terselesaikan. Kejadian berulang , yang korban masa depan anak dan kesehatan jiwa ortu.

6.Kalau mau di “omongin” atau dibahas, nggak tahu bagaimana cara yang tepat dan benar. Ujung2nya pasti ketegangan kalau nggak mau dibilang konflik kecil pasti terjadi. Kakek nenek tersinggung atau sedih. Ortu merasa :”Duh gue durhaka nggak nih ya...”

i7. Ortu tidak tahu,bagaimana masa kecil kakek nenek. Jangan jangan ortunya mereka dulu : keras. suka mgeritik atau cenderung memanjakan. Jadi kalau kakek nenek melakuka hal serupa adalah karena masa kecilnya dulu seperti iu (Inner childnya).

Jadi bagamana dong ?

Dari sudut kakek nenek :

1.Kita sudah tua, dulu habis waktu kita untuk mengasuh, mendidik dan menyekolahkan anak anak kita. Kenapa kita sekarang harus pula melakukan hal serupa terhadap anak anak mereka?.
Betul sebagai kakek nenek kita perlu bertanggung jawab pada Allah terhadap keturunan kita, tetapi kita harus sadar se sadar2nya bahwa kita  bukan penanggung jawab utamanya. Yang diberikan benih dan yang mengandungnya lah yang telah dipilih jadi  Baby Sitternya yang memberikan amanah.
Bukan kita !.

2.Jadi  dengan segala kerendahan hati akuilah kekurangan dan kesalahan kita dalam mengasuh anak anak kita dahulu.Mungkin kita kurang menyiapkan mereka untuk menjadi suami-istri, ayah dan ibu. Wiring /Peng-kabel-an diotaknya adalah untuk berprestasi  secara akademis dan kita minta mereka mati matian mempertahakan rangkingnya. Kini mereka berusaha sukses dan mempertahankan ke sukses annya  didunia kerja.Dunia kerja lebih baik dan utama dari pada menjadi orang tua. Sehingga dengan mudah dan tanpa merasa bersalah mereka mensub kontrakkan anak anaknya.
Jangan jangan kita telah menjadi role model yang yang keliru yang mereka tiru…
Maka  minta maaflah dengan jujur  pada anak anak kita, karena ketidak sengajaan atau ke alpaan kita dalam membesarkannya telah menjadikan mereka orang tua yang  kurang memiliki rasa tanggung jawab, keterampilan dan daya tahan atau endurance dalam menjalani peran ke orang tuaannya.

3. Anak anak kita harus bertanggung jawab pada si Pemberi amanah, bukan kita!. Bantu meluruskan pemahaman mereka dengan penuh kesabaran dan cinta serta pengorbanan. Setelah itu : Pulangkan saja  cucu cucu pada ibunya atau ayahnya...
Tangan berbuat bahu memikul !.

4. Kita harus sadar benar, ketika kita muda kita sarat dengan berbagai upaya untuk survive sebagai orang tua dengan berbagai masalah yg kita hadapi. Sehingga mungkin ibadah dan amalan kita seadanya saja.Kita bersyukur dengan semua rahmat Allah yang diberikan kepada kita sehingga kita merasakan kenikmatan punya dan memelihara cucu, yang tidak semua orang mendapatkannya. Tapi kini pulalah, disisa sia usia ini saatnya bagi  kakek nenek  untuk  beribadah dan melengkapi     bekal akhirat., menikmati mekar diusia kedua, --- bukan dibebani cucu..
“For the seek of your mental health, Grands  ---- you need  space for yourself”:Phisically, mentally, emotionally, socially and spiritually.            Enjoy your life !

