Minggu, 19 Juni 2016

Sederhana... Namun lebih dari kemewahan

Sederhana...
Namun lebih dari kemewahan

Sempit....
Namun cukup lebar untuk kutapaki
Jalan itu hanya setapak
Namun menjanjikan kebahagian

Jalan itu begitu asri dan sejuk
Menampakkan keindahan diri pemiliknya

Kutapaki jalan itu sendiri
Namun tak sedikitpun diriku merasa sepi
Kutapaki jalan itu pagi dan malam
Namun semuanya amat terang gemintang

Aku tak pernah tau kemana jalan ini membawaku
Namun ku yakin jalan ini menuju ke arah kebahagiaan
Karna ku berjalan di jalan setapak
Jalan setapak di hatimu.

Rabu, 15 Juni 2016

Rindu

Kehadiranmu kini,,
Telah berdendang sendu
Dengan seuntai senandung rindu
Diantara rintihan sang kalbu
Yang terus tenggelam dalam kubangan pilu
Terinjak-injak derap langkah sang waktu

Kehadiranmu kini,,
Yang menimpakanku ber ton-ton rindu
Dengan sejuta lembar bayangmu
Merebut tiap hempasan nafasku
Mengikat tiap persendian tulangku
Dengan merindukanmu.. Aku menemukanmu

Kehadiranmu kini,,
Yang mencintaiku
Yang melengkapi semua asaku
Yang bermain di atas taman hatiku
Yang selalu berdendang di ujung rinduku
Yang takkan hilang meski disapa mesra sang bayu

Kehadiranmu kini,,
Yang perlahan tp pasti telah menaklukanku..

Selasa, 14 Juni 2016

30 TAHUN MENDATANG ANAK KITA*

Artikel bagus buat bahan perenungan kita....

*30 TAHUN MENDATANG ANAK KITA*

_Oleh : Ustadz Muhammad Fauzil Adhim_

Jangan remehkan dakwah kepada anak-anak !

Jika telah terikat hatinya dgn Islam, mereka akan mudah bersungguh-sungguh menetapi agama ini setelah dewasa.
Jika engkau gembleng mereka untuk siap menghadapi kesulitan, maka kelak mereka tak mudah ambruk hanya karena langkah mereka terhalang oleh kendala2 yg menghadang.

Tetapi jika engkau salah membekali, mereka akan menjadi beban bagi ummat ini di masa yg akan datang.

Cemerlangnya otak sama sekali tidak memberi keuntungan jika hati telah beku dan kesediaan untuk berpayah-payah telah runtuh.

Maka, ketika engkau mengurusi anak2 di sekolah, ingatlah sejenak.
Tugas utamamu bukan sekedar mengajari mereka berhitung. Bukan ... !!!

Engkau sedang berdakwah.
Sedang mempersiapkan generasi yg akan mengurusi ummat ini 30 tahun mendatang.

Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yg memerlukan kesungguhan berusaha, niat yg lurus, tekad yg kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.

Karenanya, jangan pernah main2 dalam urusan ini.
Apa pun yg engkau lakukan terhadap mereka di kelas, ingatlah akibatnya bagi dakwah ini 30-40 tahun yg akan datang.

Jika mereka engkau ajari curang dalam mengerjakan soal saja, sesungguhnya urusannya bukan hanya soal bagaimana agar mereka lulus ujian. Bukan...
Yang terjadi justru sebaliknya, masa depan ummat sedang engkau pertaruhkan !!!

Tidakkah engkau ingat bahwa induk segala dusta adalah ringannya lisan untuk berdusta dan tiadanya beban pada jiwa untuk melakukan kebohongan.

Maka, ketika mutu pendidikan anak2 kita sangat menyedihkan, urusannya bukan sekedar masa depan sekolahmu. Bukan...

Sekolah ambruk bukan berita paling menyedihkan, meskipun hal ini sama sekali tidak kita inginkan.
Yang amat perlu kita khawatiri justru lemahnya generasi yg bertanggung-jawab menegakkan dien ini 30 tahun mendatang.

Apa yg akan terjadi pada ummat ini jika anak2 kita tak memiliki kecakapan berpikir, kesungguhan berjuang dan ketulusan dalam beramal ?

Maka..., ketika engkau bersibuk dgn cara instant agar mereka tampak mengesankan, sungguh urusannya bukan untuk tepuk tangan saat ini.
Bukan pula demi piala2 yg tersusun rapi.

Urusannya adalah tentang rapuhnya generasi muslim yg harus mengurusi umat ini di zaman yg bukan zamanmu.
Kitalah yg bertanggung-jawab terhadap kuat atau lemahnya mereka di zaman yg boleh jadi kita semua sudah tiada.

Hari ini, ketika di banyak tempat, kemampuan guru-guru kita sangat menyedihkan, sungguh yg paling mengkhawatirkan adalah masa depan ummat ini.
Maka, keharusan untuk belajar bagimu.

