Kamis, 13 November 2014

Ada 10 buah yang bisa menyembuhkan penyakit HATI kita :

������������

Ada 10 buah yang bisa menyembuhkan penyakit HATI kita :
��1. Markisa : Mari Kita Sabar
2. Stroberi : Selalu Introspeksi,Belajar Rendah Hati
3. Salak : Selalu Baik Dalam Bertindak
4. Jeruk : Janganlah Berbuat Buruk
��5. Pisang : Pantang Iri, Sombong dan Angkuh
��6. Anggur : Anda Gemar Bersyukur
��7. Melon : Menolong Orang Lain
8. Tomat : Tobat Sebelum Kiamat
9. Talas : Tak Ada Kata Malas
��10. Mentimun : Menuntut Ilmu, Tidak Banyak Melamun
Selamat menikmati buah2an obat
penyakit hati.

Oleh2 Ustzh Nur Jannah dari Gaza

⚡OLEH2 USTZH NUR JANNAH DARI GAZA (Salimah, masjid saw regency..jumat 31 okt 2014)⚡

ORANG HEBAT adalah:

1.orang yang dapat merancang kehidupannya dg sangat baik

2.orang yg dapat  merancang ketika  menghadapi kematiannya

�� (pejuang palestina  merancang kematiannya dg syahid di jalanNya)

�� palestina kira 2 luasnya 2 x sawangan dg penduduk 1, 8 jt..mampu melawan israel dg persenjataan tercanggih dan kekayaan paling melimpah di dunia????
Apa �� nya??
������ ternyata semua penduduknya baik presiden, perdana menteri, pemuda, ibu rumah tangga dan..dan...hampir seluruhnya HAFAL AL QURAN 30 JUZ..

�� ketika kita berat membaca alquran/mengahafal /mengamalkannya/tahajjud dll����karena kemaksiatan yg masih ada dalam diri kita��

�� membaca al quran hrs sampai ������ harus sampai begadang�������� sehingga�� akan terasa kelezatan alquran

"Saat kita mempertaruhkan segalanya untuk ketaatan kepada Allah dg sepenuh hati �� Allah pun akan dengam sepenuh hati menyantuni kita d keluarga kita"

��Mendidik anak
20% �� lisan
80%��KETELADANAN
Kalau kita ingin anak.kita hafal al quran kita seharusnya memberi contoh

��Ungkapan seorang palestina yg cacat karna perang--- syukur Alhamdulillah sebagian tubuh kami sudah di surga..maka kami akan mempertaruhkan sebagian tersisa yg ada pd kami u memperjuangkan masjid al aqsha masjid umat islam seluruh dunia

�� hikmah u kita ��
✨ kita tidak boleh mengeluh dan membesar2kan keletihan kita..karena blm ada apa2nya dibanding mujahidin palestina
✨ mengeluh akan membebani orang lain

�� di gaza merka tidur 3 jam...

�������� ketika kita terbebas dari tidur��maka kita akan terbebas dari kemaksiatan

��jatah listrik 4 jam sehari...
��seadanya bahkan cenderung kekurangan
����mental yg terbentuk 'luar biasa'...

tak ada satupun pengemiz��

�� tak ada keluh kesah karena keletihan, kelaparan, kehilangan, kekurangan..yg ada hanya semangat mencapai cita2 teringgi syahid di jalan Nya������

Diperlukan..KESABARAN ������
Azzumar : 10 ��orang2 yg sabar ---akan diberikan pahala 'ghoiru hisab'
Pahalanya ga keukur d ga kehisab /ga keitung ...karena saking banyaknya��������
 
��Terakhir..kita berdo'a kepada Allah agar
1 diberikan umur panjang agar kt dpt memanfaatkan kesempatn hidup dalam ketaatan dg sepenuh hati karena pada hakikatnya kita sedang antri���������� untuk bertemu dg Nya

2. TIDAK MENUNDA2...karena kt tidak tahu apakah masih ada  kesempatan buat kita...(Ajal bisa dtg kapanpun)

��Resume: dr. Sulisnaeni

Sabtu, 08 November 2014

SISA MAKANAN KUCING

SISA MAKANAN KUCING

RasuluLlah SAW menekankan dlm bbrp hadits bahwa kucing tidak najis. Beliau juga mengatakan anjing najis.

