Senin, 22 Februari 2016

Kolam Renang Khusus Wanita di Jakarta dan sekitarnya :.

Berikut 9 rekomendasi Kolam Renang Khusus Wanita di Jakarta dan sekitarnya :.

1. Yayasan Al-Jannah. Jl. Gudang Peluru B1 No.4, Tebet, Jakarta Selatan.
Ph.+62 21 8311 1157.
Harga tiket masuk Rp. 15.000 untuk perenang dan Rp. 5000 untuk pengantar.

2. Al-Hakim. Jl. Anugerah Rayano.107, Jatiwaringin, Pondok-Gede, Bekasi. Ph. (021) 8463916, (021) 8477208, (021) 93448489.
Harga Tiket masuk Rp. 18.000,-.

3. House Of Shafa. Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 57. Phone 021 – 8370 3220.
HTM dewasa : Rp. 20.000,
HTM anak: Rp. 15.000,
HTM pengantar : Rp. 5.000 (Tahun 2012)

4. Griya Tugu Asri. Perumahan Griya Tugu Asri Depok.
Jln. RTM, Kelapa Dua Depok .Kolam renang umum, tapi ada hari khusus untuk perempuan, yaitu Selasa (07.00-18.00) dan Jumat (07.00-12.00)

5. Karimah Swimming Pool
Kawasan Kavling Pertamina, Jalan Raya Cinangka No, 23, Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat
Kolam renang khusus muslimah. Buka setiap hari dari jam 08.00 sampai dengan
17.00, dengan tiket masuk sebesar Rp 25.000,-/orang

6. Taman Keluarga. Jl. Letda Natsir No.99 Ciangsana, Jatiasih – Cibubur. Ph. 08111772999 (ibu Annisa Firdaus).

7. Komplek Barata
Kolam renang Komplek Barata,
Jl Raden Saleh, Karang Tengah, Ciledug. Kolam renang umum, tapi ada hari khusus untuk perempuan, yaitu Jumat.

8. Kolam Renang Yayasan YAPIDH Jati Asih, Bekasi Tlp 021 82410887
Kolam renang umum.
Ada hari khusus muslimah.

9. Kolam Renang Khusus Muslimah ACM Jl. Lingkar Selatan, Baru Asih, Muncul, Tangerang Selatan. Ph.0812-9573-9522. Jadwal putri: Senin,
Selasa, Rabu, Jumat: 06:00-18:00.
Weekend/hr libur: 06:00-16:00.
Harga tiket :
Dewasa: Weekdays 20.000,-
Weekend/hr libur 25.000,-
Anak-anak: Weekdays 15.000,-
Weekend/hr libur 20.000

Silahkan di save dan disebarkan. Mungkin ada saudara atau teman yang butuh info diatas.

Minggu, 21 Februari 2016

VITAMIN A UNTUK ANAK KITA

VITAMIN A UNTUK ANAK KITA

Narasumber: Elly Risman, Psi.
(Direktur dan Psikolog Yayasan Kita dan Buah Hati)

Tantangan zaman yang luar biasa berat bagi anak-anak kita saat ini membutuhkan Vitamin A (Ayah) yang memiliki peranan sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak.

Ayah…
Engkaulah nahkoda, penentu Garis Besar Haluan Keluarga, engkau yang menentukan kemana keluarga kita akan kau bawa.

Engkau bukan hanya pencari rizki yang penuh berkah, yang menyediakan makanan lezat dan pakaian yang hangat, serta rumah dan isinya yang tak mudah berkarat, bagi kami kau adalah pembimbing anak dan istri yang hebat.

Ayah...
Engkau adalah pembuat kebijakan dan peraturan, engkau pula yang menentukan standar keberhasilan.

Ayah..
Engkau senantiasa melakukan pemantauan dan perawatan terhadap kami dan harta benda yang kau titipkan.

Ayah..
Luangkan waktumu lebih banyak lagi ya. Obrolan sederhana yang kau bangun dengan anak kita, membuat ia menjadi anak yang:
- Tumbuh menjadi orang dewasa yang suka menghibur.
- Punya harga diri yang tinggi.
- Prestasi akademis di atas rata-rata, dan
- Lebih pandai bergaul.

Ayah lain yang kurang ngobrol dan bercengkrama dengan anak, ternyata menyebabkan anak perempuannya:
- Cenderung mudah jatuh cinta dan mencari penerimaan dari laki-laki lain.
- 7-8 kali lebih mungkin memiliki anak diluar pernikahan.
- Cenderung suka lelaki yang jauh lebih tua, dan
- Cenderung lebih mudah bercerai.

Ternyata hal ini berlaku pada anak perempuan dari latar belakang sosial ekonomi apapun.

Sedangkan anak laki-laki yang jarang diajak ngobrol oleh ayahnya:
- Lebih beresiko terlibat pornografi, narkoba, dan tindak kriminal.
- Cenderung lebih cepat puber di usia yang lebih muda.
- Cenderung join a gang, dan
- Cenderung menemui kesulitan mendapatkan atau mempertahankan pekerjaan di masa dewasa.

Ciri anak yang kekurangan vitamin A adalah lebih rentan terhadap peer pressure.

Ayah…
Ingat yuk peran kita sebagai orangtua; anak itu AMANAH; kita mendapatkan tugas dari Allah untuk mengasuh dan membesarkan anak dengan baik dan benar. Sebab itu butuh perjuangan (pikir, rasa, jiwa, tenaga, waktu dan biaya).

Ayah…
Yuk pimpin keluarga dengan membuat Visi Pengasuhan bersama Ibu. Visi membuat Ayah dan Ibu lebih mudah mengayuh bahtera keluarga bersama-sama.

Keluarga Nabi Ibrahim (QS Ibrahim: 35-37) mempunyai misi:
- Penyelamatan aqidah.
- Pembiasaan ibadah.
- Pembentukan akhakul karimah dan
- Pengajaran lifeskill (entrepreneur).

Sedangkan Visi Keluarga Imran (QS Ali Imran: 35), yakni menciptakan hamba Allah yang taat.

Ayah…
Mari kita terus perbaiki pola pengasuhan selama ini. Anak kita perlu mendapat validasi dari kita agar ia tidak perlu mencari dari orang lain. Ia membutuhkan 3P:
- Penerimaan.
- Penghargaan, dan
- Pujian.

Ayah..
Mari kita bedakan pola pengasuhan anak laki-laki dan perempuan kita, sebab:
- Otak mereka berbeda.
- Tugas dan tanggung jawab mereka kelak dewasa juga berbeda.
Sehingga, tujuan pengasuhannya pun berbeda. Anak laki-laki kita kelak mengemban tanggungjawab yang lebih besar daripada anak perempuan kita. Selain menjadi hamba yang bertakwa dan berperan di masyarakat, anak laki-laki kita kelak akan menadi pendidik dan pengayom keluarga.

Ayah…
Penting sekali vitamin A bagi anak; bukan hanya meluangkan ‘waktu lebih’, tapi kuantitas dan kualitas berjalan seimbang. Tidak hanya terlibat secara fisik, tapi melakukan authoritative parenting (kasih sayang tinggi – tuntutan tinggi, yakni orangtua memberikan dorongan, dukungan, perhatian dan menawarkan perhatian tanpa kekerasan).

Ayah…
Biasakan tanya perasaan anak kita setiap hari ya, itu berarti kau sedang membangun kekuatan emosi dan kedekatan batin dengan mereka. Ingat PERASAAN ya Yah...!

Biarkan dirimu menjadi tempat curhat anak-anakmu, tempat mereka meluapkan perasaannya. Kalian bisa ngobrol tentang apa saja, tentang hal-hal yang pribadi, tentang hal yang menyenangkan, tentang kesulitan yang dialami, tentang hal yang yang dianggap tabu dan menjadi tantangan anak zaman sekarang.

Ayah…
Berikan pondasi bagi anak-anakmu agar kelak mereka kuat dan mampu berdiri sendiri dengan arif dan disayangi banyak orang.

Ayah..
Peranmu tak tergantikan untuk membantu Ibu membesarkan anak yang sehat dan bahagia, yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan kestabilan Negara.

Pesan Rasul tercinta, manusia yang baik adalah
mereka yang paling baik kepada KELUARGAnya.