Wahai Para Guru..., bukan semata urusan akreditasi.
Apalagi sekedar untuk lolos sertifikasi.
Yang harus engkau ingat adalah: “Ini urusan ummat... Urusan dakwah.”

Jika orang2 yg sudah setengah baya atau bahkan telah tua, sulit sekali menerima kebenaran, sesungguhnya ini bermula dari lemahnya dakwah terhadap mereka ketika masih belia; ketika masih kanak2.
Mereka mungkin cerdas, tapi Adab dan Iman tak terbangun.

Maka, kecerdasan itu bukan menjadi kebaikan, justru menjadi penyulit bagi mereka untuk menegakkan dien.

Wahai Para Guru..., belajarlah dgn sungguh2 bagaimana mendidik siswamu.

Engkau belajar bukan untuk memenuhi standar dinas pendidikan.

Engkau belajar dgn sangat serius sebagai ibadah agar memiliki kepatutan menjadi pendidik bagi anak2 kaum muslimin.
Takutlah engkau kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Sungguh, jika engkau menerima amanah sebagai guru, sedangkan engkau tak memiliki kepatutan, maka engkau sedang membuat kerusakan.

Sungguh, jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, tunggulah saatnya (kehancuran) tiba.

Ingatlah hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.

“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat.”

Dia (Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu ?”

Beliau menjawab, “Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat!”
{HR. Bukhari}

Maka, keharusan untuk belajar dengan sungguh2, terus-menerus dan serius bukanlah dalam rangka memenuhi persyaratan formal semata-mata.
Jauh lebih penting dari itu adalah agar engkau memiliki kepatutan menurut Dien ini sebagai seorang murabbi (guru).

Sungguh, kelak engkau akan ditanya atas amanah yg engkau emban saat ini.

Wahai Para Guru..., singkirkanlah tepuk tangan yg bergemuruh. Hadapkan wajahmu pada tugas amat besar untuk menyiapkan generasi ini agar mampu memikul amanah yg Allah Ta'ala berikan kepada mereka.
Sungguh, kelak engkau akan ditanya di Yaumil-Qiyamah atas urusanmu.

Jika kelak tiba masanya sekolah tempatmu mengajar dielu-elukan orang sehingga mereka datang berbondong-bondong membawa anaknya agar engkau semaikan Iman di dada mereka, inilah saatnya engkau perbanyak istighfar.

Bukan sibuk menebar kabar tentang betapa besar nama sekolahmu.
Inilah saatnya engkau sucikan nama Allah Ta’ala seraya senantiasa berbenah menata niat dan menelisik kesalahan diri kalau2 ada yg menyimpang dari tuntunan-Nya.
Semakin namamu ditinggikan, semakin perlu engkau perbanyak memohon ampunan Allah ‘Azza wa Jalla.

Wahai Para Guru..., sesungguhnya jika sekolahmu terpuruk, yg paling perlu engkau tangisi bukanlah berkurangnya jumlah siswa yg mungkin akan terjadi.
Ada yg lebih perlu engkau tangisi dgn kesedihan yg sangat mendalam.

Tentang masa depan ummat ini; tentang kelangsungan dakwah ini, di masa ketika kita mungkin telah tua renta atau bahkan sudah terkubur dalam tanah.

Ajarilah anak didikmu untuk mengenali kebenaran sebelum mengajarkan kepada mereka berbagai pengetahuan.

Asahlah kepekaan mereka terhadap kebenaran dan cepat mengenali kebatilan.
Tumbuhkan pada diri mereka keyakinan bahwa Al-Qur’an pasti benar, tak ada keraguan di dalamnya.
Tanamkan adab dalam diri mereka.
Tumbuhkan pula dalam diri mereka keyakinan dan kecintaan terhadap As-Sunnah Ash-Shahihah.

Bukan menyibukkan mereka dgn kebanggaan atas dunia yg ada dalam genggaman mereka.

Ingat do’a yg kita panjatkan:

"اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ"

“Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yg benar itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya.
Dan tunjukilah kami bahwa yg bathil itu bathil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu menjauhinya.”

Inilah do’a yg sekaligus mengajarkan kepada kita agar tidak tertipu oleh persepsi kita.
Sesungguhnya kebenaran tidak berubah menjadi kebatilan hanya karena kita mempersepsikan sebagai perkara yg keliru.
Demikian pula kebatilan, tak berubah hakekatnya menjadi kebaikan dan kebenaran karena kita memilih untuk melihat segi positifnya.

Maka, kepada Allah Ta’ala kita senantiasa memohon perlindungan dari tertipu oleh PERSEPSI SENDIRI.

Pelajarilah dgn sungguh2 apa yg benar; apa yg haq, lebih dulu dan lebih sungguh2 daripada tentang apa yg efektif.
Dahulukanlah mempelajari apa yg TEPAT daripada apa yg MEMIKAT.

Prioritaskan mempelajari apa yg BENAR daripada apa yg penuh GEBYAR.
Utamakan mempelajari hal yg benar dalam mendidik daripada sekedar yg membuat sekolahmu tampak besar bertabur gelar.