5. Kalaulah ada hal yang kita rasa kurang pas dan kurang berkenan yang dilakukan  anak anak kita dalam mengasuh cucu cucu kita, maka:
      1. Bijaklah dalam menyikapinya.
      2. Duduklah bersama. Tanyakan mengapa mereka
          melakukannya. Semua tingkah laku punya alasan dan
          punya tujuan. Mungkin mereka telah  belajar atau
          mempunyai ilmu baru dalam mengasuh anak sehingga
          mereka tengah mencoba menerapkan  cara cara yang
          berbeda sesuai dengan perkembangan zaman.
      3. Bila kita ada usulan sebaik mungkin bicara dulu dengan
          ayahnya ( anak kita kah atau menantu), baru bicara
          dengan ibunya. Ayah harus kita bantu untuk berfungsi
          sesuai dengan perannya .
       4. Fahami  benar bahwa cucu kita hidup di era digital dengan
           segala konseuensi dahsyatnya. Jangan kan kita, orang
           tuanya saja tidak akan sanggup mengejar kecepatan 
           anak anak mereka dalam menggunakan dan
           memanfaatkan teknologi ini. Maka mundurlah dengan
           teratur, serahkan pada ibu bapaknya. karena kita hidup
           pada dunia yang sudah sangat berbeda dengan mereka.
       5. Banyak Sabar! dan sering gigit lidah.. tahan kata kata!
       6. Tugas utama kita adalah untuk menjaga dan memelihara
           bahwa semua berjalan sesuai dengan perintah Allah dan
           petunjuk Rasul serta semua ketentuan yang ada dalam
            kitab suci kita…
           Maka jangan segan dan berhenti MENASIHATI, bukankah   
           sesungguhnya :”Addinu Nasihah” – Agama itu Nasihat!.  

Dari sudut ayah ibu..

1. Yang harus anda berdua ingat adalah: Andalah baby sitternya
     Allah.
    Berarti andalah  penanggung jawab utama pengasuhan dan
    pendidikan serta   keberlangsungan hidup anak anak anda,
    bukan kakek neneknya apalagi baby sitter dan pembantu atau
    pimpinan dan guru TPA -  Tempat Pendidikan Anak. Anda
    berdua wahai orang tua, di karuniai dan diamanahi  oleh Allah
    anak yang  sempurna; Jangan sampai ketika di”pulangkan”
    pada Allahnya dalam keadaan “bonyok”: fisik, jiwa dan
    keimanannya . Harus anda ingat: Nanti jawab apa ya di
     Mahkamah Hisab Allah?.
     Jadi anda aturlah waktu dan tenaga menjadi orang tua.

2. Yang dibutuhkan anak itu darimu ayah dan ibu adalah  WAKTU , bukan mainan dan hadiah tidak juga sekolah keren, reputasinya hebat dengan uang pangkal dan bayaran bulanan yang mahal . Masa depan itu bukan hanya tergantung pada  keberhasilan akademis semata yang bersusah payah anda gapai. Bisakah dia sukses dengan iman yang rendah dan jiwa hampa menghadapi tantangan zaman dan persaingan yang semakin ketat luar biasa?. Ingatkah anda kisah Rasulullah yang me-lama- kan sujudnya agar cucu cucunya puas bermain di tengkuk dan belakangnya?. Dalam sujudnya saja, Rasulullah berusaha memenuhi kebutuhan jiwa cucunya pada saat mereka butuhkan dalam jumlah yang cukup. Bagaimana dengan anda ?

3. Pendidikan itu berlangsung dirumah – penanggung jawab utamanya  anda : ORTU. Pembelajaran disekolah penangung jawabnya GURU – jangan diputar balik – Sebaiknya kita  ikut melakukan kesalahan berjamaah?

4.  Rezeki bukan hanya uang . Anak yang sehat lahir batin, sholeh dan beradab, bahagia dan gembira, cerdas secara intelektual , emosional dan sosial adalah garansi hidup dunia akhirat.