Save our children
Yuuuuk dibagikan kepada para ayah

Jumat, 19 Februari 2016

Surat Terbuka Untuk LGBT Dari Muslimah Bercadar

Surat Terbuka Untuk LGBT Dari Muslimah Bercadar

Bismillah..

Kemarin pagi saya membaca di linimasa akun facebook saya yang sedang ramai membicarakan tayangan Indonesia Lawyer Club yang tayang pada tanggal 16 Februari kemarin di TVOne. Karena penasaran, akhirnya saya klik tautan rekaman tayangan tersebut di youtube. Durasi totalnya sekitar 2 jam 45 menit. Saya simak benar-benar setiap perkataan narasumber. Lalu ketika narasumber dari komunitas LGBT membuka suara menuntut agar tidak mendapatkan diskriminasi alih-alih karena Hak Asasi Manusia, saya jadi penasaran, memang diskriminasi apasih yang mereka dapatkan?

Setelah mereka berbicara panjang lebar respon saya cuma satu, “Lho, jadi cuma gitu doang?” Kata mereka diskriminasi yang mereka dapat berupa bully,  dilarang kerja di perusahaan tertentu, dilarang kuliah di kampus tertentu. Wah itu sih bagi saya hal sepele banget. Kalau hanya se sepele itu saya dan kawan-kawan saya lainnya yang bercadar juga gampang saja lapor KOMNAS HAM karena didiskriminasi.

Saya seorang mahasiswi dan bercadar dalam keseharian saya, baik ke kampus atau pergi ke mana pun. Mungkin saya adalah salah satu muslimah bercadar yang beruntung dibandingkan dengan teman-teman saya lainnya yang mengenakan cadar, keluarga saya mendukung saya dan kampus saya juga mengizinkan untuk bercadar. Banyak teman-teman saya yang bercadar mendapat pertentangan dari orang tuanya.

Tidak perlu sampai ke tahap mengenakan cadar, yang mengenakan jilbab syar’i (yang lebar) saja pun banyak yang mendapat pertentangan keras dari keluarganya. Ada yang sampai dikurung dan tidak boleh keluar-keluar. Ada yang kalau pulang ke rumah dan ketahuan punya pakaian syar’i, pakaiannya digunting-gunting lalu dibakar oleh keluarganya, itu baru keluarga inti, keluarga yang paling dekat, bagaimana sekeluarga besar? Itu baru diskriminasi dari pihak keluarga belum dari pihak masyarakat.

Di masyarakat sendiri, kami pun sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Dipandang secara sinis, dicaci, dimaki, dikata-katai, dipermalukan di depan umum. Ketika menjadi pembeli kami tidak mendapat perlakuan yang manis dari para pelayan, dan masih banyak lagi, di antaranya:

1. Ketika saya berada di Rumah Sakit di salah satu kawasan di Jakarta, ada seorang bapak yang mencaci saya dengan mengatakan “Dasar Setan” dengan intonasi dan nada penuh kebencian.

2. Bulan lalu saya diteriaki oleh seorang sales disebuah pusat perbelanjaan “WOI ISIS”. Saya juga pernah diteriaki “TERORIS” ketika sedang berjalan di tengah keramaian Malioboro.

3. Ketika saya sedang naik Commuter Line, saya malah dijadikan bahan ancaman oleh seorang ibu-ibu untuk menakut-nakuti anaknya agar anaknya diam, “Kalau kamu gak mau diam, Ibu kasih kamu ke dia.” Memangnya saya semenyeramkan itu?

4. Ketika di bandara saya diperiksa dengan pemeriksaan super ketat yang itu TIDAK DILAKUKAN KEPADA CALON PENUMPANG PESAWAT LAINNYA. Ketika masuk Mall tas saya diperiksa padahal pengunjung yang lain tidak.

5. Saya juga pernah dikatai oleh seorang Waria di Sunmor UGM, “Iii ada Mbak Ninja”, lha kaum kalian teriak-teriak tidak mau didiskriminasi lho kok malah mendiskriminasi orang lain?

Lalu sang narasumber ILC juga menyampaikan bahwa banyak kaum LGBT yang dilarang bekerja di suatu perusahaan tertentu dan dilarang kuliah di kampus tertentu. Walah, hal yang seperti ini  tidak hanya kalian yang merasakan, kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar pun demikian.

Seandainya dibuat sebuah penelitian tentang mana yang lebih banyak jumlah diskriminasi, terhadap kaum LGBT ataulah terhadap muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar, saya yakin hasilnya perusahaan yang membolehkan pekerjanya dari kaum LGBT lebih banyak daripada perusahaan yang membolehkan karyawatinya bercadar.

Dalam ranah universitas pun, masih banyak universitas-universitas yang melarang Mahasiswinya bercadar. Banyak sekali. Bahkan teman-teman saya memakai masker untuk menutup wajah pun dilarang sampai pihak kampus memerintahkan petugas keamanan untuk memberi peringatan kepada mahasiswi yang berjilbab panjang dan mengenakan masker untuk menanggalkan maskernya.

Ada pula teman saya yang disindir oleh dosennya, “Kamu pake masker karena keimanan yang kamu percaya atau karena sakit? Kalau karena imanmu, semoga kamu masuk surga deh.”

Salah satu narasumber dari pakar komunikasi UI, Bapak Ade Armando, menyampaikan bahwa ada mahasiswanya yang ketika ia berangkat dari rumahnya ia harus mengenakan pakaian laki-laki, lalu ditengah jalan ia berganti pakaian menjadi pakaian wanita, dan ketika di kampus ia berdandan seperti wanita, padahal aslinya ia adalah pria. Pak Ade, kasus seperti ini juga banyak sekali kami alami. Bahkan terjadi kepada mahasiswi bapak juga.

Teman-teman saya ketika liburan kuliah dan pulang ke rumah terpaksa menanggalkan cadarnya, atau memendekkan jilbabnya agar tidak dicap ekstremis oleh orang tua dan tetangga-tetangganya di kampung. Lalu ketika kembali lagi ke kota tempatnya menimba ilmu, di tengah jalan ia harus berganti pakaian juga.

Diskriminasi lainnya yang tidak akan para LGBT rasakan dan hanya kami yang merasakan adalah sulitnya mau keluar negeri karena berbelit-belit di imigrasi, diinterogasi panjang lebar, dituduh sebagai teroris dan sebagainya. Tentu berbeda dengan kalian yang mudah saja ketika mau ke luar negeri. Jika kalian tidak diterima di negeri ini, kalian masih bisa ke luar negeri karena di luar negeri, khususnya negara barat, bisa menerima kalian. Tetapi berbeda dengan kami. Kami tetap saja menjadi bahan 'bullying' baik dalam negeri maupun luar negeri.

Barangkali kalian pun tidak pernah masuk ke tempat-tempat umum seperti mall atau bandara lalu diperiksa dengan pemeriksaan super ketat, bukan? Kami sering mengalaminya! Seakan-akan kami ini selalu dicurigai membawa bom atau akan melakukan aksi teror.

Dan satu lagi, jika kalian hanya akan di-bully saat menunjukkan "identitas" kalian, lain halnya dengan kami. Kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar ini jadi korban bully sepanjang waktu.

Jelas apa yang kami dapatkan itu adalah bentuk-bentuk diskriminasi. Tapi apakah ada yang dengan gigih membela kami dari kalangan aktivis HAM? Mengapa justru membela sesuatu yang jelas-jelas menyimpang seperti LGBT?

Para aktivis HAM, ketika bicara tentang ajaran Islam, maunya islam dengan konsep Islam Nusantara, alasannya karena kearifan lokal. Namun ketika bicara urusan LGBT, maunya seperti luar negeri seperti Amerika, alasannya karena persamaan hak. Standar Ganda.

Intinya tidak perlu berlebihan. Kalian merasa menjadi pihak yang paling terzalimi sejagad Indonesia Raya dan merasa yang paling banyak mendapatkan perlakuan diskriminatif dibanding rakyat Indonesia lainnya. Masih banyak orang lain yang diperlakukan diskriminatif lebih parah daripada kalian, hanya saja mereka tidak koar-koar di media dan tidak menuntut belas kasih KOMNAS HAM.

