Selasa, 08 September 2015

KEWAJIBAN ORTU TERHADAP ANAK

KEWAJIBAN ORTU TERHADAP ANAK

Saya coba share hasil dari berbagai seminar parenting yg pernah saya ikuti..

Cara mendidik anak yg benar menurut para ahli sdh byk dikemukakan, dan umumnya berfokus pada pendidikan karakter anak.

Sedangkan dlm Islam mendidik anak yg benar meliputi apa, mengapa dan bagaimana. Kita bisa meneladani Lukman al Hakim atas hikmah dan nasehatnya. Teladan2 tsb Allah telah abadikan dalam surat ke-31, surat LUQMAN, terlebih pd ayat 12 sd 19. (Silakan pelajari berikut tafsir dan penjelasannya).

PANDANGAN AL QUR'AN TENTANG ANAK
1. "Anak sbg amanah bagi orang tuanya"
Amanah ini dari Allah, maka kewajiban ortunya adl mendidiknya sesuai dg yg telah diperintahkan Allah.

2. "Anak sbg generasi penerus"
Kewajiban ortunya adl mendidiknya utk mjd generasi penerus yg tangguh. Lebih jauh, Allah memerintahkan agar anak2 dijauhkan dr api neraka.

3. "Anak adl tabungan amal ortu di akhirat"
Kita semua tahu, amal, sedekah jariyah dan ilmu yg bermanfaat serta doa anak yg shalih merupakan amalan yg insyaa Allah pahalanya akan terus mengalir hingga hari perhitungan kelak.

4. "Anak adl penghiburan dan perhiasan bagi ortunya"
Namun demikian, di sisi lain anak jg dpt menggelincirkan ortu dr jln Allah.

Berdasarkan hal2 tsb, bisa disimpulkan kewajiban ortu dlm mendidik anak adalah:
1. "Memberikan dasar hubungan yang harmonis dg Allah (hablum minallah)"
Caranya: kenalkan Allah padanya, mengapa wajib taat padaNya. Krn ketaatan bukan krn Allah adalah Pencipta dan Pemilik kita. Namun, krn dg taat padaNya hidup kita akan mjd lbh baik dan bahagia. Dan bila ketaatan itu sdh tumbuh maka anak tdk akan menganggap Allah sbg hakim atau pengawas namun sbg zat yg memang sangat kita butuhkan. Hal inilah yg hrs kita jadikan landasan utama dlm mendidik anak.
Contoh: mengajarkan shalat pd anak semenjak kecil, mulai berikan pengertian, kenapa hrs shalat dst.. Sesuai dg perkembangan anak.

2. "Memberikas dasar hubungan yg harmonis dg orang2 di sekelilingnya (hablum minannaas)"
Kewajiban ortu: mengajarkan tata cara pergaulan yg baik dg sesama (etika, adab, tata krama, angga unggu dsb) dilandasi rasa saling menghormati shg anak mampu bersifat asertif (menang dan sukses dlm kehidupan sosialnya).

3. "Memberikan dasar yg kuat guna menghadapi tantangan jaman"
Kewajiban ortu: mendidik anak agar kuat imannya, santun kpd sesama, kuat pula ilmunya. Ilmu itulah yg akan membuatnya mampu bertahan serta bisa menemukan jln ikhtiar utk keluar dr permasalahan yg ia hadapi.

Yg perlu diperhatikan!!!
Utamakan mendidik anak menjadi BENAR, krn dg begitu kepintaran akan mengikuti dg sendirinya. Sebaliknya bila mengutamakan mendidik anak menjadi PINTAR, anak blm tentu menjadi benar. Malah ngeyelan.. Dsb..
Bisa dikatakan "pinter keblinger" :)

Peran ortu sangat penting. Sebaiknya jgn beranggapan dg diserahkan ke sekolah ataupun lembaga pendidikan lainnya, masalah selesai. Tidak. Sekolah ataupun sarana pendidikan lainnya hanya pendukung dan memang sangat membantu.

Sempatkan dan berikan sentuhan fisik yg lembut padanya seperti belaian, ciuman, pelukan dsb. Hal ini akan membuat hatinya tidak keras.

Sudahkah diterapkan pola itu??
Jika sudah, istiqomahkan.
Jika belum, mari benahi..
Jika hasilnya blm sesuai harapan, itu bukan gagal, mungkin caranya saja yg kurang pas dg anak.. Coba lagi.. Terus.. Terus.. Dan terus.
Susah?? :) jangan menyerah.
Karena semua ini membutuhkan waktu yg sangat lama.

Semoga bermanfaat.

