Rabu, 08 April 2015

Tips Mudah Menghafal Al-Qur’an dengan Otak Kanan


Tips Mudah Menghafal Al-Qur’an dengan Otak Kanan
Tips Menghafal Al-Qur’an dengan Otak Kanan ada sebuah buku yang sangat menarik. Selain isinya yang menantang, model dan gaya penulisannya pun terasa unik. Bahkan walaupun tebal, ia amat mudah terhafal! itu adalah al Quran (The Holy Quran).

Al Quran adalah buku ala otak kanan. Isinya lompat-lompat, penuh sensasi dan kesan serta membacanya pun bisa dijadikan lagu. Isinya diperaktekkan miliyaran umat islam dan teksnya mampu mereka hafalkan. kenapa bisa?

1.    Mereka membacanya dengan Cinta. Bukankah kita begitu bahagia mendapat surat dari seseorang yang kita cinta? walau itu hanya sebuah tulisan berbentuk SMS.

Kita akan membacanya dengan penuh harap, menyimpannya dan akan membacanya kembali kelak. Maka banyak ustadz yang mengandaikan quran sebagai surat cintanya tuhan kepada manusia. Jika umat Islam memekai demikian, tentu mereka akan membacanay dengan penuh harap, berusaha memahami, menyimpannya, dan membacanya kembali berulang- ulang.

2.    Mereka membacanya dengan Nada dan Irama. Lagu atau musik adalah pekerjaan otak belahan kanan. Otak kanan memiliki memori jangka panjang. Sekali saja ia mampu menyimpannya,maka akan sulit terhapus dalam ingatan.

Jadi bacalah Al Quran dengan lagu maka anda berada dalam tahapan menghafalnya. Tapi jika anda membacanya dengan gaya otak kiri, maka menghafal seperti beban berat, tidak menyenagkan maka hasilnya pun tidak bisa ditebak mengecewakan. Maka orang- orang muslim terus belajar tak hanya membaca Quran tapi bagaimana melagukannya dengan baik.

3.    Karena Cinta mereka mengulang- ulanginya. Sesuatu yang terus diulang otomatis akan otak kanan menyimpannya bahkan jika dengan tidak sengaja sekalipun. Tak sedikit orang non muslim hafal akan suara adzan karena tinggal di lingkungan masyarakat muslim.

Mereka tak punya niat untuk menghafalnya, tapi otak merekamnya karena berulang- ulang. apabila jika anda mengulang- ulanginya dengan sengaja plus dengan rasa cinta, tentu akan terekam oleh otak dengan baik. dan ketika mengulanginya, lakukan dengan cara yang kreatif seperti mengucapkannya keras- keras.

4.    Fahami isinya…Surat Cinta, puisi cinta dan lagu cinta adalah hal- hal yang paling banyak dihafal oleh orang- orang di seluruh dunia. Karena suka dan faham isinya, maka tanpa disuruh menghafal pun, otak akan segera menyimpannya.

Maka kaum muslimin sudah menganggap Quran sebagai surat cinta, maka mereka akan berusaha memahami isinya. Ia ingin tahu harapan sang kekasih. Ia ingin tahu apa yang diinginkan Tuhan padanya.

5.    Salah satu trik menghafal yang baik adalah dengan memainkan Emosi yang ada dalam Quran. Dan ketika anda membaca Quran , emosi membaca betul- betul diaduk- aduk. Kadang kita tersenyum bahagia, kadang kita menagis, dan kadang berteriak bahagia. setiap ayat memiliki emosinya sendiri.

6.    Jika anda berkenalan dengan orang berbaju putih dan berbaju penuh warna tentu anda lebih mudah mengingat yang kedua, bukan? menghafal memerlukan kesan. Dan Quran adalah buku yang penuh emosi dan penuh kesan dan memancing Imajinasi kita.

Sambil membaca Al Quran, otak kita dipaksa untuk berimajinasi tentang umat- umat masa lalu, tentang kejayaan, tentang surga dan neraka bahkan tentang makhluk gaib. Otak kanan berperan besar dalam proses kesan dan imajinasi ini.

So semoga artikel diatas bermanfaat bagi kita semua, bermanfaat bagi kami maupun anda sebagai pembaca. Kami ucapkan banyak terimakasih telah mengunjungi situs ini, jika ada kritik atau saran silahkan poskan dikotak komentar untuk menyempurnakan situs ini.

Resume Diskusi Grup HSMN 3 Sabtu, 7 Maret 2015 Mengoptimalkan Otak Anak untuk Menghafal Al Quran


Resume Diskusi Grup HSMN 3
Sabtu, 7 Maret 2015

Mengoptimalkan Otak Anak untuk Menghafal Al Quran

Narasumber: Ustadzah Fasiha
Moderator: Sifa
Notulensi: Lidya
Durasi: 2 Jam (12.00 - 14.00 WIB)

Berbicara tentang menghafalkan AlQuran untuk anak, saya selalu terinspirasi dari seorang bapak warga negara Mesir yang bernama Kamil Labudi.
Ketiga orang anaknya mengkhatamkan hafalan alQurannya di usia 4,5 tahun,masyaAllah, luar biasa ya. Anak pertamanya bernama Tabarak, yg kedua Yazid, dan yang ketiga zeina.
Ketiga anak ini mengkhatamkan hafalannya di rumah bersama ibu dan bapaknya secara bergantian.
Saya sempat beberapa kali bertemu dengan keluarga ini, dan akhirnya saya mengambil kesimpulan, bahwa untuk menjadikan dan melatih anak menghafal alQuran, perlu kerja keras dari orang tua. Ada 3 hal yang pak Kamil lakukan sebelum memulai proses menghafal dengan anak2nya;
1.mengikhlaskan niat karena Allah.serta berdoa dengan sungguh2 mohon bimbingan dari Allah.
2. Menetapkan jadwal rutin setiap hari. Jam berapa hingga jam berapa, sehingga anak sudah tau, kalau waktu tsb tiba, ia harus siap untuk alQuran. Jadi tidak bisa kalau waktu yg sesuka hati.anak mulai diajarkan disiplin dengan alQuran.
3. Menyediakan hadiah sederhana, setiap kali anak selesai duduk menghabiskan timing menghafalnya.

Satu hal lagi yang ga kalah pentingnya dalam pengalaman beliau, hafalan anak2nya sudah dimulai sejak anak2 itu masih berada dalam kandungan.

Ini pernah saya post jadi status di fb.berikut salinannya

Terinspirasi dari Bapak Kamil Labudi, yang ketiga anaknya mengkhatamkan hafalan AlQur'annya di usia 4,5 tahun. Tidak ada kata terlambat untuk terus berusaha dan menjadikan anak-anak kita generasi AlQur'an.

Januari lalu kami sempat bertemu dan berbincang dengan beliau, Salah satu tips yang beliau sampaikan agar anak mudah menghafal AlQur'an adalah dengan sering memperdengarkan Al Qur'an kepada anak. Bayi juga bisa mulai diajak menghafal lho bahkan anak yang masih dalam kandungan! Dengan diputarkan murottal paling tidak satu hari si anak mendengar satu juz yang diputar lima kali.jadi murottal jalan terus pada juz yang sama dan diputar lima kali setiap hari.

Bayangkan, dalam sebulan si bayi sudah khatam mendengar alQur'an lima kali.kalau setahun sudah 12x 5 = 60 kali.kalau dua tahun sudah khatam 120 kali.

Ketika si anak mulai diajak menghafal Al Qur'an di usia 2,5 Tahun dia sudah tidak asing lagi dengan Al Qur'an, karena ia sudah terbiasa mendengar. Jam terbangnya sudah tinggi,:)....Telinganya dan lisannya sudah siap untuk alQur'an. Jelas beda dengan anak yang baru dengar dan diajarkan AlQur'an di usia 2,5 tahun.

Ini bisa dirasakan bagi orang yang sering baca alkahfi setiap hari jum'at, pasti terasa akan lebih mudah menghafal surat ini dibanding surat lain, karena sering dibaca dan didengar. Begitu juga dengan anak-anak kita yang terbiasa diperdengarkan AlQur'an.

Ketika mendengar tips beliau ini, saya bersedih kenapa tidak mendapatkan tips ini sejak hamil dan anakku masih bayi. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk belajar dan berusaha.

Apalagi dengan canggihnya dunia teknologi dan gadget saat ini, tantangan sebagai orangtua semakin besar. Daya tarik gadget untuk dibuka dan menelusuri dunia maya kalau tidak dikendalikan, bisa mengalahkan perhatian kita terhadap pendidikan anak.

Di akhir pembicaraan pak Kamil berpesan : InsyaAllah, siapapun anaknya, ia bisa menjadi seperti Tabarak yang hafal AlQuran di usia dini, asalkan dengan metode yang teratur dan konsisten.

Tanya Jawab:
1⃣ Bunda Sofi
Terimakasih atas kesempatannya, putri saya senang dengan Qur'an dan senang menghafalnya, kendalanya dia belum mau kalau dibuatkan jadwal menghafal jadi sesukanya, dan tidak suka murojaah jaditerkadang lupa, bagaimana menyikapi putri saya usia 9th, terimakasih.

1⃣ Alhamdulillah bun, kalau anak senang dengan alQur'an, itu sudah satu point positif.tinggal dijaga dan dikembangkan trus. Kalau mmg anak msh sulit untuk buat jadwal, ya diikuti saja dulu dia maunya menghafal dgn metode apa. Pelan2 dibuatkan jadwal.biasanya anak yg tdk mau dibuatkan jadwal itu krn tdk mau menghafal. Semangat ya bun.✅

2⃣ Bunda Tya
Anak saya 3,5 y dan 1 y. Cara tepat untuk mengoptimalkan otak anak umur segitu gmn ya. Selama ini saya perdengarkan murotal atau bacaan saya. Tapi kalau saya yang baca pasti ga boleh. Di ambil terus qur'annya sama si kecil.apakah ada perbedaan cara mendidiknya ✅
2⃣ Kalau anak tarik2 kalau kita yang baca, berarti diperbanyak diputarkan murottal bun. Nah, kalau kita mau membacakan di depan anak, kita baca yang barusan dia dengar dari murottal.insyaAllah dia lbih interest.
Bisa jadi anak narik2 krn mau diperhatikan. Jadi kita penuhi dulu kebutuhannya, mau apa, setelah itu baru kita kembali lagi ke bacaan.✅

3⃣ Bunda Antiqa
Assalamualaykum..jazakillaah atas kesempatannya,
Saya blh minta contoh jadwal nya bagaimana ustadzah?anak saya 18bln,sudah bisa mengenali wujud Al Qur'an masyaAllah..dr rak buku dia bs tau mn saja yg Al Qur'an tanpa kami ajarkan..dr lahir saya biasakan baca Al Fatihah,An Naas,Al Falaq,ayat kursi..surat lain kadang eh jarang gimana ya ustadzah memulainya?✅
3⃣ Contohnya juz 30 dibagi setengah halaman satu hari. Bagusnya kalau sudah sampai alkafirun, lompat ke an naba bun.karena kalimat an naba satu ayatnya lbih pendek dibanding surat2 pendek yg dri depan.
Misaljan, hari ini target an naba setengah halaman, besok setengah lagi, bgtu seterusnya.
Kalau bisa empat jam perhari insyaAllah setengah halaman bisa. Kalau satu jam bisa dikurangi jd berapa ayat saja.✅