Lagipula jika kalian mendapatkan perlakuan yang berbeda, itu wajar dan sah-sah saja. Karena LGBT adalah penyakit, ancaman, penuh propaganda, menular, dan bertentangan dengan segala macam tinjauan baik secara medis, psikologis, agama, sosial, kemanusiaan, maupun tinjauan akal sehat manusia sehingga perlu mendapatkan perlakuan berbeda ketika muncul di tengah masyarakat. Adapun kami sebagai muslimah bercadar dan berjilbab, diskriminasi yang kami terima semata karena beberapa elemen masyarakat belum teredukasi dengan aturan ajaran Islam tentang jilbab. Cadar dan jilbab yang kami kenakan bukanlah sebuah penyakit, bukan pula ancaman, tidak mengandung propaganda, tidak menular,  tidak pula bertentangan dengan tinjauan apapun baik sosial, medis, psikologis, apalagi agama.

Kami yang semestinya tidak pantas diperlakukan diskriminatif hanya karena lembaran kain gelap yang kami kenakan tidak mengemis belas kasihan masyarakat luas, apalagi Komnas HAM, agar bersikap wajar terhadap kami. Adapun kalian kaum LGBT, perlakuan diskriminatif masyarakat terhadap kalian memang sudah sewajarnya demi kebaikan kalian sendiri agar kembali menjadi manusia yang berorientasi seksual yang normal sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.

Selama kalian menyalahi fitrah kalian sebagai pria atau wanita yang diciptakan oleh Allah secara heteroseksual, jangan pernah berharap masyarakat akan sepenuhnya menerima kondisi kalian yang secara nyata telah menjadi ancaman dan bertentangan dengan berbagai tinjauan apapun.

Hadanillahu wa iyyakum. Semoga Allah memberi hidayahNya kepada saya dan kita semua.

Yogyakarta, 19 Februari 201[truncated by WhatsApp]

POLA ASUH RENTAN LGBT

Resume Kulwap

�� Jumat,19 Feb 2016
���� Narsum: Adriano Rusfi (Ust. Aad)
�� Host: Septipeni Wulandani

��������������

�� POLA ASUH RENTAN LGBT��
oleh : Ustadz Adriano Rusfi

Pola asuh anak telah terjadi saat anak masih dalam kandungan. Seorang bunda/ayah yang telah "mematok target" jenis kelamin anak, dan ternyata berbeda dengan ketetapan Allah, dapat membuat anak mengalami disorientasi seksual di alam bawah sadarnya.

Saat anak tersebut lahir, orangtua yang tertalu berharap dengan jenis kelamin tertentu pasti akan kecewa, dan inipun akan menimbulkan "kerenggangan" hubungan bathin antara ayahbunda dengan anaknya. Inipun memiliki dampak psikologis tertentu.

Selanjutnya, ekspektasi akan melahirkan preferensi, dan preferensi akan menimbulkan pola dan gaya asuh. Dimulai dari memberikan nama pada anak. Apakah nama anak-anak kita telah clear laki-laki atau perempuan ? Dan sudahkah kita memanggilnya dengan panggilan-panggilan yang sesuai jenis kelaminnya

Jangan sampai karena kita begitu berharap punya anak laki-laki, kita telah mengkoleksi baju dan pernak-pernik anak-laki laki jauh sebelum kelahirannya. Dan ketika ternyata yang lahir adalah anak perempuan, lalu kita pakaikan baju laki-laki itu padanya, dengan alasan "dibuang sayang". mainannya pun tak menunjukkan peran seksualnya.

Lalu, sudahkah anak merasakan diferensiasi gender pada kehidupan dan perilaku orangtuanya sebagai sebuah teladan ? Ketika ia tidak melihat adanya perbedaan yang signifikan antara "Sang Ayah" dengan "Sang Ibu", baik dalam sikap, peran dan pembagian tugas kehidupan, adalah wajar jika anak mengalami "sexual and gender confuses" dalam identifikasi dirinya

Yang lebih repot lagi adalah jika AYAH absen dalam mendidik anak. Sehari-hari ia hanya menyaksikan ibunya sebagai role model tunggal. Bagaimana ia akan memahami tentang "lelaki" dan "perempuan", baik persamaan maupun perbedaannya ? Bagaimana ia akan memahami tentang femininitas dan maskulinitas ? Ibu Elly Risman bilang : "Indonesia is the fatherless country"

Pendidikan yang terburu-buru melakukan segregasi (pemisahan) seksual pada anak juga nggak bagus terhadap pemahaman perbedaan seksual. Makanya Rasulullah SAW memerintahkan segregasi seksual pada anak saat ia berusia 10 tahun.

Banyak anak-anak yang mengalami misidentitas dan disorientasi seksual karena tugasinya sejak kecil hanya satu : belajar. Dia tak pernah. dilibatkan dalam kehidupan, agar fokus mengejar kecakapan akademik dan nilai raport. Yang laki-laki nggak pernah mengangkat barang belanjaan orangtua. Yang perempuan nggak pernah membantu memasak di dapur. Pokoknya : BELAJAR !!!

Tak heran jika orang-orang yang mengalami misidentitas dan orientasi seksual itu pintar-pintar secara akademik, tapi banci.

��������������

�� Tanya-Jawab:

1⃣Nurul Endah IIPSby2

Bagaimana cara orang tua yang paling bijaksana mengarahkan anak supaya menyikapi orang dengan LGBT ini, (*karena teman saya ada yg lgbt , anak saya memang masih kecil saat ini.. saya perlu persiapan dari sekarang)

����Ust. Aad:
Ibu-ibu sekalian tentang lgbt kita harus membedakan antara pelaku perilaku dan gerakan

sebagai pelaku kita tetap harus bersifat kasih sayang mendakwahi dan mengajak mereka kembali kepada Fitrah jalan Allah

sedangkan terhadap perilaku kita harus dengan tegas bersikap bahwa itu keliru

Sedangkan terhadap sebuah gerakan Kita harus melakukan perlawanan dengan keras, karena ini adalah sesuatu yang sangat membahayakan

Jadi tidak ada masalah jika anak-anak kita bergaul dengan mereka-mereka yang punya kecenderungan lgbt yang penting anak-anak kita punya imunitas mana yang benar mana yang salah akan lebih baik lagi jika anak-anak kita mampu mengarahkan temannya ke jalan yang benar melalui dakwah

2⃣ Sri Wulandari IIP Sby 2:
Yang ingin saya tanyakan
1. Bagaimana cara saya mengetahui seorang anak adalah banci/sedang berproses menjadi banci?
2. Jika memang terdeteksi, apa yang harus saya lakukan sebagai seorang ibu?
3. Planing saya, tahun ajaran ini akan memasukkan putra saya ke ponpes. Apakah ini tindakan yang tepat? Putra saya semangat untuk masuk ponpes. Saya pun juga. Tapi perpisahan berjangka dan prospek tidak bisa menjaganya membuat ada setitik ragu.

����Ust Aad:
Bunda Sri Wulandari,  untuk deteksi dini Apakah anak-anak kita punya kecenderungan terhadap perilaku lgbt atau tidak pertama Mari kita perhatikan minatnya, Apakah dia berminat terhadap aktivitas yang sesuai dengan jenis kelaminnya atau justru dia berminat dengan aktivitas lawan jenisnya.

kalau dia sudah cukup besar misalnya sudah di atas 10 atau 11 tahun di mana hormon-hormon sudah mulai menunjukkan gejala-gejala kematangan, kita bisa melihat misalnya dari tatapan matanya. Jika dia laki-laki. namun tatapan matanya Sayu kita sudah mulai harus mencurigai bahwa dia punya kecenderungan seksual yang keliru.

begitu juga misalnya dia laki-laki tapi Pipinya sudah mulai merona merah, bulu matanya cenderung lentik dan sebagainya, kita sudah mulai mewaspadai hal-hal yang semacam itu.

yang terpenting adalah yang kita mesti perhatikan Bagaimana minat dia terhadap kaum sejenis dan kaum lawan jenisnya saat dia telah berusia 10 tahun.

