Senin, 11 Mei 2015

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI?”

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI?”

Seorang guru di Australia pernah berkata: “Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak SD kami tidak pandai matematika, kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Sewaktu ditanya “Mengapa dan kok bisa begitu?” karena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya, inilah jawabanya:

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian dari mereka ada yang menjadi penari, atlet olimpiade, penyanyi, musisi, pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan matematika.

Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan etika moral dan pelajaran erharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI?”

”Oh iya, banyak sekali pelajaran berharganya:”

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri).

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapian.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang-orang yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silakan Anda temukan sendiri sisanya.

Semoga menginspirasi 

Sabtu, 09 Mei 2015

KEMBALIKAN ANAK LELAKIKU

KEMBALIKAN ANAK LELAKIKU
.

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya:“Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!”
Suamiku menjawab:“Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku.”

Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.
Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatamkan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku:
“Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah.”

Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: “Oh ya. Ide bagus itu.”

Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat! Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.

Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.
Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan. Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima.

Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah. Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang menyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.

Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda gagah, pandai dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu. Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu:
“Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!” Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu. “Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!”

Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di hatiku. Ada yang mencemaskan aku. Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu. Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu.

Ahmad kecil sedang digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah sambil berteriak menghentak, “Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!” Dengan kasar disorongkannya bayi mungil itu.

Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa bayi ini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang istri dan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini.

Pecahlah tangisku serasa sudah berabad aku menyimpannya. Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya: “Dulu kau hempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolak ia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki, kau bilang kau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia tidak suka dipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!”

Allahumma Shalii ala Muhammad. Allahumma Shalli alaihi wassalaam. Aku ingin anakku menirumu, wahai Nabi. Engkau membopong cucu-cucumu di punggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka Engkau bahkan menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Dan engkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya dari gendonganmu, “Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus yang putus di kepalanya?”

Aku memandang suamiku yang terpaku.

Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam. Kupandangi keduanya, berlinangan air mata. Aku tak boleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu? Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat kepada Ahmad. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.
Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka berdua, “Lakukanlah ini, permintaan seorang yang akan dijemput ajal yang tak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta.

Lakukanlah, demi setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi keturunan. Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga di permukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian, bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan. Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka. Dua laki-laki dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya.

Memang tak mudah untuk berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke pelukan suamiku. Aku bilang: “Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang.”

Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama, bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si bayi sambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama mereka yang penuh kabut rahasia, dan menemukan betapa sesungguhnya di antara keduanya Allah menitipkan perasaan saling membutuhkan yang tak pernah terungkapkan dengan kata, atau sentuhan. Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu

Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu.
Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.
Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu.

Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata: Ya, Nabi. aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua menirumu! Amin, Alhamdulillah.

��Itu Sepenggal Kisah Nyata Kehidupan Bunda Neno Warisman utk para Ayah Indonesia dalam buku "Izinkan Aku Bertutur"

Jumat, 08 Mei 2015

YANG MENENTUKAN BAIK/BURUKNYA DIRI, ADALAH KITA SENDIRI...

YANG MENENTUKAN BAIK/BURUKNYA DIRI, ADALAH KITA SENDIRI...

�� Ini ada sekedar renungan:

Bagus sekali ��
Suatu hari, dua orang sahabat A dan B menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk dengan wajah kusut

Orang pertama A, jelas jengkel menerima layanan seperti itu.

Yang mengherankan, orang kedua,B ,tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.

Kemudian A bertanya kepada B, sahabatnya:

"... Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?"

B, menjawab : "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah SANG PENENTU atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

"Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah A yang masih merasa jengkel.

"Ya, itu masalah dia. Dia mau berwajah  bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia MENGATUR  dan MEMPENGARUHI hidup kita. Padahal kitalah yang BERTANGGUNG JAWAB atas diri kita sendiri ..."

Saudaraku ...

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita.

Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi.

Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi.

Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Coba renungkan:

�� Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain ...?
�� Mengapa untuk berbuat baik saja, kitak harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu ...?

Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita, menentukan cara kita bertindak ...!

Berusahalah untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.

"Pemenang kehidupan" adalah kita yang

�� Tetap sejuk di tempat yang panas,
�� Tetap manis di tempat yang sangat pahit,
�� Tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar,
�� Tetap sabar di tengah gelombang  ujian, serta
�� Tetap tenang kala  
menghadapi badai kehidupan yang berat .