4⃣ Bunda Seruni
Saat ini banyak teknik menghapal alquran untuk anak2, mulai dari gerakan tangan, dll.
Nah, bagaimana dengan teknik untuk orang dewasa?
Saya dan suami ingin konsisten menghapal alquran sebelum anak pertama kami lahir.
1 lagi, ada waktu khusus yang paling baik untuk muraja'ah?
Syukran katsir. ✅
4⃣ Waktu paling baik untuk menghafal dan murojaah orang dewasa : sebelum subuh. Kita kita bangun lbih cepat untk menghafal.
Tekniknya standar saja sih bun kalau untk orang dewasa, dengan membaca berkali2 lalu kita hafal. Juga hafalan baru setiap harinya, dibaca dalam solat.agar hafalan kita melekat terus insyaAllah.tentunya dengan lbih banyak memutar murottal juga sgt efektif untuk murojaah,✅

5⃣ Bunda Fiy
Ketika ada yg mengejar harus hafidz usia sekian. Di sisi lain ada teman yg dia menekankan menghafal dengan memahami artinya. Salah satu metodenya dgn gerakan tangan, misal. Nah, menurut ustadzah dari kedua pilihan ini pertimbangan masing2 apa? manfaat mudhorotnya n rekomendasi dr ustadzah sendiri bgmn? jazakumulloh khoyr ✅
5⃣ Menghafal saja dulu bun. Memahami bisa nyusul insyaAllah, . Faham alQuran bisa kapan saja insyaAllah, sedangkan hafalan, semakin tua semakin melemah.
Jadi konsen saja dahulu menghafal lalu pemahaman menuyusl✅

6⃣ Bunda Annisa
Terima kasih atas kesempatannya...
Assalamu'alaikum ustadzah..
alhamdulillaah anak sy 5thn senang menghafal dr baru bisa bicara, lalu saat usia 4 thn lebih, dy suka murojaah sndiri dr hp, dr qur'an portable, no ayatnya pun hafal. Kalau sedih, dy lgsg dgr murottal...
Semenjak pindah rumah, ank sy lmbat laun berkurang frekuensi menghafalnya.. anak sy jg sm kalau hafalan g mau diatur, semaunya dy mau surat yg mana dl.
Entah mungkin dr sy yg ada kesalahan atau jg fktor lingkungan baru yg akhirnya skr anak sy malah lebih suka bercanda. Kdg ayat2 pun dbuat bercanda. Dan masih tetap anaknya g mau diatur utk hafalannya. Bgmn menanggapinya ya? Sbg orangtua harus mulai dr mana ya? ✅
6⃣ Dimulai dari doa bun. Kita minta disujud akhir setiap solat agar Allah menjadikan kita dan anak2 kita sbg ahli Qur'an.
Lingkungan mmg sangat berpengaruh....makanya kalau bisa intensitas kesibukan anak dengan lingkungan yg tdk membangunnya dikurangi.anak juga harus sering melihat kita membaca alQuran dan menghafal, agar ia memiliki teladan yang ingin ditiru.semangat ya bun.✅
Feedback dari Bunda Annisa
Baik ustadzah..dimulai dari doa ya...
Utk menanggapi anak ketika dy bercanda mngucapkan ayat2 Allah bagaimana ya?
Dibiarkan atau diberi konsekuensi?✅
Ditegur dengan pelan saja ya bun.
Misalkan : wah masih lancar ya hafalannya.coba dong lanjutan ayatnya diterusin, mau denger nih bundanya,....
Setiap kali dibuat candaan diarahkan ke sisi positif saja,kalau dilarang nanti malah dibuat terus✅

7⃣ Bunda Emma
Bgmn mngatur jdwal hafalan ank2 yg sekolahnya full day,kdng msh ada tgs tmbhn dirmh ato da ujian,sy ingin da jdwl khusus u mhafal tp tdk tega melihat kndisi ank2 yg sudah capek pulang sekolah?jd hafalan blm knsisten,melihat kndisi ank2?bgmn mnrt ustadzah agar konsisten tiap hari? syukron katsir ✅
7⃣ Untuk kondisi seperti itu saya sarankan agar hafalannya cukupmsatu ayat satu hari. Dan sepertinya untuk satu ayat satu hari ini siapa pun bisa melakukan. Bahkan bunda bisa melakukannya bersama anak. Yang terpenting bagaimana kita bisa setiap hari interaksi dengan al quran. Itulah sebabnya sesuatu yang paling cepat hilang meskipun kita sudah menghafalnya adalah Al quran sebab Allah ingn kita selalu dekat dengannya. Imam sekelas imam haramain pun yang hafalan Al qurannya sudah sangat luar biasa masih terkadang lupa dan tertinggal ayat yang dibaca. Hikmahnya tiada lain adalah agar kita selalu bersama Alquran. Maka solusi atu hari satu ayat sangat tepat untuk orang yang sibuk. Bunda bisa berpacu dengan sang buah hati dengan cara seperti ini.

Kemudian juga penting untuk diingat adalah jangan mengejar target harus hafal dalam sekian hari bulan dan tahun. Yang penting adalah setiap hari tiada hari tanpa menyentuh dan berinteraksi dengan alquran. Bukan agar anak kita jadi penghafal al quran. ✅

Closing Statement dari Ustadzah Fasiha:
Ok sebagai penutup marilah kita dekat dengan Al quran. Sarana terbaik untuk membuat kita dekat dengan Al quran adalah dengan menghafalnya. Mulai dari kita dan kita tanamkan pada generasi kita. Dan yang paling utama dari ini semua doa dan permohonan kita pada Allah sebab dia yang menjadi penentu segalanya.

Terkait Cv sbb:

Hayati Fashiha Lubis
Pematang Siantar, 15 12 1984
Mahasiswa pasca sarjana universitas Al azhar cairo Mesir
Ibu dua orang putri.

Selasa, 07 April 2015

Pantas Mereka Takut Anak-anak muda yang membahayakan


Pantas Mereka Takut

Anak-anak muda yang membahayakan. Para teroris hadir. Sel-sel baru bermunculan. Pengajian-pengajian sumbernya. Masjid pusatnya. Terutama masjid sekolah-sekolah dan kampus. Kumpulan mereka perlu diwaspadai dan diawasi.

Lihatlah pola yang menggiring secara bertahap tapi pasti.Hasilnya sangat terlihat. Para orangtua banyak yang khawatir begitu melihat anaknya berubah menjadi baik. Seorang ibu ketakutan saat melihat anaknya liburan dari pesantrennya, karena melihat pakaian putrinya itu sangat rapi menutup aurat sesuai syariat Islam. “Apa anak saya sudah kerasukan pemikiran radikal?”

Efek buruk dan jahat ini merasuki otak dan hati para orangtua tanpa disadari. Dan anehnya, para orangtua lebih nyaman melihat anaknya bergaul tanpa batas. Itulah yang dianggap wajar. Mereka senang melihat anaknya menghabiskan waktu untuk melamun, karena dianggapnya sedang puber. Aneh….

Dan akhirnya para orangtua tanpa disadari memberi ‘wejangan’, “Hati-hati kalau ngaji di masjid.” Aunak-anak muda yang rumit memilah jenis pengajian, akhirnya memutuskan untuk duduk-duduk di kafe, nongkrong di jalanan, bahkan tempat-tempat dosa. Dan mereka pun jauh dari masjid.

Luar biasa bukan…rencana jahat menjauhkan generasi muda dari masjid. Karena mereka sadar, tapi kita tidak sadar. Mereka tahu, tapi kita tidak tahu. Mereka membaca sejarahnya, kita tidak. Bahwa kebangkitan Islam itu berawal dari kebangkitan anak-anak mudanya.

Dengarkan penjelasan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya saat menjelaskan tentang kata: Fityah (pemuda), dalam Surat Al Kahfi,

“…Untuk itulah kebanyakan yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul Nya shallallahu alaihi wasallam adalah pemuda. Adapun orang-orang tua dari Quraisy, kebanyakan mereka tetap bertahan dalam agama mereka dan tidak masuk Islam kecuali sedikit saja.”

Untuk lebih menjelaskan kalimat tersebut, mari kita baca tulisan DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh, Dosen Universitas Al Azhar Mesir. Beliau menuliskan data usia mereka yang masuk Islam di masa dakwah rahasia Nabi (sepanjang 3 tahun), dalam buku beliau Khawatir wa taammulat fis sirotin nabawiyyah, h. 125-129. Beliau mengambilnya dari dari Majalah Al Wa’yu Al Islamy, Edisi 77. Perlu diingat di awal, jika ada perbedaan tentang usia dalam buku-buku siroh adalah merupakan hal yang wajar. Di sini dinukilkan apa adanya dari buku tersebut:

Ali bin Abi Thalib 8 tahunZubair bin Awwam 8 tahunThalhah bin Ubaidillah 12 tahunArqam bin Abil Arqam 12 tahunAbdullah bin Mas’ud Menjelang 15 tahunSaid bin Zaid Belum 20 tahunSaad bin Abi Waqqash 17 tahunMas’ud bin Rabi’ah 17 tahunJa’far bin Abi Thalib 18 tahunShuhaib Ar Rumi belum 20 tahunZaid binHaritsah menjelang 20 tahunUtsman bin Affan sekitar 20 tahunThulaib bin Umair sekitar 20 tahunKhabbab bin Art sekitar 20 tahunAmir bin Fuhairoh 23 tahunMush’ab bin Umair 24 tahunMiqdad bin Aswad 24 tahunAbdullah bin Jahsy 25 tahunUmar bin Khattab 26 tahunAbu Ubaidah bin Jarrah 27 tahunUtbah bin Ghazwan 27 tahunAbu Hudzaifah bin Utbah sekitar 30 tahunBilal bin Rabah sekitar 30 tahunKhalid bin Said sekitar 30 tahunAmr bin Said sekitar 30 tahunAyyasy bin Abi Rabi’ah sekitar 30 tahunAmir bin Rabi’ah sekitar 30 tahunNu’aim bin Abdillah sekitar 30 tahunUtsman bin Madz’un sekitar 30 tahunAbdullah bin Madz’un 17 tahunQudama bin Madz’un 19 tahunSaib bin Madz’un sekitar 10 tahunAbu Salamah bin Abdul Asad sekitar 30 tahunAbdurahman bin Auf sekitar 30 tahunAmmar bin Yasir antara 30-40 tahunAbu Bakar 37 tahunHamzah bin Abdul Muthalib 42 tahunUbaidah bin Harits 50 tahunAmir bin Abi Waqqash masuk Islam setelah urutan orang ke-10As Sail bin Utsman syahid di perang Yamamah (11 H) umurnya masih 30 tahun

Dan ini kalimat DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh,

Walau Quraisy terus menerus melakukan teror dan intimidasi terhadap orang-orang lemah…tetapi anak-anak muda itu justru mengumumkan keislaman mereka, dengan konsekuensi yang sedang menanti mereka berupa kesulitan hidup…dan terkadang harus mati!

Deretan angka-angka di atas menunjukkan kebenaran kalimat Ibnu Katsir bahwa kebesaran Islam ini lebih banyak ditopang oleh anak-anak muda.

Sebenarnya, skenario menjauhkan cara pandang yang benar terhadap generasi muda bukan hanya dilakukan sekarang dengan pola seperti ini. Berbagai cara dan pola telah lama mereka laksanakan.Mereka menyusupkan dengan perlahan tapi pasti berbagai teori racun. Targetnya jelas: menjauhkan anak-anak muda dari kebaikan mereka dan masjid mereka.