Jika kita sudah mulai mendeteksi adanya kecenderungan kecenderungan perilaku seksual menyimpang pada anak-anak kita, Saya berharap deteksi itu dapat kita lakukan sedini mungkin. karena semakin terlambat kita mendeteksinya semakin sulit kita meluruskannya

nah jika kita telah mendapati gejala-gejala penyimpangan seperti itu yang pertama harus kita lakukan tentunya adalah mencoba mencek apa yang keliru dalam pola asuh kita terhadapnya. Apakah misalnya aktivitasnya sehari-hari tidak mendukungnya untuk berperilaku sesuai dengan jenis kelaminnya . Apakah teman-teman dia bergaul itu tidak mendukung dia berperilaku sesuai dengan jenis kelaminnya. Apakah peran peran dalam rumah tangga antara Ayah dan Bunda tidak menunjukkan perilaku yang mampu memberikan contoh mana seharusnya seorang laki-laki dan mana seharusnya seorang perempuan.

kalau kita sudah menemukan indikasinya maka tolong koreksi segera hal tersebut. jika misalnya aktivitas-aktivitasnya tidak sesuai dengan jenis kelaminnya maka kita koreksi aktivitasnya . kalau penyebabnya adalah pergaulan,  maka kita koreksi pergaulannya. Begitu juga kalau persoalannya ada di Peran ayah bunda di rumah tangga maka Tolong segera dikoreksi

yang patut juga disampaikan pada anak-anak kita bahwa Islam mengajarkan laki laki dan perempuan berbeda. laki-laki harus seperti ini, perempuan harus seperti ini, dan bagaimana laknat dan murka Allah mereka mereka yang tidak sesuai dengan fitrahnya.

Memasukkan anak ke pesantren, Tolong diyakinkan dulu Apakah identitas dan orientasi diri anak sudah jelas. Apakah sudah dia akil baligh. jika belum, cukup berbahaya memasukkan anak ke dalam sebuah pondok dimana di pondok tersebut interaksinya hanya dalam satu jenis kelamin. dia tidur bersama-sama, berinteraksi bersama-sama, hanya dalam 1 jenis kelamin sehingga sangat rentan terhadap kemungkinan terjadinya perilaku seksual yang menyimpang.

harus kita akui secara diam-diam Pesantren adalah sebuah tempat dimana perilaku homoseksual terjadi, yang menurut beberapa pihak itu sampai pada 17 % santri melakukan aktivitas homoseksual

3⃣ Assalaamu'alaikum, Ustadz. Saya Nov Anggraini mau tanya:

1.Cara menghadapi seorg lesbi / sejenisnya agar tdk mempengaruhi org lain.

2.Berapa lama wkt yg dibutuhkan utk menyembuhkan para LGBT?

Jazakallahu khoiron. Wassalaamu'alaikum

����Ust. Aad:
Bunda Anggraini, menghadapi orang-orang yang sudah memiliki kecenderungan gay atau lesbi sikap pertama yang harus kita berikan adalah ketegasan. ketegasan untuk menunjukkan bahwa kita heteroseksual, dan kita tidak berkompromi dengan itu. ceritakan kepadanya bahwa kita perempuan, dan menyenangi laki-laki.

Jangan beri kesempatan atau peluang peluang di mana dia menunjukkan ketertarikannya kepada kita.

Saya telah mendapati satu kasus seorang Ukhti tertarbiyah dengan hijab yang rapi didekati berkali-kali oleh seorang lesbi tomboy, dan sekarang mereka telah berpacaran

jadi Sekali lagi saya ingatkan bahwa Tunjukkan posisi kita tanpa ragu-ragu Tunjukkan sikap kita dengan tegas kalau perlu tegur dan marahi dia

Bahkan bukan sekedar bersifat pasif dan defensif,  kita Justru harus memberikan perilaku proaktif terhadap orang-orang semacam ini, mendakwahinya menyatakan bawa perbuatannya keliru,  dan agama tidak menyukai perbuatan yang semacam itu. Tapi tetap tentunya dengan lemah lembut kasih sayang, tidak mengkriminalisasi, tidak melakukan pemojokan yang membuat mereka semakin defensif terkucil dan mempertahankan kebiasaan buruknya

Waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan para pengidap lgbt itu sangat beragam

jika penyebabnya adalah pergaulan yang keliru, itu dapat diperbaiki tidak terlalu sulit, mungkin 1 sampai 3 bulan pun sudah bisa

masalahnya menjadi lebih rumit jika penyebabnya adalah pola asuh yang keliru Atau dia pernah mengalami Trauma di masa lalu

jika kedua penyebab itu yang terjadi, maka kita membutuhkan kesabaran yang lebih lama. bisa dalam rentang waktu mungkin cuma 3 bulan bahkan bisa sampai 1 tahun.  terima kasih

4⃣ Meli, iip Jakarta:
Apakah Bisa diperjelas yang dimaksud dengan segregasi yg terburu2 ?
Perintah rosul utk segregasi anak usia 10 th itu berdasarkan apa? Hadist atau apa?

Bagaimana dgn pemisahan tempat tdr anak? Dari usia brapa?

Terima kasih.

����Ust Aad:
Bunda Meli, segregasi seksual yang terburu-buru itu maksudnya adalah bahwa anak laki-laki dan anak perempuan telah dipisahkan aktivitasnya terlalu dini.

Misalnya TK pun sudah begitu dipisahkan mana laki-laki mana perempuan. padahal hadits Rasulullah jelas mengatakan bahwa "ajarilah anakmu shalat pada saat dia berusia 7 tahun, dan pukullah pada saat (tidak shalat) berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tidur mereka (antara anak laki-laki dengan anak perempuan)".

Jadi hadis tersebut jelas menggambarkan bahwa segregasi seksual atau pemisahan seksual secara tegas itu terjadi pada usia 10 tahun

kenapa kita tidak perlu terburu-buru melakukan segregasi seksual ? agar anak-anak kita itu mampu membedakan mana laki-laki mana perempuan. laki-laki itu secara fisik seperti apa, perempuan seperti apa. perilakunya seperti apa, perbedaannya seperti apa

Biarkan saja secara naluriah laki-laki menyenangi yang perempuan dan perempuan menyenangi yang laki-laki.itu naluriah.

betapa banyaknya kasus di sekolah sekolah Islam saat ini, dimana anak laki-laki menyukai anak perempuan, lalu diomelin.  anak perempuan menyukai anak laki-laki, lalu diomelin. akibatnya mereka menganggap bahwa menyenangi lawan jenis itu adalah sesuatu yang keliru. ini adalah benih benih dari terjadinya lgbt

5⃣ust Andriano Rusfi, perkenalkan saya Yani :
Banyak orang pintar tp banci akibat kesalahan pola asuh. Dlm Community Based Education (CBE), pola asuh akil baligh ada peran komunitas yg sangat berarti. Sedangkan di negara kita, beberapa pihak terkait belum bisa bersinergi. Beban akademis yg berat, meskipun di lingkungan Pondok Pesantren, mungkin bisa memunculkan jg masalah LGBT ini. Langkah apa yg ditempuh agar beberapa pihak bisa bersinergi untuk melindungi generasi dari bahaya LGBT ini terutama untuk generasi akil baligh?

����Ust Aad:
Bunda Yani, Seperti yang saya sampaikan dalam pengantar, salah satu penyebab munculnya perilaku lgbt adalah kecenderungan akademisi yang terlalu tinggi.

Anak hanya disuruh belajar belajar belajar dan belajar. anak laki-laki tidak pernah diizinkan, misalnya, memotong rumput, mengangkat sesuatu yang berat. anak perempuan tidak diizinkan membantu ibunya memasak,  melakukan aktivitas aktivitas menjahit dan sebagainya, karena semua itu dianggap mengganggu pelajaran

kita terlalu mendewa-dewakan dunia akademik, akhirnya muncul anak-anak pintar tapi nggak jelas orientasi seksualnya, tidak jelas identitas seksualnya

itu yang menyebabkan Kenapa mereka mereka yang lgbt punya kecenderungan cerdas cerdas dengan nilai-nilai akademik yang tinggi, prestasi-prestasi di dunia perkuliahan yang tinggi, karena mereka dari kecil memang hanya diminta belajar belajar dan belajar. ini kesalahan kita

Tentang pondok pesantren juga begitu. anak-anak kita belum aqil baligh. mereka sudah baligh, tapi belum Aqil, dan kita begitu terburu-buru memasukkan mereka ke dalam Pesantren

mereka belum kokoh Sebagai pribadi, belum kokoh struktur egonya,  belum Kokoh identitas dan orientasi Dirinya, tiba-tiba dia masuk ke dalam satu pendidikan satu jenis kelamin (uniseks), di mana mereka bersama-sama di dalamnya. Padahal mereka sudah memiliki hasrat hasrat seksual sebagai manusia, dan akhirnya dilampiaskan kepada sejenis

Jadi saya sangat berharap bahwa kalau kita ingin memasukkan anak-anak kita ke pesantren, masukkanlah setelah kita yakin bahwa anak kita telah dewasa, setelah akil baligh telah memiliki identitas dan orientasi diri yang jelas setelah itu terjadi,  silahkan pesantrenkan.