Setelah melakukan penelitian thdp berbagai cairan, Dr Gen Gustafsin menemukan bahwa kuman yg paling banyak terdapat pada anjing, kemudian manusia memiliki seperempat dari anjing,  lalu pada kucing terdapat setengah dari kuman manusia. Dr Sa'id Rafah menegaskan bhw kucing memiliki perangkat pembersih bernama Lysozyme.

Penelitian dilakukan thdp kucing dari berbagai usia,  perbedaan posisi kulit seperti punggung, bagian dlm telapak kaki, pelindung mulut dan ekor. Juga dilakukan penanaman kuman pd bagian2 khusus. Hasilnya;
1. Kulit luar tdk mengandung kuman.
2. Perbandingan yg ditanam memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yg diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yg diambil dari permukaan lidah: negatif
4. Kuman yg ditemukan saat penelitian,  adalah kuman yg biasa berkembang di tubuh manusia, dan jumlahnya kurang dari 50 ribu pertumbuhan.
5. Tidak ditemukan kuman yg beragam.

Kucing menjauh dari panas matahari dan tidak dekat dg air. Tujuannya supaya bakteri tidak berpindah kepadanya.

ALlah membekali kucing lidah yg dilengkapi dg benjolan2 yg membersihkan seluruh badan. Ketika minum,  tdk setetespun cairan terjatuh dari lidahnya.

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih Al Tammar dari ibunya yg menerangkan bhw budaknya memberikan  Aisyah semangkuk bubur. Namun sampai di rumah Aisyah,  Aisyah sedang shalat. Ia memberi isyarat utk meletakannya. Selesai shalat , Aisyah lupa. Datanglah seekor kucing dan memakan sedikit bubur tsb. Ketika melihat bubur itu,  Aisyah membersihkan bagian yg disentuh kucing,  lalu memakannya. RasuluLlah bersabda : "Ia tidak najis. Ia binatang yg berkeliling". Aisyah pernah melihat RasuluLlah SAW berwudhu dari sisa jilatan kucing (HR Al Baihaqi,  Abd Al-Razzaq dan Al-Daruquthni).

RasuluLlah SAW bukan dokter. Bukan peneliti. Bahkan seorg ummi (buta baca tulis). Bagaimana Beliau tau bahwa kucing tdk najis? Semua itu tdk lain krn Beliau seorang utusan ALlah.

"Tiadalah yg diucapkannya itu menurut kemauan nafsunya. Ucapannya tiada lain hanyalah wahyu yg diwahyukan (kepadanya). (QS An Najm 3-4)

Jumat, 07 November 2014

Resume buku : Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin (jilid 1) Tentang Dakwah Kami

Resume buku : Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin (jilid 1) Tentang Dakwah Kami
Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyanyang
DAKWAH KAMI

1. KETERUSTERANGAN. Kami ingin setiap orang mengetahui tentang tujuan kami, dengan metode apa kami membimbing mereka bersama dakwah kami.

2. KESUCIAN. Misi dakwah kami adalah langkah-langkah kami dalam membawa misi dakwah yang bersih dan suci,; bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu seperti yang digariskan Allah swt. Dalam firman-Nya :
“Katakanlah, inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada (Allah) dengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” (Qs.Yusuf 108).

3. KASIH SAYANG. Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Kehadiran dan apapun yang kami lakukan ialah untuk berjihad di jalan Allah dan untuk kemasalhatan umat manusia dan cukuplah Allah yang tahu dan menjadi saksi atas apapun yang kami kerjakan untuk umat ini.