Rabu, 06 Mei 2015

Task Management Training

: ☕ Psycho Coffee Morning ☕

Oleh : Ani Ch, penulis buku & pemerhati pendidikan keluarga

Selasa, 5 Mei 2015

Task Management Training
(Part One)

������������������

Eh, jeeeng gimana sie supaya anak2 itu bisa bangun pagi...masa' ya..tiap hari harus perang sama anak2 untuk urusan bangun aja..bikin es mo si tiap pagi...kan takut pada telat nyampe sekolah..uda gitu, kalo uda bangun..gak buru2 ke kamar mandi..duduk2 dulu...nonton tv dulu...

Eaaalaaa, nyah...sama aja tau..anak2ku juga susah kalo dibangunin..nggak anaknya aja..papahnya anak2 juga ikutan molooor...sebel nggak sie..tiap hari kite mesti konser mbangunin org tidur..trus bis gitu, kite dibilang bawel...bener2 bikin es mos si..

������������������

Teman..kejadian umum ya..dibyak rumah..dialami byk keluarga..hehe..peace..nggak nyindir..ane lg crita ajah...hehe..

Salah satu rekanan psikolog ku pernah mengomentari hal ini...ini rekananku yg hobi banget baca jurnal penelitian.."Anak2 spt itu jam biologisnya belum beres, banyak jurnal mbahas itu"

Whats?? Jam biologis...apaan tuh..ada ahli yg menamai biological watch, ada istilah lain yaitu circadian rhytm..intinya adlh pola manusia dlm mengelola waktu utk aktivitasnya..jam brp bangun, jam brp lapar, jam brp waktunya aktif dlm berkegiatan, jam brp waktunya ngantuk & tidur..waktu2 ini sbenarnya telah disetting secara teratur dlm tubuh, & sbnarnya seseorang dg akan mudah secara disiplin mengikuti jadwal tersebut..

Naaah..anak2 yg susah bangun tidur, diasumsikan, jam biologisnya blm beres..kenapa blm beres, pdahal secara alamiah tubuh punya pola tersebut? Kata temenku ntuh...ya krn pembiasaan yg salah...bahkan dg sengitnya rekanku berkata, "iku mesti ibuk'e pas hamil, males2an"

Hohohoh...kubilang..lak yo wajar se..ibu2 hamil krn pengaruh hormon jd agak lembam beraktivitas.."ya harus dilawan" katanya.."krn jam biologis dibentuk sejak dlm kandungan". Ibu hamil tidur, janin tidur..ibu bangun, janin bangun. Ibu sholat, janin sholat. Ibu puasa, janis puasa. Ibu aktif, janin aktif. Ibu pasif, janin pasif...

"Silakan cek...ibu2 hamil yg istiqomah sholat lail..anak2nya ketika besar nggak susah bangun pagi" hohoho..iya ta..kereen dong..pelatihan agar anak disiplin ternyata dimulai sejak dalam kandungan.

������������������

Lha kalau waktu hamil sudah terlanjur rewel, trus gimana?? Masa' alamat anaknye nggak disiplin..eeitts..tunggu sebentar..ada yg bilang kalo juga bisa membangun jam biologis ini ketika bayi lahir..berikanlah bayi pengondisian waktu spt org dewasa. Ketika masuk waktu tidur..ngantuk nggak ngantuk masukkan kamar, taruh di tempat tidur, matikan lampu, matikan suara2, sugeti anak..bobok nak..bobok nak..bobok pak...eeeh salah..

Ketika waktu bangun, masih tertidur sekalipun, pindahkan bayi2 ke tempat 'aware', nyalakan lampu, buat suara2 'tnda kehidupan'