Kita jangan pernah menunggu-nunggu pemerintah merubah kebijakan kurikulumnya, mengurangi beban beban akademik dan sebagainya. mari kita mulai dari diri sendiri. mari kita mulai dari komunitas kita sendiri

6⃣Assalamu'alaikum, Ustadz

Pola asuh yang bagaimana yang dapat menimbulkan Biseks pada anak? Dan, apakah Biseks sama dengan Same Sex Attraction (SSA) ?

����Ust Aad: Pada dasarnya perilaku biseks adalah perilaku yang lahir dari sebuah petualangan seksual. Jadi sebenarnya faktor pergaulan, faktor pola pikir lebih berpengaruh pada perilaku biseksual ini

pada perempuan biseks biasanya lebih disebabkan karena mereka tidak mendapatkan kepuasan seksual dari lawan jenisnya, dari laki-laki. Laki-laki cenderung terlalu egois. dia hanya minta dipuaskan secara seksual, dan sebaliknya dia tidak memberikan kepuasan seksual kepada perempuan.  akibat dari kekecewaan tersebut, maka mereka mulai mencari kepuasan kepada sesama perempuan, karena mereka menganggap perempuan jauh lebih mengerti Bagaimana memuaskan perempuan lain secara seksual

Beberapa pola asuh yang dapat membuat seorang anak menjadi Biseksual adalah pengawasan yang buruk, sehingga anak menonton tayangan-tayangan porno yang menceritakan perilaku-perilaku sejenis padahal sebenarnya kecenderungan dia bersifat normal alias heteroseks

Selain itu Perilaku biseksual itu dalam perspektif pola asuh bisa juga disebabkan karena peran-peran antara ayah dan bunda di rumah tidak jelas, begitu rancu atau misalnya ada satu peran yang hilang dalam rumah. seorang anak perempuan hanya hidup dengan ibunya, ayahnya tidak hadir karena berbagai macam alasan, sehingga dia hanya mengerti tentang perempuan, dia mencintai perempuan lain seperti dia mencintai ibunya, walaupun sistem keyakinan yang dimiliki sebenarnya adalah heteroseksual

Same sex attraction atau SSA pada dasarnya adalah perilaku homoseksual, tapi masih dalam batas batas di permukaan,  lebih kepada bersifat gaya-gayaan, eksperimentasi dan pertualangan seksual saja .
tapi jika itu diikuti terus-menerus lama-lama ya menjadi homoseks beneran.

��Penutup

��Yang terakhir mohon berkenan  Ustadz memberikan closing statement ttg

"sikap apa yang harus ibu-ibu ambil didalam menjaga putra putri menghadapi gerakan LGBT ini?"

���� Adriano Rusfi:
Para Bunda sekalian yang dirahmati Allah, yang pertama harus kita miliki adalah ridha kepada setiap anak yang Allah telah titipkan kepada kita, Apakah dia laki-laki atau dia perempuan.

Ketidakridhaan terhadap jenis kelamin anak yang telah Allah titipkan kepada kita, seringkali merupakan asal muasal pola asuh yang keliru. Kemudian yang kedua, Mari kita berhati-hati dalam memperlakukan anak, terutama pada usia dini. karena setiap trauma yang dimiliki oleh anak ketika dia masih kecil, itu memiliki dampak penyimpangan perilaku yang bermacam-macam, termasuk diantaranya adalah lgbt

yang ketiga tolong pahamkan dengan baik kepada anak tentang nilai-nilai dasar ajaran Islam, apa apa yang Allah ridha dan apa-apa Ya Allah Benci

Dan kemudian yang terakhir Mari kita jaga pergaulan anak-anak kita. mari kita jaga tontonan anak-anak kita, dan Mari kita jaga apa apa yang didengar oleh anak-anak kita

dan jangan lupa kita berdoa dan bertawakal kepada Allah,  karena hanya Allah yang bisa membantu dan membimbing kita menghadapi kehidupan yang semakin berat dan edan ini terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

�� Alhamdulillah...terima kasih Ustadz, terima kasih teman-teman yang sdh menyimak dan menyebarkan ilmu sore ini ke seluruh grup dan sosial media yang ibu-ibu miliki.

Mari bergandeng tangan,Menata diri,  karena kejahatan yg diorganisasi dg rapi akan mengalahkan kebaikan yang tidak diorganisasi.

Saya Septi Peni, undur diri.
Sampai bertemu di forum belajar selanjutnya.

Wassalamu'alaykum wr.wb

Salam Ibu Profesional,
����

belajar investasi untuk ibu rumah tangga

NOTULENSI DISKUSI
Grup HSMN Tangerang

�� hari dan tanggal : Jum'at, 19 feb 2016
�� Pemateri: cahyani gozali
�� Tema: belajar investasi untuk ibu rumah tangga

�� Moderator : Nurul Fahmyanti
�� Notulen: Rinan ummu hanif luthfi

.: Profil Narsum :.
Nama: Cahyani Hidayati
Menikah dengan Ahmad Gozali dan diberi amanah 3 anak, usianya sudah 10th, 7th, dan 5thn.
Anak2 homeschooling semua insyaAllah. Tapi ada rencana juga untuk nyobain sekolah alam terdekat di panongan.
Alamat: Sekolah kebun cukanggalih. Desa ciakar, kec.panongan kab.tangerang.

Website nabung lm di www.tabunglm.com

.: Pendahuluan :.
Assalamualaikum wr.wb,
Permisi ibu2, malam ini ijin berbagi sedikit pengalaman saya terkait investasi emas.Jadi bukan semua jenis investasi ya.. karena saya ngga menguasai bahannya dan ga berpengalaman.

Sebelumnya saya sedikit cerita latar belakang saya. Saya sejak 2011 mulai berjualan emas batangan secara online, awalnya bikin2 arisan di grup bbm reseller baju anak, yang saya juga salah satu reseller di sana. Sempat jalan setahun lalu setelah semua kebagian arisan, saya bikin skema nabung lm.

Saya buat website khusus nabung lm ini di www.tabunglm.com .. Jadi sampai sekarang saya masih aktif jual emas batangan online. Maaf jadi iklan euy... Berikut ini saya share ulang twit2 saya yang pernah dishare di twitter tentang LM.

TENTANG LOGAM MULIA
1. Untuk yang belum kenal #LM, berikut ini saya coba jelaskan secara ringkas ya..
2. #LM adalah singkatan dari salah satu produknya PT. Aneka Tambang (Antam) yaitu Logam Mulia.
3. #LM adalah emas 24 karat atau 99,99%. Dicetak berbentuk batangan persegi panjang dalam berbagai ukuran berat.
4. Karena jumlahnya yang terbatas di alam, maka nilai emas seperti halnya tanah selalu naik. Meskipun sejak 2012-2013 mmg ada anomali.
5. Nilai emas, minimal selalu mengikuti inflasi. Maka emas bisa menjadi penjaga nilai harta kita sekarang. #LM
6. Disebutkan di zaman nabi, kambing bisa dibeli seharga 1 dinar. Maka sekarangpun nilai kambing masih bisa dibeli seharga 1 dinar. #LM
7. Dinar sendiri adalah koin emas 22karat dengan berat 4,25gr.
8. Ttg investasi #LM, baiknya digunakan untuk jangka panjang.. Sebab kenaikan harganya blm signifikan bila disimpan kurang dr 1 thn.
9. Meskipun, bila keadaan darurat terjadi dan kita perlu ‘mencairkan’ segera, #LM adlh harta likuid. Dibawa ke toko emas pasti dibeli.
10. Adapun untuk menjual #LM ke toko emas, nilai buyback atau harga beli toko dari konsumen akan berbeda2 satu sama lain.
10. Harga jual #LM di antam dengan toko emas bisa berbeda. Begitu pula harga toko emas satu dengan lainnya berbeda2.
11. Kenapa bisa berbeda? Bisa jadi karena adanya faktor kelangkaan dan perbedaan marjin di tiap distributor. #LM
12. Namun, meskipun berbeda2 satu sama lain. Penentuan harga #LM tetap memiliki kesamaan patokan yaitu harga emas dunia dan kurs dolar.
13. Kadang2 harga #LM juga dipengaruhi situasi politik dan perdagangan saham. Tapi krn saya bukan pengamat, maka faktor ini krg saya pahami.