Sungguh, jika engkau mendahulukan apa yg engkau anggap mudah menjadikan anak hebat sebelum memahami betul apa yg benar, sangat mudah bagimu tergelincir tanpa engkau menyadari.

Anak tampaknya berbinar-binar sangat mengikuti pelajaran, tetapi mereka hanya tertarik kepada caramu mengajar, tapi mereka tak tertarik belajar, tak tertarik pula menetapi kebenaran.

Dakwah terhadap anak harus kita perhatikan.
Kesalahan mendidik terhadap anak kecil, tak mudah kelihatan.
Tetapi kita akan menuai akibatnya ketika mereka dewasa.

Semoga Bermanfaat

Senin, 13 Juni 2016

*POTRET WANITA-WANITA DALAM AL-QUR'AN*

*POTRET WANITA-WANITA DALAM AL-QUR'AN*

*wanita* diibaratkan sebagai sebuah *benih*,apabila baik wanita maka baiklah generasinya.

*Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.”* Ucapan diatas dilontarkan oleh Muhammad Quthb.

Maka untuk menjadi wanita terbaik para muslimah harus dipandu oleh Al Qur'an seperti pada zaman Rasulullah, yaitu dengan cara mentaddaburi AlQur'an karena dengan taddabur inilah kita dapat memperoleh petunjuk, krn Alqur'an _hudallinnas_, _hudalilmuttaqin_.

Rasulullah pernah berkata kepada Aisyah *pahalamu tergantung seberapa besar lelahmu*, maka seorang muslimah harus senantiasa terus belajar terutama belajar dr Alqur'an.

*Mari kita menengok kisah-kisah wanita dalam AlQur'an*

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan terkait *kisah dalam Al qur'an* :
1⃣Kisah dalam al qur'an beda dengan kisah dalam buku sejarah.
Kisah dalam al qur'an adalah *kisah nyata walaupun tidak disebutkan nama tokohnya*

2⃣Kisah yang disampaikan dalam Alqur'an adalah sebagai petunjuk. _Tidak sekedar untuk penghibur diri tapi untuk memberi petunjuk_.

3⃣Tidak semua kisah wanita dalam Alqur'an disebut nama jelasnya.
Ada banyak wanita tetapi yanh disebut namanya dengan jelas hanya 1 yaitu *maryam* yang juga menjadi 1 surat dalam AlQur'an sekaligus menjadi nama suratnya.
Hal ini menunjuknkan ada yang istimewa dari sosok maryam yang ingin ditunjukkan oleh Allah SWT kepada kita semua.

Rasulullah bersabda: *"dari pihak laki-laki yang sampai hidup sempurna banyak, tetapi dari pihak perempuan tidak ada yang sempurna kecuali maryam bin imran"*
Lelaki yang sempurna dalam hal ini para nabi,dan lelaki yang menjadi nama surat dam Alqur'an adalah lelaki sempurna.

Hal lain yang menunjukkan sempurnanya maryam adalah bisa kita lihat dalam surat at-tahrim:12➡"...dan dia(maryam) termasuk orang-orang yang kuat" ( ِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ)
_qoonitiin_ dari segi bahasa harusnya kata ini untuk lelaki,dan _qoonitaat_ ini yang untuk wanita. Tapi mengapa Allah memakai _qoonitiin_ untuk maryam??
Para ahli tafsir mengatakan bahwa *ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT ingun memasukkan satu wanita yanh mulia diantara para lekaki yang mulia*.

4⃣Kisah dalam Alqur'an juga kadangkala mengajarkan kita tentang fiqih dan hukum.
Seperti dalam surat *Al-Qosos:23* yanh menceritakan kisah 2 wanita madyan
_"Dan ketika dia sampai di sumber air negeri madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum(ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia(musa) berkata, " Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua (perempuan) itu menjawab, "Kami tidak dapat memberi minum(ternak kami),sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan(ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usia."_(28:23)

Dari segi fiqih bisa kita tengok dari jumlah wanita penggembala, mengapa 2 orang wanita(hal ini berkaitan dengan hal mahrom,2 wanita ini keluar di gurun pasir yang menjadi wilayah laki-laki). Dan dari segi hukum kalimat yang menjelaskan "ayah kami seorang yang lanjut usia", berkaitan tentang syarat wanita beraktifitas di luar.

Berikutnya mari kita tengok para wanita yang dikisahkan dalam Alqur'an baik yang namanya tersurat secara lansung atau hanya tersirat.