5. Jangan salah tangkap, bukan tidak boleh bekerja. Indonseian Neuroscience Society pernah menyarankan pada pemerintah agar keluarga yang punya anak balita salah satu ortunya harus tinggal dirumah sampai anaknya berusia 8 tahun. Bisa ayah , bisa Ibu!.
Seorang ahli tentang krisis usia separuh baya (maaf lagi lupa namanya) dari risetnya menyarankan : Agar ibu sebaiknya mulai  bekerja penuh kalau anak bungsunya berusia 8 tahun. Harapan hidup perempuan Indonesia 75 -80 tahun. Masih banyak sisa usia untuk anda aktualisasi diri. Iya!  memang gak bisa kalau anda bermaksud  menjadi pegawai negeri.
Lagi pula buat orang muda yang cerdas, multi talenta seperti anda, bekerja dan memperoleh rezeki kan tidak harus bermakna meninggalkan anak anda 8 – 5 setiap hari, yang kenyataannya anda akan meninggalkan rumah 14 jam lebih karena jarak dan transportasi. Kan anda bisa S-O-H-O : membuat Small Office Home Office ?.  Hak anda untuk tidak setuju dan  kesal dengan saran ini.  Hidup ini adalah pilihan, hak anda untuk memilih. Tapi bijaknya juga harus siap menanggungkan  segala konsekuensinya.

6.Apapun pilihan yang ayah ibu akan buat jangan lupa anda kini sedang membesarkan anak generasi Platinum di Era digital . Sebagai “orang muda” anda tahu semua konsekuensi yang terjadi pada anak anak kita sekarang ini. Ya Kecanduan internet, games, pornografi, dsbnya yang berakibat kerusakan pada otak dan akhlak.
Bagaimana mengsub kontrakkan anak kita pada orang lain, kita saja yang ngasuh bisa kewalahan . menghadapi pra remaja kita  yang sekarang ini bisa jadi youtuber dan ‘memonetized’ akun medsos mereka?
Bagamana anak kita bisa bertahan dan tidak terpengaruh ?. 

7.Kakek Nenek itu nak, bak Matahari!. Diperlukan oleh cucunya secukupnya saja : 30 menit sampai 3 jam sehari. Kalau berjemur kelamaan kena  KANKER KULIT!. Itu saja anda harus pakaikan dia pelindung matahari yang SPF nya  tergantung usia. Semakin muda usia,SPFnya makin tinggi.

8 Kalau anda dalam situasi tertentu: Suami tidak bekerja dll maka ayah dari anak anak harus bertanggung jawab untuk  membicarakan dan membahas  GPBA dengan kakek nenek sebelum anak anakmu kau titipkan. Kalau Single Parent, dimana anak anak  sudah tak berayah berpisah atau pergi selamanya, ibulah yang harus melakukannya . Jadi semuanya jelas :aturan dan konsekuensinya. Nanti semua ini di evaluasi secara bijak dan penuh kasih sayang.
       
9. Pada prinsipnya  usahalah untuk tidak membenani kami : kakek neneknya.  Walaupun permintaan mereka karena mereka  menghadapi syndrome :Empty nest. Percayalah nanti misahinnya susah sekali.. lagi pula prinsip pengasuhan sama, zaman telah berbeda – bila tak berkesesuaian anda marah dan kecewa?.

10. Kakek dan Nenek tidak didisain oleh Allah untuk mengasuh cucu, karena mereka :
a.Mengalami perubahan Fisik : semua fungsi organ tubuh menyusut
karena usia, termasuk Osteoporosis dan berbagai gangguan kesehatan.
b.Dalam proses menjadi tua, hormon testosterone pada kakek dan Estrogen dan Progesteron pada nenek menurun drastis.
c.Perubahan hormonal tersebut menyebabkan perubahan emosi. Bila tersinggung sedikit sedihnya mendalam dan lama.Bila kesungging sedikit bisa marah besar..
d.Masalah dalam kehidupannya membuat persepsi mereka tentang hidup jadi berubah. Kalau anda mengajaknya untuk pesiar lalu anda mau nitip anak karena anda ada Kongres, dia gak butuh pesiar itu. Dia mendingan di rumahnya bisa ke mesjid, sholat berjamaah, pengajian atau ngobrol sesama teman teman seusianya.  