4. SEMUA KEUTAMAAN HANYALAH MILIK ALLAH. Andaikata apapun yang kami kerjakan ini memiliki keuatamaan, maka ketahuilah bahwa keuatamaan apa yang tampak itu adalah milik-Nya yang kami yakini berdasarkan firman-Nya :
“Sebenarnya Allah, Dia-lah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”. (Qs.Al-Hujurat : 17)
Secara ringkas, dakwah ini sejak Nabi adam a.s hingga Nabi Muhammad sawa adalah panggilan bagi seluruh umat manusia untuk beriman pada-Nya melalui nabi dan rasul-Nya yang beliau pilih dan memiliki keuatamaan. Dan segala keutamaan para nabi dan rasul Allah dalam menyampaikan risalah-Nya semata-mata hanya milik Allah swt. Apapun yang terjadi pada hati manusia ada pada kuasa-Nya.

5. EMPAT GOLONGAN OBJEK DAKWAH
a) Golongan mukmin,
b) Golongan yang ragu-ragu,
c) Golongan yang mencari keuntungan,
d) Golongan yang berprasangka buruk

6.MELEBUR. Beban dakwah ini hanya kan mampu dipikul oleh orang-orang yang memahami dan bersedia berkorban demi dakwah yang suatu saat dakwah akan memintanya sebagai bukti kecintaannya pada Allah dan Rasul-Nya. Ayat yang terkait : Qs.At-Taubah 24

7. KEJELASAN. Kami mengajkak manusia kepada sauatu ideologi yang mereka semua telah mengenalnya, beriman padanya dan percaya akan kebenarannya. Ideologi itu adalah ideologi yang telah dibuktikan oleh pengalaman dan disaksikan oleh sejarah akan keabadian dan kebaikannya dalam menata dan menyejahterakan kehidupan manusia.

8. ISLAM KAMI. Dalam pemahaman kami, Islam tidak terbatas pada aktivitas rohani saja melainkan seluruh aspek dimensional kehidupan manusia berdasarkan pada Kitab Allah. Jika ingin memahami dakwah ikhwanul muslimin, hendaklah mereka memegang al-Qur’an, membersihkan dirinya dari hawa nafsu dan berbagai ambisi, kemudian memahami ayat-ayat Al-Qur’an sebagaimana ia adanya.

9. BATASAN NASIONALISME KAMI. Bagi kami, setiap jengkal tanah di bumi ini, di mana di atasnya ada seorang Muslim yang mengucapkan “Laa Ilaaha Illallah”, maka itulah tanah air kami. Kami wajib menghormati kemuliaannya dan siap berjuang dengan tulus demi kebaikannya karena rasa nasionalisme kami ditentukan oleh ikatan akidah.

10. TUJUAN NASIONALISME KAMI. Keharusan kami dalam membangun peradaban Islam dalam seluruh dimensi kehidupan dan mengibarkan bendera Islam setinggi-tingginya adalah semata-mata untuk mencari ridho Allah swt dan menegaskan keberadaan kami dalam memakmurkan dunia dengan bimbingannya.

11. IKATAN AKIDAH. Menurut pandangan ikhwanul muslimin, manusia terbagi menjadi dua golongan :
a. Golongan yang meyakini apa yang kami yakini, yakni beriman kepada Allah swt dan Rasulullah saw oleh ikatan akidah, dan
b. Golongan yang tidak mengikat akidah kami dengan mereka dan tetap berdamai selama mereka dengan kami..
Dalam melakukan dakwah, sebagaimana apa yang Allah swt terangkan pada kitab-Nya (Qs. Al hujurat 10, dan Qs. Al Mumtahanah 8-9) kami berusaha menjalankan dakwah sebagaimana yang telah dijelaskan Islam itu sendiri. Siapapun diantara mereka yang menzalimi kami maka kami akan membalasnya seutama-utamanya cara untuk membalas kezaliman orang-orang zalim