Minggu, 06 September 2015

Download woksheet hs

Homeschooling Keluarga Muslim Indonesia: Gratis Unduh: Kurikulum untuk Anak Pra Sekolah-TK - http://www.ummujita.blogspot.com/2015/07/kurikulum-untuk-anak-pra-sekolah-tk.html

Anak dengan Sindrom Tamu

Anak dengan Sindrom Tamu

"Salim.., aduh nak kamu kok gitu sih...kamu kan tahu kalau mama sedang ada tamu. Jangan ganggu mama dulu dong nak. Masuk ke dalam dulu ya...". Si anak bukan malah masuk ke dalam, justeru tingkahnya semakin menjadi-jadi,"Ma, aku boleh minta kuenya gak? ".
"Aduh...kamu ini...di dalam kan ada....sudah mama sediakan buat kamu". "Tapi aku maunya yang ini ma...", sambil tangannya mengambil kue yang  di hidangkan.

Bunda ayah...
Pernah tidak bunda ayah merasa kesal sama si kecil karena berbagai polahnya justru pada saat bunda dan ayah kedatangan tamu ? Ada yang "ngelendotin" bunda ayah sehingga susah untuk berkonsentrasi dalam obrolan. Ada yang ngambilin kue yang di sajikan padahal di dalam sudah di sediakan untuk dia. Ada yang merengek-rengek minta sesuatu seolah tidak bisa di tunda. Sampai terkadang bunda ayah harus menariknya ke dalam dan memberikan sedikit ancaman, "Awas ya, sekali lagi kamu gangguin mama, mama gak akan beliin lagi coklat kesukaan kamu". Keluar juga akhirnya jurus pamungkas untuk mengakhiri perseteruan di ruang tamu. Si kecil terdiam dengan wajah tertekuk.

Amannn....kita pun kembali ke ruang tamu dan meminta maaf, "Maaf ya bu, anak saya itu kalau ada tamu memang suka aneh-aneh kelakuannya". Si tamu pun menimpali, "...yah...emang gitu bu, namanya juga anak-anak. Di mana-mana sama, anak-anak di rumah juga gitu". Hmm...senasib dong...

Mengubah Tamu Sindrom Menjadi Potensi Positif Bagi Anak

Bunda ayah...
Baik kita sedang menerima tamu, atau pun pada saat kita bertamu, kita sering mengalami peristiwa seperti ini. Terutama di kalangan keluarga muda yang memiliki anak relatif masih kecil-kecil. Tanpa sadar terkadang kita kehilangan kesempatan emas untuk mengubah sebuah suasana yang kita anggap menyebalkan ini menjadi kuatnya hubungan emosional kita dengan anak. Atau bahkan kesempatan untuk membangun kekuatan interaksi sosial anak dan menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Merupakan sebuah pemandangan yang menarik ketika Anas yang mendampingi Rasulullah sejak ia berusia sepuluh tahun itu bercerita,

عَنْ أَنَسٍ  أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَزُورُ الأَنْصَارَ ، وَيُسَلِّمُ عَلَى صِبْيَانِهِمْ ، وَيَمْسَحُ رُءُوسَهُمْ

Dari Anas, Rasulullah mengunjungi shahabat-shahabat Anshar, mengucapkan salam kepada anak-anak  mereka dan mengusap-usap kepala mereka.

Bunda ayah....
Anas menceritakan kepada kita sebuah peristiwa di mana saat itu Nabi Shalallahu'alaihi wasallam mengunjungi para shahabat Anshar. Yang sangat menarik adalah fokus cerita Anas itu bukan pada kunjungan Rasulullah  kepada para shahabat Anshar tapi ia justeru menyoroti sebuah kejadian antara Rasulullah dengan anak- anak mereka.

وَيُسَلِّمُ عَلَى صِبْيَانِهِمْ ، وَيَمْسَحُ رُءُوسَهُمْ

"Mengucapkan salam kepada anak-anak  mereka dan mengusap-usap kepala mereka."

Ada yang Terlewatkan

Bunda Ayah...
Ada yang seringkali terlewatkan oleh kita ketika bertamu. Ketika kita mengunjungi sahabat atau kolega kita. Pada saat di sana kita temui ada anak-anak, kita sering melewatkan mereka. Fokus kita hanya kepada teman kita, hanya kepada urusan kita dan ini lah pertanyaan kita kepada mereka, "Papanya ada dik ?". Bahkan salam dan sapaan sederhana pun sering tidak kita berikan kepada mereka.

Muhammad itu seorang Rasul, pemimpin tertinggi  kaum muslimin, begitu banyak urusan umat yang ia harus selesaikan. Tapi ketika ia bertamu ke para shahabat Anshar, urusan penting itu tidak membuat perhatian terhadapa anak-anak mereka terlewatkan. Mengucapkan salam kepada mereka dan memberik sentuhan usapan di kepala mereka bukanlah merupakan sesuatu yang membuang-buang waktu. Tapi Rasulullah tahu betul bahwa ucapan salam dan usapan itu akan memberikan efek dan kesan yang luar biasa terhadap mereka.