Eeee..apa ya segampang itu? Ada satu lagi..toilet training juga menjadi latihan disiplin dlm melakukan sesuatu..dulu kupikir agak jauh hubungannya, ternyata terbukti kuat waktu aku mwawancari seorang ibu dr desa, tdk berpendidikan tp punya anak2 yg rajin2.
"Bu, anaknya berhenti ngompol umur berapa?" (Nggak mungkin kutanya begini kan : bu, dulu toilet training anaknya tuntas umur brp?)
"Anak saya nggak ada yg ngompol,mbak"
"Ohh ya...semua bayi kan ngompolan bu..bgmna bisa?"
"Saya tatur mbak..saya jam'i pipisnya, saya bwa ke kamar mandi, sblm dia ngompol, sdh sya jdwal kan pipisnya.."
"Ooh..begitu..mulai umur brp bu ditatur"
"Umur 2 minggu"
Jeng...jeng...mboookk, lha ya mesti..gak ngompol..jam pipisnya sdh diatur sejak lahir procot..
"Bayi2 kan susah bu..buat ditatur..kdg rewel..apalagi kalo tengah malam, nggak tega mbangunin dia di pipis, krn pasti nangis kepiyer"
"Alaaa, nggak tega opo males ibuk' e. Lek niat ngajri anak..yo kudu tego..yo gak oleh males tangi bengi"
Jiiiiaahh...ibuk ini keren, tdk mengeyam pendidikan, hanya org desa tp punya mental keibuan yg tangguh..makanya tdk heran, anak2 si ibu ini jadi anak2 yg disiplin dlm mengerjakan tugas2nya, jadi anak2 yg on time saat janjian..sip tenan.

������������������

Rekan2ku terapis anak, mengatakan hal yg sama, ritme tubuh anak bisa dilatih mendekati org dewasa, sampai usia 2-3 th, jadwal tubuh mreka sudah akan mirip dg org dewasa. Lhaaa, kalo sdh 3 th ke atas masih susah? Ada 2 kemungkinan, pembiasaannya kurang tepat atau ada masalah sensori integrasi shg self regulasinya belum terbangun..yg pertama kita bahasa besok, yg kedua silakan konsultasi pd fisioterapis atau okupasi terapis yg memegang lisensi metode sensori integrasi..bisa dibantu nanti..

������������������

Teman, melatih anak utk melaksanakan tugas, paling tidak agar mereka disiplin dlm melakukan tugas tsb tepat pd waktunya..ternyata harus dimulai sejak dini..kalau bisa, sejak dlm kandungan, jika tidak setelah lahir, jika belum bisa juga..sesegera mungkinlah..sebelum datang usia 3 tahun..

☕ Psycho Coffee Morning ☕

Oleh : Ani Ch, penulis buku & pemerhati pendidikan keluarga

Rabu, 6 Mei 2015

Task Management Training
(Part Two)

������������������

Bu Sita adalah ibu rumah tangga, krn anaknya sudah mulai besar2, jadi punya byk waktu luang utk mengembangkan hobi. Seru sekali hidupnya...

Suatu kali, dia jatuh cinta dg gardening..segera dia hunting literatur..dan..wuiih, pekarangan dan atas rumah disulap jadi lahan berkebun..aneka buah & sayur ditanamnya..

Tdk brp lama, dia tertarik pd crochet...dlm wktu singkat, hnya dg nonon tutorial youtube dia bisa bikin aneka produk tas, tempat hape, topi, bros..dan...wuikk..lgsg rumah penuh dg benang & hari2nya utk merajut..akhirnya, krn jarang diramut...bbrp tanamannya mati..

Kali lain, bu Sita simpatik dg kondisi Palestina..semua hobi di rumah ditinggal, setelah mengurus anak2nya, dia berangkat berkegiatan bsma teman2 relawan..

Teman, bu Sita menunjukkan betapa dia multilatenta..bisa kita bilang dia bisa bekerja cerdas..bisa melakukan hal baru dg belajar cepat..tp bu Sita punya kelemahan tidak bekerja tuntas..

Mengapa org tdk bisa kerja tuntas? Sekali lagi..ini adlh masalah pembiasaan..jadi memang sgt butuh pelatihan..

������������������

Task Management Training agar seseorang bisa kerja tuntas..bisa kita mulai ketika usia dini...ohhhyaa?? Betul...anak2 kan punya pokok ketika kecil, yaitu...bermain..maka mari kita jadikan bermain sbg sarana latihan mengerjakan tugas hingga tuntas..

Seringkali kita liat, anak bermain dg macam2 mainan..apalagi yg punya lantai lebar..wuiiih, semua jenis mainan terhampar..konon dilakukan utk mengasah kreativitas anak..