*wanita-wanita yang dikisahkan dalam Al Qur'an*:
1. Hawa (Istri Nabi Adam, ibunda para manusia)
2. Istri Nabi Nuh
3. Istri Nabi Luth
4. Istri Nabi Zakariyah
5. Imroatul Aziz (Istri raja mesir dalam kisah Nabi Yusuf, dalam kisah isroiliyat disebut namanya sebagai Zulaikha)
6. Niswatul madinah (para wanita dalam kota yang bergosip tentang kejadian nabi yusuf dan istri raja).
7. Ibunda Nabi Musa
8. Saudari Nabi Musa (Asiyah binti Muzahim)
9. Istri Nabi Musa
10. Ratu Negeri Saba' (Balqis,yang disebut dalam kisah Nabi Sulaiman)
11. Istri Imran
12. Maryan binti Imran
13. Istri Nabi Ayub
14. Khadijah
15. Hafsah
16. Aisyah
17. Zainab binti Jahz
18. Ummu Habibah (Romlah binti abu sufyan)
19. Ahlul bait nabi secara umum (istri dan anak-anakny)
20. Khaula binti tsa'laba (Wanita yang mengadukan perihal suaminya kepada nabi,surat al-mujadalah:2)
21. Istri Abu Lahab
22. Wanita yang menenun kemudia mengurai kembali tenunannya (An-Nahl:92)
23. Asma' binti abu bakar (dalam surah al mujadalah)
24. Mariyah Al-qibtiyah (at tahrim:1)
25. Putri Nabi Luth
26. Istri-istri nabi ismail
27. Wanita-wanita dalam surah al mumtahanah ayat 10 (beberapa wanita yang berhijrah dan suaminya tetap kafir,termasuk salah satunya kisah putri Rasulullah)

Catatan penting dari potret wanita-wanita diatas :
*1. Potret wanita dalam alqur'an sangat lengkap dari berbagai segi usia,peran,serta akhlaknya(baik dan buruk)*

*2. Dari segi jumlah wanita yang berakhlak buruk jumlahnya lebih sedikit,dan di potret dalam masalah yang berbeda-beda*
*Istri nabi nuh & luth→bermasalah dengan suaminya
*istri abu lahab→bekerja sama dengan suamjnya untuk menyakiti rasulullah
*wanita-wanita di kota→ Ghibah( isi gosip dari perempuan yang menjadi penyakit)
*wanita penggoda yusuf→wanita yang ingin menggoda laki-laki
*wanita aneh yang mengurai kembali tenunannya.

*3. Wanita-wanita yang mulia dalam AlQur'an dipotret dalam berbagau peran/sisi (sebagai ibu, istri, anak, peran sosil, dan dari masalah yang dimiliki).

*TANYA JAWAB*
1⃣ Tengang kisah istri-istri nabi Ismail
Istri pertama → mengeluh tentang kehidupannya yang serba kekurangan (yang akhirnya diceraikan atas perintah dr sang ayah nabi ibrahim)
Istri kedua → wanita yang banyak Bersyukur dan memuji Allah, ketika ditanya tentang apa yang dimakan dan diminum ia menjawab daging dan air zam-zam (maka nabi ibrahim berdoa agar diberkahi daging dan air zam-zam,dan perintah kepada ismail untuk mempertahankan istrinya)
*pelajaran dari dari kisah istri nabi ismail untuk para wanita:*
- mengeluh adalah bentuk ketidaksyukuran kita
- ingatlah sabda Rasulullah: _"kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, dan mereka adalah wanita yang mengingkari suaminya dan kebaikan suaminya"_.
-wanita harus taat kepada suaminya dalam keadaan bagaimana pun suaminya kecuali jika sang suami memerintahkan kemaksiatan kepada Allah dan Rasulnya.

2⃣ kisah wanita yang berhijrah dalam surah al-mumtahanah ayat 10.
Hai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian perempuan-perempuan yang beriman) secara lisannya (untuk berhijrah) dari orang-orang kafir sesudah kalian mengadakan perjanjian perdamaian dengan orang-orang kafir dalam perjanjian Hudaibiah, yaitu bahwa barang siapa yang datang kepada orang-orang mukmin dari kalangan mereka, maka orang itu harus dikembalikan lagi kepada mereka (maka hendaklah kalian uji mereka) melalui sumpah, yaitu bahwa sesungguhnya mereka sekali-kali tidak keluar meninggalkan kampung halamannya melainkan karena senang kepada Islam, bukan karena benci terhadap suami mereka yang kafir, dan bukan pula karena mencintai orang-orang lelaki dari kalangan kaum muslimin. Demikianlah isi sumpah yang dilakukan oleh Nabi saw. kepada perempuan-perempuan itu(Allah telah mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kalian telah mengetahui, bahwa mereka) yakni kalian menduga melalui sumpah yang telah mereka ucapkan, bahwa mereka (benar-benar beriman maka janganlah kalian kembalikan mereka)janganlah kalian mengembalikan mereka(kepada orang-orang kafir. Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada mereka) yakni kembalikanlah kepada orang-orang kafir yang menjadi suami mereka (mahar yang telah mereka bayar) kepada perempuan-perempuan mukmin itu. (Dan tiada dosa atas kalian mengawini mereka) dengan syarat(apabila kalian bayar kepada mereka maharnya) maskawinnya. (Dan janganlah kalian tetap berpegang) dapat dibaca tumsikuu, dan tumassikuu yakni dengan memakai tasydid dan tanpa tasydid (pada tali perkawinan dengan perempuan-perempuan kafir) yakni istri-istri kalian yang kafir, karena keislaman kalian telah memutuskannya dari kalian berikut syarat-syaratnya. Atau perempuan-perempuan yang menyusul atau mengikuti orang-orang musyrik dalam keadaan murtad, karena kemurtadannya telah memutuskan tali perkawinan mereka dengan kalian, berikut syarat-syaratnya (dan hendaklah kalian minta) hendaklah kalian tuntut (apa yang telah kalian nafkahkan) kepada mereka yaitu mahar-mahar yang telah kalian bayar kepada mereka, berupa pengembalian dari orang-orang kafir yang mengawini mereka (dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar) kepada perempuan-perempuan yang ikut berhijrah, sebagaimana penjelasan yang telah lalu yaitu bahwasanya kaum musliminlah yang membayarkannya.(Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kalian) untuk kalian laksanakan. (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana).
Sumber: Tafsir Fiizilalil Qur'an