Bukankah dalam memberikan salam Rasulullah memberikan kepada kita sebuah kaidah,

يُسَلِّمُ الصَّغِيْرُ عَلَى الْكَبِيْرِ، وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ، وَالْقَلِيْلُ عَلَى الْكَثِيْرِ

“(Hendaklah) yang lebih muda memberi salam kepada yang tua, yang berjalan memberi salam kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 6231).

"Yang muda memberi salam lebih dulu kepada yang tua". Untuk anak-anak ternyata Rasulullah tidak demikian, Rasulullah memposisikan dirinya sebagai seorang guru yang sedang memberikan contoh dalam proses pembelajaran kepada mereka. Rasulullah pun mengucapkan salam lebih dulu kepada anak-anak Anshar yang ia temui. Lalu Rasulullah mengusap-usap kepala mereka. Abdulllah bin Ja'far bahkan sangat ingat jumlah bilangan usapan pada saat Rasulullah mengusap-usap kepalanya.

وعن عبد الله بن جعفر - رَضِيَ اللهُ عَنْهُما- قال: مسح رسول الله -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ- بيده على رأسي، قال: أظنه قال ثلاثاً، فلما مسح قال: (اللهم اخلف جعفراً في ولده).  أخرجه الحاكم في المستدرك،  وقال الذهبي: صحيح

Dari Abdullah bin Ja'far Radhiallahu'anhuma, Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam mengusap rambutku dengan tangannya, lalu ia di tanya,"Berapa kali?", ia menjawab, "Tiga Kali". Setelah itu ia berdo'a, "Ya Allah! Tinggalkan (kebaikan-kebaikan) Ja`far pada anaknya (Abdillah)". (Di keluarkan oleh Al Hakim dalam mustadraknya, berkata Dzahabi Hadits ini Shohih.)

Inilah Kesempatan itu ?

Bunda ayah...
Ya..memang ada yang terlewatkan oleh kita pada saat kita bertamu atau menerima tamu. Sebuah perhatian dan sedikit sentuhan kepada anak.
Bunda ayah, sungguh Rasulullah memberikan contoh yang luar biasa. Ia datang, menyapa anak-anak lebih dahulu, mengucapkan salam kepada mereka, mengusap-usap kepala mereka. Setelah semua urusan itu selesai, baru Rasulullah berurusan dengan para Shahabatnya. Kenapa ketika kita kehadiran seorang tamu dan melihat anak kita mencoba mencari perhatian kita, tidak kita selesaikan dulu urusan mereka ? Bunda ayah, anak kita cuma ingin mengetahui siapa tamu bunda dan ayahnya. Ia ingin secuil perhatian. Akan lebih bijak ketika dia muncul kita memanggil dia, "Kemari nak....sini Mama kenalkan sama teman mama. Om tante....ini anak sholeh mau kenalan sama om dan tante...ayo nak...beri ucapan salam ..ke om Ilham dan tante Aisyah..".

Bukankah kita yang bertamu akan lebih menarik kalau menyapa mereka, "Subhanallah, Assalaamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh, wah...anak sholeh yang ganteng ini siapa namanya...sini nak salaman dulu dong....". Setelah bersalaman sambil mengusap kepalanya, "Nama mu siapa nak ? Udah sekolah belum..?"...dan seterusnya....

Bunda ayah...kalau itu yang kita lakukan pada saat kita bertamu atau menerima tamu, maka kita akan melihat sebuah efek yang sangat luar biasa....insya-Allah ia tidak akan mengganggu kita dan ia akan kembali asik dengan aktivitasnya.

Bunda ayah...apa yang sudah kita ajarkan kepada mereka dalam sesi yang sangat singkat ?
Kita telah mengajarkan kepada mereka tentang keutamaan menghormati tamu
Kita pun telah mengajarkan kepada mereka tentang keutamaan mengucapkan salam
Kita juga telah mengajarkan kepada mereka untuk berani berinteraksi dengan orang dewasa dan itu sangat membangun kepercayaan diri mereka.

Dan kita pun menjadi tidak terganggu selama bertamu atau menerima tamu. Subhanallah, semakin terasa bagi kita kemulian seorang Muhammad.