Nah, bagaimana kalau anda ingin mengoreksi kakek nenek atau ingin menyampaikan pesan padanya tanpa takut di cap kualat atau durhaka, ini kiatnya 
a. Rendahkan dirimu dan suaramu
b. Rumuskan pendapatmua dan ajukan dalam kalimat
        bertanya.
c. Tanyakan pendapat beliau
d. Kalau beliau bertanya baru jelaskan maksudmu.
e. Tanya agi menurut kakek nenek bagaimana sebaiknya
f. Hindari menggurui ortumu, betapapun pintar dan tingginya
        pendidikanmu.

Kalimat bertanya yang diajukan tidak mesti mendapatkan jawaban segera karena ,pertanyaan membuat seseorang sadar diri.

Jadi lihat baik baik kedalam hidup anda: apa prioritas hidup anda sebenarnya?
Jelas ? mengapa bangsa kita sekarang seperti ini, karena pengasuhan kita anggap tidak penting, kita hibah hibahkan/ sub kontrakan  pelaksana pengasuhan anak kita. Mereka tumbuh besar, kuat dan pintar tapi hampa jiwanya.. Bagaimana generasi bangsa ini  mau kuat?

Selamat Berjuang.

NB. Saya bermaksud melengkapi tulisan  ini menjadi buku. Bila anda ada saran silahkan kirim ke kitadanbuahhati@yahoo.com

Bekasi, 25Juli 2016

#ParentingwithEllyRisman

Kamis, 21 Juli 2016

Ini ditulis berdasarkan survey dari beberapa responden; keluarga, kerabat, teman, dan tetangga. Jika ada kesamaan, mungkin hanya kebetulan. Tidak direkomendasikan buat yg baperan :v REALITA EMAK-EMAK INDONESIA 1. Bangun sepagi apapun tetap saja panik dan grasa-grusu, apalagi kalo punya anak kecil yg baru sekolah 2. Semua pekerjaan dapur bisa dihandle kecuali masang galon 3. Dituntut menguasai banyak bidang vital dalam kehidupan. Bisa jadi ekonom, akuntan, pebisnis, public relations, guru, ustadzah, masterchef, dll. Sementara suami cukup jadi teknisi dan sekali-sekali politikus 4. Harus senantiasa strong, gak boleh berlama-lama sakit. Sakit dua hari biasanya dipersingkat jadi sehari. Kebalikan dengan sebagian suami-suami yg kadang sakit sehari berpotensi mark-up jadi dua hari. 5. Ada tiga media sosial konvensional tempat emak-emak sharing informasi faktual, yaitu arisan, ruang tunggu jemputan anak di sekolah, dan tukang sayur 6. Ada dua hal yang mustahil dilakukan ketika punya anak usia 1 hingga 3 tahun, yaitu nonton bioskop dan menamatkan bacaan novel 7. Jarang menikmati liburan. Jika rekreasi bersama suami dan anak-anak, sebenarnya bukan rekreasi, tapi hanya memindahkan lokasi rumah ke tempat rekreasi 8. Diantara 100 resep masakan atau kue yang disave as, yg dipraktekin baru sekitar 10 persen 9. Salah satu sumber kegalauan tingkat dewa adalah ketika tupperware belum dibalikin tetangga 10. Salah satu sumber kebahagiaan sederhana adalah ketika melihat ada emak-emak lain yg lebih gemuk darinya 11. dan salah satu ironi adalah ketika program diet gak sejalan dengan porsi makan yg selalu dobel karena sisa makanan anak yg sayang dibuang 12. Jika beli suplemen diet, maka maksimal 50 persen dikonsumsi, 50 persennya dikoleksi. Dan pajangan. 13. Melihat baju anak di toko, harga 100 ribu, gak minat. Tapi ketika baju yg sama dengan harga yg sama, tinggal ditambahin tulisan diskon 50% dari harga 200 ribu, mendadak minat. 14. Mengganti terminologi "bagus" dengan kata "lucu" atau "unik" untuk meyakinkan suami pada suatu barang yg layak beli 15. Wanita lebih sering menggunakan hati ketimbang otak. Kebalikan dengan pria. Karenanya emak-emak lebih sering memecahkan masalah dengan spontan nangis, sementara suami lebih sering dengan spontan ngeles 16. Permasalahan rumah tangga biasanya disikapi dengan dua cara, disave atau didelete. Itupun yg didelete suatu waktu masih bisa direstore dari recycle bin. Sementara suami lebih cenderung delete dan install ulang. 17. Silahkan yg mau tambahin. Namun, dibalik itu, sekuat apapun suami, se-superior apapun bapak, gak akan ada apa-apanya tanpa emak. Suami boleh mencari nafkah atau mencari solusi segala macam permasalahan, tapi kadang untuk mencari letak pakean dalam saja butuh bantuan istri. Oleh karena itu, buat para suami, sayangilah mereka. Eeh, dia maksudnya. Kalo mereka kan kesannya jamak. Wkwk.. From FB arham rasyid