12. HARAPAN DAN PERASAAN. Manhaj yang benar, yaitu Al Qur’an, Sunnah dan hukum-hukum Islam (sebagaimana ketika ia dipahami pertama kali oleh kaum muslimin dengan bersih, segar dan jauh dari penetrasi paham-paham lain). Pendukung yang beriman, itulah sebabnya Ikhwanul Muslimin selalu berusaha menerapkan Islam yang telah mereka ketahui untuk diri mereka, dengan penuh kesungguhan dan penuh keseriusan.
sumber: buku Risalah Pergerakan jilid 1, bab Dakwah Kami, halaman 29-54, edisi terbitan Intermedia, cetakan keempat, April 2000 M

Orang2 yang di cintai Allah

Bahagia bukan suatu hal yg harus dipertanyakan tetapi dijalankan... kebahagian dunia dan akhirat hanya didapat oleh orang2 yang dicintai Allah... siapa dia? 

1. At-Tawwabin. Orang-orang yang bertaubat (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

2. Al-Mutathohirin. Orang-orang yang suka bersuci /menjaga wudhu (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

3. Al-Muqsithin. Orang-orang yang adil (QS. Al-Maa’idah [5]: 42)

4. Al-Muttaqin. Orang-orang yang taqwa (QS. Al-Imran [3]: 76)

5. Al-Muhsinin. Orang-orang yang suka berbuat kebaikan /menafkahkan hartanya (QS. Ali ‘Imran [3]: 134)

6. Al-Mutawakilin. Orang-orang yang bertawakal kepada ALLAH (QS. Ali ‘Imran [3]: 159)

7. As-Shobirin. Orang-orang yang sabar (Ali ‘Imran [3]: 146)

8. Orang-orang yang mengikuti Rasul
(QS. Ali ‘Imran[3]:31)

9. Orang-orang yang berperang di jalan ALLAH. (QS. Ash-Shaff [61]: 4)

10. Orang-orang yang tidak suka mengeluarkan kata-kata yang keji, berpikir mandiri, sabar dan rajin melakukan sholat malam.

11. Orang-orang yang hatinya senantiasa sedih namun tetap bersyukur kepada ALLAH subhana wa Ta'ala . 

12. Orang-orang yang memiliki sifat malu (al-hayya’) dan santun (al-halim).

13. Orang-orang yang rajin sholat malam, bersedekah, dan tidak takut mati di jalan ALLAH. 

14. Orang-orang yang saling mencintai di jalan ALLAH, bersilaturahiim dan bertawakkal kepada ALLAH. 

15. Orang-orang yang mencintai amal yang diwajibkan kepadanya. 

16. Orang-orang yang mampu meredam kemarahannya dengan santun. 

17. Orang-orang yang banyak mengingat kematian

18. Orang-orang yang mencintai apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan membenci apa yang dibenci ALLAH dan Rasul-NYA.

Sudahkah kita termasuk diantaranya? Pantaskah jika kita bertanya mengenai kebahagian yang diberikan ALLAH sementara kita jauh dari hal yang dicintai-Nya?

Siapa yang tidak ingin jadi ibu seperti beliau

SIAPA YANG TIDAK INGIN MENJADI IBU SEPERTI
BELIAU ?