Selasa, 01 September 2015

GAMES SEJARAH NABI

: GAMES SEJARAH NABI dr grup sebelah bisa untuk anak2....☺

Soal :
1. ��
2. ����
3. ����
4. ������
5. ����⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
6.����
7.✒
8. ����������������
9. ��������������
10.����
11. ��������������
12. ��
13. ����
14. ������

⛔Siapa yang tahu.? sebutkan nama2 Nabi dari petunjuk di atas ��

sempet diposting member hsmn semarang mb..
��������������������inilah jawapnnya

1.��

Kisah nabi Yunus AS, ketika marah kepada umatnya yg tidak mengindahkan seruannya, dan Allah peringati Nabi lewat peristiwa dimana Nabi Yunus diberikan kegelapan dalam perut Ikan Paus

(QS. Ash-Shaffat:139-148)

2. ����

Nabi Sulaiman, raja dan mmpunyai mukjizat mampu berbicara dengan semut utk berlindung ketika Nabi Sulaiman berjalan bersama pasukannya.

(QS. An-Naml: 18).

3. ����

Kisah ketaatan dan kesabaran Nabi Ismail AS akan cubaan Allah, yg kemudian dgn rahmat Allah SWT digantikan seekor biri2

(QS. Ash-Shâffât, [37]: 106)


4. ������

Kisah Nabi Musa AS yg menewaskan penyihir dgn tongkat yg berubah menjadi ular dgn keizinan Allah

(Taha 20:68-69)

dan kisah ttg umat nya yg menyembah sapi dari emas (samiri) ketika Nabi Musa tinggalkan (QS. Al Baqarah 54)

5.����⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

Kisah Nabi Yusuf AS dimana waktu kecil dikisahkan bermimpi matahari, bulan dan 11 bintang bersujud kepadanya

(QS : Yusuf : 4)

6.����

Kisah nabi Nuh AS dan musibah air bah yg ditimpakan kepada Umat Nabi Nuh AS.

(QS. Hud - ayat 44, Al-Araf:59 )

7.✒

Nabi Idris
Orang yg pertama menggunakan pena (Al Maryam 56-57)

8. ����������������

Nabi Daud AS, yg ketika beliau bertasbih menyebut nama Allah bersama gunung² dan burung²

(QS 34 (Saba) :10)

Ada juga jawapan dari gambar atas berhubungan dengan nabi ibrahim. Di saat nabi ibrahim di perintahkan Allah s.w.t untuk memotong 2 ekor (ana tepatnya berapa) burung dan mencampurkan antara potongan burung yang satu dengan yang lain. Serta membuang potongan-potongan burung di antara gunung²

Atau juga nabi Ibrahim, yang ketika itu sedang mencari bukti ketauhidanan nya kepada Allah, dipotong burung² menjadi 4 bahagian dan diletakan di 4 gunung yg berbeza, dengan izin Allah, Allah satukan kembali burung  dan hidup kembali

(QS Ibrahim : 260)

.9. ��������������

Nabi Zakaria AS ketika setiap kali ia memasuki rumah Maryam, sudah tersedia pelbagai jenis makanan dan buah2an

(QS. Ali 'Imran: 37)

Ada yang menjawab dari gambar di atas iaitu nabi isa.

10. ����

Nabi Luth yg berdakwah ditengah umat yg menyukai sesama jenis (Asy-Syuara:165)


11. ��������������

Nabi Daud AS yg bertasbih, membaca kitab Zabur dengan merdu hatta burung² terbang mendekat, angin menjadi tenang, haiwan² datang mendekat bersama² Nabi Daud bertasbih kepada Allah QS (34:10)

12.��

Nabi Saleh yg mempunyai mukjizat keluar unta emas dari batu, bukti kekuasaan Allah kepada kaum Tsamud.(QS. Hud: 64)

13. ����

Nabi Muhammad SAW,  kisah Rasulullah saat membelah bulan atas ijin Allah utk membuktikan kekuasaan Allah kepada kaum Quraisy

(QS. Al Qomar 54:1-2)

Atau  juga kisah gerhana bulan yg terjadi di zaman Rasulullah -(solat gerhana)

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi kerana kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah solat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

14. ������

Nabi Ibrahim  dikisahkan dibakar oleh raja Namrud (QS. al-Anbiya': 51-68)

Alamat berkemas hs

Jln taman margasatwa no12 ragunan yelp 78848300 Rumah Belajar Berkemas

Untuk berkemas info yg saya tau (kurang lebih, bisa saja salah):
Kalau daftar sekolah payung :  uang pangkal 6juta , uang ujiannya 5 juta, perbulannya kalau ga salah 500.

Ada ikut paket saja tergantung paket A B atau C, paling mahal C sekitar 3 juta.

Untuk berkas sih dua bulan lalu disuruh buru2 ngumpulin tdk tau sekarang sudah di tutup atau tdk.

Kurang lebih nya seperti itu, tp bu yayah kasih banyak kemudahan  buat adik saya jd tdk pake estimasi biaya itu.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Dinosaurus Binatang Purbakala bgm dlm islam?