Seperti berbagai penelitian yang menyampaikan bahwa remaja adalah usia kerusakan, kegundahan, keguncangan, krisis, kenakalan. Pelajaran ini benar-benar tertanam pada orangtua. Sehingga, lagi-lagi mereka meyakini bahwa remaja harus melalui semua masalah itu. Jika ada anaknya yang baik-baik saja dan tidak melalui kekacauan itu, orangtua akan berkata, “Apa anak saya tidak normal ya?”

Lihatlah sebuah skenario besar dalam rentang puluhan bahkan ratusan tahun. Dan mereka berhasil meracuni pemikiran para pendidik dan orangtua muslim.
Padahal pemuda begitu positif dalam bahasa ayat, hadits dan ulama. Sehingga perlu sebuah upaya besar untuk membalik cara pandang tersebut sekaligus memberi obat dari masalah yang dihadapi oleh para pemuda kita.

Pemuda adalah kekuatan, inspirasi, kreatifitas, ledakan ruhiyah, ketegaran, kesegaran, enerjik, karya besar dan penopang peradaban Islam.

Ustadz Budi Ashari, Lc.

❤️ NOTULESI DISKUSI ❤️ GRUP ADMIN HSMN Selasa, 7 April 2015, 20.00-22.00

❤️ NOTULESI DISKUSI ❤️
GRUP ADMIN HSMN
Selasa, 7 April 2015, 20.00-22.00
Narasumber : Fadli Lilik Riza
Moderator : Bety, Sari
Notulen : Miranti

��������������
PEMBUKAAN
Jejakjiwa: Dunia Parenting adalah dunia pengasuhan dan menyiapkan anak anak dari amrad, tamyiz, taklif menuju masa bertanggungjawab menjalankan perintah Allah. Tokohnya Luqman Al hakim.Dan tentu saja Rasulullah saw dan para shahabat, mereka yang sangat faham bahasa Arab ny Al Qur'an.
Lebih kental studi pada hal bagaimana memahamkan bukan menghakimi.
Karena anak anak belum berdosa, tapi bagaimana memahamkan bahwa Allah yang Maha Penyayang memerintahkan kita beramal shalih dan menyiapkan mental mereka memasuki masa bertamggungjawab.

Sedangkan hukum islam sudah jelas durhaka pada ortu dosa besar.
Taat pada ortu dalam rangka taat pd Allah. Dan dilarang taat pd ortu dalam rangka bermaksiat pd Allah. Sehingga banyak ayat Al Qur'an dan hadits menggunakan kata Birrul walidain, ihsaana, ma'ruufan dan kariiman dalam hubungan dengan orangtua, tapi tidak menggunakan kata taat.

Hukum  seorang anak (ketika sudah mukallaf, terhitung pahala dan dosanya) berbakti  birrul walidain, ihsaana, ma'ruufan pd ortu sudah jelas, yakni wajib (dari anak ke kita) , Nah yg menjadi konsen kita adalah Bagaimana dan berkualitas seperti apa kita mengasuh anak kita (kita ke anak) dalam usia pengasuhan dalam Nilai Tauhid yg telah kita ambil teladannya dari Rasulullah saw , salah satu mengajarkan pada kita untuk mencontoh luqman al hakim seperti yg dimaksud dalam Qur'an.
Dan hadits hadits ke ayahbundaan yang didominasi oleh pesan Rasulullah saw bagaimana cara memperlakukan anak.

Baru nanti setelah proses parenting semakin tidak dominan, sudah memasuki masa taklif, pembebanan syariat, akan banyak hadir hadits hadits larangan durhaka, ayat yang berkaitan tidak boleh berkata kasar,
Bahkan Rasulullah saw bersabda, kecewa dan meruginya seseorang yang sempat hidup bersama kedua orangtuanya tidak menyebabkan dia masuk surga.

. Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang menajalani pagi harinya dalam keridhoan orang tuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju syurga. Barang siapa yang menjalani sore keridhoan orang tuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju syurga. Dan barang siapa menjalani pagi harinya dalam kemurkaan orangtuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju neraka. Dan barang siapa menjalani sore harinya dalam kemurkaan orangtuanya, maka baginya dibukakan dua pintu menuju neraka ”.(HR. Darul Qutni dan Baihaqi)
Dengan demikian merugilah para anak yang hidup bersama orang tuanya di saat tua renta namun ia tidak bisa meraih surga, karena tidak bisa berbakti kepada keduanya. Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallammengatakan tentang ihwal mereka
عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِالْجَنَّةَ ».
“Dari Suhaili, dari ayahnya dan dari Abu Hurairah. Rosulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda : ”Merugilah ia (sampai 3 kali). Para Shahabat bertanya : ”siapa ya Rosulullah?Rosulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda :“Merugilah seseorang yang hidup bersama kedua orang tuanya atau salah satunya di saat mereka tua renta, namun ia tidak masuk surga” (HR. Muslim).
Terkait cara berbakti kepada orang tua, memulai dengan perkataan yang baik. Kemudian diiringi denganmeringankan apa-apa yang menjadi bebannya. Dan bakti yang tertinggi yang tak pernah dibatasi oleh tempat dan waktu ialah DOA. Do’a adalah bentuk bakti anak kepada orang tua seumur hidup-nya. Do’alah satu-satunya cara yang diajarkan Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallambagi anak-anak yang pernah menyakiti orangtuanya namun mereka meninggal sebelum ia memohon maaf kepadanya.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi, Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallambersabda : “Bahwasanya akan ada seorang hamba pada hari kiamat nanti yang diangkat derajatnya, kemudian ia berkata “Wahai tuhanku dari mana aku mendapatkan (derajat yang tinggi) ini??. Maka dikatakanlah kepadanya “Ini adalah dari istighfar (doa ampunan) anakamu untukmu” (HR.Baihaqi)
Adapun doa yang diajarkan, ialah sebagaimana termaktub dalam al-Quran :
وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرً
"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Al-Isra’: 24).
Itulah ingatan yang sarat kasih sayang. Ingatan akan masa kecil yang lemah, dipelihara oleh kedua orang tua. Dan keduanya hari ini sama (seperti kita di masa kanak-kanak; lemah dan membutuhkan penjagaan dan kasih sayang. Itulah tawajuh kepada Allah agar Dia merahmati keduanya, karena rahmat Allah itu lebih luas dan penjagaan Allah lebih menyeluruh. Allah Subhanahu Wata’ala lebih mampu untuk membalas keduanya atas darah dan hati yang mereka korbankan. Sesuatu yang tidak bisa dibalas oleh anak-anak.
Al Hafizh Abu Bakar Al Bazzar meriwayatkan dengan sanadnya dari Buraidah dari ayahnya:
“Seorang laki-laki sedang thawaf sambil menggendong ibunya. Ia membawa ibunya thawaf. Lalu ia bertanya kepada NabiSallallahu ’Alaihi Wa Sallam, “Apakah aku telah menunaikan haknya?” Nabi Sallallahu ’Alaihi Wa Sallammenjawab, “Tidak, meskipun untuk satu tarikan nafas kesakitan saat melahirkan.”

Dunia parenting adalah dunia pengkondisian, pendidikan, pemantapan aqidah, penguatan sayang dan rasa percaya pada anak terhadap diri kita.

Sampai waktunya setelah masa pengasuhan, tauhid mereja teruji, bahkan para shahabat pun dididik adabnya oleh Rasulullah saw dengan belakar memperlakukan ayahbunda, seperti kisahnya saad bin malik, dan kisah
Sahabat lainnya yang dididik adab untuk mendahulukan panggilan, ibumu ibumu ibumu, baru ayahmu.

Begitu indahnya bahasa Al Qur'an dan
Perkataan Rasulullah saw. Selayaknya 13 tahun memantapkanTauhid dan Aqidah ummat baru srtelah itu penegakkan kewajiban dan larangan.

Kalau saja agama ini isinya hanya kelembutan hati maka tidaklah tegak ummat ini. Tapi kalo agama hanyalah isinya huKum dan syariat belaka tapi miskin makna keimanan akan mukjizat al quran dan nubuwwah maka akan takutlah orang beragama.

Bahkan 1 surah saja , begitu sangat bermakna bagi seorang Imam Syafi'i seperti yg terlampir di kitab ushul Tsalasa syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, jika saja Qur'an hanya turun surah inj saja (al ashr) sudah cukup bagiku menjadi hujjah, (walaupun kita belum menemukan perkataan seperti inj dikalangan sahabat, karena imam syafi'i , memahami makna Tauhid dalam surah Al Ashr dengan bahasa Arab yg jelas seperti halnya para shahabat yg dididik Rasulullah saw secara langsung.
Kemampuan memahami lebih dalam inilah (al fahmu addaqiiq) atau Faqih yang membuat imam Ahmad bin Hambal berguru padanya. Dan sebaliknya kedalaman ilmu imam ahmad bin Hambal terutama dalam bidang hadits inilah yg menjadikan ia murid sekaligus guru imam syafi'i. Begitu indah ukhuwah karena ilmu ini.

Dunia parenting adalah dunia olahjiwa agar siap menegakkan agama dan syariat sekuat sahabat Rasulullah saw, memahami diin ini sebagai nasihat, addinu nashihah, semua karena Allah , semoga.
Jadilah ayahbunda yang pantas ditaati dalam kerangka taat pada Allah.
Rasulullah saw ditanya apa hak seorang anak dari ayahnya : berikan nama yang baik, didiklah ADAB nya dan tempatkan ia di hatimu. (H.R ath thusi)

Semoga kita memahami Al Qur'an dan Assunnah bukan dalam timbangan syariah belaka, juga dalam aqidah dan akhlakul karimah serta peradabzn yang ada.
Lengkap dengan asbabun nuzul, asbabul wurud, tafsir nya , dan syarahnya.

Surah Luqman, 12:
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

Surah Luqman,  13:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ ل
[4:55  َا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

Surah Luqman, 14:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Surah Luqman, 15:
وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Perlu ditegaskan kembali, bahwa birrulwaalidain (berbakti kepada kedua orangtua), lebih dari sekadar
berbuat ihsan(baik)kepada keduanya. Namun birrul walidain memiliki nilai-nilai tambah yang semakin
melejitkan makna kebaikan tersebut, sehingga menjadi sebuah bakti yang sifatnya pro aktif beda dengan sekedar taat Dan sekali. lagi, bakti itu
sendiri pun bukanlah balasan yang setara untuk dapat mengimbangi kebaikan orangtua. Namun
setidaknya, sudah dapat menggolongkan pelakunya sebagai orang yang bersyukur.
Imam An Nawaawi menjelaskan, Arti birrul waalidain yaitu berbuat baik terhadap kedua orangtua,
bersikap baik kepada keduanya, melakukan berbagaihal yang dapat membuat mereka bergembira,
serta berbuat baik kepada teman-teman mereka.
Al-ImamAdz-Dzahabi menjelaskan bahwa birrul waalidain atau bakti kepada orangtua, hanya dapat
direalisasikan dengan memenuhi tiga bentuk kewajiban:
Pertama: Menaatisegala perintah orangtua selama itu sesuai perintah Allah ,kecuali dalam maksiat.
Kedua: Menjaga amanah harta yang dititipkan orangtua,atau diberikan oleh orangtua.
Ketiga: Membantu atau menolong orangtua, bila mereka membutuhkan. Bahkan tanpa harus mereka meminta terlebih dahulu.