Tiga anaknya tidak sekolah di sekolah formal
layaknya anak-anak pada umumnya. Tapi
ketiganya mampu menjadi anak teladan, dua di
antaranya sudah kuliah di luar negeri di usia yang
masih sangat muda. Saya cuma berdecak gemetar
mendengarnya. Bagaimana bisa?
Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau kita
search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa
Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Beliau
seorang ibu rumah tangga profesional, penemu
model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang
amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia.
Seorang wanita yang ingin mengajak wanita
Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita
seutuhnya.
Beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah
tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara
yang bahasa kerennya anti mainstream. It’s like
watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a
real story from Salatiga, Indonesia.
Semuanya berawal saat beliau memutuskan untuk
menikah. Jika ada pepatah yang mengatakan
bahwa pernikahan adalah peristiwa peradaban,
untuk kisah Ibu Septi, pepatah itu tepat sekali. Di
usianya yang masih 20 tahun, Ibu Septi sudah
lulus dan mendapat SK sebagai PNS. Di saat yang
bersamaan, beliau dilamar oleh seseorang. Beliau
memilih untuk menikah, menerima lamaran
tersebut. Namun sang calon suami mengajukan
persyaratan: beliau ingin yang mendidik anak-
anaknya kelak hanyalah ibu kandungnya. Artinya?
Beliau ingin istrinya menjadi seorang ibu rumah
tangga. Harapan untuk menjadi PNS itu pun
pupus. Beliau tidak mengambilnya. Ibu Septi
memilih menjadi ibu rumah tangga. Baru sampai
cerita ini saja saya sudah gemeteran.
Akhirnya beliaupun menikah. Pernikahan yang unik.
Sepasang suami istri ini sepakat untuk menutup
semua gelar yang mereka dapat ketika kuliah. Aksi
ini sempat diprotes oleh orang tua, bahkan di
undangan pernikahan mereka pun tidak ada
tambahan titel/ gelar di sebelah nama mereka.
Keduanya sepakat bahwa setelah menikah mereka
akan memulai kuliah di universitas kehidupan.
Mereka akan belajar dari mana saja. Pasangan ini
bahkan sering ikut berbagai kuliah umum di
berbagai kampus untuk mencari ilmu. Gelar yang
mereka kejar adalah gelar almarhum dan
almarhumah. Subhanallah. Tentu saja tujuan
mereka adalah khusnul khatimah. Sampai di sini,
sudah kebayang kan bahwa pasangan ini akan
mencipta keluarga yang keren?
Ya, keluarga ini makin keren ketika sudah ada
anak-anak hadir melengkapi kehidupan keluarga.
Dalam mendidik anak, Ibu Septi menceritakan salah
satu prinsip dalam parenting adalah demokratis,
merdekakan apa keinginan anak-anak. Begitupun
untuk urusan sekolah. Orang tua sebaiknya
memberikan alternatif terbaik lalu biarkan anak
yang memilih. Ibu Septi memberikan beberapa
pilihan sekolah untuk anaknya: mau sekolah favorit
A? Sekolah alam? Sekolah bla bla bla. Atau tidak
sekolah? Dan wow, anak-anaknya memilih untuk
tidak sekolah. Tidak sekolah bukan berarti tidak
mencari ilmu kan? Ibu Septi dan keluarga punya
prinsip: Selama Allah dan Rasul tidak marah,
berarti boleh. Yang diperintahkan Allah dan Rasul
adalah agar manusia mencari ilmu. Mencari ilmu
tidak melulu melalui sekolah kan? Uniknya, setiap
anak harus punya project yang harus dijalani sejak
usia 9 tahun. Dan hasilnya?
Enes, anak pertama. Ia begitu peduli terhadap
lingkungan, punya banyak project peduli
lingkungan, memperoleh penghargaan dari Ashoka,
masuk koran berkali-kali. Saat ini usianya 17
tahun dan sedang menyelesaikan studi S1nya di
Singapura. Ia kuliah setelah SMP, tanpa ijazah.
Modal presentasi. Ia kuliah dengan biaya sendiri
bermodal menjadi seorang financial analyst. Bla bla
bla banyak lagi. Keren banget. Saat kuliah di tahun
pertama ia sempat minta dibiayai orang tua,
namun ia berjanji akan menggantinya dengan
sebuah perusahaan. Subhanallah. Uang dari orang
tuanya tidak ia gunakan, ia memilih menjual
makanan door to door sambil mengajar anak-anak
untuk membiayai kuliahnya.
Ara, anak ke-2. Ia sangat suka minum susu dan
tidak bisa hidup tanpa susu. Karena itu, ia
kemudian berternak sapi. Pada usianya yang
masih 10 tahun, Ara sudah menjadi pebisnis sapi
yang mengelola lebih dari 5000 sapi. Bisnisnya ini
konon turut membangun suatu desa. WOW!
Sepuluh tahun gue masih ngapain? Dan setelah
kemarin kepo, Ara ternyata saat ini juga tengah
kuliah di Singapura menyusul sang kakak.
Elan, si bungsu pecinta robot. Usianya masih amat
belia. Ia menciptakan robot dari sampah. Ia
percaya bahwa anak-anak Indonesia sebenarnya
bisa membuat robotnya sendiri dan bisa menjadi
kreatif. Saat ini, ia tengah mencari investor dan