_ada beberapa wanita dalam ayat tersebut salah satunya zainab bin utbah_

3⃣ kisah wanita aneh yang mengurai tenunnya kembali ada dalam surah An Nahl:92
_"Dan janganlah kamu seperti perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipinyal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali. Kami menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu diantaramy, disebabkan adanya satu golongan yang lain. Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan".(16:92)_

4⃣ Bagaimana sikap kita jika ada wanita seperti istri Abu Lahab
→ Istri Abu lahab adalah contoh yang lengkap keburukannya:
*Fisiknya : dia suka membawa kayu api berduri untuk menghalangi jalan nabi
*Lisannya : suka mengolok Rasulullah dan mencela dakwah Rasulullah
*Hatinya, memilki penyakit yang luar biasa

*lalu bagaimana kita bersikap?*
1. Kalau kita tidak punya iman yang cukup untuk menghadapi oranv seperti ini maka jauhi agar tidak tertular, karena penyakit hati itu bisa menular.
2. Jika ingin menasehati pilih kalimat/kata-kata yang baik
3. Berhati-hatilah dalam menilai seseorang, jangan cepat menjustifikasi keburukan orang
4. Cari orang yang cukup ilmu dan imamnya jika kita tidak bisa menasehatu secara lansung

5⃣ Tentang batasann kata maksiat yang tidak bolej dipatuhi dalam perintah suami.
→semua bentuk dan jenis maksiat kepada Allah tidak boleh diikuti jika suami memerintahkan.
Misalkan pada rokok, rokok sudah dihukumi haram oleh ulama maka jika misal suami memerintahkan kita membeli rokok maka kita tidak boleh mematuhinya.
*apapun bentuk memaksiatan terhadap Allah dan Rasulnya tidak boleh ditaati.*

*TUGAS RUMAH UNTUK PARA PESERTA DAUROH*
1.Membuat list wanita-wanita dalam AlQur'an dalam sebuah tabel yang berisi 5 kolom yaitu no, nama, pribadi, istri,ibu dan sosial. Kemudia beri tanda centang (√) sesuai dengan dia dikisahkan sebagai apa.
2. Pilah mana yang termasuk wanita yang tidak baik.
3. Kemudian lihatlah wanita dalam AlQuran lebih banyak dipotrek pada/sebagai peran yang mana.
*tugas akan dibahas di hari rabu saat materi dengan ustad budi ashari*

_Allahu a'lam.._

Kamis, 09 Juni 2016

Jangan memainkan semua peran,

Copas bagus nih....💛❤💚
KAJIAN PARENTING
By  : Ibu Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi Allah yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.
ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,
Anda bukan anggota tim SAR!

Anak anda TIDAK dalam keadaan BAHAYA.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".

#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".

#Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".

#Kecipratan sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".

Kapan anaknya bisa?
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?
Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.
Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi, tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.
Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.

Masalah sedikit, jadi gila.
Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.

AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT
Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.

Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?
Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi, Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.
Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.

Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,yang kadang tidak bisa dihindari.
Selamat merenung.🌷🌷🌷 Semoga bermanfaat... Berkah Dalem ....

Menyiapkan singgasana keluarga

Membaca slentingan berita dari Globe Magazine yang memberitakan tentang orientasi seksual Pangeran Charles yang diisukan gay, lengkap dengan bukti foto pria mirip sang pangeran mencium seorang pria muda. Putri Camilla, istrinya, dikatakan akan melayangkan gugatan cerai dan meminta US$ 280 juta. Pangeran William dan Kate Middleton bahkan dikabarkan menjauhkan Charles dari anak-anak mereka.

Belum jelas kebenaran berita ini. Tak ada respons sedikit pun dari pihak istana kerajaan Inggris menanggapi. Tapi bukan berita itu yang saya ingin bahas. Berita itu mengingatkan saya akan ‘teori’ Ali bin Abi Thalib RA, dalam pengelompokkan  cara memperlakukan anak yang sudah banyak kita ketahui, yaitu 7  tahun pertama memperlakukan anak sebagai raja, lalu sebagai tawanan perang di 7 tahun ke dua, dan di 7 tahun ketiga menjadi mitra.