Birrul walidain jauh lebih sulit dan lebih berat timbangan pahalanya, bahkan jika tidak diamalkan bila jatuh pada posisi uququl walidain , durhaka pada orangtua.

��������������
TANYA JAWAB

��1⃣ bety jakarta
Abah ibu sy sakit stroke mana yg harus saya dahului,,merawat ibu,anak atau suami(mengurus rumah tangga)✅
JAWAB :
Yang wajib adalah anak lelakinya dulu yg merawat, karena anak perempuan sudah diserahkan perwalian pada suaminya. Yang kedua merawat anak dan suami dulu, baru Ini, kecuali suami mengizinkan.. ketiga Allah berikan kita hati nurani dan aqal tuk memadankan kan kata agar semua ini bisa dikomunikasikan dengan bahasa yg memuliakan dan jelas. Qaulan Kariman wa Qaulan Baligha
Bu Rahma, jadikan kita sebagai Ayahbunda yang pantas utk di 'Birrul walidain' nin. Gunakan usia anak 0 sd 15 tahun penduduknya dengan baik, bukan sekedar ingin ditaati.✅

��2⃣ Nia
Abah..apakah hidup ini perlu kerja keras tuk berkompetisi dlm kebaikanNya??✅
JAWAB :
Kerja keras saja ndk cukup bu. Juga kerja cerdas dan kerja ikhlas.. bahkan kerja tuntas. Selesai satu urusan berpindah ke urusan lainnya. Karena Rasulullah saw pernah bersabda, tentang nilai balasan (pahala) sesuai dengan tingkat kesulitannya.
Dalam syarah Rhiyadhus Shalihin tentang Niat. Jika seorang mu'nin berniat melakukan amal kebaikan dapat 1 pahala, jika ia amalkan dapat berlipat ganda 10, 300, 700 dst. Tapi jika ia berniat beramal buruk belum dapat dosa, jika dilaksanakan amal buruk itu maka dosanya sesuai dengan jenis perbuatan dosanya, tapi jika ia tidak jadi melakukan maka ia dapat pahala

��3⃣ Miya-admin11
Apakah berlaku "hukum karma" ketika seorang anak tidak mperlalukan ortu nya di masa tua dengan baik,, maka ia akan diperlakukan sama oleh anak nya? Pun sebaliknya, bila mperlakukan ortu dg baik..✅
JAWAB :
Yang berlaku hukum Allah, yang penting taubatan nashuha dan menjadi anak sholih dan sholihah yang mendoakan ayahbundanya.

��4⃣ Rahma_Palembang
Abah, ayah saya orangnya keras. Baik dr watak dan cara bicara atau egonya tinggi. Sampai sekarang saya masih sering bersebrngan dgn beliau. Bagaimana cara nya agar ayah saya lebih tdk mengedepankan ego. ✅
JAWAB :
Api dibalas dengan air.
Yang lebih maju pendidikannya siapa.
Yang lebih memahami siapa.
Yang lebih terpelajar siapa Yang lebih modern siapa ?
Biasanya jawabannya adalah anak nya.. harusnya lebih mengerti dan lebih santunlah
Ayah adalah lelaki yg jelas ego. Coba terima dulu pendapatnya sambil ajukan pertanyaan, baru setelah itu setelah mereka puas didengarkan tanyakan "ayah bolehkah saya mengajukan pendapat, saya ada pandangan lain, tolong dikoreksi.. dst.
Memang lebih modern lebih pintar lebih sesuai zamannya dan lebih terpelajar bisa jadi adalah kita. TAPI bagaimanapun yang lebih tua dan lebih dulu menjalani kehidupan adalah mereka Ayahbunda kita. Bisa jadi mereka keras dan terkesan ego karena mereka dulu juga dikerasi sama ayahbundanya dan mereka belum mengikhlaskan hingga terbawa ke anaknya. Kita putus matarantai 'keturunan keras dan ego ' tersebut dengan lebih rendah hati dan memahami 'dunia ini hanya senda gurau belaka'. Hanyalah panggung sandiwara
Yuk main kan lakon dengan sepantasnya. Jangan mudah spaning.. mungkin mereka ego karena terlampau berat jejak kehidupan nya. Berlatihlah menjadi orang yg belajar memahami ketimbang ingin difahami . Mendengarkan ketimbang didengarkan.✅

�� 5⃣ nurul
Bagaimana caranya mengajarkan muroqobatulloh pada anak usia 1-4th?✅
JAWAB :
Ayahbunda dulu yang muroqobatullah.. yakin deh karena usia tersebut jiwa anak masih polos. Sehingga ruhiyah kita akan mudah mempengaruhi kejiwaan anak.
Kemudian biasakan bicara pada anak dengan menyelipkan kalimat thoyyibah dan membacakan kandungan Al Qur'an.
Misalkan : wah hujan turun nih, bunda tidak jadi berangkat, pasti ini memang takdirnya Allah, Qadarullah. Allah memerintahkan awan dan langit mencurahkan air ke bumi. Biar kita dan tumbuhan dapat minuman dst dst.

�� 6⃣ Hamba Allah
abah saya mau tanya, saya kan kuliah sudah smpe D4 dan biaya kuliah juga ga sdikit karena kebidanan dan ibu saya spertinya tidak suka klo saya stay at home utk urus dan didik anak saya..katanya anak saya bisa dititipkan ke beliau..saya disuruh kerja karna sayang ijazahnya, sedangkan saya ingin urus dan didik anak saya sendiri..apa yg harus saya lakukan dan jelaskan ya abah biar ibu saya ini paham?✅
JAWAB :
Bilang aja saya juga ingin seperti ibu , mendidik anak anak. Karena ibu salah satu inspirasi saya. Nantilah kalau anak sudah beranjak besar saya akan coba jadi bidan lagi. Karena Bagaimanapun 10 tahun pertama itu Golden Age..Yang penting tunjukkan anda bahagia menjadi ibu rumahtangga.. Karena bisa jadi ibu merasa kasihan melihat anda ... yg repot ngurus anak. ��

��7⃣ bu miya
Apakah ada jejakjiwa yg tertanam di diri anak tsb, misal krn dulu diperlakukan tdk baik jg oleh ayah nya,, akhirnya anak itu mperlakukan ayah ny dg tdk baik..✅
JAWAB :
Ada memang, yakni mereka yang tidak ikhlas dengan takdir yg sudah dijalani (masa lalu). Move oN dong. Imam Ghazali mengatakan ada tempat yg paling jauh yakni masa lalu, karena tidak ada satupun kendaraan untuk kembali ke.masa lalu. Yang paling dekat adalah masa depan , karena diam saja masa depan mendekati.kita Move ON
Buatlah diri kita menjadi hamba yg visioner, punya konsepsi dan yakin mengubah pola masa depannya.
Akhirnya kalo ikhlaskan, energi nya positip, jadi bisa 100%, buat mewujudkan mimpi dan visi nya buat pola.pendidikan anak anak, tapi kalo ndk.ikhlas. energi bisa banyak tersedot oleh emosi negatif karena trauma tersebut. ✅

��8⃣ hamba allah
Ibu saya dulunya kerja abah, saya dan adik2 dirumah sm ART..makanya saya disuruh kerja juga..sayang ijazahnya, udah disekolahin mahal2 masa ga kerja..saya yg miris abah sama pernyataan itu..sikap bagaimana yg harus saya berikan ibu saya, saya takut jd anak yg durhaka dan ga bisa buat ibu saya bahagia ��✅
JAWAB :
Durhaka itu kalo ndk mau Birrul walidain, selama komunikasi dengan baik dan meminta maaf, tapi kita tetap yakin pilihan kita karena syariat Allah, karena perintah Allah , karena tanggungjawab kita pada amanah dari Allah.
Laa tho'atil makhluq bi ma'shiyatillah. Ndk ada ketaatan pada makhluk dalam rangka berkhasiat pd perintah Allah.
Jadi ndk masuk kategori durhaka. Makanya tidak ada perintah taat pada ortu yang ada perintah dari Allah utk Birrul walidain.
Yang penting komunikasi kan dengan baik.

*berkhidmat

�� 9⃣ Hamba Allah A
Abah saya anak bungsu, dekat sekali dengan bapak ibuk. setelah ayah meninggal saya semakin dekat dengan ibu sebab saya hanya ber2 dirumah, kaka2 saya sudah mandiri semua. hingga akhirnya ibu saya memutuskan menikah saat saya belum menikah. ibu saya ikut suami, akhirnya saya tinggal seorang diri dirumah peninggalan bapak saya. ini yang membuat tiba2 komunikasi kita tiba2 menjauh hingga sekarang. rasa sayang saya tidak berkurang namun entah kenapa saya jadi kurang bisa terbuka begitu juga ibu saya. apalagi sekarang saya tinggal jauh ratusan kilometer dari beliau. hanya bisa silaturahmi saat lebaran. sekarang ibu saya disana merawat suaminya yang struk. bakti apa yang bisa menghapus dosa saya karena tidak bisa mendampingi beliau saat senja.✅
JAWAB :
Bermaksiat pd Allah di larang kan
Telpon lah berkirim suratlah. Berkirim hadiahlah. Tanyakan bagaimana kabar suaminya. Bagaimanapun ibu kan sedang menjalankan perintah Allah merawat suaminya.
Hargai pilihan hidup beliau.
Ibu tidak berdosa jika tidak bisa mendampingi. Yg paling wajib mengurus ibu adalah anak lelakinya, kecuali kalau ndk punya anak lelaki

�� �� hamba allah B
Abah ortu sy tidak akur sampai ayah meninggal ibu tidak mau melihat jasad ayah...apakah hal itu akan mewarisi ke anak anaknya juga?✅
JAWAB :
Tidak, selama anak anaknya faham dan mengambil hikmah serta pelajaran dari peristiwa itu.
Tidak, selama anak anaknya tidak mengizinkan itu menjadi emosi negatif dalam diri.
Tidak, selama anak anaknya berusaha memaafkan masa lalu dan sibuk beramal shalih untuk masadepan
Karena itu adalah masalah Ayahbunda sebagai suami istri bukan masalah anak anak nya.✅

�� 1⃣1⃣ hamba Allah
Bgmn cara yg ahsan sbg seorang anak untuk menasihati org tua yg melakukan kemunkaran tanpa dibilang "sok shalih" atau dianggap anak tdk tau bls budi.✅
JAWAB :
Doakan, berikan buku atau artikel ,  katakan dengan permohonan , ajak dengan dialog yang baik dan tetap Birrul walidain dengan cara yg ma'ruf.✅

�� 1⃣2⃣ hamba Allah
Aapakah luapan2, trauma2 negatif yg ga  dikeluarin nti bs jd bom waktu,, trus mpengaruhi ke anak jg..?✅
JAWAB :
Bisa.. makanya Laa Taghdhab walakal jannah. Jangan marah bagimu surga. ✅

��������������
PENUTUP
Addiinu Nashihah, agama ini nasihat.
Islam ada pemahaman yang utuh bukan sekedar hukum dan syariat, bukan sekedar teladan Rasulullah dan sahabat secara syariat belaka tetapi juga mendandani pemahaman mereka dalam bahasa Arab yang murni / bahasa surga  / bahasa qur'ani.
Islam adalah sistem hidup di dunia , bukan sekedar tujuan ke akhirat saja.
Islam adalah pemaknaan, pemahaman, pengamalan dan persembahan atas nama cinta kepada Allah azza wa Jalla.
Karena atas nama cinta pada Nya, sebarkan lah dalam bahasa cinta.
Maaf atas kekhilafan kata.
Yang sedang belajar mengikat makna.
Fadli 'Lilik' Riza
Sekolah Ayahbunda
Rumah Keluarga Indonesia
Jejakjiwa mindset transportation coach.
Wassalaamu'alaikum warrohmatullahi wa barokatuh

❤️❤️❤️ end ❤️❤️❤️

Senin, 06 April 2015

Seputar sibling rivalry..