Demikian, semoga ada manfaatnya. ✅
momod : mbak cah, mungkin bisa diceritakan lebih banyak lagi cerita2 kelebihan2 LM atau logam mulia tersebut mbak, secara mungkin ibu2 masih banyak yang belum mudeng tentang logam mulia..
Misal ada case2 dimana lm itu lebih unggul dr mata uang. atau pengalaman pribadi mba cahyani sendiri selama berinvestasi lm

Narsum : Iya mbak Nurul, sudah bukan rahasia bahwa nenek2 dan orangtua kita juga nabung emas yang dalam bentuk perhiasan untuk pendidikan anak atau untuk haji. Karena di jangka panjang nabng dalam bentuk emas lebih stabil nilainya dibandingkan dengan nabung rupiah di celengan atau di bank. Karena rupiah kena inflasi sekitar 10% pertahun...

Sedangkan standarnya emas harganya naik terus. Meskipun dalam setahun ada saat2 harga emas turun, tapi setelah itu biasanya naik lagi lebih tinggi daripada turunnya. Jadi tren jangka panjangnya grafiknya naik terus.
(gambar 1)

�� nah ini keliatan di tahun 2012 sampai 2015 ada anomali, harganya naik turun aja tapi naiknya kurang banyak untuk bisa disebut trennya naik terus. Bisa jadi karena perekonomian dunia ada gonjang-ganjing. Tapi dibanding mata uang kita yang jatuh, setidaknya emas bertahan.

.: Sesi Tanya-jawab :.
pertanyaan 1 :
bisnis lm dlm hal ini arisan lm, dlm pandangan syariah gmn? (rinrin)
Jawaban:
Arisan emas lm beda dengan arisan barang atau uang ya bun. Karena kalau emas harganya fluktuatif tiap hari, maka kita harus apdet dulu harga emasnya ketika mau kocok arisan. Jadi mungkin di kocokan pertama emas 10gr harganya 5jt, di kocokan kedua 5,1jt, di kocokan ketiga 5,15jt dst. Maka harga di hari kocokan itu yang harus dibagi rata sesuai jumlah peserta arisan, untuk asas keadilan.
Jadi meskipun tiap kocokan beda2 harganya tapi secara total semua orang menyetorkan nilai rupiah yang sama.
Saya bukan pakar syariah, jadi saya serahkan pada ahlinya untuk memberi pandangan ttg hal ini.

Saya buatkan ilustrasinya ya.. ��
Misal arisan 10gr untuk 10 orang.
Bulan 1=  harga lm 10gr 5jt = masing2 setor 500rb
Bulan 2= harga lm 10gr 5,1jt = @510rb
Bulan 3= harga lm 10gr 5,15jt= @515rb
Dst sampai 10 bulan atau 10 peserta dapat semua

Tanggapan :
trus yg orang pertama gak rugi mba?msh blom nyambung..
Jawaban :
Ngga bun, karena semua orang pada akhirnya akan membayar total rupiah yang sama. 500rb +510rb+525rb+...
Harga emas akan selalu ikut harga terbaru bun. ��

pertanyaan 2 :
Kalau nabung dgn perhiasan emas sama juga atau bagaimana mba cahya? (sukma)
Jawaban‬:
Secara umum, harga emas akan sama aja naik dan turunnya. Tapi emas perhiasan kemurniannya beda dengan lm yg 99,99% yang bisa diterima semua toko emas. Biasanya emas perhiasan kemurniannya maksimal 85-90% aja untuk 24 karatnya. Dan ada biaya buatnya. Dan biasanya harus jual di tempat belinya (meskipun mestinya di mana aja bisa), ini karena standar kemurnian tiap toko beda2.
Tanggapan :
Jd kalau lm di toko mana sj harganya sama ya mba?
Jawaban :
Beda2 juga bun. Karena marjin (keuntungan) yang diambil tiap toko juga beda2. Tapi kita bisa ambil patokan harga jual kembalinya lihat harga antam di www.logammulia.com supaya ada bayangan harga jual hari ini. ✅

pertanyaan 3 :
Klo beli LM itu belinya pergram/ perbatangan?dan harganya berapa?
Klo dijual kena potongan tidak? (Nung Linda)
Jawaban :
Iya bun, lm atau logam mulia itu dijual mulai pecahan/batangan 1gr,2gr, 3gr, dst sampai 100gr.
Ada selisih harga antara harga beli dan harga jual kembali (buyback) di hari yang sama. Tergantung tokonya, biasanya ada selisih 5-10rb/gram ✅

pertanyaan 4 :
Pertanyaan trend kapan yg lumayan significant krn 3 thn ini statis bahkan cenderung turun.
(Rona Agustina)
Jawaban :
Sdh dijawab dt tabel��
Minimal uang yang di tangan kita ga terlalu gampang keluarnya lagi bu. Dijadikan lm. Karena kalau masih berbentuk rupiah, seperti air aja... mengalir terus. ��✅

.: Penutup :.
Alhamdulillah. Jadi untuk investasi jangka panjang lm bisa dijadikan pilihan ya bun. Misalnya untuk pendidikan di perguruan tinggi atau untuk biaya haji, dll. Tapi untuk jangka pendek kurang  disarankan, kecuali untuk sekedar menahan arus rupiah kita yang keluar untuk konsumtif.
Wallahu alam bushowab semoga ada manfaatnya.✅

Momod : Alhamdulillah, Jazakillah khoir mba cahyani atas ilmu tentang investasi lm hari ini. semoga mendorong para ibu untuk memperbanyak investasi dan mengurangi biaya konsumtif.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��������hsmn��������
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��facebook.com/hsmuslimnusantara
�� FB : HSMuslimNusantara Pusat
�� instagram: @hsmuslimnusantara
�� twitter: @hs_muslim_n
�� web:hsmuslimnusantara.org

Rabu, 17 Februari 2016

BUNDA ELLY RISMAN DAN LGBT

BUNDA ELLY RISMAN DAN LGBT

By.dina

Di grup-grup WA dan FB dari kemarin beredarlink video 30 menit Bunda Elly Risman. Saya sudah nonton dan merinding banget. Padahal isi pembicaraan bunda Elly sudah berkali-kali saya dengar (dan saya sampaikan ulang, kalau sesekali diminta ngisi kajian parenting). Tapi, kali ini seiring dengan isu LGBT akhir-akhir ini, Bu Elly terlihat emosional, suaranya bergetar, dan berkali-kali matanya berkaca-kaca.

Intinya, berbagai bentuk penyimpangan perilaku anak (mulai dari yang sederhana: bohong, lelet, malas… sampai ke yang parah: selfie telanjang, kecanduan pornografi, hingga seks bebas dan same-sex attraction/gay/lesbi,dll) berakar dari kesalahan pola asuh orang tua.

Kesalahannya seperti apa sih? Bisa liat sendiri di video. Di video bagian awal bu Elly menyebut kesalahan komunikasi, “cara bicara ortu yg korup” –> itu maksudnya 13 gaya komunikasi yang salah. Jadi logikanya: cara komunikasi kita yang salah akan berefek buruk pada kepribadian anak (misal, jadi penakut, alay, gampang dipengaruhi orang, tidak tegas memegang prinsip –> nah, ini erat kaitannya dengan berbagai penyimpangan perilaku seks, mereka mau-mau saja dibujuk/diajak untuk coba-coba, akhirnya kecanduan).

Cara-cara komunikasi yang salah itu tidak dijelaskan detil oleh bu Elly di video tersebut, karena waktu yang singkat, hanya 30 menit.

Saya pernah ikut seminar bunda Elly dan ikut pelatihannya bunda Rani Razak Noeman terkait kesalahan komunikasi ini. Ini saya copas rangkumannya. Karena awalnya saya nulisnya di grup WA, harap maklum banyak sekali pakai singkatan, saya ga sempet ngedit ulang. Teorinya dari seminar&pelatihan Ibu Elly Risman&Ibu Rani Razak Noeman; tetapi penguraian ulang dengan kalimat saya sendiri.