Dinosaurus Binatang Purbakala

Assalamu’alaikum,
Gimana Khabarnya ustadz? Afwan ana mau tanya malasah hewan purbakala salah satunya dinosaurus. Ini pertanyaan yang sering di pertanyakan oleh salah satu anak nya temen saya…
1. Apakah benar hewan purbakala bernama donosaurus itu ada? Dan dahulu mana antara NAbi Adam Alaihi Salam dengan Dinosaurus?
2. Apakah benar bahwa Allah Subhanahu Wata’ala pernah menciptakan mahluq sejenis manusia sebelum nabi Adam Alaihi Salam?
Itu saja, Jazakallah Khair atas jawabanya..
Wassalamu’alaikum

Dari: Sigit Hadi Purnomo

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, Realita Ada dua

Diantara prinsip yang perlu kita pahami, bahwa realita di alam ini ada dua:

Realita Syar’i

Itulah semua realita yang Allah sebutkan dalam al-Quran dan sunah nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun realita itu tidak bisa dibuktikan dengan indera atau logika manusia.

Kita meyakini adanya surga, neraka, malaikat, terompet sangkakala, nikmat kubur, adzab kubur, dan perkara ghaib lainnya. Kita mengakui itu ada dan itu realita. Sekalipun indera kita tidak pernah menangkapnya, dan logika kita tidak manjangkaunya. Tapi kita yakin itu semua ada dan bukan khayalan.

Mengapa kita mengakui itu sebagai realita, padahal kita tidak pernah menginderanya? Karena kita percaya dan mengimani sumber berita yang menceritakan semua hal ghaib tersebut.

Realita Kauni

Itulah semua realita dan kejadian yang ada di alam dunia ini. Baik telah kita ketahui, maupun yang belum kita ketahui.

Kita meyakini adanya listrik sekalipun kita tidak pernah melihatnya. Tapi kita percaya itu realita karena kita bisa merasakan pengaruhnya.

Kita meyakini ada gelombang radio, sehingga radio kita bisa berfungsi atau hp kita bisa menangkap sinyalnya. Kita percaya itu realita karena kita bisa merasakan pengaruhnya, sekalipun kita tidak pernah melihatnya.

Kedua, Antara Klaim & Realita

Bagian ini penting untuk anda bedakan. Tidak semua klaim, berarti itu realita. Beberapa negara kafir membuat berbagai klaim, untuk menunjukkan kepada dunia akan kehebatan teknologinya. Terlebih ketika terjadi perang dingin antara blok timur dan barat.

Telah menjadi rahasia bersama, sekitar tahun 1969 Amerika dengan sangat bangganya memproklamirkan bahwa Neil Amstrong orang pertama yang berhasil mendarat di bulan. Namun ternyata semua bukti klaim itu hanya dusta dan kebohongan. Artinya itu bukan realita, sehingga tidak selayaknya diyakini.

Orang syiah mengklaim, mereka memiliki mushaf Fatimah. Namun hingga saat ini, mereka sendiri tidak bisa menunjukkan wujud mushaf Fatimah itu. Tidak berbeda dengan yang pertama, hanya kedustaan.

Orang nasrani mengklaim, yesus mengajarkan ajaran trinitas. Namun sungguh aneh, hingga sekarang mereka tidak bisa menunjukkan bukti adanya ajaran itu. Tidak berbeda dengan yang pertama dan kedua, hanya kedustaan.

Ketiga, Antara Teori & Realita

Beberapa orang kesulitan membedakan antara teori dan realita. Sehingga tidak jarang teori diyakini sebagai realita. Padahal tidak semua teori sesuai realita. Teori bisa bertahan dan bisa diruntuhkan. Dulu masyarakat meyakini kebenaran teori atom Dalton, namun ketika Thomson datang, teori Dalton mulai ditinggalkan. Ketika datang teori atom Rutherford, punya Thomson mulai ditinggalkan. Hingga ketika postulat Neils Bohr datang, punya Rutherford ditinggalkan.

Bertahun-tahun kita dikibuli dengan teori evolusi Darwin. Bahwa makhluk di alam semesta ini mengalami evolusi, menjalani hidup secara bertahap hingga menuju titik sempurna. Hingga beberapa orang meragukan, sejatinya manusia itu keturunan Adam ataukah si kera Pithecanthropus?

Orang tidak sadar bahwa itu hanya teori. Dan teori bukan realita. Sayangnya, teori picisan semacam ini dijadikan doktrin untuk anak sekolah, dimasukkan di kurikulum sekolah menengah. Meskipun jelas-jelas ini sangat bertentangan dengan akal sehat.