terus berkampanye untuk inovasi robotnya yang
terbuat dari sampah. Keren!
Saya cuma menunduk, what I’ve done until my 20
Banyak juga peserta yang lalu bertanya, “kenapa
cuma 3, Bu?” hehe.
Dari cerita Ibu Septi sore itu, saya menyimpulkan
beberapa rahasia kecil yang dimiliki keluarga ini,
yaitu:
1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, bersikap
demokratis kepada mereka adalah suatu
keniscayaan
2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung jawab dan
praktek nyata sejak kecil melalui project. Seperti
yang saya bilang tadi, di usia 9 tahun, anak-anak
Ibu Septi sudah diwajibkan untuk punya project
yang wajib dilaksanakan. Mereka wajib presentasi
kepada orang tua setiap minggu tentang project
tersebut.
3. Meja makan adalah sarana untuk diskusi. Di
sana mereka akan membicarakan tentang ‘kami’,
tentang mereka saja, seperti sudah sukses apa?
Mau sukses apa? Kesalahan apa yang dilakukan?
Oh ya, keluarga ini juga punya prinsip, “kita boleh
salah, yang tidak boleh itu adalah tidak belajar dari
kesalahan tersebut”. Bahkan mereka punya waktu
untuk merayakan kesalahan yang disebut dengan
“false celebration”.
4. Rasulullah SAW sebagai role model. Kisah-kisah
Rasul diulas. Pada usia sekian Rasul sudah bisa
begini, maka di usia sekian berarti kita juga harus
begitu. Karena alasan ini pula Enes memutuskan
untuk kuliah di Singapura, ia ingin hijrah seperti
yang dicontohkan Rasulullah. Ia ingin pergi ke
suatu tempat di mana ia tidak dikenal sebagai
anak dari orang tuanya yang memang sudah
terkenal hebat.
5. Mempunyai vision board dan vision talk. Mereka
punya gulungan mimpi yang dibawa ke mana-
mana. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan
orang-orang hebat, mereka akan share mimpi-
mimpi mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it,
do it, grow it!
6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu untuk
mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai
7. Mereka punya prinsip harus jadi entrepreneur.
Bahkan sang ayah pun keluar dari pekerjaannya di
suatu bank dan membangun berbagai bisnis
bersama keluarga. Apa yang ia dapat selama
bekerja ia terapkan di bisnisnya.
8. Punya cara belajar yang unik. Selain belajar
dengan cara home schooling di mana Ibu sebagai
pendidik, belajar dari buku dan berbagai sumber,
keluarga ini punya cara belajar yang disebut
Nyantrik. Nyantrik adalah proses belajar hebat
dengan orang hebat. Anak-anak akan datang ke
perusahaan besar dan mengajukan diri menjadi
karyawan magang. Jangan tanya magang jadi apa
ya, mereka magang jadi apa aja. Ngepel,
membersihkan kamar mandi, apapun. Mereka pun
tidak meminta gaji. Yang penting, mereka diberi
waktu 15 menit untuk berdiskusi dengan pemimpin
perusahaan atau seorang yang ahli setiap hari
selama magang.
9. Hal terpenting yang harus dibangun oleh sebuah
keluarga adalah kesamaan visi antara suami dan
istri. That’s why milih jodoh itu harus teliti. Hehe.
Satu cinta belum tentu satu visi, tapi satu visi
pasti satu cinta
10. Punya kurikulum yang keren, di mana
fondasinya adalah iman, akhlak, adab, dan bicara.
11. Di-handle oleh ibu kandung sebagai pendidik
utama. Ibu bertindak sebagai ibu, partner, teman,
guru, semuanya.
Daaaan masih banyak lagi. Teman-teman yang
tertarik bisa kepo twitter ibu @septipw atau
gabung dan ikut kuliah online tentang
keiburumahtanggaan di ibuprofesional.com.
Hhhhmmm. Gimana? Profesi ibu rumah tangga itu
profesi yang keren banget bukan? Ia adalah kunci
awal terbentuknya generasi brilian bangsa. Saya
ingat cerita Ibu Septi di awal kondisi beliau
menjadi ibu rumah tangga. Saat itu beliau iri
melihat wanita sebayanya yang berpakaian rapi
pergi ke kantor sedangkan beliau hanya
mengenakan daster. Jadilah beliau mengubah
style-nya. Jadi Ibu rumah tangga itu keren, jadi
tampilannya juga harus keren, bahkan punya kartu
nama dengan profesi paling mulia: housewife. So,
masih zaman berpikiran bahwa ibu rumah tangga
itu sebatas sumur, kasur, lalala yang haknya
terinjak-injak dan melanggar HAM? Duh please,
housewife is the most presticious career for a
woman, right? Tapi semuanya tetap pilihan. Dan
setiap pilihan punya konsekuensi. Jadi apapun kita,
semoga tetap menjadi pendidik hebat untuk anak-
anak generasi bangsa.
Dari kisah di atas, saya juga menarik kesimpulan
bahwa seminar kepemudaan tidak melulu bahas
tentang organisasi, isu-isu negara, dan lain-lain
yang biasa dibahas. Pemuda juga perlu belajar ilmu
parenting untuk bekal dalam mendidik generasi
penerus bangsa ini. Bukankah dari keluarga
karakter anak itu terbentuk?
Wallahualambisshawab. Semoga ada yang bisa
diambil pelajaran.