Kreatif?? Bisa jadi..tapi sebenarnya tdk semua anak bisa menerima byk stimulasi dlm satu waktu..memainkan byk mainan dlm 1 waktu, terkadang malah membuat anak bingung..tdk terstruktur dlm berpikir..tdk tuntas satu mainan lalu pindah ke mainan yg lain..anak nangis tawari boneka, diem..nangis lagi diambilkan mainan musik..ngrengek lagi, diambilkan bola...maka jadilah anak2 yg terbiasa tidak tuntas dlm satu tugas..

Saran dlm proses bmain anak agar bisa kerja tuntas..adalah mengeluarkan satu jenis mainan saja..ketika dia sudah selesai atau bosan, minta utk membereskan, mengembalkan pd tempatnya..dan baru boleh mngeluarkan mainan yg lain..anak ttp main bmacam2 mainan..tetep latihan kreatif..dan bisa latihan tugas tuntas..sip kan..

����������������

Latihan semacam ini, perlu terus berlanjut...makan dulu sampai selesai..baru main...bahkan sangat tdk dianjurkan bagi anak2, makan disambi beraktivitas...

Ngerjakan PR dulu, baru nonton TV..jangan disambi..ikut les piano dulu..sampai cukup bisa, baru pindah yg lain..

Mengingatkan anak2 adlh kebutuhan harian..jika anak2 tdk tuntas aktivitasnya..maka perlu diingatkan..jika terbiasa utk aktivitas tuntas..kelak ketika besar juga akan mudah kerja tuntas..bahkan menuntaskan kerjaan sbg kebutuhan akan muncul dg sendirinya...

Bagaimana ya kalo sudah terlanjur dewasa & tdk kerja tuntas? Hehehe..agak susah kali ya..harus move on dg motivasi dr dlm dirinya sendiri...dan pastikan pasangan hidupnya bisa memahaminya, bisa menyeimbangkannya..
������������������

Teman, kerja tuntas adalah kebutuhan..sebelum melatih hal2 yg lebih kompleks kita perlu melatih yg ini dulu...

Senin, 04 Mei 2015

9 Dampak Makanan dan Harta Haram⚡

☝9 Dampak Makanan dan Harta Haram⚡

5 Dampak Langsung
1) Tidak diterima amalan
Rasulullah SAW bersabda,"Ketahuilah bhw suapan haram jk masuk ke dlm perut salah satu dr kalian, maka amalannya tdk diterima selama 40 hari,"(HR at- Thabrani)

2) Tdk terkabul doa
Sa'ad bin Abi Waqash bertanya kpd Rasulullah SAW,"Ya Rasulullah, doakan saya kpd Allah agar doa saya terkabul,"Rasulullah menjawab,"Wahai Sa'af, perbaikilah makananmu, maka doamu akan terkabulkan," (HR at-Thabrani)

3) Mengikis keimanan pelakunya
Rasulullah SAW bersabda,"Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin." (HR Bukhari dan Muslim)

4) Mencampakkan pelakunya ke neraka
Rasulullah SAW bersabda,"Tidaklah tumbuh daging dr makanan haram, kecuali neraka lebih utama untukny." (HR at-Tirmidzi)

5) Mengeraskan hati
Imam Ahmad r.a. pernah ditanya, apa yg hrs dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab,"Dengan memakan makanan yg halal." (Thabaqat al Hanabilah : 1/219)

4 Dampak Tidak Langsung
1) Haji dr harta haram tertolak
Rasulullah SAW bersabda,"Jk seorang keluar utk melakukan haji dgn nafaqah haram, kemudian ia mengendarai tunggangan dan mengatakan,"Labbaik, Allahumma labbaik!" Maka yg berada di langit menyeru,"Tdk labbaik dan kamu tdk memperoleh kebahagiaan! Bekalmu haram, kendaraanmu haram dan hajimu mendatangkan dosa dan tdk diterima." (HR at-Thabrani).

2) Sedekahny ditolak
Rasulullah SAW bersabda,"Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian menyedekahkannya, maka tdk ada pahala, dan dosa utknya. " (Ibnu Huzaimah)

3) Shalatnya tdk diterima
"Barangsiapa yg membeli pakaian dgn harga sepuluh dirham diantaranya uang haram, maka Allah tdk akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakan." (HR Ahmad)

4) Silaturahminya sia-sia
Rasulullah SAW bersabda,"Barangsiapa mendapatkan harta dr dosa, lalu ia dengannya bersilaturahmi ( menyambung persaudaraan) atau bersedekah, atau membelanjakan (infaq) di jln Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu, kemudian Dia melemparkannya ke dlm beraka. Lalu Rasulullah SAW bersabda,"Sebaik baiknya agamamu adalah al-wara' (berhati-hati)."  ( HR Abu Dawud).