Ini ditulis berdasarkan survey dari beberapa responden; keluarga, kerabat, teman, dan tetangga. Jika ada kesamaan, mungkin hanya kebetulan. Tidak direkomendasikan buat yg baperan :v

Ini ditulis berdasarkan survey dari beberapa responden; keluarga, kerabat, teman, dan tetangga. Jika ada kesamaan, mungkin hanya kebetulan. Tidak direkomendasikan buat yg baperan :v

REALITA EMAK-EMAK INDONESIA

1. Bangun sepagi apapun tetap saja panik dan grasa-grusu, apalagi kalo punya anak kecil yg baru sekolah

2. Semua pekerjaan dapur bisa dihandle kecuali masang galon

3. Dituntut menguasai banyak bidang vital dalam kehidupan. Bisa jadi ekonom, akuntan, pebisnis, public relations, guru, ustadzah, masterchef, dll. Sementara suami cukup jadi teknisi dan sekali-sekali politikus

4. Harus senantiasa strong, gak boleh berlama-lama sakit. Sakit dua hari biasanya dipersingkat jadi sehari. Kebalikan dengan sebagian suami-suami yg kadang sakit sehari berpotensi mark-up jadi dua hari.

5. Ada tiga media sosial konvensional tempat emak-emak sharing informasi faktual, yaitu arisan, ruang tunggu jemputan anak di sekolah, dan tukang sayur

6. Ada dua hal yang mustahil dilakukan ketika punya anak usia 1 hingga 3 tahun, yaitu nonton bioskop dan menamatkan bacaan novel

7. Jarang menikmati liburan. Jika rekreasi bersama suami dan anak-anak, sebenarnya bukan rekreasi, tapi hanya memindahkan lokasi rumah ke tempat rekreasi

8. Diantara 100 resep masakan atau kue yang disave as, yg dipraktekin baru sekitar 10 persen

9. Salah satu sumber kegalauan tingkat dewa adalah ketika tupperware belum dibalikin tetangga

10. Salah satu sumber kebahagiaan sederhana adalah ketika melihat ada emak-emak lain yg lebih gemuk darinya

11. dan salah satu ironi adalah ketika program diet gak sejalan dengan porsi makan yg selalu dobel karena sisa makanan anak yg sayang dibuang

12. Jika beli suplemen diet, maka maksimal 50 persen dikonsumsi, 50 persennya dikoleksi. Dan pajangan.

13. Melihat baju anak di toko, harga 100 ribu, gak minat. Tapi ketika baju yg sama dengan harga yg sama, tinggal ditambahin tulisan diskon 50% dari harga 200 ribu, mendadak minat.

14. Mengganti terminologi "bagus" dengan kata "lucu" atau "unik" untuk meyakinkan suami pada suatu barang yg layak beli

15. Wanita lebih sering menggunakan hati ketimbang otak. Kebalikan dengan pria. Karenanya emak-emak lebih sering memecahkan masalah dengan spontan nangis, sementara suami lebih sering dengan spontan ngeles

16. Permasalahan rumah tangga biasanya disikapi dengan dua cara, disave atau didelete. Itupun yg didelete suatu waktu masih bisa direstore dari recycle bin. Sementara suami lebih cenderung delete dan install ulang.