Karena beberapa orang mengeluhkan tulisan saya yang lalu-lalu terlalu panjang. Kali ini saya mencoba membuatnya sedikit lebih pendek, jadi saya hanya membahas 7 tahun pertamanya saja dari sudut pandang saya.

Banyak yang mengira menjadi raja itu enak. Banyak dayang-dayang yang melayani, selalu mendapatkan apa yang diingini, memerintahkan orang sesuka hati, segala yang terbaik dimiliki. Kurang lebih seperti semua kisah dongeng yang semenjak kecil kita ketahui. Film-film selalu menyuguhkan gambaran itu sehingga itu pula yang kita pahami dari gambaran seorang raja.

Padahal segala sesuatu, seperti koin, ada 2 sisi. Sayangnya jarang yang melihat sisi koin yang sebelahnya lagi.

Setiap gerak-gerik raja diperhatikan, mereka harus membuat keputusan, kesalahannya kadang dilihat dengan menggunakan kaca pembesar, semuanya diatur agar terlihat sempurna, minimal dari luar.

Jangankan raja (atau ratu), keturunan-keturunan mereka pun menjadi sorotan. Tidak usah membahas ratu elizabethnya, setiap gerak-gerik Kate Middleton saja, yang suaminya bahkan belum menjadi raja, di perhatikan di bawah mikroskop. Kalau tetangga saya keluar rumah pake daster robek di ketiaknya, tidak ada yang perduli. Tapi kalau Kate yang begitu, apa nggak jadi headline fashion news berminggu-minggu tanpa henti?
Kalau preman ujung gang berpesta arak setiap wiken sampai pagi, pasangannya bergonta-ganti, tidak masuk tabloid negri. Tapi ketika Prince Harry yang melakukannya, langsung bikin sak dunia geleng-geleng kepala.

Kalau ada orang yang mengunyah sambil bicara sampai makanannya tersemprot kemana-mana, paling yang terganggu hanya lawan bicaranya. Tapi kalau seorang permaisuri yang melakukannya, orang akan tidak habis pikir, kok tidak diajarkan adab meja makan oleh guru-guru privat kalangan istana.
Raja, bukan semata mendapat yang di minta, dipenuhi semua permintaannya, mendapatkan yang terbaik tanpa usaha. Tapi senyuman mereka di atur, lambaian tangannya harus lentur, pakaian harus haute couture, porsi makanan terukur, kata-kata rapih tertutur, dan dalam keadaan apapun, perilaku sopan tak boleh luntur.

Yang saya tangkap dari teori Ali RA justru itu. anak 0-7 harus tau apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak. Kapan boleh melakukannya, kapan tidak bolehnya. Kalimat-kalimat sopan harus diajarkan sejak dini, pakaian rapi dan pada tempatnya juga harus mereka ketahui. Mereka harus belajar membuat keputusan. Dari hal-hal ringan dan makin lama semakin besar. Mereka harus bisa mengatur diri sendiri dulu, baru bisa kelak mengatur bangsa, saya lebih melihat bahwa mereka harus diperlakukan seakan mereka calon raja.

Mereka harus belajar bertanggung jawab, bahwa keputusan yang mereka buat itu berkonsekuensi. Mereka tidak akan paham kalau mereka tidak pernah merasakan konsekuensi-konsekuensi itu sendiri. Mereka harus belajar cara baik bersosialisasi, tapi dengan cara ‘kerajaan’ yang tidak lantas dibebaskan dan dilempar keluar bermain bersama tetangga. Coba pikir, yang dengan bebas bisa main dengan George dan Charlottenya Prince Williams stiap hari, siapa?

Raja-raja sukses mendapatkan pengasuhan terbaik 7 tahun pertama khidupan mereka. Jika tidak, bagaimana Muhammad al-fatih bisa menguasai begitu banyak ilmu dan bahasa di 7 tahun kedua dan menaklukkan konstantinopel di 7 tahun ketiganya?

Fokus pada fondasi pertama fase ‘usia raja’ ini, maka bangunan indah dan megah tinggal diatur diatasnya dan jauh lebih mudah tersusun rapih. Mereka perlu pengasuh dan pendidik terpilih yang focus hanya pada pekerjaannya mengasuh calon-calon ratu dan raja, bukan part-timer yang menyambi-nyambi pekerjaan mulia ini dengan pekerjaan lainnya.

Yang masih mau memainkan peran ‘dayang-dayang’ untuk ‘raja-raja’ kecil ini, silahkan saja. Saya hanya tidak terbayang bagaimana seseorang, jika di 7 tahun pertamanya permintaannya selalu di penuhi, pelayanan selalu di beri, tidak pernah di larang, lalu di 7 th kedua bisa diperlakukan seperti ‘tawanan perang’. Apa diharapkan mereka lantas bisa patuh dan didisiplinkan dengan mudah? Tidak masuk logika saya.