Seputar sibling rivalry..

1. Orangtua seringkali tanpa sadar mengabaikan anak no.1 ketika anak no.2 lahir,dan menganggap si kk sbg pengganggu.

2. Anak no.1 sering menganggap anak no.2 sbg pengambil ortunya krn orangtua lupa menyiapkan si kk.

3. Ketika anak berkelahi,ortu seharusnya tdk mjd hakim yg langsung memutuskan siapa yg salah,tp sbg mediator.

4. Seharusnya anak2 dilatih utk menyelesaikan masalahnya sendiri ketika berkelahi. Bantu,bukan selesaikan.

5. Kk tidak harus mengalah hanya karena mrk lebih tua,lebih besar. Adik jg harus belajar bersabar utk meminjam.

6. Ketika si kk blm mau meminjamkan mainannya,orangtua tdk boleh memaksakan si kk.

7. Seringkali karena lelah,emosi & terkejar waktu,ortu mencari jalan pintas dan menyelesaikan masalah secara cepat.

8. Ajak kk-adik berdialog,cari apa (bukan SIAPA) yang salah,dan cari jalan tengah yg damai.

9. Setelah diajarkan bgmn menyelesaikan masalah,anak bisa diperbolehkan utk melakukannya sendiri.

10. Tdk banyak perbedaan antara proses penyelesaian masalah antara kk-adik yang sama maupun berbeda jenis kelaminnya.

11. Anak harus belajar membela dirinya,menyelesaikan masalahnya,karena mereka membutuhkan keterampilan itu nanti.

12. Konflik di masa kecil hrus diselesaikan dg baik dan bijak krn bs mjd bibit utk konflik dimasa dewasa. Sekarang berebut mainan,nanti berebut warisan.

13. Penanganan yg salah dr pihak ortu ttg #siblingrivalry antara kk-adik bs menimbulkan kebencian antar keduanya.

14. Konsep kepemilikan harus diajarkan sejak sangat dini,krn anak harus belajar menghargai barang miliknya dan org lain.

15. Orangtua harus adil,dan adil bukan berarti memberikan segala sesuatu yg sama kpd keduanya,tp sesuai kebutuhan.

-Yayasan Kita dan Buah Hati-

Kamis, 02 April 2015

Mengajarkan Anak Bagaimana Mengatur Uang

Mengajarkan Anak Bagaimana Mengatur Uang
Oleh : Elly Risman, Psi 
Yayasan KIta dan Buah Hati

Kenapa kita perlu mengajarkan tentang uang? 
- Membuat perencanaan
- Berfikir, Memilih dan Memutuskan
- Bertanggung jawab terhadap konsekuensi yang ditimbulkannya
- Dedikasi dan Perseverance (Gigih dan Tangguh)
- Bedakan antara Needs, Wants, dan Wish
- Konsisten

Nilai2 dalam mengajarkan anak tentang uang 

- Mengingat ketentuan Allah tentang uang dan bagaimana mendapatkannya, dan memaknai uang ddalam islam 
* uang hanya alat
* memperolehnya harus halal dan thayyib
* menggunakan untuk keluarga lebih dahulu
* jangan pelit tapi juga jangan boros
* memenuhi hak anak yatim
* membelanjakannya di jalan Allah terang2an atau tersembunyi

- Dalam setiap rejeki ada hak orang lain yang haris diberikan dalam bentuk yang baik
- Penyampaian nilai2 keluarga : Bagaimana memandang uang dan rejeki
- Tidak ada Pohon Uang, Uang musti dicari
- Topik Uang bukan hal tabu, kalo ortu tidak nyaman, anak tidak akan memiliki pengalaman yang menyenangkan
- Jangan Bertengkar Soal uang didepan anak : anak akan melihat uang sebagai sumber stress, menyebabkan kleptomania pada anak
- Rejeki bukan hanya uang "Bersyukur dengan apa yang dimiliki"

Jadi apa aja dong yang harus diperkenalkan pada anak? 
- Earning
- SPending
- Saving
- Sharing /GIving
- Investing

Kapan mulainya? 

- 0-7 tahun, paling telat kelas 3
- anak perlu mempunyai hubungan emosi antara uang dan kerja sejak dini
- Begitu bisa berhitung, perkenalkan uang dalam bentuk sederhana
- Kedua ortu secara aktif menambahkan informasi seputar uang

Mengajarkan uang pada anak Laki2 dan Perempuan Berbeda 

Anak Laki2 
- Pentingnya kerja keras
- Income dan Spending
- Menabung dan Boros
- Relasi uang dan kebahagiaan
- Rumah besar dan mobil keren bisa indikasi hutang darippada kemewahan
- Memahami resiko, jangan terlalu berani 
- Senang kaya dan show off
- Bertahan thd tuntutan pengeluaran
- Libatkan anak dalam menentukan anggaran keluarga

Rabu, 01 April 2015

Resume diskusi admin hsmn Dengan Nara Sumber ABAH ILIK

[20:02 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ��������������

Assalamualaikum Wr. Wb.

Subhanalloh, Alhamdulillah, Laa ilaaha ilalloh, Allahu Akbar..

Pada kesempatan kali ini, kita bersama akan diskusi dengan tema:
"JejakJiwa dalam parenting Islam"

Dengan Nara Sumber  ABAH ILIK

Mari kita buka bersama diskusi ini dengan membaca Basmallah..
Bismillahirrahmanirrahiim...

��������������
[20:02 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Baiklah kepada ABAH ILIK, saya persilahkan untuk memperkenalkan diri sekaligus mengisi materi pada mlm ini..
[20:04 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ��silakan ABAH...  Maaf
[20:09 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Assalamualaikum
Alhamdulillahi Rabbil 'alamiin
Tiada Ilah selain Allah, Allah ghayatuna, Rasulullah saw qudwatuna, Qur'an dusturuuna.

Perkenalkan, sy abah Lilik begitu komunitas muslim memanggil, dalam pelatihan. Umum mereka memanggil AyahRiza.
Ayah dari 3 putri 1 putra.
Suami dari seorang istri
Pendidikan formal :
Psikologi.
Teknik manajemen industri.
Dan jurusan dirosah islamiyyah ma'had addakwah.
Pernah bekerja sebagai HRD manager, mitra telkomsel CSR, dan guru SMP di dinas pendidikan sleman Yogyakarta.
Aktivitas sekarang mindset transformation coach di Jejakjiwa, motivator di FarahDi center dan konselor Rumah Keluarga Indonesia.
[20:10 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Maaf, Ralat..
Tema malam ini:

"Konsep dasar islamic parenting ala jejak jiwa mulia"
[20:13 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Terimakasih kepada Abah Ilik yg telah memperkenalkan diri,
[20:13 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Bermula dari diskusi komunitas Ayah Sahabat Anak (ASA community) yang sedikit risau dengan patahnya kaum muslimin dengan trend aktivasi otak tengah, hypnoparenting, fingerprint code.. dan segala macam konsep parapsikologi (psikologi non akademis, populer) yang akhirnya membuat kita menjadikan islam sebagai tempelan pembenaran saja.
Tapi kita gagap menjelaskan apa sih sebenarnya konsep pendidikan dalam Islam, yang kita akui the way of life ini.
[20:15 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Akhirnya berbekal ajang silaturrahim pada tokoh tokoh pendidikan, ulama sejarah dan tafsir, serta psikolog muslim dan pengalaman konseling kurang lebih 10 tahun ini. Akhirnya saya membuat mind map jejak jiwa yang dimulai dari surah al fatihah dan hadits arbain no.4
[20:16 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Silahkan kita brainstorming dan diskusi kan
[20:16 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[20:16 31/03/2015] ‪+62 877-8108-9187‬: ��
[20:19 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: mohon dibaca duylu terjemahan tafsir dan syarah Al fatihah serta hadits arbain annawawiyah no.4
[20:19 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Baiklah,, demikian prolog dan materi dari Abah Ilik.. 

Kita buka forum diskusi ya,, silahkn japri saya.. miya..  utk ptanyaan2 nya,, ��
[20:19 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Iya siip,, segera dibaca...
[20:22 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ❓1⃣

saya hani..domisili jakarta. saya juga bosan mengajar dengan para pakar psikolog sbg referensi. Nah posisi kita sebagai pengajar sebaiknya bagaimana dlm mengajarkan pskkologi apa sebaiknya kita balancing dgn perspektif islam.atau kita gantj saja kurikulum atau sap nya..ini bukan untuk anak sendiri abah..utk mhsw
[20:26 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: psikologi barat padsa dasar bersumber dari 3 hal :
1. filsafat yunani
2. renaissance , akibat kekecewaan pada gereja yang menentanfg sains, huingga mereka benar benar mendewakan akal mereka
3. sejarah peradaban manusia
4. dan penelitian serta ujicoba, yang tak jarang sampelnya bukan manusia, serta generalisasi teori seperti Hockler dan para Ericsonian yang menganggap remaja adalah masa mencari jati diri. padahal itu kasuistik.
5. dan beberapa dari literatur islamn dari Cordova yang mereka curi..
[20:27 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ajarkan saja dengan menekankan bahwa ini adalah teori si A si B dengan penelitiabn mereka dan kondisi buday serta psikologis mereka dan ideologis mereka
[20:28 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: selayaknya teorui darwin hanya sebagai wawassan saja bahwa ada orang seperti itu, seperti wacana teorui biogenesis dan abiogenesis..  sekedar wacana.
[20:32 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: nah kemudian berikan alur (bahasa saya jejakjiwa) perkembangan manusian dan kasus kasusnya serta penyelesaiannya menurut islam, tapi dalam bahasa umum dulu (biarkan ditahap awal mereka ndk tau itu dari islam) .. buat semenarik mungkin dan selogis serta memunculkan "aha insight" bia ad 'curiositas yg melejit' baru setelah mereka faham dan nanya ..jelaskan dari Islam.
seperti yang saya lakukan pada mahasiswa mahasiswa Uniiv katolik Sanata Dharma, diakhir coaching ada yang bertanya dan mengatakan... coach saya tertarik dan logis banget .. darimana kah sumbernya.. saya jawab  .. Islam..kaget dia
[20:32 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: tapi syarat ketentuan berlaku.
[20:32 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[20:34 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: MashaaAlloh... it's a great idea...abah... "aha insight"... one of my part to coach the class... jazakalloh khoir abah��
[20:34 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Bagaimana mba Hani sdh cukup?
[20:34 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: syarat ketentuan berlaku lho bu Nia ..
[20:35 31/03/2015] ‪+62 812-2212-3328‬: Wah gmn caranya memunculkan aha insight �� *berasa ketinggalan bgt
[20:35 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: bedakan dulu ; ilmu, fahmu dan faqih
[20:36 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: @bu miranti kosongkan gelas dan rendahkan gelas agar bisa diisi bu, jangan lupa bersihkan 'gelasnya dulu'
[20:38 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: tentu beda meng ilmui, memahami, dan mem faqihi.
buka Qur'an surah 16:78 kemudian 17 :36 dilanjutkan 7 :179. baca secara berurutan ya ..
[20:40 31/03/2015] ‪+62 877-8108-9187‬: Sementara cukup abah..terimakaasih..mentafakuri dulu yg sdh didapat
[20:42 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Alhamdulillah..
[20:42 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Baik.. sy berharap 3 menit kedepan buka ayat di atas dan dibaca dna renungkan, baru nanti kita buka diskusi lagi. Setelah itu pertanyaan Kedua. ✅
[20:45 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Barusan sy udah bc hadits nya,, yg ttg penciptaan manusia..  seperti nya nti akan slg mnyambung,, 
Subhanalloh..
[20:45 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ❓2⃣
Bunda Sari:
" saya mau tanya abah, sebenarnya apa sih konsep dasar islamic parenting itu?'
[20:46 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ��good question
Bunda sari sudah baca haditsnya dan ayat di atas , rangkaian dengan kalimat bu ... clue apa yg ibu dapatkan, rasakan, renungkan ?
[20:49 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: Ya..abah... done... an nahl:78 "dan Alloh mngeluarkan kamu dr perut ibumu dlm keadaan tdk mngetahui sesuatupun dan Dia mmbri kmu pendengaran, pnglihatan dan hati agar kmu brsyukur"