17. Silahkan yg mau tambahin.

Namun, dibalik itu, sekuat apapun suami, se-superior apapun bapak, gak akan ada apa-apanya tanpa emak.
Suami boleh mencari nafkah atau mencari solusi segala macam permasalahan, tapi kadang untuk mencari letak pakean dalam saja butuh bantuan istri.
Oleh karena itu, buat para suami, sayangilah mereka. Eeh, dia maksudnya. Kalo mereka kan kesannya jamak. Wkwk..
From FB arham rasyid

1. Bangun sepagi apapun tetap saja panik dan grasa-grusu, apalagi kalo punya anak kecil yg baru sekolah

2. Semua pekerjaan dapur bisa dihandle kecuali masang galon

3. Dituntut menguasai banyak bidang vital dalam kehidupan. Bisa jadi ekonom, akuntan, pebisnis, public relations, guru, ustadzah, masterchef, dll. Sementara suami cukup jadi teknisi dan sekali-sekali politikus

4. Harus senantiasa strong, gak boleh berlama-lama sakit. Sakit dua hari biasanya dipersingkat jadi sehari. Kebalikan dengan sebagian suami-suami yg kadang sakit sehari berpotensi mark-up jadi dua hari.

5. Ada tiga media sosial konvensional tempat emak-emak sharing informasi faktual, yaitu arisan, ruang tunggu jemputan anak di sekolah, dan tukang sayur

6. Ada dua hal yang mustahil dilakukan ketika punya anak usia 1 hingga 3 tahun, yaitu nonton bioskop dan menamatkan bacaan novel

7. Jarang menikmati liburan. Jika rekreasi bersama suami dan anak-anak, sebenarnya bukan rekreasi, tapi hanya memindahkan lokasi rumah ke tempat rekreasi

8. Diantara 100 resep masakan atau kue yang disave as, yg dipraktekin baru sekitar 10 persen

9. Salah satu sumber kegalauan tingkat dewa adalah ketika tupperware belum dibalikin tetangga

10. Salah satu sumber kebahagiaan sederhana adalah ketika melihat ada emak-emak lain yg lebih gemuk darinya

11. dan salah satu ironi adalah ketika program diet gak sejalan dengan porsi makan yg selalu dobel karena sisa makanan anak yg sayang dibuang

12. Jika beli suplemen diet, maka maksimal 50 persen dikonsumsi, 50 persennya dikoleksi. Dan pajangan.

13. Melihat baju anak di toko, harga 100 ribu, gak minat. Tapi ketika baju yg sama dengan harga yg sama, tinggal ditambahin tulisan diskon 50% dari harga 200 ribu, mendadak minat.

14. Mengganti terminologi "bagus" dengan kata "lucu" atau "unik" untuk meyakinkan suami pada suatu barang yg layak beli

15. Wanita lebih sering menggunakan hati ketimbang otak. Kebalikan dengan pria. Karenanya emak-emak lebih sering memecahkan masalah dengan spontan nangis, sementara suami lebih sering dengan spontan ngeles

16. Permasalahan rumah tangga biasanya disikapi dengan dua cara, disave atau didelete. Itupun yg didelete suatu waktu masih bisa direstore dari recycle bin. Sementara suami lebih cenderung delete dan install ulang.

17. Silahkan yg mau tambahin.

Namun, dibalik itu, sekuat apapun suami, se-superior apapun bapak, gak akan ada apa-apanya tanpa emak.
Suami boleh mencari nafkah atau mencari solusi segala macam permasalahan, tapi kadang untuk mencari letak pakean dalam saja butuh bantuan istri.
Oleh karena itu, buat para suami, sayangilah mereka. Eeh, dia maksudnya. Kalo mereka kan kesannya jamak. Wkwk..
From FB arham rasyid