Semoga kita berhati-hati dlm mendapatkan harta.

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 02 Mei 2015

INILAH AHLI TAHAJUD, JENAZAHNYA SEHAT BUGAR..

INILAH AHLI TAHAJUD, JENAZAHNYA SEHAT BUGAR..

Seorang pemuda berusia 17 tahun dilarikan ke Rumah sakit militer di Riyadh. Sebuah peluru nyasar mengenai tubuhnya.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, pemuda itu memandang wajah ibunya yang sedang menangis sedih seraya mengatakan, “Wahai ibunda, janganlah engkau bersedih. Aku baik-baik saja. Sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium wanginya bau surga.” Orang tua mana yang tidak terkejut dengan kalimat tersebut dari putra kesayangannya. Mereka masih berharap putranya dapat diselamatkan.

Sesampainya di instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya. Namun sang pemuda itu berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium semerbak harum bau surga. maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri. Aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan ibuku di sisiku.”

Sesuai permintaan pemuda, kini ayah dan ibu telah berada di instalasi gawat daurat. Sebuah senyum kebahagiaan terpancar di wajah sang pemuda. Lalu ia membaca dua syahadat.
“Asyhadu an laa-ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhamamadan rasulullah” kalimat sang pemuda ini sekaligus mejadi kalimat terakhir dalam hidupnya. Ia menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala segera setelah menyelesaikan ikrar syahadat, bahkan ia meninggal dalam posisi telunjuk jari tangannya menunjuk, seperti posisi tasyahud dalam shalat.

Setelah Maghrib, dokter Kholid bin Abdul Aziz Al Jubair bertemu dengan Dhiya’, petugas rumah sakit yang memandikan jenazah pemuda tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya. “Jari telunjukkan membentuk isyarat seperti orang shalat yang sedang membaca tasyahud.”

Selain itu, hal yang paling ajaib adalah, jenazah pemuda tersebut tetap segar. Terlihat segar bugar. Seperti orang yang sedang beristirahat dengan nyenyak.

Dokter spesialis bedah itu penasaran. Ia pun menemui orang tua si pemuda dan menanyakan amal apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadat di akhir hayatnya, bertasyahud dan jasadnya tetap segar bugar.
“Anak kami,” kata orang tuanya kepada dokter Kholid, “sejak memasuki usia akil baligh, dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat Subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca Al Qur’an. Selalu berupaya menunaikan shalat jama’ah di masjid…”

Masya Allah… usianya baru 17 tahun, masih duduk di kelas 2 SMA, tetapi amalnya luar biasa. Pantaslah jika dirinya mendapatkan karunia Allah berupa husnul khatimah dan jenazahnya segar bugar.

Dokter Kholid lantas menceritakan apa yang diketahuinya kepada rekannya yang juga dokter ahli bedah. “Masya Allah… usianya baru 17 tahun? Ia sungguh jauh lebih baik dariku. Mengapa aku tidak belajar darinya?” kata dokter itu. Ia pun kemudian mengambil cuti satu minggu. “Aku ingin melakukan muhasabah,” katanya kepada dokter Kholid.

Dokter Kholid juga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar cerita dokter Kholid, dokter itu menangis. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal-amalnya. “Jika anak berusia 17 tahun saja bisa, mengapa ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya?”

Bagaimana dengan kita?????

6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL-AMAL BAIK

6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL-AMAL BAIK

1. Al istighlal bi’uyubil kholqi (sibuk dengan aib org lain) sehingga lupa pada aib sendiri. Semut diseberang lautan kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tdk kelihatan.

2. Qaswatul qulub ( hati yang keras) kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat.

3. Hubbun dunya ( cinta mati terhadap dunia) merasa hidupnya hanya
di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

4. Qillatul haya’ (sedikit rasa malunya), jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

5. Thuulul amal ( panjang angan- angan), merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan unt taubat.

6. Dhulmun la yantahi (kezhaliman yg tak pernah berhenti) perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit unt meninggalkan kemaksiatan tsb.

Mudah2an kita semua dijauhkan dari 6 perkara ini sehingga tetap istiqomah dalam ketaqwaan. Aamiin.