Detik Kematian

Detik Kematian

Saat tertidur lelap
Tiba-tiba raga terbangun
Sosok bayangan menjulang
Dan kini berdiri tegap
Aku bertanya..siapakah dirimu?
Dan seketika aku tahu
Dialah pemutus segala kenikmatan

Keringatku mengucur deras
Tenggorokanku tercekat
Berteriakpun aku tak mampu
Sedang yang kulihat sosok begitu garangnya

Ooh..pergilah..pergilah..
Aku belum siap..aku belum ingin mati
Keluargaku masih membutuhkanku
Dan aku masih belum berbuat banyak untuk akhiratku
Berikan lagi aku kesempatan

Maka sang malaikat itupun berkata
Mengapa kau terkejut wahai manusia
Bukankah jika ada hidup tentu ada mati ?
Bukankah Tuhanmu telah mengingatkanmu lewat kitabNya?

Ooh Izrail...
Aku sering lupa menyebut namaNya
Aku sering melanggar laranganNya
Sedang perintahNya pun aku suka lalai

Sang malaikatpun berkata
Kau diberi banyak karunia oleh Tuhanmu
Sedang kau mengingkarinya
Kau diberi waktu bertaubat
Namun kau tak kunjung mendekat
Sekarang kau minta lagi waktu ditangguhkan?

Aku tahu tak ada guna berdebat
Sudah habis masaku untuk meminta ampun
Sudah habis masaku untuk beramal sholeh
Sang malaikatpun memperlihatkan tempatku kelak...

Aku menangis pilu
Dengan sakit tak terperi
Bagai jutaan pedang menusukku
Aku tinggalkan ragaku
Aku pergi dalam keadaan menyesal dan merugi

Tiba-tiba ada sedikit harapanku
Aku ingat sahabat-sahabat sholihku
Maukah kelak mereka mencariku ?
Maukah kelak mereka menanyakanku pada Sang Rahman
Ada dimana aku berada ?