Al isra: 36 "dan jngnlah kmu mngikuti apa yg kmu tdk mmpunyai pngetahuan tntgnya. Sesungguhnya pndngaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta PERTANGGUNG JWBNNYA"

Dan..surah al a'raf:179 " dan ssungguhnya Kami jdikan isi neraka jahanam kbnykn dr jin dan manusia, mreka mmpunyai hati, ttpi tdk dipergunakannya tuk mmahami ayat2 Alloh dan mreka mmpunyai mata tp tdk dipergunakannya untuk mlihat tanda2 kekuasaan Alloh dan mreka mmpunyai telinga ttpi tdk diprgunakn tuk mndengar ayat2 Alloh. Mreka itu sbg binatang ternak bahkn mreka lbih sesat lg.. mreka itulah orng2 yg lalai..
[20:53 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Hubungan nya dg hadits ke4,, setiap manusia diciptakan dg sempurna,, dilahirkan memiliki potensi yg Alloh beri,,
Penglihatan, pendengaran dan hati
[20:53 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: 5 menit lg siap siap saya ketik agak panjang untuk menjelas cara memahaminya (terimakasih buat ayah dan kyai saya, mereka yang mengajarkan)
[21:02 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: inti dari kita adalah Ruh dari Allah yang diberikan kepada bayi yang berusia 120 hari di kandungan, calon manusia yang sudah dituliskan segala macam skenario kehidupannya dengan segalam pilihan dan konsekuensinya serta batasannya.
Allah perintahkan malaikat memberikan catatan skenario itu berupa : ajal (batasannya, termasuk durasi hidup didunia, termasuk pilihan pilihan cara matinya), rizki (banyaknya, macamnya, pilihan cara mengambilnya, ikhtiar dan didapatkannya), amal amalnya (skenario pilihan pilihan perbuatannya serta konsekuensinya baik yang Allah ridho kepadanya ataupun Allah ridho jika dia mnelakukan sesuatu dulu), anugerah dan musibahnya (suka dukanya, sukses gagalnya, naik turunya).. lengkap..
Dan perhatikan Allah keluarkan dari perut ibu kita, semua sama dari keluarga manapun, sama sama NOL tidak tau apa apa, diberikan Audio Visual dan kemampuan menganalisa (1. pendengaran 2. penglihatan 3. dan Fu'ad (hati, berupa akal yg murni) dan memang bayi kan bisa mendengar dulu, baru melihat dan baru setelah itu sesuai perkembangannya kemampuan memahami meningkat. (16:78) ajari anand bersyukur. Cara nya ?
[21:05 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Hidup adalah pembelajaran dengan 3 modalitas pintu kecerdasan (audio visual kinestetis), kata kunci dalam pembelajaran adalah ILMU, harus ilmiah, atas dasar ilmu, hujjah yang nyata, karena sesungguhnya 1. pendengaran 2. penglihatan 3. Fuad / hati akan dimintai pertanggungjawaban.

dan benar proses pembelajaran memang, dengarkan (menyimak) melihat (mengamati) dan memahami
[21:08 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: tujuan pembelajaran, termasuk di dalamnya Parenting, adalah mendidik untuk siap menjadi aqil balig(akalnya sampai), mukallaf, siap menegakkan syariat pada diri, siap mandiri bertanggungjawab.
Tanggung (kekuatan Hati, mental).. Jawab (mampu mengkomunikasi apa yg dimenjadi tanggungjawabnya).
H.R Muslim tiap kamu adalah pemimpin dan tiap pemimpin akan dimintain pertanggungjawabannya
[21:10 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: 3 point seorang Leader : Responsbility (jiwa tanggungjawab/ respons ability, kemampuan meresponn / ndk jutek, mas'uliyah) , Methodology (punya pola, konseptual, cara, manhajiyah), dan Referensi (jelas acuannya, sumbernya, maroja'iyah)
[21:13 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: targetnya mendidik : kompetensi Moral/integrity (shidiq), kompetensi profesional/(amanah) ingat jika urusan diserahkan diamanahkan pada orang yang bhukan ahlinya tunggulah kehancurannya, kompetensi Intelektual (Fathonah) smart, dan Tabligh (kompetensi komunikasi)
[21:13 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: terus bagauimana nasib yang tidak bertanggungjawab
[21:17 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: setelah 17:36  di atas, maka nasib yang tidak bertanggungjawab 7:179.

neraka jahanam, karena punya
1. Qalbu/hati (tadi pake istilah fu'ad sekarang berubah menjadi Qolbu, Qulub, bolak balik, penuh pertimbangan,.. tarik menarik dengan berbagai pilihan, fujur atau taqwa, rasional emosional spiritual).. tidak digunakan untuk memahami ayat Allah (baik Qur'an maupun alam dan seisinya termasuk tingkah polah manusianya, ayat Qauliyah dan ayart kauniyah)
[21:17 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: kata kuncinya memahami (Faqih) al fahmu addaqiq (kefahaman yang mendalam)
[21:18 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: 2. mempunyai mata tidak untuk'yubshiru' melihat dalam arti mengamati ayat ayat Allah
[21:19 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: 3. telingan tidak untuk 'yasma'u" skar kata dari simak, tidak untuk menyimak... beda lho mendengar dengan menyimak
[21:21 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: perhatikan urutan nya beda seakarang kalo 2 ayat sebelumnya adalah pendengaran penglihatan dan hati, ayat terakhir ini hati dulu baru penglihatan dan pendengaran, karena Rasulullah saw bersabda bahwa jika hati baik baiklah semuanya, jika rusak rusaklah semua, QOLBU
[21:21 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[21:24 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Subhanalloh Abah,, pjelasan yg terang benderang,, luar biasa ������
[21:24 31/03/2015] Basriati Kartikasari Adm Hsmn: alhamdulillah..allahu akbar, luar biasa ��
[21:25 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Mba Sari bgmn,, sdh cukup sgt jelas?
[21:25 31/03/2015] Basriati Kartikasari Adm Hsmn: sangat jelas mba miya ��, jazakillah abah ��
[21:25 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Allohu Akbar!!
Tinggal realisasi nya,, Semangat!!
[21:26 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Bagaimana admin bogor dan kalimantan.. karena kemarin yg agak 'hangat diskusi' nya di group tersebut��
[21:27 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: penjelasannya makjlebb ������
[21:27 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Abah, sy udah pnh paham pjelasan ttg ayat2 diatas, tapi baru skrg mata hati sy tbelalak dg sambungan2 nya,, jazzakalloh Abah ��
[21:27 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: Yup... alhamdulillaah.. (nia, admin Kalimantan)��
[21:28 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: Mb Miya...tlng cek yaa..sy japri��
[21:29 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Baiklah,, lanjut dl ptanyaan nya yah Abah dan teman2..
[21:29 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ❓3⃣

saya miranti admin hsmn8..
"Mau tanya Bagaimana kongkritnya pendekatan yang paling baik dilakukan untuk mengajari konsep khusnul khotimah pada anak2?"
[21:29 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Dalam seminar Ayahbunda dari 6 pilihan dipilih 5 sajasecara berurutan keinginan ortu pada anaknya ; sukses,rajin belajar, mandiri, jujur, taat ortu, bahagia.
Banyak yang memilih taat pada ortu sebagai urutan 1 dan 2.. walaupun versi saya taat pada orangtua ndk masuk lima besar...
[21:31 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Bu miranti, mulai usia 3 tahun kita ajarkan pilihan pilihan dna konsekuensinya dalam bahasa yg mudah.. karena mulai 3 tahun anak belajar mengekspresikan emosi nya dalam bentuk latihan Ayahbunda hadapi temperatur tantrum
[21:32 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Kalo anak usia 3 sd 7. Suka marah dan cengeng rewel,malas beliin mainan atau nangis ndk jelas.. apa yang biasa bunda lakukan ?
[21:32 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[21:32 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: *temper tantrum
[21:34 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Harapannya anak memahami hidup adalah pilihan... nantinya ..
.selayaknya begitu juga dengan akhir hidup kita pilihan husnul khotimah atau mau su'ul khotimah..
[21:36 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Sayangnya selama ini pelajaran agama islam kita rukun iman yg enam kan hanya hafalan, pas ditanya soal bagaimana meng imani takdir... pada ndk faham. Contoh pernyataan jahil 'kalo rejeki tidak kemana' ' kalo jodoh tidak kemana' .
[21:38 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[21:39 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ❓4⃣
��Nia_Samarinda. Seperti yg td abah sampaikan..:
Rasulullah saw bersabda bahwa jika hati baik baiklah semuanya, jika rusak rusaklah semua, QOLBU.
It means...smua berawal dr Qolbu.. terkait hal ini..bgmn sehrusnya tahapan pendidikan dlm keluarga Islami?? Yg manakah yg mnjdi tahapan/prioritas awal ya abah?? Antara: Mngajarkan Qur'an pd anak dahulu ataukah imannya/aqidahnya dahulu?? Ataukah Tazqiyatun nafs?? Atau....yg lainnya?? Mohon penjelasannya. Jazakalloh khoir..abah.. ✅
[21:40 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: TAUHID dan bersyukur
[21:42 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: TAUHID, bersyukur, beriman, beramal shalih, jujur pada kebenaran dan sabar dalam mengamalkan, sholat...
[21:42 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[21:42 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Intinya tauhid
[21:44 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Sholih adalah TAUHID plus jujur, belajar, mandiri, bahagia
[21:45 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Makanya saya ndk menjadikan taat pada ortu masuk dalam lima besar harapan ortu setelah shalih
[21:45 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[21:47 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Intermezzo ; makanya lagu favorit kalo bobo'in anak ...lagunya bunda neno warisman.. ada yang tahu ?
[21:48 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ❓5⃣
Bunda Hilda..