Saya memilih mempersiapkan mereka untuk singgasana. Singgasana keluarga, masyarakat, dan menjadi pribadi yang kelak bisa menjadi contoh tauladan kebaikannya. Yang tahu apa dimana, kapan dan bagaimananya menjalankan kehidupan berbangsa. Raja yang bijaksana.

#sarrarisman

*jika dirasa manfaat, tidak perlu izin untuk membagikan artikel ini

Rabu, 01 Juni 2016

Kiat Mengelola Keuangan di Bulan Ramadhan dan Syawal

*[Notulensi Kajian Rabu Petang]*

*✨ Manajemen Keuangan Keluarga : Kiat Mengelola Keuangan di Bulan Ramadhan dan Syawal✨*

Bersama :
*Ustadzah Kaukabus Syarqiyah, SE, MSE, CFP*
Financial Planner; Pengurus Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia

📅 Rabu, 25 Mei 2016
⏰ 16.00-18.00 WIB
🏡 Aula Utama Masjid UI Depok

"Nabi SAW melakukan persiapan sebelum Ramadhan 6 bulan sebelumnya, sedangkan untuk perencanaan keuangan selama Ramadhan saya menyarankan 2 bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan"

Berikut tips keuangan Ramadhan dan Syawal:

1⃣ Groceries
👉🏻Belanja bulanan (peralatan mandi, sabun, odol,sembako, minyak goreng, dkk) selesaikan secepat  mungkin, sediakan stok untuk 2 bulan.
❓duit darimana?🤔
☝🏻Ambil tabungan. Bulan depan ganti.
Kenapa belanja printilan-printilan ini sekarang❔
Karena 👇🏻
1. Bulan Ramadhan adalah waktu untuk PRIORITAS IBADAH, belanja printilan menghabiskan banyak waktu.
2. Harga akan semakin melonjak

2⃣ Ubah mindset mengenai mealtime
👉🏻Puasa dan tidak puasa jadwal makannya sama, kita hanya merubah waktu makan saja.
❔tetapi kenapa banyak keluarga "kebobolan"? 👉🏻 menghabiskan banyak waktu di saat sahur dan buka puasa?🤔

Jadi, ketika puasa tidak ada yang berubah. Seharusnya tidak ada tambahan uang belanja. Barangkali hanya lapar mata, padahal puasa adalah latihan melawan hawa nafsu 🙃

3⃣ Manajemen jadwal "BUKA BERSAMA" sejak sekarang. Biasanya buka bersama membutuhkan lebih banyak uang. Bukannya tidak boleh ikut agenda buka bersama dengan berbagai komunitas, hanya saja dari jauh-jauh hari sebaiknya sudah diagendakan agar bisa membuat anggaran biaya yang dibutuhkan.

✍🏻 Kalau bisa jadwalkan tiap hari memberi bukaan 1 orang saat puasa. 1 paket bukaan, kalau bisa dianggarkan, karna pahala yang dijanjikan begitu besar 💞 misal di kantor berikan 1 paket berbuka terdiri dari 1 minuman dan kue atau snack, berikan setiap hari pada orang yang berbeda. Mungkin saja mereka saat berbuka sedang di bus, di kereta atau di jalan. Kita niatkan paket tersebut untuk berbuka mereka, atau memberi bukaan pada tetangga secara bergantian setiap hari 🤗

4⃣ Anggarkan sedekah
Rasul adalah orang yang sangat suka bersedekah. Sedekah adalah soal kelapangan hati 💖 Bukan soal kelapangan harta💰 Dari sebelum ramadhan, berdoalah agar bisa sedekah kapan saja dimana saja🙃🙃🙃

Yuk perbanyak sedekah di bulan Ramadhan. Usahakan semakin hari semakin meningkat untuk sedekah. Misal di hari pertama Ramadhan sedekahnya 5 ribu, maka hari-hari berikutnya semakin meningkat dan terus meningkat 💕

5⃣ Zakat
Jangan pernah lupa untuk menghitung aset kita, agar zakat yag dikeluarkan pas.
Saya di AWAL TAHUN biasanya adalah jadwal untuk : review mimpi, evaluasi. (ngambil momen semangat tahun barunya)
Sedangkan biasanya di bulan Rajab atau Sya'ban untuk : hitung aset, hitung hutang, list hutang ke saudara, hutang ke bank, dll.

📝 bagi Suami istri sebaiknya tau hutang pasangannya, hal ini untuk memudahkan beberapa hal di kemudian hari.