—

Ada 13 gaya bicara yg harus DIHINDARI

1.Memerintah
2. mengancam
3. Menceramahi 4.menginterogasi
5. Melabeli
6. Membandingkan 7.menghakimi 8.menyalahkan 9.mendiagnosis
10. Menyindir
11.memberi solusi 12.menyuap 13.membohongi

Selama ini, pengakuan dari para teman-teman peserta pelatihan (termasuk saya sendiri), dengan mengubah cara bicara, dll, manfaatnya terasa: respon anak positif, lebih nurut, masalah yang ada bisa teratasi. Sehingga kita lebih tenang dalam menghadapi anak dan ga banyak energi keluar utk ngomel. Syaratnya konsisten dan sabar, insyaAllah akan ada respon positif dari anak.

1. Memerintah.

Knp kok kita ga boleh memerintah anak (apalagi disertai bentakan)? Krn, anak jd pasif, ga mandiri, ga ada inisiatif/kreatif, dan ibu jg capek nyuruh2 terus.

Kalo kita ingin anak berbuat sesuatu, ajak, dan terangkan alasannya. ‘Nak, yuk sholat, mama temani’, ‘nak, yuk bereskan mainanmu, biar rmh rapi’. Insya Allah, lama2 akan trbiasa dan atas inisiatif sendiri anak akan melakukan hal2 itu.

Kebiasaan nyuruh2 bikin anak pasif. Misal nilai matematika jelek, jgn disuruh2 belajar atau les. Tapi, ajak bicara/diskusi, usahakan sampai anak menemukan sendiri apa sebab nilainya jelek, dan dia sendiri yg bilang ‘aku ingin les!’ jadi anak ada rasa tanggung jwb, dia les bukan krn ‘disuruh ibu’, tp krn dia merasa perlu les.

2. Mengancam

Para ibu paling ahli mengancam: “kalo gak makan, mama tinggal! Kalo nakal, mama kurung di kamar mandi!” Akibatnya, anak nurut karena takut, bukan karena kesadaran. Anak jadi penakut, mau saja diajak2 hal negatif sama teman2nya karena takut ancaman.

Ada yang bilang, sah-sah saja mengancam anak, toh Allah di Quran jg mngancam dg siksa yg pedih! Jwbnya: ancaman Allah itu kan hukum utk org yg baligh (sdh ada taklif). Utk anak2, kita sampaikan wajah Jamal (indah) Allah dulu.. Nak, sholat..supaya kita disayang Allah.. Nak, Allah itu baik, sudah kasih ini.. itu .. yuk kita berterimakasih.. caranya dg sholat.. Mnrt pnelitian, otak kiri dan kanan anak tersambung syaraf2nya pada usia9 th, dan saat itu dia bisa mnghubungkan sebab-akibat yg abstrak (“ghaib”). Jd saat itulah idealnya kita kenalkan “hukuman” Allah, bhw manusia2 yg tidak patuh akan mendapat siksa, masuk neraka. InsyaAllah dg proses ini, anak beribadah dg landasan cinta dan syukur, bukan semata2 takut pd neraka. Amin.

3. Menceramahi.

Jangan suka menceramahi anak ya bu.. Knp? Karena..coba inget2 lg, dulu wkt kecil, kalo diceramahi ibu/bpk..rasanya gmn? Bete, sebel, dan dlm hati bilang ‘sok tau banget!’ Atau ‘cerewet!’ Ya nggak? Lebih baik, ajak anak berdiskusi dalam suasana santai.

4. Menginterogasi

Terutama untuk anak remaja, gaya interogasi malah bikin mereka kesal dan semakin menjauh dari ortu. Anak pulang telat, ibu langsung bergaya polisi, “Darimana tadi? Sama siapa? Ngapain aja? Tadi habis les sama temen2, kalian mampir dulu di cafe ya? Kamu coba-coba ngerokok ya, kok bau rokok?!” Tujuan ortu tentu baik, tapi caranya yang kurang baik.

5. Memberi label/cap

Ibu sering ngomel: kamu lelet, nakal, bandel, ceroboh,dll. Kalo ibu marah biasanya ga puas kalo ga berkata, “kamu kok ga pernah nurut/dengerin ibu sih?!” Memberi cap akan membentuk citra diri anak. Ketika dia dikatai berulang2 bhw dia lelet atau bodoh atau bandel, dia lama2 akan merasa bhw dirinya memang demikian. Dan lama2 dia akan cuek, pasif, dan berpikiran “emang aku ya begini ini, situ mau apa?!”

Jadi biasakan ucapkan kata2 yg membentuk citra positif anak, puji anak sesuai apa yg dilakukan (berlebihan memuji juga tidak baik, akan membuat anak narsis). Ungkapkan perasaan ibu. Misal, “Nak, ibu kesal kalau kamu….”

6. Membandingkan.

Tujuan ibu membanding2kan anak adalah supaya anak termotivasi, “belajar yg rajin dong, kayak kakak..Liat kakak tuh, juara terus, kamu kok engga?”

Bu, ada bbrp kasus ekstrim yg ditemukan guru parenting saya, akibat ibu suka mmbandingkan. Salah satunya, ada prp dewasa, kena kanker parah. Saat diterapi, keluar masalahnya: dia selama ini tertekan krn sejak kecil ibunya ga pernah puas sama dia, selalu banding2kan dg kakaknya.

7. Menghakimi.

Contoh, kakak berantem sama adik, lalu ibu tanpa mau meneliti dulu langsung bilang “kakak jgn nakal sama adik!”, atau anak nilainya jelek, “ini pasti gara2 kamu main game melulu!” Tujuan ibu ngomong gini adalah utk mperbaiki perilaku anak, ya kan? Tapi sayang, cara ini ga ngefek. Anak akan merasa sakit hati (terutama kali dia merasa benar/dituduh secara salah). Lama2 dia merasa ga disayang, disalahin melulu..dst (efeknya akan mirip dg yg sy ceritakan kemarin). Ketika anak msh kecil, mgkn msh bisa kita kontrol. Tp ketika sdh remaja, jika komunikasi dg ortu ga bagus, anak akan menjauh dan lebih mndengar kata2 temannya.

Teknik paling ngefek dlm membangun komunikasi dg anak: bertanya (bukan menginterogasi lho) dan dengar jawabannya. Jadi jgb menghakimi, biarkan anak menyampaikan argumen, lalu giring dia utk ambil kesimpulan/penilaian atas perilakunya sendiri. Ini juga berdampak positif: melatih anak berpikir dan menyusun argumen.

8. menyalahkan.

Ini sering banget kita lakukan dan terasa wajar. Misal anak numpahin minuman di karpet “ya ampun! Kok numpahin minum aja sih? Liat ni karpet jadi kotor! Hati2 dong!”

Mungkin kita bertanya2, emang anak salah, kok ga boleh disalahin? Problemnya ada di gaya bicara. Kalo anak salah ya kita kasih tau, tp bukan dgn menyalahkan (apalagi plus ngomel, marah, atau melabeli “dasar kamu memang ceroboh!”). Seperti sdh sy bilang sblmnya, tujuan kita belajar gaya bicara yg benar adalah agar komunikasi ortu-anak terbangun baik sehingga berbagai masalah besar di masa depan bisa dihindari. Anak yg disalah2in melulu akan tumbuh jd org ga pede, ga kreatif (selalu takut salah), mgkn jd pembohong (daripada disalahin, mending bohong aja),dll.

Ini musti dilatih supaya ibu2 terbiasa. Jd refleks saat anak berbuat kesalahan upayakan bukan berupa “menyalahkan”, coba ganti kalimat lain.. misalnya.. “waduuh.. jatuh ya.. ayo bantu ibu ngelap karpetnya.. ” (pokoknya tahan lidah, jgn sampai meledak nyalah2in). Saat itupun anak sdh tau kok kalau dia salah. Jg jangan ibu langsung bersihkan sendiri, libatkan anak,biarin dia ikut bersihin.ga bersih gpp, kan masih kecil.. Ibu bantuin bersihkan (bareng2). Di sini ada yg dipelajari anak: menahan emosi (krn anak belajar dg meniru sikap ibu), bertanggung jwb, dan dia tau kalo ga jln hati2, ada akibatnya.