Melanjutkan pertanyaan Abah ke Mba Miranti. Minta dijelaskan pendapatnya Abah

'Kalo anak usia 3 sd 7. Suka marah dan cengeng rewel,malas beliin mainan atau nangis ndk jelas.. apa yang biasa bunda lakukan ?'
[21:48 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Tetap saya ndk memasukkan kata taat dalam target , karena anak anak itu bukan milik kita, tapi milik Allah, kita hanya dititipkan.
Lagian ndk ada satupun ayat yang mengatakan taat pd ortu..
[21:49 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Tolong tanggapi dulu pernyataan sy diatad
[21:49 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Diatas
[21:51 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[21:51 31/03/2015] Basriati Kartikasari Adm Hsmn: ga tau abah lagunya ��
[21:52 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Ya,, maaf Abah..
Yg intermezzo?
[21:52 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Allah turunkan hujan dari gumpalan awan...
[21:52 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Yang ini

Tetap saya ndk memasukkan kata taat dalam target , karena anak anak itu bukan milik kita, tapi milik Allah, kita hanya dititipkan.
Lagian ndk ada satupun ayat yang mengatakan taat pd ortu..
[21:53 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: kalo tentang berbakti kpd ortu gmn bah?beda ato sama dg taat pada ortu?
[21:54 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Itulah hebatnya susunan kata dalam Al Qur'an..  sampai sampai bahasa indonesia ndk sanggup menyampaikan hanya dengan terjemahan saja
[21:55 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Jawabannya
... mendidik itu memotivasi bukan mendoktrin agar ikut kata kita, tapi mendidik taat pd Allah
[21:56 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: TAUHID parenting
Ini hanya istilah saya saja,.menggabungkan dua kata dalam dua bahasa yang berbeda.
Tergelitik oleh momen diskusi di salah satu group HSMN, yang mohon maaf dengan keterbatasan waktu dan 'bias persepsi' yang bisa terjadi ketika diskusi hanya mengandalkan seJumlah teks dalam aplikasi Whatsapp, ditambah lagi dengan berbeda nya kekuatan sinyal yang menghasilkan dialog yg agak ndk runut. Belum lagi beda rasa bahasa Arab dan indonesia dalam memahami kata per kata dalam ayat Al Qur'an.
Bermula dari perintah utama berislam yakni TAUHID. Dan pola didik tokoh Luqman al Hakim dalam tauhid dan berbakti pada Ayahbunda.
Terjadi diskusi yang hangat, apalagi ketika diminta memilih 5 hal yang terpenting terutama secara berurutan dari 6 pilihan (sukses,jujur,mandiri,taat orangtua, rajin belajar, bahagia). Saya menempatkan 5 hal utama : 1. Bahagia 2. Jujur 3. Mandiri 4. Rajin belajar 5. Sukses.
Hal ini mengagetkan, karena taat pada orangtua tidak saya masukkan. Padahal umumnya jawaban yang diberikan adalah taat pada orangtua menempati urutan 1 atau 2.
Sampai sampai ada yang menyimpulkan dan menasehati (terima kasih ya) saya menggampangkan keutamaan taat pada ortu bahkan menafikkan, apalagi ketika saya katakan 'mana ayat yang menunjukkan utk taat pada ortu?'.

1. Dalam pendidikan islam, hal utama adalah menurunkan Tauhid, mulai dari mengenakan  sampai dengan memahamkan.
2. Anak adalah titipan dari Allah, ia adalah milik Allah, bukan milik kita, sehingga hal yang harus tetap kita jaga adalah agar ia taat pada Allah dan RasulNya serta ulil amri (yang ahli mengurus hal hal tertentu, ulama. Syaikh, Imam, pemimpin umat)
Mengikuti kita, menuliskan kita pun karena Allah semata, bukan karena takut pada Kita.
3. Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabkant tugas kita memimpin anak anak kita, mendidik mereka agar mereka berjiwa pemimpin,mandiri dan belajar bertanggungjawab dirinya kepada Allah.
4. Leader bukan masalah 'position'. Leader adalah masalah 'passion' membangun semangat , gairah agar siap dipimpin.
5. Untuk itulah pentingnya memahami pola asuh, agar anak kita bahagia menjadi orang yang jujur, bahagia belajar mandiri, bahagia ketika belajar dan bahagia ketika menuliskan berbakti pada ayahbundanya. Bukannya menjadi anak yang tertekan karena orangtua mendahulukan semangat 'taat pada ortu' dari pada 'bagaimana mereka memahami dan mengikuti arahan kita karena Allah'. Apalagi akibat pola asuh diri kita dulu yang mungkin ada bagian yang salah, yang menyebabkan terwarnainya pola asuh anak anak kita dengan trauma masa lalu, Jejakjiwa kita. Yang harus nya berhati hati apakah pola asuh  ini dalam rangka taat pada Allah atau lebih karena kita ingin ditaati, bukannya sibuk mendidik diri agar pantas diteladani.
6. Dan dalam Al Qur'an hubungan anak dengan ayahbundanya ternyata didominasi oleh katakata kebaikan dan  kemuliaan 'Birrul walidain', ihsaana, ma'ruf, kariiman.
Bukan kata tho'ah. Taat.
Karena hubungan Ayahbunda dan anak bukanlah hubungan struktural dan posisi kompetensi, tapi hubungan proses pengasuhan, perwalian, walidain.
7. Kembalikan pemahaman kita kepada Tafsir Qur'an dan hadits sesuai makna bahasa aslinya dan dalam konteks siroh Nabawiyyah, agar parenting kita adalah Parenting Tauhidullah, Parenting Nubuwah. Bukan terjebak dengan Parenting 'Nusantara,' yang sampai saat ini belum terbukti membuat peradaban, lebih banyak membuat feodal dan kerancuan pendidikan. Karena Bagaimanapun Al 'Urf (adat budaya) hanyalah urutan kesekian dalam syariah setelah Al Qur'an, Assunnah, ijma shahabat , salafushsholih, imam , Qiyas.

Moga bisa difahami.
Maaf jika ada salah kata
[21:56 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Bacalah tafsir surah Luqman  ayat 12 sd 19
[21:59 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Sekali lagi

TAUHID parenting
Ini hanya istilah saya saja,.menggabungkan dua kata dalam dua bahasa yang berbeda.
Tergelitik oleh momen diskusi di salah satu group HSMN, yang mohon maaf dengan keterbatasan waktu dan 'bias persepsi' yang bisa terjadi ketika diskusi hanya mengandalkan seJumlah teks dalam aplikasi Whatsapp, ditambah lagi dengan berbeda nya kekuatan sinyal yang menghasilkan dialog yg agak ndk runut. Belum lagi beda rasa bahasa Arab dan indonesia dalam memahami kata per kata dalam ayat Al Qur'an.
Bermula dari perintah utama berislam yakni TAUHID. Dan pola didik tokoh Luqman al Hakim dalam tauhid dan berbakti pada Ayahbunda.
Terjadi diskusi yang hangat, apalagi ketika diminta memilih 5 hal yang terpenting terutama secara berurutan dari 6 pilihan (sukses,jujur,mandiri,taat orangtua, rajin belajar, bahagia). Saya menempatkan 5 hal utama : 1. Bahagia 2. Jujur 3. Mandiri 4. Rajin belajar 5. Sukses.
Hal ini mengagetkan, karena taat pada orangtua tidak saya masukkan. Padahal umumnya jawaban yang diberikan adalah taat pada orangtua menempati urutan 1 atau 2.
Sampai sampai ada yang menyimpulkan dan menasehati (terima kasih ya) saya menggampangkan keutamaan taat pada ortu bahkan menafikkan, apalagi ketika saya katakan 'mana ayat yang menunjukkan utk taat pada ortu?'.

1. Dalam pendidikan islam, hal utama adalah menurunkan Tauhid, mulai dari mengenakan  sampai dengan memahamkan.
2. Anak adalah titipan dari Allah, ia adalah milik Allah, bukan milik kita, sehingga hal yang harus tetap kita jaga adalah agar ia taat pada Allah dan RasulNya serta ulil amri (yang ahli mengurus hal hal tertentu, ulama. Syaikh, Imam, pemimpin umat)
Mengikuti kita, menuliskan kita pun karena Allah semata, bukan karena takut pada Kita.
3. Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabkant tugas kita memimpin anak anak kita, mendidik mereka agar mereka berjiwa pemimpin,mandiri dan belajar bertanggungjawab dirinya kepada Allah.
4. Leader bukan masalah 'position'. Leader adalah masalah 'passion' membangun semangat , gairah agar siap dipimpin.
5. Untuk itulah pentingnya memahami pola asuh, agar anak kita bahagia menjadi orang yang jujur, bahagia belajar mandiri, bahagia ketika belajar dan bahagia ketika menuliskan berbakti pada ayahbundanya. Bukannya menjadi anak yang tertekan karena orangtua mendahulukan semangat 'taat pada ortu' dari pada 'bagaimana mereka memahami dan mengikuti arahan kita karena Allah'. Apalagi akibat pola asuh diri kita dulu yang mungkin ada bagian yang salah, yang menyebabkan terwarnainya pola asuh anak anak kita dengan trauma masa lalu, Jejakjiwa kita. Yang harus nya berhati hati apakah pola asuh  ini dalam rangka taat pada Allah atau lebih karena kita ingin ditaati, bukannya sibuk mendidik diri agar pantas diteladani.
6. Dan dalam Al Qur'an hubungan anak dengan ayahbundanya ternyata didominasi oleh katakata kebaikan dan  kemuliaan 'Birrul walidain', ihsaana, ma'ruf, kariiman.
Bukan kata tho'ah. Taat.
Karena hubungan Ayahbunda dan anak bukanlah hubungan struktural dan posisi kompetensi, tapi hubungan proses pengasuhan, perwalian, walidain.
7. Kembalikan pemahaman kita kepada Tafsir Qur'an dan hadits sesuai makna bahasa aslinya dan dalam konteks siroh Nabawiyyah, agar parenting kita adalah Parenting Tauhidullah, Parenting Nubuwah. Bukan terjebak dengan Parenting 'Nusantara,' yang sampai saat ini belum terbukti membuat peradaban, lebih banyak membuat feodal dan kerancuan pendidikan. Karena Bagaimanapun Al 'Urf (adat budaya) hanyalah urutan kesekian dalam syariah setelah Al Qur'an, Assunnah, ijma shahabat , salafushsholih, imam , Qiyas.

Moga bisa difahami.
[22:01 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Belajarlah dengan metode talaqi, face to face, dialog
.
. Bukan sekedar copy paste dari artikel setelah nanya kyai Google..

Karena ada Ruh nya, ada jiwa nya, dapet 'soul' nya.
Dan bisa dipertanggungjawabkan karena ada musyrif. Ustadz, murobbi nya.. bukan sekedar googling��
[22:01 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Waktu habis nih,, tapi bahasan msh ada dan penting..
Jd gmn ya..
[22:02 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Saya kasih waktu 30 menit lg khusus para admin nih
[22:03 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Blum mba sari,,  he..
Yg ini dulu:

❓5⃣
Bunda Hilda..