💦5 Tips diatas bermuara pada hal berikut💦

📝📝📝Lakukan pencatatan (keuangan)

👉🏻 Setiap orang punya keborosan di masing-masing sisi (salon, makanan, sepatu, tas, dll) untuk itu perlu kontrol pencatatan keuangan agar walaupun sudah berhemat di banyak hal, namun saat menemukan satu barang tertentu (kesukaan) atau makanan atau suatu hal yang sulit dikontrol untuk dibeli, kita sudah punya catatan prioritas dan anggaran untuk masing-masing kebutuhan

Seharusnya manakah yang lebih besar pemasukan dibanding pengeluaran?
Bagaimana kalau seimbang? Pemasukan dan pengeluarannya sama alias pas 🙈
👉🏻 otomatis tidak bisa punya aset, sebaiknya  pemasukan lebih besar dari pengeluaran.

Kalaupun ingin hidup sederhana, cukup rumah sederhana, ga perlu yang mewah-mewah, cukup mobil sederhana, tidak perlu yang mahal-mahal, tapiiii
🙄 Pengen kan berinfak?
🙄Pengen kan bikin rumah lansia?
🙄Pengen kan bikin rumah buat anak yatim?
🙄 Untuk berangkat haji?
👉🏻 Sumbernya adalah dari pemasukan yang lebih besar dari pengeluaran😄

Ada 3 hal besar yang perlu diperhatikan

1⃣ Pemasukan bulanan 👐🏻 Pengeluaran bulanan (pasangannya)

📝 Pasangkanlah, jodohkanlah pemasukan bulanan dengan pengeluaran bulanan

Buatlah list pemasukan dan pengeluaran bulanan

Berikut contohnya

📥List Pemasukan Bulanan:

✏Gaji
✏ Dikasih ortu
✏ Dari hasil tetap
✏ Dividen

📤List Pengeluaran Bulanan :

💸 Imunisasi
💸 Vitamnin
💸 Pulsa
💸 Makan sehari2
💸 Ziswaf dan keg sosial
💸 Arisan
💸 Buku / pembelajaran Anak
💸 Transport
💸 Jalan-jalan
💸 Listrik-Air

Bisa dilihat berapa jauh lebih banyak item pengeluaran dibanding pemasukan, untuk itu :
📝 Suka ga suka, catatlah pengeluaran dan pemasukan bulanan anda

2⃣ Pemasukan tahunan 👐🏻 Pengeluaran tahunan (pasangannya)

📝 Pasangkanlah, jodohkanlah pemasukan tahunan dengan pengeluaran tahunan

Buatlah list pemasukan dan pengeluaran tahunan

Berikut contohnya

📥List Pemasukan Tahunan:

✏ Bonus THR (alokasi untuk 2 hari raya, id fitri dan id adha)
✏ Gaji 13 (dimana konsep basicnya adalah untuk biaya pendidikan anak, bukan buat beli kulkas baru, baju baru atau yang lain)
✏ Pembagian dividen

📤List Pengeluaran Tahunan :

💸 Pajak mobil
💸 Liburan
💸 Uang tahunan anak
💸 Lebaran (kebutuhan anak, angpao tetangga, angpao ponakan, untuk orang tua, untuk mertua, asisten RT, dsb)
💸 Mudik Idul Adha
💸  Asuransi
💸 Zakat maal _ Zakat fitrah
💸 Membership

☝🏻terlihat pengeluaran lebih besar dari pemasukan

‼ Jangan uang bulanan dipakai untuk biaya tahunan
‼ Jika pengeluaran tahunan lebih besar dari pemasukan tahunan, maka MENABUNGLAH bulanan untuk memenuhinya

3⃣ Mencatat aset

📥ASET :

✏Rumah
✏ Tanah
✏ Kendaraan
✏ Tabungan
✏ Emas
✏ Bisnis

📤HUTANG :
💸 Cicilan hutang
💸 Asuransi KPR
💸 Kartu kredit
💸 Hutang ke ortu
💸 Dll

Aset lancar adalah : aset yang bisa diuangkan dengan segera

Pintar-pintar mengatur uang sedari muda. Jika merasa tidak cukup maka 👉🏻: Tambah pemasukan, Kurangi pengurangan😄

Pertanyaan :
1. Bagaimana dengan dana cadangan / kebutuhan insidentil?
👉🏻Sebaiknya ada namun jangan sampai digunakan untuk yang sifatnya konsumtif.
Dana cadangan dikumpulkan dari : cicil per bulan (nabung)

2. Bagaimana dengan seseorang yang memiliki life style yang tinggi, lalu tiba-tiba mendapat ujian
👉🏻 pada kondisi ini rata-rata orang biasanya dalam waktu 3 tahun baru stabil, namun ada yang lebih cepat.
Yang dilakukan adalah : hadapi, sadari kenyataan dan bersegera optimis untuk kembali bangkit, maka akan lebih mudah untuk mengatasinya.

Allahu'alam bish shawwab, semoga bermanfaat dan penuh berkah 😊

🌏 : mesjidui.ui.ac.id
📹 : bit.ly/mesjidui
🐤 : @masjidUI

Join di channel telegram Masjid UI untuk update info, notulensi dan rekaman kajian, klik bit.ly/masjidui atau @masjidui

-mari sebarkan-