Termasuk dalam kasus ini adalah perdebatan antara madzhab heliosentris dan geosentris. Keduanya hanyalah teori. Dan sekali lagi, teori bukan realita.

Selama tidak ada bukti empiris, posisikan teori sebagai teori, dan jangan diyakini hingga pada dataran realita.

Keempat, Beberapa Kaidah Penting Dalam Islam

Sebelum menginjak kajian tentang dinosaurus, kami berharap agar anda memahami 3 pengantar di atas, dan beberapa kaidah dalam islam yang bisa kami simpulkan berikut,

1. Islam tidak menolak realita

Satu prinsip yang perlu kita tanamkan di benak kita baik-baik, islam tidak menolak realita. Bagaimana mungkin islam menolak realita, sementara islam datang menjelaskan realita. Terutama realita syar’i. Dulu orang musyrikin jahiliyah pernah meyakini 3 hal, yang semua bertentangan dengan realita. Allah bantah keyakinan ini dalam firman-Nya,

مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ذَلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ

Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). (QS. Al-Ahzab: 4)

Anda bisa cari, tidak akan ada dalil dalam al-Quran maupun hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bertentangan dengan realita. ketika ada klaim bahwa al-Quran bertentangan dengan ‘satu realita’, maka di sana ada 2 kemungkinan,

Realita itu hanyalah klaim dusta yang tidak pernah ada.Realita itu hanyalah sebuah teori, namun masyarakat mengganggapnya realita.

2. Islam melarang kita untuk menebak hal yang ghaib tanpa bukti

Islam tidak membebani manusia untuk menggali hal yang ghaib. Bahkan islam melarang keras, manusia menebak-nebak hal yang ghaib. Dan ini termasuk berbicara tanpa dasar ilmu. Karena semua indera kita akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al-Isra: 36)

Dan ini menjadi prinsip penting dalam menyampaikan berita, bicara dengan bukti, atau diam.

3. Islam menjelaskan segala hal yang dibutuhkan manusia untuk menggapai kebahagiaan dalam hidupnya

Kita mengakui Allah Maha Kasih Sayang terhadap hamba-Nya. Salah satu wujud kasih sayangnya, Allah turunkan wahyu kepada mereka untuk membimbing mereka menuju kebahagiaan hidup yang sejatinya. Karena itu, segala informasi yang ada dalam al-Quran dan sunah, sudah cukup untuk mengantarkan manusia menuju kebahagiaan itu, tanpa ada yang kurang. Tentu saja, ini jika mereka memahaminya dan mengamalkannya dengan baik dan benar.

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS. an-Nahl: 89).

Makna: ’menjelaskan segala sesuatu’

Dalam Tafsir Jalalin dinyatakan,

بيانا لّكُلّ شَىْء  يحتاج إليه الناس من أمر الشريعة

“Maknanya, menjelaskan segala sesuatu tentang masalah syariah yang dibutuhkan manusia.” (Tafsir Jalalin, 4/489).

4. Keyakinan yang bertentangan dengan islam adalah dusta

Semua keyakinan dan pernyataan yang bertentangan dengan informasi syariat, bisa kita pastikan itu adalah dusta dan kebohongan.

Dulu orang musyrik meyakini ada beberapa kriteria onta yang tidak boleh disembelih. Padahal Allah tidak pernah menetapkan hal itu. Allah sebut itu dusta mereka atas nama Allah,

مَا جَعَلَ اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ وَلَكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Allah sekali-kali tidak pernah mensyari’atkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. (QS. Al-Maidah: 103)

Keterangan:

“bahiirah, saaibah, washiilah dan haam” adalah kriteria-kriteria onta yang tidak boleh disembelih.

5. Sebatas teori, belum tentu sejalan dengan islam.

Karena itu, dalil al-Quran dan sunah, selayaknya tidak dipaksakan untuk memihak satu teori tertentu yang belum jelas kebenarannya. Karena sekali lagi, teori hanya teori, yang itu bisa jadi benar dan bisa jadi salah. Bisa jadi sekarang dianggap benar, besok dianggap salah. Atau sekarang disalahkan, besok dibenarkan.

Padahal dalil al-Quran dan sunah tidak pernah salah dan tidak akan salah selamanya.

وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ ( ) لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ

Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. ( ) Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. (QS. Fushilat: 41 – 42).

Dinosaurus Dalam Islam?

Selanjutnya, kita beralih ke pembahasan masalah Dinosaurus. Benarkah binatang ini pernah tinggal di bumi ini?

Pertama, yang perlu kita tegaskan, mengenai keberadaan makhluk ini hanyalah sebuah teori. Mereka diprediksi hidup pada masa ratusan juta tahun yang lalu. Para ahli paleontologi menemukan berbagai fosil yang kemudian dirangkai seperti sedemikian rupa. Kemudian dipostulatkan layaknya binatang. Dan tentu saja, ada banyak tambahan baik dari sisi anatomi, morfologi maupun fisiologi. Terutama yang telah difilmkan.