Melanjutkan pertanyaan Abah ke Mba Miranti. Minta dijelaskan pendapatnya Abah

'Kalo anak usia 3 sd 7. Suka marah dan cengeng rewel,malas beliin mainan atau nangis ndk jelas.. apa yang biasa bunda lakukan ?'
[22:08 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Contoh kasus. Dalam coachingnya Jejakjiwa.
Ketika kita traumatis pd waktu kecil dididik dengan omelan, marah yg getar membahana, jarang didengarkan..  bisa saja itu berdampak, kita mendidik anak dengan cara yg sama, atau bisa juga, karena waktu anak anak dan remaja kurang 'didengarkan'. Akhirnya ketika mendidik anak , penyebabnya didengarkan terus oleh anak lupa menyimak sang anak. Bahkan ketika anak sedikit ngasih respon, spontan terucap ' jangan ngelawan ortu, mbok ya jangan ngeyelan, anak sholeh taat ortu, warga bijak taat pajak...hehehe..
Ada juga ddenga mengancam ridho nya ortu ridho nya Allah lho
(Padahal diri sendiri sang ortu belum benar benar faham perintah Nya dalam pola pengasuhan )
[22:09 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Biasa bunda hilda dan bunda lainnya lakukan apa ? Dalam kasus temper tantrum itu?
[22:10 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Ya sprt itu, kadang terbawa emosi, tp biasa nya klo Lg lemah iman nya,, he
Klo lg naik, biasa nya bs kontrol esmosi ��
[22:12 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Ini faktor reframing masa lalu, pola pikir, dan pola pembiayaan, dilatih minimal 3 bulan konsisten melatih diri menghadapi temper tantrum dengan tenang
[22:13 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: kadang saya diemin,tpi yg bereaksi malah orang2 sekitar saya,it gmn bah?
[22:14 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: katanya tega bener anaknya nangis didiemin aja,sebaiknya qta hrus gimana?
[22:14 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Pengen bisa latian nya,,
[22:15 31/03/2015] ‪+62 856-9737-8290‬: Pola asuh ganda y bunda nurul��
[22:16 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Jangan biarkan emosi anak memancing emosi kita, jangan biarkan emosi anak membuat kita lemah bargaining nya, dan jangan terjebak cara instan yg penting anak diam.
Khawatirnya ia menggunakan cara yg sama utk mendapatkan sesuatu.
Sy jadi ingat hampir 30 menit menenangkan, diskusi, ngobrol dengan benar benar berusaha deh (sampe lemes) menahan emosi. Ketika anak teriak minta beli in mainan di swalayan. Negosiasi
[22:16 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: caranya gimana?
[22:16 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Yg penting jangan ja'im
[22:16 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Oh,, dgn bhs anak ya,, Ic..
[22:16 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: iya mb tia ��
[22:17 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Biasanya kan anak rewel kita malu sama orang sekitar.
Harusnya sugesti diri, wow ini adalah moment rizki dari Allah untuk menanamkan nilai dan melatih adab anak
[22:18 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Kalo ja'im dan terlalu sibuk dengan pandangan manusia dari pada TAUHID..
Ya yg dipilih ya tengsin, malu, anaknya rewel.. Akhirnya melepas emosi dan mengatakan, nak jangan malu maluin papa ya
[22:19 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Akhirnya itu membekas, orang lain lebih penting dari aku, oo aku memalukan dll.. banyak anak yang tidak pede bukan karena kurang fasilitas, miskin dll. Tapi ke in karena pola asuh masalalu
[22:19 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[22:20 31/03/2015] ‪+62 856-9737-8290‬: �� masya allah

Dilema lagi anak didik nangis didepan orang tuanya bah
[22:20 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Siip.. dpt poin ya,,,  sy kira cukup,, tinggal di praktek..
[22:20 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Lanjut ya bah?
[22:21 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Caranya ; ini contoh saja ya...  nanda marah ya abah ndk beli in sekarang, maaf sekarang bukan saat yg tepat beli mainan.
Kalo nanda nangis ya ndk papa.. nanti kalo sudah selesai bantuan ya cerita ya sama abah..
[22:22 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Kalo nanda tetap nangis. Abah tetap tidak beli in kok. Dan abah tetap sayang pd nanda. Dan abah yakin nanda suatu saat akan mengerti..
[22:23 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Subhanalloh ada contohnya, Alhamdulillah ��
[22:23 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: ��
[22:25 31/03/2015] Rahma Apriyani Adm Hsmn: Subhanalloh ada contohnya, Alhamdulillah ��
[22:25 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Saya praktikan 3 bulan. Bukan keempat uban saya bertambah....�� saling menahannya emosi hehe
... nama anak saya shabrina.. betul juga nama adalah doa
. Sabrina.  Sabar ya ana ��
[22:25 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Lanjut
[22:25 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ❓6⃣

Mba Sari..
mau tanya lagi abah, kenapa urutannya bersyukur dulu baru beriman?
[22:26 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Iman terbagi dua setengahnya syukur setengahnya lagi adalah sabar
[22:29 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Bersyukur kan konkrit sedangkan iman itu pemahaman keyakinan , abstrak dan konkrit perlu proses lebih panjang.
Sedangkan anak anak secara teori perkembangannya jean piaget . Kalau ndk salah 0 sd 2 tahun sendiri motorik 3 sd 6  pra operasional.. 7 sd 12 operasional konkrit
[22:30 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Dan iman yg dimaksud diatas lebih sempit. Yakni berkaitan rukun iman
[22:30 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ✅
[22:30 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Lanjut,, ptanyaan pnutup..
[22:31 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ❓7⃣

��Nia_Samarinda. Mlihat kondisi negeri ini..pun mkin brtambahnya 'orng2 cerdas...berilmu jg beragama' yg 'mnciptakan' 'kecerdasan' yg mnyimpang dr aqidah pd Alloh yg sesungguhnya.. ex: syiah.. tdk sdikit org2 yg 'di dlmnya' adlh org yg berilmu dan beragama... Ada apa dng fenomena ketauhidan ini ya abah?? Ruhnya/jiwanya tergadaikan kah??
[22:33 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Kalo Islam itu harusnya TAUHID
Kalo syiah menyimpang kah... sama dengan kalo ibu bertanya apakah kristiani itu muslim ? ��

Kesimpulannya apa ? .. coba bu
[22:34 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: Yaa...syiah menyimpang...
[22:34 31/03/2015] ‪+62 813-3066-2176‬: Maaf baru jwb lg.  Kadang bisa tahan emosi, tp lbh sering lepas emosi ketika anak tantrum ��
[22:34 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: Sy brtanya pd abah.. mka sy pun mnunggu jwbn pd abah
[22:35 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Syiah itu bukan menyimpang.. yg menyimpang itu kalo dia muslim tapi ndk taat dan ndk pakai ilmu..
[22:35 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Penasaran ya..
[22:35 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Ok,  mba Hilda,,  mari kita jalankan contoh dr abah tadi,,
Mhn maaf skrg sdg bahas ptanyaan terakhir,, ��
[22:36 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: syiah bukan muslim
[22:36 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ��
[22:36 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: Jd...??
[22:36 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: islam dan syiah jauh berbeda
[22:36 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Ini 'kata kuncinya' Kalo Islam itu harusnya TAUHID
Kalo syiah menyimpang kah... sama dengan kalo ibu bertanya apakah kristiani itu muslim ? ��
[22:37 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Jadi...  pola asuh syi'ah bkn tauhid,, eh.. gtu kali..
[22:37 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ��
[22:37 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: ����
[22:37 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Pola Majusi
[22:37 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Pola Nasrani
[22:37 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Pola Yahudi
[22:37 31/03/2015] ‪+62 813-3066-2176‬: ��
[22:37 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: ��
[22:38 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Tampaknya sdh mulai paham ��
[22:38 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: Blum tentu se-visi..mb��
[22:38 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: mulai mengerucut
[22:39 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Orang kristiani saja yakin agama itu untuk kebaikan dan ndk bisa dikatakan kebaikan kan kalo Rukun Agamanya aja TAQIYAH
[22:39 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Nah itu...
[22:39 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: yup
[22:39 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: taqiyah it berbohong kan ya?
[22:40 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Orang kristiani aja ngerti perkawinan itu sakral sampe sampe katolik mempersulit perceraian.. eh. NIKAH KONTRAK JADI RUKUN BERAGAMANYA
[22:40 31/03/2015] ‪+62 813-3066-2176‬: Makanya syiah lbh berbahaya krn sulit 'dideteksi'?  Begitu kira2 ya?
[22:40 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: ��
[22:41 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Kualitas dan Agama Seseorang bersama siapa yang jadi teman karibnya..
[22:42 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Silahkan ya pengen tau banget
. Biar diantara kita benar benar tsiqoh n trust sebagai saudara.
[22:42 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Jadi,, tdk perlu di jejaki jiwa nya, klo syi'ah mah... jelas bkn Islam ��
[22:42 31/03/2015] ‪+62 813-3066-2176‬: Pengen tau banget, Abah...
[22:42 31/03/2015] Nia Shirenia Admin Hsmn: ��
[22:42 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Islam sudah cukup . ALLAH ALLAH DAN ALLAH saja
[22:43 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: AllohuAkbar!!!
[22:43 31/03/2015] ‪+62 857-4245-7442‬: ��
[22:44 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Sepertinya lgsg kesimpulan aja ya Bah? ��
[22:44 31/03/2015] Basriati Kartikasari Adm Hsmn: Allahu Akbar ����
[22:44 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Jadikan HSMN ini tempat pembelajaran, penguatan, kadang amal, bukan PENCITRAAN dan BUKAN PEMUJAAN TOKOH serta bukan pelarian..  dari kekecewaan kita pada dunia sekarang... Jadikan sebagai bagian  tempat berjuang.
[22:45 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: *ladang
[22:46 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Jejakjiwa adalah hitung mundur menuju pintu gerbang menuju alam berikutnya. Di alam ini kita menambah bekal agar di alam berikutnya menuju kampung asal kita, Surga.
Kuncinya adalah pola pikir kita. YOU ARE WHAT YOU THINK.
jika ada kemauan pasti ada seribu jalan kalo tidak ada kemauan pasti ada seribu alasan, sayangnya manusia adalah makhluk yang paling cerdas mengarang alasan alasan.
Yuk move ON.

Maaf jika ada salah.
Mari ikut coachingnya Jejakjiwa. Atau ada workshop di kota anda.
08112541400
Twitter @motivatorku
Email : katakatajiwa@gmail.com

Sekolah ayahbunda RKI jogja
RUMAH KELUARGA INDONESIA Yogyakarta
[22:48 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Alhamdulillah,,, Subhanalloh,, Allahu Akbar!!! 

Selesai juga diskusi yg hngt dan mnarik ini,,,
[22:49 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Syukron jazzakalloh kpd Abah Iliad, yg telah mbagikan byk bgt ilmu nya,, mbuka mata dan hati qta sbg parents...  Alhamdulillah
[22:49 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Syukron jazzakalloh kpd Abah Ilik, yg telah mbagikan byk bgt ilmu nya,, mbuka mata dan hati qta sbg parents...  Alhamdulillah
[22:49 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Sekolah Ayahbunda ™
By AyahRiza & Bunda Wening
Support by Jogja Islamic Home Schooling.
[22:50 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Jazzakillah kpd tmn2 adminah,, so active, energik,, Subhanalloh pokoke
...
[22:50 31/03/2015] F Riza Abah Lilik: Wa iyyaki. Barakallahumma.
[22:51 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Saya tutup diskusi kali ini dgn istigfar,, astagfirullah,,
Hamdallah, Alhamdulillah..
Dan kifaratul majelis,,,
[22:51 31/03/2015] ‪+62 821-3658-2004‬: Wassalamualaikum, Wr. Wb... ����