9. mendiagnosis/menganalis.

Misal tadi, anak jatuh dan minuman di gelas tumpah ke karpet. Ibu ga marah tp bilang gini, “adek tadi pasti jalannya sambil ngelamun ya? Trus, jd ga liat nih ada mainan di atas karpet. Coba kalo td adek jln pelan aja, perhatiin kakinya, jgn sampi kesandung..pasti ga bakal tumpah nih susunya.. ”

Kebayang kalo ibu2 terbiasa ngomong gini..sampai anak remaja masih rajin menganalisis, pasti dlm hati mrk akan bilang “bawel amat sih enak gue! Sok tau banget!” Dlm kondisi gini, ga ngefek ibu2 nasehat ini-itu..krn di pikiran mrk sdh tertanam “ibuku sok tau!” Gawat kan?

Nah, yg sebaiknya dilakukan adalah BERTANYA (bukan interogasi ya). “Waduh..adek kok nilai matematikanya jelek?” (Biarkan anak mnganalisis sendiri..jgn lgsg bilang “ini pasti krn kamu males bikin pr!”) Bila komunikasi terjalin baik, anak terbuka curhat..misal mmg dia ga paham penjelasan guru.. Lalu tanya lagi : “menurutmu, jalan keluarnya apa ya?”

Jadi kalo akhirnya anak les, itu atas kesadaran si anak (dan dia jd senang mnjalaninya) bukan krn hasil analisis ibu “ini pasti gurumu emang payah.. udah, mulai besok kamu les aja!”

10. menyindir.

Ibu2 sendiri kalo disindir org enak ga? Pasti kesel kan? sayangnya banyak jg ibu2 yg sukan nyindir orang.. juga nyindir anaknya. Anak2 yg disindir ibunya pun tetap sakit hati, merasa terhina, dan merasa disalahkan.

Contoh: anak lagi sibuk baca buku cerita, pdhl rumah berantakan atau blm cuci piring. Ibu sambil beresin rumah, bilang “duh, tuan putri, santai banget nih baca buku.. emang enak ya jd putri, ada pembantu yg ngurusin semuanya!”

11. Memberi solusi.

“Udah, kamu bobo aja, biar ibu yg beresin mainanmu.”… “ya, sini biar ibu yg bikinin prakarya-nya, kamu kerjakan PR yg lain”… Anak udh di sekolah, sms, buku pr ketinggalan..ibu buru2 nganter peer ke sekolah. Anak mau ujian, buku ga ketemu… sambil ngomel, ibu bantu cariin dan ketemu (kalo ga ketemu, ibu yg pinjem dari anak temennya, lalu ibu yg fotokopi). Sibuk bangeeeet.. ya kan?

Padahal, kita ibuk2 nih udah banyak urusan:.masak, nyuci, ngitung duit belanja (dan stress kalo duit ga cukup), taklim, kerja, dll. Masa mau sih merepotkan diri utk hal2 yg seharusnya diurus sendiri oleh anak? Kebiasaan memberi solusi pada anak, selain merepotkan diri sendiri juga mendidik anak jd pribadi manja, bergantung ke orang, tdk bertanggung jawab, ga kreatif mencari solusi utk problemnya sendiri. Maka, stop berusaha jadi SUPERMOM yg selalu ingin kasih solusi.

Kalo ada masalah, ajak diskusi: menurutmu apa yg sebaiknya kamu lakukan? Bantu anak menemukan solusi masalah, biarkan dia berlatih mikir, bukan kita menyuapinya dg solusi. Saat dia sdh memilih solusi, fasilitasi, dampingi. Misal, anak ga paham2 matematika. Tanya: mnrtmu, musti gmn ya? Kalo dia bilang ingin les, fasilitasi. Kalo ga ada uang, bilang ke anak, dorong dia mncari alternatif lain. Misal:aku mau belajar sama paman (kebetulan psmannya mhsw matematika), fasilitasi, misalnya dg cara anter ke rmh paman.

12. Menyuap.

“Kalau adek ga rewel nanti ibu beliin eskrim”.. “Ssst, main dulu sana. Nanti kalo tamunya dah pulang ibu kasih uang bwt beli mainan. Skrg jgn ribut ya! Malu sama tamu”. “Ayo beresin mainannya, ntar ibu kasih hadiah”.. Ehm… siapa yg pernah ngomong gini?

Ibu2… ini namanya menyuap ya. Kita skrg benci sama para pejabat yg makan suap.. tapi kadang kita lupa, sikap senang disuap itu ditumbuhkan oleh ortu… Jgn sampai anak2 kita besar jd penyuka suap, mau kerja kalo ada uang pelicin, dll..naudzu billah..

Tujuan kita menyuap adalah supaya urusan cepet selesai. Krn itu yg musti diingat: mendidik anak itu mmg butuh waktu.. makanya jgn sibuk dg urusan selain anak, biar banyak waktu. Jadi, kalo anak nangis, kita tetap tenang, ga tergoda menyuap. Lakukan antisipasi: saat mau ada tamu, bilang “Nak, nanti ibu ada tamu. Kamu yg tenang ya, jangan rewel. Ibu sayang pada anak yg sopan. Janji ya?” Siapkan segala macam mainan. Kalau anak rewel: introspeksi diri..jgn2 emang udah kelamaan ngobrolnya. Tegas saja ke tamu: duh, maaf, obrolannya kita sambung kain waktu ya.. Tapi kalo baru 5 mnt udh rewel, mgkn krn sering disuap, artinya anak ga tepati janji. Katakan baik2:ibu kecewa kamu ga tepati janji.. tlg tunggu 10 mnt lagi, ibu ngobrol dulu dg tamu, lalu main dgnmu. Dan 10 menit, tepati janji ibu. Anak akan belajar mnepati janji.

13. Berbohong.

Ada tamu, ibu males menemui,,bilang ke anak “bilang, ibu ga ada!”. Anak minta jajan, “ibu ga ada uang!” (Padahal ada, tp buat keperluan lain). Anak ga mau makan “ntar ditangkep polisi lho” (selain ngancem, jg bohong, kan polisi ga akan nangkep org yg mogok makan). Akibat dr bohong.. ya kita semua udahtaulah.Kita benci dibohongi (apalagi sama suami:D), masa kita latih anak kita jadi pembohong?!

Nah, sekian dulu.

������������������

Sabtu, 13 Februari 2016

CATATAN RINGKAS, apabila ditanya ANAK / CUCU tentang AL QURAN (tanya jawab)

ASSALAMU ALAIKUM..........                CATATAN RINGKAS, apabila ditanya ANAK / CUCU tentang AL QURAN (tanya jawab)
S�� : Berapa jumlah Surah dlm al-Quran?
J : 114 Surah
S�� : Berapa jumlah Juz dlm al-Quran?
J : 30 Juz
S ��: Berapa jumlah Hizb dlm al-Quran?
J : 60 Hizb
��S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Quran?
J : 6236 Ayat
S�� : Berapa jumlah Kata dlm al-Quran?, dan Berapa Jumlah Hurufnya?
J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf
S ��: Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?,
J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll.
S�� : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Quran?
J : 15 Sajdah
S ��: Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : 25 Nabi
S�� : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Quran?, sebutkan.
J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra'd, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.
S ��: Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Quran? sebutkan.
J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas.
S ��: Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Quran?
J : 29 Surah.
S�� : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyyah?, sebutkan 10 saja.
J : Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra', al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq.
S ㊗: Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja?
J: Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj.
S ��: Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa', Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Saw.
S ��: Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Maryam binti Imran.
S ��: Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37.
S㊗ : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?
J : Surah at-Tawbah.
S ��: Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?
J : Surah al-Naml.
S�� : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran?
J : Surah al-Kafirun.
S�� : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran?
J : Surah al-Ikhlas
��S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
J : Surah al-Mulk
S�� : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan?
J : Surah al-Khafi
S ��: Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255
S㊗ : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?
J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.
S ��: Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?
J : Firman Allah Swt :" Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8)
S ��: Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya?
J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.
S�� : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?
J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.
S�� : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga?
J : Ayat Kursi.
S�� : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa?
J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.
S�� : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa?
J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.
��S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa?
J : Ayat No 282 Surah al-Baqarah...

Silakan "Share" agar h ilmu ini bermanfaat.jika diteruskan termasuk amal jariyah kita . Insya Allah . Aamiin....