Kita tidak tahu sampai kapan teori ini bertahan dan dihargai masyarakat. Yang jelas, sikapi teori ini sebagai teori, yang bisa jadi benar dan bisa jadi salah.

Kedua, Tidak dijumpai adanya satu dalil, baik dalam al-Quran maupun sunah yang menyebutkan jenis binatang ini. Karena itu, selayaknya kita tidak memaksakan dalil al-Quran dan sunah untuk memihak teori tersebut.

Dalam Fatwa Islam pernah disinggung tentang Dinosaurus. Jawaban pertama yang disampaikan,

وليس في نصوص الكتاب والسنة ما يثبت أو ينفي وجود هذه المخلوقات، وفي القرآن الكريم ما فهم منه بعض العلماء : وجود مخلوقات على الأرض قبل آدم عليه السلام

Tidak ada dalil tegas dari al-Quran maupun sunah yang menetapkan adanya makhluk tersebut maupun yang  meniadakan keberadaan makhluk tersebut. Dalam al-Quran, terdapat ayat yang dipahami sebagian ulama bahwa ada makhluk yang tinggal di bumi ini sebelum kehadiran Nabi Adam ‘alaihis salam. (Fatwa Islam, no. 166097).

Ketiga, ayat yang mengisyaratkan adanya kehidupan sebelum Adam

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah (pengganti) di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 30)

Sisi pendalilan ayat:

Allah menyebut makhluk yang akan tinggal di bumi itu sebagai ‘khalifah’. Khalifah artinya pengganti. Karena makhluk yang akan tinggal di bumi ini adalah pengganti bagi makhluk sebelumnya.
Para Malaikat bertanya tentang hikmah diciptakannya manusia di bumi, “Apakah Engkau akan menjadikan makhluk yang membuat kerusakan di dalamnya dan saling menumpahkan darah?. mereka bertanya demikian, karena mereka telah mengetahui sebelumnya ada makhluk yang karakternya seperti itu.
Imam Ibnu Utsaimin menafsirkan ayat di atas,

قول الملائكة : ( أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ) يرجِّحُ أنهم خليفة لمن سبقهم ، وأنه كان على الأرض مخلوقات قبل ذلك تسفك الدماء وتفسد فيها ، فسألت الملائكة ربها عزّ وجلّ : ( أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ) كما فعل من قبلهم

Pertanyaan para malaikat, ”Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya..?” memberikan kesimpulan lebih kuat bahwa manusia adalah pengganti bagi makhluk sebelumnya di bumi. Dan sebelumnya ada makhluk di muka bumi ini, yang mereka menumpahkan darah dan berbuat kerusakan. Sehingga malaikat bertanya, Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya, sebagaimana yang dilakukan makhluk sebelumnya. (Tafsir al-Quran al-Karim, Ibnu Utsaimin, ayat: 30).

Satu pertanyaan, siapa yang tinggal di bumi sebelum Adam?

Tentu jawabannya makhluk yang berakal, sebagaimana manusia. Karena mereka mendapat beban untuk beribadah kepada Allah, sehingga terwujudlah kemakmuran di bumi. Ibnu Katsir membawakan keterangan Ibnu Abbas dalam tafsir itu,

أول من سكن الأرض الجنُّ، فأفسدوا فيها وسفكوا فيها الدماء، وقتل بعضهم بعضا. قال: فبعث الله إليهم إبليس، فقتلهم إبليس ومن معه حتى ألحقهم بجزائر البحور وأطراف الجبال. ثم خلق آدم وأسكنه إياها

Makhluk yang pertama tinggal di muka bumi adalah golongan jin. Lalu mereka berbuat kerusakan (maksiat) dan saling menumpahkan darah, satu sama lain saling membunuh. Kemudian Allah mengutus Iblis, lalu Iblis dan tentaranya berhasil memerangi mereka, hingga mengejar mereka ke ujung lautan dan puncak gunung. Kemudian Allah menciptakan Adam dan menempatkannya di bumi. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/218).

Sebagai catatan, Iblis kala itu adalah hamba yang baik, yang rajin beribadah kepada Allah,  tidak sebagaimana jin lainnya.

Jika kita memastikan ada makhluk sebelum Adam, bukan berarti kita memastikan ada Dinosaurus ketika itu. Karena kita tidak memiliki data jelas, apakah binatang yang hidup di zaman sebelum Adam itu, apakah seperti dinosaurus yang dibayangkan orang sekarang, ataukah bentuknya lain?. Kita tidak punya data tentang itu.

Keempat, andai dinosaurus itu benar-benar ada di masa silam, kita meyakini bahwa al-Quran maupun sunah tidak menolaknya. Karena al-Quran dan sunah tidak menolak kebenaran. Ini jika benar-benar ada yang namanya makhluk dinosaurus itu.

Kelima, jika kita renungkan, tahu dan tidak tahu dinosaurus, tidaklah menambah iman maupun mengurangi iman. Karena al-Quran dan hadis tidak menyinggung hal ini. Andai kita meyakini dinosaurus itu ada, tidaklah keyakinan ini akan mengantarkkan kita ke surga atau membawa kita pada kebahagiaan, demikian pula sebaliknya.

Karena itulah, seperti yang telah dipaparkan dalam pengantar, bahwa al-Quran dan sunah telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk bisa hidup bahagia. Akan lebih berharga jika kita gunakan waktu ini untuk mengkaji hal yang manfaat, yang kita butuhkan dalam keseharian kita.

Demikian,

Allahu a’lam.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Kamis, 27 Agustus 2015

Anak suka berbohong

Ibu mia yang sholihah, berbohong adalah sikap sengaja
mengatakan sesuatu yang tidak benar dengan tujuan
memperoleh keuntungan. Ada beberapa hal yang
menyebabkan anak berbohong antara lain: (1) Anak suka
berbohong untuk melindungi dirinya. Misalnya dari
hukuman orang tua. (2) Anak membutuhkan perhatian dari
orang tuanya dan lingkungannya. (3) Anak belum dapat
membedakan antara kenyataan dan fantasi, biasanya
muncul pada anak kecil. (4) Anak ingin melindungi teman
atau orang lain dari serangan atau kritikan, dan bisa jadi
anak berbohong karena (5) Mencontoh orang tua dan
perilaku orang di sekitarnya. Misalnya jika orang tua
sedang enggan mengangkat telepon, meminta kepada anak
untuk mengatakan bahwa kita sedang pergi atau tidur.
Hal itu akan menanamkan kebiasaan berbohong anak.
Jika anak berbohong untuk melindungi diri dan menutupi
kesalahannya, maka orang tua harus lebih waspada.
Karena alasan berbohong inilah yang paling berbahaya.
Jika menjadi kebiasaan, maka anak akan semakin pintar
berbohong dan berkelit. Dan jika kebiasaan ini terus
berlanjut, lambat laun anak akan menjadi pribadi yang
tidak jujur dan tak bisa dipercaya.
Ibu mia yang baik, saya bisa memahami kekhawatiran
Anda. Walaupun baru kali pertama, tetapi harus segera
diingatkan. Sebagai orang tua kita dituntut untuk
bijaksana, bila mendapati anak berbohong.
Cobalah bicara baik-baik dengan anak, jangan
memojokkan anak dengan pertanyaan-pertanyaan yang
memojokkkan dan menuduh. Mungkin saat itu Ananda
terpaksa melakukannya karena sangat menginginkan
sesuatu, atau dibujuk oleh teman-temannya untuk
membelanjakan semua uang kembaliannya. Sebaiknya
lakukan pendekatan kepada anak dengan hati-hati dan
bersahabat. Cari tahu benarkah anak berbohong dan untuk
apa ia berbohong. Tidak perlu memberikan ancaman. Jika
anak merasa terancam, lain waktu ia tidak akan
mengaku, bahkan akan berusaha mengarang kebohongan
lain. Beri pengertian kepada anak bahwa perilaku
berbohongnya tidak disukai dan dapat berakibat buruk
bagi dirinya dan orang lain.
Ibu mia yang baik, kebiasaan berbohong pada anak dapat
dicegah dengan mempererat hubungan antar orang tua dan
anak. Jika anak dekat dengan orang tua, ia akan lebih
terbuka sehingga ada rasa saling mempercayai dan
menghargai. Jadi, luangkan waktu untuk bersama anak-
anak. Jangan lupa sampaikan ayat-ayat, hadits tentang
ketidakbolehan berbohong. Dengan membacakan-nya,
menghafal dan mengkajinya Insya Allah akan dapat
memberikan dorongan pada anak untuk tidak berbohong.
Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman,
mengapa kamu mengatakan apa-apa yang kamu tidak
perbuat? Amat besar kemurkaan Allah bahwa kamu
mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan". (TQS Ash
Shaff: 2-3 )
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling
aku cintai dan paling dekat tempat duduknya dari
tempatku di hari kiamat, ialah orang yang paling baik
akhlaknya dan orang yang paling aku benci dan paling jauh
tempat duduknya dari tempatku di hari kiamat, ialah
orang yang cerewet, suka membual dan omong besar". (HR
Tirmidzi )